Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Mimpi Yakub
Mimpi Yakub
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | PA Jumat, 5 Juni 2009
Disadur oleh Ev. Hardi Suryadi | Tanggal Terbit : Minggu, 08/11/09

Mimpi adalah salah satu media yang digunakan ALLAH untuk menyampaikan kehendak-NYA. Salah seorang yang mendapat mimpi dari TUHAN adalah Yakub.

KEJADIAN 28 : 10 - 11
10 Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran. 11 Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.

Pasal ini merupakan kisah perjalanan pertama Yakub; sebelumnya ia tidak pernah pergi jauh dari rumahnya. Perjalanan dari Bersyeba menuju Haran ini merupakan pelarian dari kejaran Esau. Di tengah perjalanannya seorang diri ini, ia tiba di suatu tempat dan bermalam di sana sebab hari sudah mulai gelap. Pelajaran yang dapat kita ambil dari dari hal ini adalah jika kita sedang mengalami masalah dan tidak tahu apa yang harus dilakukan (keadaan gelap), keputusan yang paling bijaksana adalah "tidur", artinya jangan melakukan suatu tindakan apa pun jika kita tidak dapat memprediksi akibatnya. Yakub mengambil tindakan tepat: saat hari mulai gelap dan ia tidak tahu harus berjalan ke arah mana, ia berbaring di tempat itu dan tidur.

Mengapa Yakub mengambil sesuatu yang tidak lazim, yakni batu untuk alas kepalanya? Biasanya seseorang akan mengambil benda empuk (misalnya daun-daunan) untuk alas kepala. Hal ini karena Yakub menyadari proses yang sedang dilakukan oleh ALLAH terhadap dirinya. Batu menggambarkan YESUS sebagai batu penjuru, sedangkan benda lainnya yang bukan batu menggambarkan kekuatan manusia atau pun dunia ini. Sepanjang hidupnya Yakub belum pernah membaringkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya di atas batu (TUHAN YESUS). Itu sebabnya situasi seperti ini diijinkan TUHAN dialami oleh Yakub untuk mendidiknya agar ia mau bersandar kepada TUHAN. Karena Yakub mau menyandarkan hidupnya kepada TUHAN, maka IA memberikan mimpi kepada Yakub. Tetapi perlu diingat bahwa tidak semua mimpi berasal dari TUHAN.

AYUB 33 : 14 - 16
14 Karena ALLAH berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. 15 Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur, 16 maka IA membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran.

Ayub 33:15 mengatakan, seseorang dapat mendengar dan memperhatikan Firman saat berbaring atau tidur. Artinya saat sedang tidak sibuk oleh hal-hal dunia ini. Jadi kita perlu menyediakan waktu khusus untuk berkomunikasi dengan ALLAH tanpa diganggu oleh hal-hal lain. Saat tidur, Yakub mulai memperhatikan perkataan TUHAN. Buktinya ia bermimpi dan dapat melihat mimpi itu dengan jelas. Sebelumnya Yakub melarikan diri, TUHAN telah berbicara kepada Yakub sebab TUHAN selalu berusaha untuk mengarahkan umat-NYA ketika mulai melangkah ke arah yang tidak benar. Tetapi ia tidak memperhatikannya. Ayub mengatakan bahwa sering kali manusia tidak memperhatikan teguran TUHAN. Ketika berada dalam keadaan yang memaksanya untuk berbaring dan meletakkan kepalanya di atas batu, barulah Yakub belajar tidak mengandalkan pikirannya sendiri dan mulai mengandalkan Batu Penjuru itu.

Ayat 16 mengatakan, sesungguhnya TUHAN sudah memberikan teguran bagi manusia tetapi jika manusia sibuk dengan urusannya sendiri, teguran TUHAN itu tidak digubrisnya. Karena itu, luangkanlah waktu untuk mendengar petunjuk dan teguran TUHAN, tinggalkan segala sesuatu yang menjadi andalan kita, dan sandarkan pikiran kita hanya kepada-NYA.

KEJADIAN 28 : 12
12 Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat ALLAH turun naik di tangga itu.

Orang yang menyandarkan dirinya kepada YESUS akan mampu melihat Sorga, malaikat dan ALLAH. Untuk itu diperlukan proses. Begitu juga jika hidup kita ingin dituntun ROH KUDUS, kita harus bersandar kepada Firman. Caranya adalah kita harus mau menghadapi kesukaran di dalam hidup ini, seperti apa yang dialami oleh Yakub. Ketika ia masih tinggal bersama-sama dengan Ishak, ia tidak pernah melihat Sorga. Tetapi ketika Yakub keluar dari rumahnya dan situasi "memaksanya" untuk bersandar kepada TUHAN, saat itulah Yakub dapat melihat Sorga.

Seperti apakah mimpi dari TUHAN itu? Ciri pertama: maknanya mudah dimengerti dan tidak aneh-aneh. Sebagai Pencipta kita, ALLAH memahami sampai di mana kemampuan kita di dalam berkomunikasi dengan ALLAH. Sangat sukar bagi Yakub jika mimpi dari TUHAN itu tidak dimengertinya, sebab saat itu tidak ada seorang pun yang dapat ditanya pendapatnya.

Ciri kedua, mimpi itu pasti berkisar pada perkara Sorgawi. Sebelum memperoleh mimpi, Yakub tidak pernah menyadari bahwa Sorga sangat dekat dengannya, tetapi ketika membaringkan diri di atas Firman TUHAN, maka di hadapannya terbentang Sorga. Sehingga apapun kebutuhannya -dan juga kebutuhan kita- di dalam dunia ini, malaikat TUHAN siap turun dari Sorga untuk mengantarkan berkat TUHAN. Dalam mimpi Yakub ini, bukan hanya Sorga yang terlihat, tetapi juga tangga yang digunakan oleh para malaikat untuk turun dari Sorga ke dunia. Hal ini berarti dalam keadaan sesulit apa pun, tangga Sorga ada di hadapan kita, sehingga pertolongan selalu siap diberikan ALLAH bagi kita. Bahkan kita dapat melihat malaikat TUHAN turun naik dari Sorga ke dunia dan sebaliknya. Artinya, akses ke Sorga terbuka lebar bagi kita yang mau meletakkan kepala di atas Sang Batu Penjuru.

KEJADIAN 28 : 16 - 19
16 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya." 17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah ALLAH, ini pintu gerbang sorga." 18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya. 19 Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.

Setelah Yakub bermimpi, keesokan harinya ia berkata bahwa tempat ia berbaring adalah rumah ALLAH, pintu gerbang Sorga. Padahal ALLAH Maha hadir, sehingga IA ada di mana-mana. Dengan demikian statement Yakub kurang tepat. Tetapi melalui peristiwa ini justru ia mengalami suatu proses untuk dapat melihat kerajaan Sorga yang sesungguhnya selalu ada bersama-sama dengannya. Jadi, bagaimana caranya agar kita dapat melihat Sorga dan mengetahui bahwa ALLAH hadir di dekat kita? Berserah dan bergantung kepada ALLAH. Yakub diizinkan mengalami kesulitan. Jika tidak, ia tidak akan mencari TUHAN, apalagi bergantung kepada-NYA; ia akan mengandalkan kemampuannya sendiri.

Yakub menamai tempat itu Betel (rumah ALLAH), padahal sebelumnya nama tempat itu adalah Lus (kacang almond). Lus, sesuatu yang kecil, diubah oleh ALLAH menjadi rumah ALLAH yang Maha Tinggi, di mana terdapat tangga antara Sorga dengan bumi yang memudahkan kita untuk masuk dan menerima segala berkat-NYA. Gereja yang berkenan di hadapan ALLAH adalah gereja yang terdapat tangga Sorga yang menghubungkan ALLAH dengan umat-NYA.

Tindakan Yakub selanjutnya adalah mengambil batu yang digunakan sebagai alas kepalanya menjadi tugu peringatan, lalu menuang minyak ke atas batu tersebut. Minyak melambangkan pengurapan. Itu sebabnya ayat ini juga menjadi salah satu dasar bagi kita untuk melakukan pengurapan dengan minyak urapan ketika melakukan peresmian rumah atau tempat usaha yang akan kita gunakan. Tujuannya adalah untuk mentahbiskan dan mengubah nama tempat yang kita tahbisan itu; yang tadinya tempat berhala kini menjadi rumah TUHAN.

KEJADIAN 28 : 13 - 14
13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "AKU-lah TUHAN, ALLAH Abraham, nenekmu, dan ALLAH Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan KU-berikan kepadamu dan kepada keturunanmu. 14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

Ayat di atas adalah Firman TUHAN yang pertama kali didengar oleh Yakub. Mengapa sebelumnya Yakub tidak mendengar Firman TUHAN? Karena saat itu Yakub belum membutuhkan pertolongan TUHAN. Tetapi ketika sedang dalam kesusahan, Yakub mulai menyadari bahwa ia membutuhkan pertolongan TUHAN. Itu sebabnya TUHAN baru akan memberikan janji-NYA bila kita membutuhkan pertolongan-NYA. Saat mengalami kesusahan, pandangan kita jangan hanya terarah kepada kesusahan, namun arahkanlah kepada ALLAH.

ALLAH memperkenalkan Diri-NYA kepada Yakub sebagai ALLAH Abraham dan Ishak, bukan sebagai TUHAN yang Maha Tinggi. Mengapa demikian? Sebab Yakub sangat mengenal kisah Abraham dan ayahnya yang mengalami banyak pertolongan TUHAN. Dalam berjanji, TUHAN beri bukti atau jaminan: DIA sudah menolong ayah dan kakek Yakub, DIA juga akan menolong Yakub. Janji-NYA adalah IA akan memberikan tanah di mana Yakub berbaring untuk menjadi miliknya dan keturunannya. Tujuan Yakub adalah dari Bersyeba di wilayah Kanaan) ke Haran (wilayah Mesopotamia). Betel, tempat Yakub berbaring, belumlah jauh dari Bersyeba karena masih di wilayah Kanaan; diperkirakan Yakub baru menempuh sepersepuluh perjalanannya. Tapi di Betel DIA sudah berjanji bahwa Betel akan jadi milik Yakub. Artinya, janji TUHAN itu merupakan suatu rancangan jauh ke depan bagi Yakub, dan rancangan itu sempurna. Jadi jangan pernah berkata, "Jangan-jangan TUHAN lupa merencanakan masa depan bagi saya."

Dalam mimpi, janji TUHAN berikutnya yang diberikan kepada Yakub adalah akan memberikan keturunan seperti debu tanah banyaknya. IA tidak menjanjikan keturunan terlebih dahulu, tetapi menjanjikan tempat di Betel terlebih dahulu sebagai tempat tinggal Yakub dan keturunannya. Seandainya TUHAN berjanji memberi keturunan kepada Yakub seperti debu banyaknya dan "lupa" memberikan tempat tinggal, di mana mereka akan tinggal? Dari hal ini kita dapat menyimpulkan bahwa rencana ALLAH begitu detail dan sistematis.

Janji TUHAN kepada Yakub adalah keturunan seperti debu banyaknya, sedangkan janji keturunan Abraham adalah seperti bintang di langit dan pasir di laut. Berarti janji-NYA kepada Yakub hanya setengah dari janji yang diterima Abraham. Mengapa demikian? Besar kecilnya janji TUHAN kepada setiap orang memang berbeda. Faktornya adalah TUHAN mengetahui keperluan dan kapasitas tiap-tiap orang. Abraham ditetapkan TUHAN menjadi bapak orang beriman. Keturunan seperti bintang di langit menggambarkan orang-orang beriman sebagai "anak-anak" Abraham.

TUHAN juga menjanjikan Yakub akan berkembang dengan luar biasa. Apabila semua orang percaya bersandar kepada Firman TUHAN, maka ia akan berkembang dengan pesat ke segala arah. Dan oleh kita maupun keturunan kita, semua orang akan mendapat berkat. Tentunya, kita sendiri sudah terlebih dahulu hidup di dalam berkat TUHAN. Sebab tidak mungkin seseorang dapat memberkati orang lain, tetapi ia sendiri belum hidup di dalam berkat.

YEHEZKIEL 34 : 26
26 AKU akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-KU menjadi berkat; AKU akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat.

Untuk dapat menjadi berkat, kita harus selalu berada dekat di gunung ALLAH, gunung batu, yaitu YESUS, Firman ALLAH. Berkat yang akan terima adalah hujan pada waktunya. Sebab ada hujan yang tidak pada waktunya yang mengakibatkan bencana, bukan berkat. Tetapi hujan yang dicurahkan oleh TUHAN selalu tepat pada waktunya dan sesuai dengan porsinya.

KEJADIAN 28 : 15
15 "Sesungguhnya AKU menyertai engkau dan AKU akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan AKU akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab AKU tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang KU-janjikan kepadamu."

Janji TUHAN berikutnya kepada Yakub adalah penyertaan dan perlindungan. Menyertai berarti posisi TUHAN ada di sebelah Yakub. Hal ini dilakukan TUHAN karena manusia adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup hanya seorang diri saja. Dengan berjalan menyertai Yakub, TUHAN tidak membiarkan dia sendirian. Poin pentingnya adalah IA memberikan rasa aman bagi Yakub. Sedangkan "melindungi" lebih mengarah kepada rasa aman terhadap serangan musuh yang berasal dari luar.

Inilah segala janji ALLAH bagi Yakub. Hal ini juga yang akan kita terima, asalkan kita tetap menjadikan Firman ALLAH sebagai sandaran hidup kita satu-satunya dan secara pribadi kita mempersiapkan diri untuk menerima janji dan berkat-NYA. Amin.