Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Seorang Anak Telah L...
Seorang Anak Telah Lahir Untuk Kita
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | PA Selasa, 13 Desember 2005
Disadur oleh Yuyu | Tanggal Terbit : Kamis, 25/12/08
Lihat Video Streaming : Versi Hi | Versi Low

Tak ada habisnya perdebatan tentang Natal, termasuk boleh tidaknya merayakan Natal. Sebab awalnya tanggal 25 Desember adalah hari raya dewa Matahari. Mencemplungkan diri dalam pusaran perdebatan beresiko menenggelamkan iman kita. Ada hal yang lebih penting dari pada sibuk berdebat, yakni merenungkan arti kelahiran YESUS bagi kita.

YESAYA 9 : 5
5 Sebab seorang ANAK telah lahir untuk kita, seorang PUTERA telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahu-NYA, dan nama-NYA disebutkan orang: Penasihat Ajaib, ALLAH yang Perkasa, BAPA yang Kekal, Raja Damai.

Nubuat Yesaya tentang kelahiran TUHAN YESUS ini menyatakan beberapa Predikat TUHAN YESUS. Yang pertama adalah “Seorang ANAK telah lahir untuk kita”. Ini adalah poin penting: YESUS lahir untuk kita. Kalau kita tidak meyakini YESUS lahir di dunia, maka mustahil dia akan mati menebus dosa umat manusia, dan kemudian bangkit pada hari yang ketiga. Tanpa kematian dan kebangkitan-NYA, sia-sialah ibadah kita, sebab posisi kita masih tetap sebagai penghuni neraka.

Alkitab sama sekali tidak mencatat YESUS lahir pada tanggal 25 Desember. Tapi itu tidak perlu kita permasalahkan, apalagi perdebatkan. Sebab poin pentingnya adalah YESUS lahir bagi kita. Simak statement Mary Alan Chase tentang Natal, “Christmas is not a date. It is state of mind”. Natal bukan sekedar tanggal berapa kita merayakannya, Natal adalah bagaimana pandangan kita terhadap kelahiran YESUS, TUHAN kita.

YESUS lahir ke dunia bukan untuk kepentingan DIRINYA sendiri. Tujuan YESUS lahir adalah semata-mata untuk menjadi Juruselamat bagi kita, orang berdosa. Tujuan TUHAN ini dicatat di dalam Injil Lukas 2:11, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu KRISTUS, TUHAN, di kota Daud.

YOHANES 1 : 12
12  Tetapi semua orang yang menerima-NYA diberi-NYA kuasa supaya menjadi anak-anak ALLAH, yaitu mereka yang percaya dalam nama-NYA.

Dari pihak TUHAN, Juruselamat telah lahir bagi kita. Bagaimana respon kita terhadap kelahiran-NYA? Natal memiliki makna yang besar bagi kita jika kita mau menerima YESUS sebagai Juruselamat kita. 

Sebutan YESUS lainnya dalam nubuat nabi Yesaya adalah “Seorang PUTERA diberikan untuk kita”.  Sebutan ini seolah-olah hanya pengulangan dari Seorang Anak telah lahir bagi kita. Setiap sebutan ini memiliki maknanya masing-masing. Sebutan YESUS “Seorang ANAK” bermakna YESUS adalah ALLAH yang mengambil rupa sebagai manusia. Sedangkan PUTERA artinya YESUS adalah PUTERA ALLAH, digambarkan TUHAN YESUS adalah laki-laki.  Terbukti pada usia 8 hari TUHAN YESUS disunatkan untuk menggenapi hukum Taurat. Bahkan jauh hari sebelum Yesaya bernubuat tentang kelahiran TUHAN YESUS, ALLAH sendiri telah memberikan perlambang tentang pengorbanan PUTERA ALLAH bagi kita.

KEJADIAN 22 : 13
13  Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.

Abraham melakukan dengan penuh ketaatan ketika ALLAH memerintahkan Abraham untuk mengorbankan Ishak di bukit Moria. Saat Abraham telah mengikat Ishak di mezbah dan siap menghunjamkan pisau ke tubuh Ishak, ALLAH berkata, agar Abraham jangan membunuh Ishak.  ALLAH telah menyediakan domba jantan sebagai korban pengganti Ishak.  Domba jantan itu melambangkan TUHAN YESUS, Domba ALLAH yang dikorbankan menggantikan kita yang seharusnya menerima hukuman kekal. 

ALLAH menyediakan seekor domba jantan. Bukan sepuluh ekor domba, atau domba betina. Ini menggambarkan, bahwa YESUS adalah satu-satunya Juruselamat dunia. Tanduk domba itu tersangkut dalam belukar. Hal ini digenapi saat TUHAN akan naik ke kayu salib, kepala-NYA diberi mahkota duri.

KELUARAN 12 : 5
5  Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.

Kelahiran PUTERA ALLAH yang akan menebus manusia digambarkan pula di dalam korban Paskah yang mensyaratkan domba itu harus jantan. Domba untuk perayaan Paskah ini disembelih dan darahnya dioleskan pada kusen pintu. Orang yang berada di dalam rumah yang memiliki tanda darah ini akan selamat saat TUHAN mengirimkan tulah kesepuluh ke atas Mesir. Sedangkan rumah orang-orang Mesir tidak memiliki tanda darah, sehingga seluruh anak sulung Mesir mati. Setelah itu orang Israel di bawah pimpinan Musa keluar dari tanah Mesir, bebas dari perbudakan Mesir. Domba jantan korban Paskah ini melambangkan YESUS yang menyerahkan DIRINYA agar kita selamat dan bebas dari perbudakan dosa.

LUKAS 18 : 35 – 38
35 Waktu YESUS hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. 36  Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?" 37  Kata orang kepadanya: "YESUS orang Nazaret lewat." 38  Lalu ia berseru: "YESUS, Anak Daud, kasihanilah aku!"

Lambang pemerintahan ada di atas bahu-NYA, yang dalam Alkitab NIV dituliskan “the government will be on HIS shoulders”. Artinya bukan hanya lambang, tetapi pemerintahan itu di atas bahu YESUS. Salah satu sebutan TUHAN YESUS adalah Anak Daud; YESUS lahir dari keturunan raja Daud. 

Salah seorang yang menyebut YESUS dengan “Anak Daud” adalah seorang buta di pinggiran kota Yerikho. Banyak orang  mengiringi YESUS yang akan memasuki Yerikho, dan suara-suara orang banyak yang lewat itu menggugah rasa ingin tahu seorang buta yang duduk di pinggir jalan. Dia bertanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi. Orang-orang memberitahukan, bahwa YESUS orang Nazaret lewat. Mengetahui YESUS lewat, orang buta ini memanggil YESUS dengan sebutan Anak Daud. Orang buta ini tidak tuli; dia mendengar dengan jelas orang menyebut YESUS dengan sebutan orang Nazaret. Orang buta ini tahu, bahwa pemerintahan atau kekuasaan ada di pundak YESUS.

Terdapat dua golongan manusia yang memiliki cara pandang berbeda dalam memandang YESUS. Yang pertama menganggap YESUS orang Nazaret, yakni menganggap YESUS adalah seorang manusia yang lahir di Nazaret, anak Yusuf dan Maria. Golongan ini memandang YESUS sebagai nabi besar yang hanya memberikan pengajaran, namun tidak dapat memberikan keselamatan. Orang yang sekedar menonton YESUS adalah orang yang memandang YESUS sebagai orang Nazaret; mereka tidak mengalami mujizat. 

Sedangkan golongan kedua adalah golongan yang menyebut YESUS adalah Anak Daud seperti orang buta tersebut. Meyakini YESUS adalah Anak Daud membuat orang buta ini bisa melihat, yakni melihat kemuliaan ALLAH yang berlaku atas dirinya.

MAZMUR 119 : 24
24 Ya, peringatan-peringatan-MU menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku.

Sebutan YESUS lainnya dalam nubuat Yesaya adalah Penasehat Ajaib (NIV: Wonderful Counsellor) atau Penasehat Agung. Firman TUHAN adalah Penasehat Agung kita. Klop dengan pernyataan Yohanes, bahwa YESUS adalah Firman yang menjadi manusia (Yohanes 1:14). Penasehat Agung itu tidak pernah salah dalam memberikan nasehat. Berbeda dengan manusia yang tidak luput dalam kesalahan.

Beberapa waktu yang lalu Mama dan saya menjalani cek darah. Kebetulan hasil cek darah saya dan Mama memiliki angka merah di bagian yang sama. Mama telah diberi resep oleh dr. Salomo Purba (salah satu Majelis GKT Jakarta), sedangkan saya belum sempat berkonsultasi dengan dokter. Mama menganjurkan saya minum obat yang sama dengan yang diminum Mama. Saya pun minum obat itu sesuai anjuran Mama.  Mengetahui saya minum obat yang sama dengan Mama, dr. Salomo menelpon saya, mengatakan agar saya tidak meneruskan minum obat tersebut. Pasalnya, obat yang diberikan untuk Mama itu khusus untuk wanita! Ini salah satu contoh, bahwa Mama sebagai manusia bisa memberikan nasehat yang salah, karena bukan penasehat agung.

YOHANES 14 : 16
16  AKU akan minta kepada BAPA, dan IA akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya IA menyertai kamu selama-lamanya.

Sebelum TUHAN YESUS mati di kayu salib, DIA menguatkan hati murid-murid-NYA dengan mengatakan, bahwa DIA akan mengirim Penolong yang lain setelah DIA naik ke Sorga. Penolong yang lain (NIV: another Counsellor) itu adalah ROH KUDUS. Setelah YESUS naik ke Sorga, DIA akan turun ke dalam hati kita. Jadi arti Penasehat Agung dalam nubuat Yesaya ini adalah TUHAN YESUS adalah Firman, dan DIA adalah ROH KUDUS yang berdiam di dalam hati kita untuk memberikan nasehat-NYA dalam kita menjalani kehidupan ini.

ROMA 6 : 9
9  Karena kita tahu, bahwa KRISTUS, sesudah IA bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas DIA.

Nama YESUS lainnya yang disebutkan Yesaya adalah ALLAH yang Perkasa. Keperkasaan YESUS nyata saat DIA bangkit dengan kuasa-NYA sendiri. Berbeda dengan Lazarus yang tidak dapat bangkit jika tidak dibangkitkan oleh TUHAN YESUS. Setelah dihidupkan kembali oleh TUHAN, Lazarus sebagai manusia kemudian mati. Sedangkan TUHAN YESUS setelah bangkit, DIA naik ke Sorga; DIA adalah ALLAH yang kekal. Menerima YESUS di dalam hati kita berarti menerima hidup kekal bersama DIA di dalam Sorga.

Nubuat Yesaya menyebutkan Nama YESUS adalah BAPA yang Kekal. Sebutan ini sepertinya kontradiktif dengan sebutan YESUS “Seorang Anak telah lahir untuk kita”. 

YOHANES 10 : 30
30 "AKU dan BAPA adalah satu."

Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa YESUS adalah ROH KUDUS yang diam di dalam hati kita ini jika digabungkan dengan ayat di atas, berarti ALLAH BAPA diam di dalam kita. Apakah yang perlu kita kuatirkan jika BAPA tinggal di dalam hati kita? Ekonomi dunia yang terpuruk atau apapun juga keadaan di sekeliling kita, itu tidak mempengaruhi kita. Yang memberikan pengaruh bagi kita adalah Wonderful Counsellor yang ada di dalam hati kita. Dampaknya, kita mampu mempengaruhi dunia ini, bukan dunia yang mempengaruhi kita. Dengan demikian kita akan mampu memberitakan Injil, menjadi terang bagi dunia yang kelam ini.

YOHANES 14 : 27
27  Damai sejahtera KUtinggalkan bagimu. Damai sejahtera-KU KUberikan kepadamu, dan apa yang KUberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Nama yang terakhir disebutkan Yesaya di dalam nubuatnya tentang YESUS adalah Raja Damai. Banyak versi raja damai di dunia ini. Di antaranya adalah PBB yang mengklaim sebagai juru damai bagi negara-negera di dunia. Tentu saja Raja Damai versi orang beriman jauh berbeda dengan raja damai versi dunia.

Perkataan TUHAN YESUS kepada murid-murid-NYA, “Janganlah gelisah dan gentar hatimu” ini menandakan bahwa mereka mengalami kegentaran. Gelisah dan takut tak pernah pandang bulu; setiap orang, apapun profesi dan posisinya, pasti pernah mengalaminya. Namun perkataan TUHAN YESUS ini sangat menentramkan hati yang gundah. Sebelum naik ke Sorga, TUHAN YESUS telah menjanjikan damai sejahtera agar umat-NYA tidak gelisah dan takut dalam menghadapi apapun juga masalah yang datang.

Seperti apakah damai sejahtera dari TUHAN? Damai sejahtera dari TUHAN ini bukan barang sembarangan, bukan sekedar jaminan finansial yang sering dikejar banyak orang. Bagi dunia, salah satu ukuran damai adalah jumlah uang di rekening bank. Tetapi itu damai semu. Nilai damai sejahtera yang dijanjikan TUHAN itu dapat kita simak dari perkataan TUHAN yang menyebut damai sejahtara yang dijanjikan-NYA itu dengan “damai sejahtera-KU”. Jadi damai itu bukan diambil TUHAN dari tempat antah berantah untuk diberikan kepada kita, tetapi damai itu adalah milik pribadi YESUS yang diberikan kepada kita.

Memiliki damai sejahtera dari TUHAN adalah langkah awal yang penting. Dengan memiliki damai, kita memiliki ketenangan batin. Hati yang tenang membuat kita mampu mendengar nasehat dari Penasehat Agung kita. Sebaliknya jika kita belum memiliki damai sejahtera, rasa panik yang menggunung itu akan “menutup telinga” kita, sehingga nasehat sebaik apapun tak mampu kita cerna.

Sebuah pesawat kecil dengan kapasitas 4 orang terbang dengan penumpang yang terdiri dari seorang pilot, seorang pendeta, dua orang pelajar yang salah satunya adalah murid terpandai di dunia. Di tengah perjalanan, sang pilot menoleh kepada tiga orang penumpangnya dan mengatakan bahwa ada dua berita buruk yang akan disampaikannya. Pertama, terjadi kebocoran sehingga bahan bakar akan habis sebelum pesawat mendarat. Kedua, hanya tersedia tiga buah parasut bagi mereka berempat. 

Pilot itu berkata, “Saya seorang profesional dan memiliki tiga orang anak. Banyak tugas dan tanggung jawab yang saya emban.” Dia segera mengambil parasut dan terjun. Anak terpandai di dunia itu berkata, “”Aku murid terpandai, kemungkinan di masa mendatang aku akan jadi ilmuwan yang dibutuhkan dunia.” Dengan dalih itu dia segera mengambil parasut dan terjun dari pesawat. Tinggal mereka berdua di dalam pesawat: pendeta dan seorang pelajar lainnya. Pendeta ini berkata kepada anak muda itu, “Aku memiliki damai sejahtera dari TUHAN, mati hidupku untu TUHAN. Parasut itu untukmu, Nak.” 

Pelajar itu menjawab, “Tenang Pak Pendeta. TUHAN sudah melindungi kita. Anak terpandai itu mengambil tas ransel saya untuk terjun!”

Dari ilustrasi ini kita belajar, bahwa bukan orang pandai, bukan pula orang yang bertindak cepat yang akan berhasil, tetapi orang yang punya damai sejahtera dari TUHAN. Seandainya pendeta itu jatuh bersama pesawat, damainya tidak hilang. Sebab dia akan bertemu TUHAN. Sebaliknya murid terpandai itu sangat mengandalkan pikirannya sendiri yang membawanya terjun tanpa parasut.

YOHANES 16 : 33
33 Semuanya itu KUkatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam AKU. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, AKU telah mengalahkan dunia."

TUHAN YESUS tidak berkata, “Siapa yang mengikut AKU, dia tidak akan menghadapi masalah, selalu sehat, AKU akan menurunkan uang dari langit untuknya.” Tidak. TUHAN sama sekali tidak menutup-nutupi kenyataan yang harus dihadapi anak TUHAN yang menghadapi penganiayaan atau penderitaan di dalam dunia ini. Namun satu yang pasti: DIA memberikan damai sejahtera.  Hati kita akan kuat karena memiliki damai sejahtera dari TUHAN. 

Misi TUHAN YESUS lahir ke dalam dunia adalah untuk mati bagi kita. DIA bangkit dan naik ke Sorga, bukan untuk meninggalkan kita, tetapi untuk mengalahkan dunia. Dengan naiknya TUHAN ke Sorga, Wonderful Counsellor itu tinggal di dalam hati kita, sehingga kita dapat mengalahkan dunia dengan pimpinan ROH KUDUS. TUHAN YESUS sudah lahir bagi kita. DIA adalah Penasehat Agung, ALLAH yang Perkasa, yang menuntun dan memberikan damai sejahtera agar kita mampu mengalahkan dunia bersama dengan DIA. Amin.