Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Visi TUHAN Bagi Fili...
Visi TUHAN Bagi Filipus
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | PA Selasa, 14 Juli 2009
Disadur oleh Yuyu | Tanggal Terbit : Minggu, 22/11/09

Sulitkah mendengar suara TUHAN? Tentunya tidak, sebab DIA adalah BAPA kita. Ayah di dunia saja tahu cara berkomunikasi dengan anaknya, terlebih lagi BAPA di Sorga.

KISAH PARA RASUL 8 : 26
26 Kemudian berkatalah seorang malaikat TUHAN kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi.

Berbagai cara dapat digunakan oleh TUHAN untuk memberikan visi atau petunjuk kepada kita. Kali ini, cara yang digunakan TUHAN untuk memberikan visi kepada Filipus adalah mengutus malaikat-NYA. Tentunya dalam memberi visi, TUHAN ingin Filipus dapat menangkap maksud TUHAN. Visi tersebut tertuang dalam ayat di atas, yang dapat dipahami oleh Filipus. Waktu yang ditentukan TUHAN: sekarang, dan tempat yang dituju digambarkan dengan detail oleh malaikat. Namun visi ini sulit dilaksanakan atau sulit diterima dengan logika. "Jalan itu jalan yang sunyi" dalam Alkitab NKJV adalah "this is desert" atau padang gurun, bukan daerah wisata atau tempat yang menyenangkan.

Saat itu Filipus sedang memberitakan Injil di Samaria, berada di tengah-tengah jemaat yang semangat mendengarkan uraian Firman, dia dihormati dan dilayani. Dari situasi itu, Filipus diperintahkan TUHAN pergi ke padang gurun; dapat diumpamakan dengan situasi dari atas panggung yang gemerlap menghilang ke balik layar yang gelap. Mengalami keadaan seperti Filipus ini tidak mudah, menyebabkan banyak orang Kristen tidak mau menuruti perintah TUHAN. Kendati visi TUHAN nampaknya tidak masuk akal, pikirkanlah bahwa TUHAN tidak mungkin memperburuk keadaan kita. TUHAN menyuruh Filipus tentunya dengan maksud tertentu.

TUHAN hanya menyuruh Filipus ke arah selatan tanpa memberitahu akan bertemu siapa dan apa yang harus dilakukannya. Selain memberikan perintah, TUHAN juga memberikan ujian ketaatan. Tidak menuruti perintah TUHAN ada konsekuensinya: TUHAN tidak akan berbicara untuk memberikan visi-NYA lebih lanjut. Kita tidak bisa meminta TUHAN memberikan seluruh visi-NYA secara komplit sekaligus. Untuk mengetahui visi TUHAN selanjutnya, Filipus harus berangkat ke tempat yang ditunjukkan TUHAN. Contoh lainnya adalah yang dialami Samuel. Sewaktu pertama kali TUHAN memanggilnya, "Samuel! Samuel!" Samuel lari ke imam Eli yang disangkanya memanggilnya. Demikian pula untuk panggilan TUHAN kedua dan ketiga, Samuel masih berbuat hal yang sama. Selama Samuel belum meresponi panggilan TUHAN dengan benar, TUHAN tidak berbicara lebih lanjut. Setelah Samuel merespon, "Berbicaralah TUHAN, sebab hamba-MU ini mendengar" barulah TUHAN menyatakan isi hati-NYA kepada Samuel.

KISAH PARA RASUL 8 : 27 - 28
27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. 28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.

Dengan taat Filipus menjalankan perintah TUHAN tanpa bertanya harus berbuat apa di sana, bertemu siapa di sana. Taat menjalankan petunjuk TUHAN merupakan salah satu resep sukses. Sesampainya di tempat yang ditunjukkan TUHAN, dia bertemu dengan sida-sida Etiopia yang jabatannya dapat disamakan dengan menteri keuangan.

Sida-sida ini profil seorang anak TUHAN yang rindu mencari Firman, terlihat dari aktivitasnya membaca kitab Yesaya dalam perjalanan pulang dari Yerusalem. Jujur saja, apakah kita punya kerinduan yang sama dengan sida-sida ini? Topik apakah yang kita bicarakan saat perjalanan pulang dari ibadah? Apakah Firman TUHAN itu ikut pulang bersama dengan kita?

Sida-sida ini berasal dari Etiopia yang ada di benua Afrika; ada dua tempat Etiopia, yang pertama di Afrika, dan yang lainnya berada di daerah Arab. Jarak yang ditempuh sida-sida ini untuk beribadah sangat jauh, bukan sekedar perjalanan satu-dua jam saja. Orang yang mencari TUHAN seperti sida-sida ini mendapat perlakuan khusus dari TUHAN, yang mengirimkan Filipus sebagai utusan khusus.

MAZMUR 68 : 32
32 Dari Mesir orang membawa barang-barang tembaga, Etiopia bersegera mengulurkan tangannya kepada ALLAH.

Visi TUHAN bagi Filipus dalam hal ini adalah agar Filipus belajar taat Firman TUHAN betapapun tidak sejalan dengan logikanya, dan belajar melayani TUHAN bukan dengan ambisi. Sedangkan bagi sida-sida ini TUHAN memiliki rencana besar, yaitu menggenapi nubuatan dalam Mazmur 68 ini. Mazmur ini merupakan nubuatan bahwa orang Etiopia akan mengulurkan tangannya mencari ALLAH. Nubuatan ini digenapi di dalam Kisah Para Rasul 8 dengan TUHAN menyambut uluran tangan sida-sida Etiopia ini. Uluran Tangan TUHAN bagi Etiopia ini bukan hanya membawa pertobatan satu orang saja, tetapi seluruh Etiopia. Melalui sida-sida ini, kerajaan Etiopia menerima Injil TUHAN.

Kerinduan sida-sida dalam mencari TUHAN untuk beribadah ini berdampak besar. Rencana besar TUHAN akan terjadi dalam hidup kita jika kita juga memiliki kerinduan yang sama dengan sida-sida ini. TUHAN juga akan mengirimkan utusan untuk mengajarkan Firman kepada kita, mengirimkan malaikat-NYA untuk melindungi kita, seperti DIA mengirim Filipus kepada sida-sida. Banyak orang yang menelpon saya minta didoakan karena sakit. Karena masih mampu datang ke gereja, saya minta dia datang. Namun orang itu meminta saya mengunjungi rumahnya. Bandingkan dengan sida-sida yang mau melintasi benua untuk beribadah. Dengan kerinduan seperti sida-sida, kita akan ke gereja untuk beribadah dengan kesungguhan hati, bukan sekedar "mengisi daftar hadir".

KISAH PARA RASUL 8 : 29
29 Lalu kata ROH kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!"

Jika sebelumnya malaikat yang diutus TUHAN kepada Filipus, kali ini ROH KUDUS yang memberi visi. Perkataan ROH ini lebih unik, Filipus diminta mendekati kereta yang ditumpangi sida-sida itu dan menyusulnya (terjemahan NKJV: overtake this chariot atau susul kereta itu). Cukup sulit bagi Filipus yang berjalan kaki untuk menyusul kereta yang ditarik kuda. Tapi jika TUHAN yang mengatakan, pasti dapat dilakukan.

Perintah TUHAN untuk mendekati kereta sida-sida bermakna mendekati agar mampu berkomunikasi. Syarat komunikasi yang sukses adalah mampu berjalan bersama, menyelami, merasakan yang dialami pihak lain. Hal itu bukan berarti terhanyut. Misalnya untuk memahami anak yang terjerat narkoba bukan berarti orangtua ikut-ikutan mengkonsumsi narkoba. Mengapa banyak komunikasi yang mandeg, bahkan berujung pertengkaran? Karena tidak ada kedekatan dan tidak saling memahami. Setelah mendekati, Filipus menyusul sida-sida. Menyusul berarti memiliki kemampuan lebih dibandingkan orang yang dihadapi, mampu mengambil alih pimpinan.

Pendekatan yang dilakukan Filipus ini juga diajarkan oleh Paulus yang menulis, "Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang" (1 Tesalonika 2:11). Hubungan akrab seperti bapak-anak memang diperlukan dalam menyampaikan Firman, nasehat, teguran, penguatan ataupun pesan pribadi.

KISAH PARA RASUL 8 : 30
30 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?"

Jika Filipus dapat mendengar apa yang dibaca sida-sida itu, berarti jarak mereka dekat; Filipus sudah dapat menyusul kereta sida-sida. Untuk dapat berkomunikasi (bukan sekedar basa-basi) diperlukan hubungan yang dekat, yaitu kedekatan hati dan dalam cara pandang. Sepanjang kedua hal tersebut dipenuhi, jarak jauh tidak menjadi hambatan.

Kemampuan menyusul sida-sida (dengan menggunakan kaki) ini baru diketahui Filipus setelah Filipus bertindak. Jangan kita meminta TUHAN memberi kemampuan, tetapi kita tidak mau melangkah sehingga kita tidak tahu mampu tidaknya kita. Percuma menerima visi jika tidak mau melangkah di dalam visi itu.

Setelah Filipus mampu menyusul sida-sida itu, apakah TUHAN memberikan visi lagi kepada Filipus? Tidak. Filipus berinisiatif bertanya kepada sida-sida itu. Selain memberikan visi, TUHAN juga memberikan kita akal budi, kemampuan untuk berpikir. Sebab TUHAN tidak memberi visi sembarangan; jika tidak perlu memberikan visi, DIA tak akan memberikannya. Banyak anak TUHAN salah kaprah: meminta visi dalam menentukan warna baju yang akan dibelinya, minta visi memilih resto mana. Hal-hal seperti itu bisa kita pertimbangkan sendiri.

Pertanyaan Filipus kepada sida-sida ini merupakan teguran bagi pendeta yang menyampaikan Firman TUHAN. Jemaat yang datang ke gereja tapi tidak mengerti Firman, maka hidupnya tidak akan diubahkan. Banyak orang yang bangga sudah membaca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu. Itu bukan jaminan bila dia tidak mengerti apa yang dibacanya. Pertanyaan Filipus, "Mengertikah tuan...?" menuntut Filipus untuk mampu menjelaskan jika sida-sida bertanya. Hamba TUHAN dituntut memiliki wawasan luas, nyambung kalau diajak bicara oleh jemaat yang terdiri dari berbagai lapisan usia, pendidikan, sosial. Dengan ROH KUDUS tinggal di dalam hati, akan mampu membuka dan menjalin pembicaraan tanpa rasa canggung.

KISAH PARA RASUL 8 : 31
31 Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.

Mengejutkan! Sepulang dari ibadah, sida-sida ini tidak mengerti isi kitab suci. Merupakan tugas hamba TUHAN untuk membimbing jemaatnya, dan jemaat juga harus mau dibimbing dengan Firman TUHAN. Sayangnya ada gereja yang hanya mengajak menyanyi dengan melompat-lompat, jemaat diajak "mabuk rohani". Salah satunya diajarkan untuk menunjukkan kantongnya kepada TUHAN dan mengatakan, "Dalam Nama YESUS, diisi!" Ini hiburan palsu. Jawaban sida-sida cukup pedas, "Bagaimana aku dapat mengerti...?" Sida-sida ini mengharapkan bimbingan, namun tidak mendapatkannya. Padahal untuk dapat menjadi dewasa rohani, jemaat membutuhkan bimbingan.

Komunikasi yang nyambung: masalah yang dihadapi sida-sida dipahami Filipus, membuat Filipus diajak naik kereta. Konsep komunikasi adalah, jika tahu yang menjadi persoalannya akan diajak terlibat tanpa perlu memaksa ikut dalam kasus itu. Banyak orangtua yang mendapat jawaban, "Papa enggak usah tahu deh!" ketika bertanya masalah apa yang dihadapi anaknya. Sebab dalam hati anaknya, memberitahu orangtua malah berabe, hanya menambah masalah baru. Berbeda dengan sida-sida ini yang sebelumnya tidak mengenal Filipus. Sebagai seorang menteri yang kaya, riskan baginya untuk mengajak orang asing naik ke keretanya. Namun karena memahami persoalan sida-sida, Filipus diajaknya naik kereta.

KISAH PARA RASUL 8 : 39 40
39 Dan setelah mereka keluar dari air, ROH TUHAN tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. 40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.

Misi Filipus memberitakan Injil kepada sida-sida sudah terlaksana. Sida-sida ini dianggap VVIP oleh TUHAN, dimanjakan TUHAN dengan mengutus Filipus sebagai utusan khusus untuk menjelaskan Firman kepadanya. Demikian pula Filipus yang mentaati visi TUHAN juga menjadi VVIP: berangkat ke padang gurun dengan berjalan kaki dan diperintah oleh TUHAN mengejar kereta sida-sida. Namun dalam perjalanan pulang, Filipus dilarikan ROH langsung sampai ke Asdod. "Pesawat" yang disediakan TUHAN ini melebihi kursi pesawat udara first class, yang khusus untuk Filipus. Ini merupakan pelajaran bagi kita bahwa orang yang mau melaksanakan visi TUHAN akan dimuliakan. Filipus juga dimuliakan karena diberi kesempatan oleh TUHAN untuk membaptis seorang pejabat tinggi Etiopia. Filipus tidak mengeluh dan membantah saat diperintahkan ke padang gurun. Awalnya serasa tidak masuk akal, namun Filipus kemudian merasakan nikmatnya.

TUHAN tidak pernah memberi visi bahwa Filipus akan dilarikan ROH ke Asdod. Hal itu langsung dilakukan oleh TUHAN. Dalam situasi tertentu kita diberi visi, terkadang harus menggunakan akal budi dan hikmat dari TUHAN, namun ada kalanya TUHAN langsung bertindak. Tidak usah kita pertanyakan hal itu, namun laksanakan tanpa membantah agar kita dipermuliakan oleh TUHAN karena kita mentaati perintah-NYA. Amin.