Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Mengerti Kehendak TU...
Mengerti Kehendak TUHAN
Pdt. Dr. Benny Santoso | PA Selasa, 4 Desember 2001
Disadur oleh Hardi Suryadi | Tanggal Terbit : Minggu, 09/11/03

MAZMUR 139:15-16
15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-MU, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; 16 mata-MU melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-MU semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Pemazmur ingin mengatakan bahwa terbentuknya tulang-tulang bayi di dalam rahim terjadi karena kehendak TUHAN. Sejak manusia berada di dalam rahim sesungguhnya kehidupan manusia sudah ditulis di dalam kitab-kitab ALLAH. Apakah yang ditulis? Yakni segala sesuatu yang akan terjadi atas kehidupan manusia tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa takdir manusia memang ditentukan oleh TUHAN ALLAH.

Namun demikian, takdir seseorang tetap dapat berubah. Syaratnya adalah kita hidup benar di hadapan TUHAN, dan kita memohon supaya DIA mengubah takdir yang telah ditentukan-NYA bagi hidup kita. Jika ALLAH melihat permintaan kita baik bagi DIA, maka DIA akan merubahnya. Contoh yang sangat jelas sudah terjadi pada raja Hizkia yang sudah ditakdirkan untuk meninggal. Hizkia adalah orang yang hidup benar di mata TUHAN. Sehingga pada saat ia memohon supaya ALLAH menambah usianya, DIA mengabulkan permohonan itu dan menambah 15 tahun umurnya.

Contoh lain adalah peristiwa pesta pernikahan di Kana yang mengalami kekurangan air anggur. Meskipun ditakdirkan bahwa anggur yang tersedia akan habis, tetapi karena TUHAN YESUS diundang untuk berada di tengah-tengah pesta tersebut, maka air anggur selalu tersedia dalam pesta itu. Kehendak TUHAN YESUS untuk mengubah sesuatu yang tidak mungkin di mata manusia menjadi mungkin. Dan hal demikian hanya dapat terjadi pada saat TUHAN Yang Maha Kuasa berkenan untuk mengubahnya.

Tetapi yang banyak terjadi, terutama di dunia belahan timur, adalah manusia cenderung mempercayai ramalan dan perubahan takdir melalui usaha-usaha yang dilakukan manusia atau kuasa gelap. Misalnya dengan memberikan sesaji atau tumbal, hidup manusia akan lebih beruntung atau lebih maju dalam usahanya. Hal ini sebenarnya kebohongan saja, karena tidak ada satu kuasa di dunia ini yang dapat mengubah apapun, termasuk takdir manusia, menjadi seperti yang diinginkan manusia. Hanya ALLAH yang berkuasa mengadakan takdir, maka hanya DIA sajalah yang memiliki kuasa untuk mengubahnya. Segala sesuatu sudah ditetapkan dan ditulis dalam kitab ALLAH, sehingga kuasa gelap atau menusia tidak akan berkuasa untuk mengubahnya.

AMSAL 20:24
24 Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?

Langkah hidup manusia sudah ditentukan oleh ALLAH dan IA selalu merancangkan yang terbaik bagi kita. Namun pada kenyataannya, kadang-kadang kita menghadapi kegagalan di dalam kehidupan kita. Kegagalan tidak akan kita alami kalau kita mengetahui langkah yang harus ditempuh atau dengan kata lain kita membuat langkah yang sama dengan rencana TUHAN. Seandainya kegagalan kita alami, jangan sekali-kali kita menyalahkan ALLAH dan berkata, mengapa TUHAN merencanakan kegagalan untuk kita. ALLAH menciptakan segala sesuatu untuk kebaikan dan rencana-NYA bukan rencana kegagalan. Oleh karena itu seharusnya kita justru dapat melihat ke dalam diri kita sendiri pada saat mengalami kegagalan. Mungkin pada saat itu kita berjalan di luar kebenaran Firman ALLAH.

ALLAH kita adalah ALLAH Maha Kasih. IA yang sudah menciptakan kita untuk kebaikan, pasti tidak akan pernah membiarkan kita dalam penderitaan. Maka jika kita menjaga hidup dalam kebenaran-NYA, ALLAH yang penuh kasih akan memperhatikan hidup kita dan DIA akan memberikan keadilan bagi kita. Seperti Hizkia yang disambung umurnya atau seperti air tawar yang diubahkan menjadi air anggur yang manis, maka kegagalan dan penderitaan kita pasti akan diubah menjadi sesuatu yang indah, yaitu hidup kita dipulihkan.

Kegagalan atau penderitaan yang dialami manusia tidak hanya timbul dari kehidupannya yang tidak sejalan dengan kehendak ALLAH. Tetapi juga dapat dikarenakan oleh egoisme yang terlalu besar. Seperti apa yang terjadi dalam rumah tangga di masa sekarang ini. Suami-istri tidak lagi mengutamakan keharmonisan rumah tangga, tetapi sibuk mempertahankan ego masing-masing. Mereka lupa bahwa prinsip kehidupan berumah-tangga yang sesungguhnya adalah prinsip memberi dan menerima. Jika salah satu atau kedua pihak tidak memiliki prinsip ini, perseteruan pasti akan selalu terjadi. Tetapi hal ini akan dapat kita hindari jika sejak awal membentuk rumah tangga, kita selalu mengundang TUHAN sebagai pemimpin keluarga kita. Dengan demikian, perjalanan hidup rumah tangga kita selalu ada di dalam rencana dan kehendak TUHAN.

EFESUS 5:17
17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak TUHAN.

Sekalipun sudah menjadi anak, kita masih akan menyandang predikat sebagai orang yang bodoh jika tidak mengetahui kehendak-NYA bagi hidup kita. Mengapa demikian? Karena orang yang tidak mengerti kehendak TUHAN, pasti akan berjalan dengan tuntunan pikirannya sendiri, atau menurut kehendak orang lain. Padahal apa yang bukan dari TUHAN belum tentu hal yang benar. Bahkan seringkali kehendak dan keinginan manusia akan membawa kita dalam kegagalan dan kebinasaan.

Tetapi orang yang bijak adalah mereka yang dalam menjalani hidupnya selalu berusaha untuk terlebih dulu mengerti rencana dan kehendak TUHAN. Tetapi untuk dapat menjadi orang Kristen yang bijak, kita harus mengalami proses yang tidak mudah. Bahkan seringkali kita menemui benturan atau sandungan dalam kita berusaha mengerti kehendak dan rencana TUHAN. Tetapi janganlah berpikir bahwa benturan itu adalah kegagalan kita. Justru pada saat itu kita harus semakin mendekatkan diri kepada TUHAN supaya DIA berkenan menurunkan ROH KUDUS-NYA untuk menuntun langkah kita masuk ke dalam rencana ALLAH.

GALATIA 5:16-17
16 Maksudku ialah: hiduplah oleh ROH, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan ROH dan keinginan ROH berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

Manusia dan ALLAH sebenarnya bertentangan. Yaitu jika kita hidup dengan mengutamakan keinginan daging kita. Sebenarnya, setiap manusia yang masih hidup dalam tubuh jasmani di dunia ini pasti masih akan terjatuh dalam dosa. Dan hal ini juga berlaku pada seorang pendeta sekalipun. Untuk itulah siapapun diri kita, kita harus mengerti bahwa keinginan daging pasti berlawanan dengan keinginan Roh. Karena daging berasal dari dunia, sedangkan Roh berasal dari ALLAH. Jika hidup kita masih dikuasai oleh keinginan daging, maka kita tidak melakukan kehendak ALLAH. Yang sama artinya dengan kita melakukan dosa.

Tetapi jika ROH TUHAN kita undang untuk aktif di dalam diri kita, maka kita akan memiliki kemampuan untuk melakukan hal yang sesuai dengan kehendak ALLAH. Karena ROH KUDUS akan menolong dan memampukan kita mengerti kehendak ALLAH. Dengan demikian kita akan dipimpin untuk menjalani hidup seperti apa yang diinginkan ALLAH. ROH KUDUSlah yang akan menjagai hati kita dan mengingatkan kita pada saat kita akan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak ALLAH.

KOLOSE 1:9-11
9 Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak TUHAN dengan sempurna, 10 sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, 11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,

Inilah doa seorang gembala yang benar-benar mengasihi dombanya. Paulus mengutamakan doa yang dapat membawa semua dombanya menerima karunia hikmat dari ALLAH. Artinya, Paulus membawa jemaat ke dalam kekayaan rohani lebih dulu. Dia tidak berdoa kepada TUHAN supaya jemaat menjadi kaya secara materi. Hal ini menunjukkan bahwa Paulus benar-benar rindu supaya setiap dombanya mengenal TUHAN dan rencana-NYA, sehingga mereka dapat hidup sejalan dengan kehendak TUHAN. Paulus yakin bahwa jika jemaat hidup di dalam tuntunan hikmat TUHAN dan berjalan sesuai dengan kehendak-NYA, maka mereka tidak akan mengalami kesulitan di dalam hidupnya. Dan memang orang yang hidup sesuai dengan kehendak ALLAH, kehidupannya pasti diberkati karena DIA yang mencukupkan semua kebutuhan hidupnya (Matius 6:33).

Demikianlah yang seharusnya dilakukan oleh setiap pendeta dalam mengajar jemaatnya. Oleh karena itu, saya mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai gembala dengan kerendahan hati untuk dapat membawa jemaat kepada pengenalan Firman TUHAN yang benar. Dengan demikian hikmat dan pengertian yang benar dan murni dari ALLAH akan diterima, dirasakan dan dialami oleh setiap jemaat yang taat beribadah.

Tujuan Paulus berdoa seperti itu adalah supaya kehidupan jemaat dapat hidup layak di hadapan ALLAH dan menghasilkan buah dari iman mereka kepada TUHAN. Namun perlu diketahui bahwa orang yang berjalan menurut kehendak TUHAN tidak selalu langsung mengalami kesuksesan. Contohnya adalah kehidupan Yusuf. Dia sudah hidup menurut kehendak ALLAH, tetapi pada kenyataannya ia harus mengalami dirinya dibuang ke dalam sumur, dan kemudian dijual oleh saudara-saudaranya. Yusuf juga dibawa ke Mesir untuk dijual sebagai budak belian. Ketika Yusuf menolak ajakan istri Potifar untuk berselingkuh, justru dia dipenjarakan. Tetapi karena Yusuf memiliki hikmat dan mengerti kehendak TUHAN maka Yusuf tidak putus asa dalam menghadapi tekanan demi tekanan.

Pelajaran yang sangat penting dari kehidupan Yusuf adalah ketekunan dan kesabaran dalam menghadapi tantangan sehingga ia berhasil mengatasi semua tantangan tersebut dengan baik. Sampai akhirnya ALLAH menurunkan berkat yang sangat besar. Hal lain yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana kita harus memiliki hikmat dan pengertian akan rencana TUHAN dalam hidup kita. Dengan dasar ini kita akan dikuatkan pada saat mengahadapi ujian dalam hidup kita. Memang TUHAN ijinkan kita mengalami ujian demi ujian, sekalipun kita sudah menjadi anak-anak-NYA. Karena dengan jalan itulah iman kita akan dibentuk untuk semakin menjadi dewasa. TUHAN tidak dengan serta-merta membuat kita berhasil dan sukses. Justru kita diijinkan menemui rintangan dan tantangan.

Sekalipun demikian, TUHAN tidak ingin kita jatuh dalam ujian itu, tetapi DIA ingin kita tetap bertahan dan bertekun berjalan dalam kebenaran Firman-NYA. Oleh karena itu kita juga seharusnya mengerti kehendak TUHAN, sebab dengan demikian akan membuat kita menjadi tekun dan sabar pada saat menghadapi segala persoalan dan tantangan yang timbul dalam menjalani kehendak TUHAN di dalam hidup kita ini. Dengan keyakinan itulah kita tidak akan putus asa dalam menghadapi masalah sebesar apapun, sehingga kesuksesan dan berkat yang besar dari ALLAH akan kita terima.

KEJADIAN 50:20
20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi ALLAH telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Yusuf dengan sangat sadar mengatakan hal ini kepada saudara-saudaranya yang telah menyesah dan menyiksanya. Tidak ada rasa dendam sama sekali dalam hati Yusuf karena dia sangat mengerti bahwa TUHANlah yang mengijinkan semua kesesakan terjadi pada dirinya. Yusuf tahu bahwa pada saat dia bertekun dan bersabar untuk selalu berjalan dalam kebenaran ALLAH maka dia akan menjadi pemenang. Hal inilah yang seharusnya menjadi teladan bagi setiap anak-anak TUHAN yang rindu untuk mendapatkan keberhasilan dalam hidupnya. Oleh sebab itu, kita harus selalu introspeksi untuk melihat apakah kehidupan yang sudah dan sedang kita jalani saat ini sudah sejalan dengan kehendak dan rencana TUHAN atau belum. Jika belum, kita mengerti bahwa ALLAH masih memberikan kesempatan supaya kita berbalik dari yang jahat kepada jalan yang benar, yaitu yang sejalan dengan rencana-NYA. Dengan demikian IA pasti akan memulihkan dan mengangkat hidup kita dalam keberhasilan.

Pada tahun 1973, usaha saya membuka toko perhiasan yang sudah berjalan dengan baik ternyata mengalami tanda-tanda menuju kebangkrutan. Saat itu saya memang sudah tidak berkonsentrasi penuh pada usaha tersebut karena sebagian besar waktu saya gunakan untuk penginjilan. Memang pada awalnya saya cukup kaget, tetapi kemudian saya sadar bahwa segala hal yang saya alami sudah ditentukan dan diatur oleh TUHAN. Sebelum usaha saya itu benar-benar tutup, saya mengundang para hamba TUHAN untuk bersekutu dan semakin mendekatkan diri kepada TUHAN. Dalam keadaan demikian, saya justru melipat gandakan dalam memberikan persembahan. Saya berani melakukan hal ini karena ALLAH sudah mengajarkan jika saya berharap hanya kepada DIA, pasti segalanya akan dicukupkan. Maka setelah itu, saya dan istri hanya menunggu kapan usaha saya benar-benar tutup. Dan memang akhirnya hal itu terjadi. Usaha tutup, semua barang di rumah saya disita dan tidak ada uang yang tersisa untuk melanjutkan hidup keluarga saya. Tetapi saat itu saya tidak takut atau kuatir, karena saya yakin TUHAN pasti akan mencukupkan semua kebutuhan saya. Dan memang hal itu terbukti, sehingga berkat yang melimpah kami alami saat ini. Tentu saja, perjalanan panjang dan penuh rintangan harus kami tanggung. Seperti apa yang harus dilalui oleh Yusuf sebelum ALLAH menurunkan keberhasilan dan kesuksesan baginya.

MAZMUR 32:8-9
8 AKU hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; AKU hendak memberi nasihat, mata-KU tertuju kepadamu. 9 Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.

Inilah jaminan ALLAH yang diberikan kepada setiap anak-NYA. DIA tidak akan pernah meninggalkan kita. Bahkan DIA tidak akan pernah memalingkan pandangan-NYA dari kita. Artinya, kehidupan setiap anak ALLAH akan selalu diperhatikan-NYA, dimana kita selalu diinjinkan untuk menerima pengajaran-pengajaran tentang hidup dalam dalam kebenaran dan rencana-NYA. Tujuan-NYA adalah untuk membimbing, menjagai dan menuntun kita untuk selalu berusaha hidup dalam kebenaran. Maka kita diingatkan untuk tidak belaku seperti kuda liar atau bagal yang harus dikendalikan dengan tali kekang. Mungkin pada saat dididik ALLAH seperti itu, kita akan merasakan sesuatu yang tidak enak untuk kita jalani. Tetapi kita harus tahu bahwa ALLAH tidak ingin anak-NYA berlaku seperti orang yang tidak memiliki iman. Karena DIA ingin supaya kita benar-benar menjadi anak yang layak untuk menerima tuntunan, ajaran, keberhasilan dan berkat yang besar dari pada-NYA, bukan yang dari dunia. Amin.