Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Tangan TUHAN
Tangan TUHAN
Pdt. Handoyo Santoso, M.Min. | Keb. I Minggu, 29 Mei 2005
Disadur oleh Hardi Suryadi | Tanggal Terbit : Minggu, 11/09/05

Sesungguhnya ALLAH adalah Roh yang tidak dapat kita gambarkan dengan rupa seperti manusia atau ciptaan-NYA. Namun kita dapat mengenal ALLAH melalui Firman-NYA. Firman itu telah menjadi Manusia, yaitu YESUS KRISTUS yang turun ke dunia.

YOHANES 4 : 24
24 ALLAH itu Roh dan barangsiapa menyembah DIA, harus menyembah-NYA dalam roh dan kebenaran."

Merupakan hal yang sulit untuk menggambarkan wujud ALLAH yang adalah Roh, sehingga orang-orang yang tidak mengenal ALLAH mencoba merumuskan atau memformulasikan bagaimana wujud ALLAH. Terbukti dari usaha manusia untuk menggambarkan ALLAH yang Maha Besar dengan membuat patung atau mencari sesuatu yang besar (pohon, batu, dsb) kemudian menyembahnya. Ada pula manusia yang membayangkan wajah ALLAH menakutkan, sehingga membentuk model yang menyeramkan. Ada pula yang membuat patung yang memiliki tangan lebih dari dua untuk menggambarkan ALLAH yang menjadi sibuk karena menolong umat manusia di seluruh dunia.

Semua itu adalah imajinasi manusia dalam upayanya menggambarkan wujud ALLAH. Karena tidak mengenal ALLAH, mereka tersesat dengan mewujudkan rupa ALLAH berdasarkan ciptaan ALLAH atau sebatas apa yang dapat dilihat manusia. Semua itu sama sekali tidak dapat merefleksikan wujud ALLAH. Sebab ALLAH adalah Roh yang tidak dapat digambarkan dengan wujud apapun yang dipikirkan oleh manusia.

Namun kita membaca di dalam Alkitab, salah satunya di dalam Yesaya 59 yang menyebutkan "Tangan TUHAN" atau "Telinga TUHAN". Mungkin ketika membacanya, terlintas dalam benak kita betapa besarnya Tangan TUHAN itu. Dengan kata lain, kita hanya membayangkan berdasarkan keterbatasan kita sebagai manusia.

YOHANES 1 : 1 & 14
1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan ALLAH dan Firman itu adalah ALLAH. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-NYA, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-NYA sebagai ANAK TUNGGAL BAPA, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Dari ayat tersebut dikatakan, bahwa Firman itu adalah ALLAH. Jadi dapat kita simpulkan, ALLAH adalah Roh, ALLAH itu juga Firman. Dengan demikian kita dapat melihat wujud atau gambar ALLAH itu melalui Firman. Yohanes menjelaskan lebih lanjut, bahwa Firman atau ALLAH itu telah turun ke dalam dunia dengan wujud manusia. Tangan TUHAN yang disebutkan dalam Perjanjian Lama digenapi dalam Perjanjian Baru yang dinyatakan dengan Tangan YESUS yang penuh kasih dan kuasa.

YESAYA 45 : 12
12 AKUlah yang menjadikan bumi dan yang menciptakan manusia di atasnya; Tangan-KUlah yang membentangkan langit, dan AKUlah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya.

Tangan TUHANlah yang membentangkan langit dan bumi, yang menciptakan jagad raya ini. Dengan kata lain, ALLAH yang kita sembah ini adalah ALLAH yang luar biasa kuasa-NYA.

Ketika saya melayani bersama Papa dalam suatu komunitas cendekiawan, dibuka sesi tanya jawab setelah penyampaian Firman TUHAN. Salah seorang bertanya pendapat Papa mengenai UFO, karena ada tanda-tanda tentang keberadaan UFO, sedangkan Alkitab tidak mencantumkan hal tersebut. Penanya itu mengungkapkan pertanyaan berikutnya, apakah kita harus mengagumi dan menghormati UFO? Papa menjawab bahwa kalaupun UFO benar-benar ada, maka keberadaannya itu adalah karena TUHAN yang menciptakannya. Jadi kita tidak usah mengagumi atau menghormatinya, apalagi menyembah dan menganggapnya sebagai tuhan.

MATIUS 14 : 29 - 31
29 Kata YESUS: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan YESUS. 30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "TUHAN, tolonglah aku!" 31 Segera YESUS mengulurkan tangan-NYA, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

Kemahakuasaan Tangan ALLAH Sang Pencipta dinyatakan dalam Tangan YESUS yang mengatasi alam semesta. Melihat YESUS berjalan di atas air, Petrus meminta kepada TUHAN supaya mampu mengatasi hukum alam dengan berjalan di atas air seperti YESUS. Namun karena merasakan tiupan angin, rasa takut dan bimbang mulai menguasai Petrus. Akibatnya dia mulai tenggelam. Ini berarti Petrus kembali dikuasai oleh gaya berat atau hukum alam yang ada. Tetapi Tangan YESUS yang mampu mengatasi segala hukum alam, segera terulur menolong Petrus. Ini membuktikan bahwa YESUS adalah Sang Pencipta yang mampu menguasai ciptaan-NYA termasuk alam semesta.

Bertahan melawan hukum alam pernah Papa alami dalam satu kebaktian di jemaat Bogor. Masa itu adalah masa awal perintisan jemaat dan kami berbakti di sebuah rumah sederhana yang beratap seng. Kondisi cuaca saat itu hujan deras, dan tiba-tiba listrik padam saat Papa berkhotbah. Seiring dengan itu, kilat masuk ke dalam rumah dan menyambar Papa yang memegang mikrophone dan mengakibatkan badan Papa menyala. Jemaat yang ada di ruangan itu menangis karena menyangka hal yang sangat buruk telah menimpa Papa. Namun tidak lama kemudian Papa berseru di dalam kegelapan: "Puji TUHAN, saya dijamah TUHAN sehingga tidak terjadi apa-apa!" Tanpa pertolongan TUHAN yang Mahakuasa, Papa pasti tidak akan mungkin selamat dari sergapan petir.

Oleh karena ALLAH adalah Sang Pencipta yang Mahakuasa, maka awalilah segala sesuatu yang akan kita kerjakan dengan berdoa kepada-NYA. Dengan demikian kita akan menerima penyertaan ALLAH yang penuh kuasa.

Penyertaan ALLAH dialami pula oleh jemaat di Aceh yang lolos dari bencana tsunami. Berawal dari kesulitan perizinan untuk merayakan Natal pada Sabtu, 25 Desember 2005, mereka memutuskan untuk beribadah di sebuah bukit. Oleh hikmat TUHAN, mereka melanjutkan ibadah Minggu di lokasi yang sama. Keputusan berdasarkan hikmat ALLAH itu membawa mereka selamat dari tsunami yang melanda Aceh pada hari Minggu pagi itu. Memang bangunan gereja mereka yang berada di tepi pantai hancur tak berbekas. Namun tidak satu jemaat pun yang menjadi mangsa keganasan tsunami. Tangan TUHAN yang luar biasa berkuasa dan ajaib telah menyelamatkan mereka.

MAZMUR 119 : 73
73 Tangan-MU telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-MU.

Dengan Tangan-NYA sendiri, TUHAN menciptakan kita, manusia. Jika manusia diciptakan oleh Tangan TUHAN, dengan cara bagaimanakah TUHAN menciptakan ciptaan-NYA yang lain? Dengan berfirman, TUHAN menciptakan segala sesuatu. Namun penciptaan segala sesuatu itu bersifat universal atau tidak disebutkan satu persatu. Misalnya ketika menciptakan burung, DIA tidak menyebutkan satu persatu; hanya dengan berfirman: "hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala" maka terciptalah segala jenis burung. Tetapi Pemazmur menuliskan, bahwa manusia dibentuk dan dijadikan oleh Tangan TUHAN. Uraian Pemazmur ini menyatakan bahwa penciptaan manusia yang dilakukan oleh TUHAN begitu istimewa dan secara pribadi. Sebab manusia adalah ciptaan TUHAN yang paling berharga.

Oleh sebab itu, kita -ciptaan istimewa ALLAH- memiliki hubungan yang sangat dekat dengan TUHAN. Setelah kita menjadi anak-anak TUHAN, IA membentuk kita secara pribadi supaya kita lebih sempurna. Bukan berarti TUHAN menciptakan Adam, manusia pertama, tidak sempurna. Namun ketidaksempurnaan itu terjadi karena ulah manusia sendiri yang berbuat dosa.

YEREMIA 18 : 4 - 6
4 Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. 5 Kemudian datanglah Firman TUHAN kepadaku, bunyinya: 6 "Masakan AKU tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah Firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-KU, hai kaum Israel!

Pembentukan untuk menjadi pribadi yang lebih sempurna memerlukan proses seperti tanah liat yang dibentuk di tangan tukang periuk untuk menjadi bejana yang indah. Proses yang terjadi itu bukan menurut kehendak kita, tetapi kehendak-NYA. Memang saat proses sedang berlangsung, kita merasa kurang nyaman atau bahkan bertanya kepada TUHAN, mengapa kita mengalami semua itu. Namun kesusahan itu hanya kita rasakan sesaat. Jika kita taat atas pembentukan yang dikerjakan oleh Tangan-NYA atas kita, maka kita akan menjadi sempurna setelah tahap itu kita lalui. Pembentukan yang dilakukan-NYA atas hidup kita tidak pernah salah; pastilah yang terbaik dan sesuai untuk kita.

Proses pembentukan yang saya alami telah mengubah jalan hidup saya untuk menjadi pelayan TUHAN. Setelah lulus SMA, saya mendaftarkan diri di sebuah universitas sesuai dengan cita-cita saya. Namun dalam selang waktu yang tidak lama usai mengalami masa perploncoan yang dihadapi oleh setiap mahasiswa baru (pria) pada masa itu dengan cara memangkas habis rambut sampai botak, saya mengalami hal yang sangat mengejutkan. Papa menyatakan supaya saya berhenti kuliah dan menyerahkan diri saya untuk menjadi pelayan TUHAN. Saya agak protes atas keputusan Papa itu, mengapa Papa tidak menyatakannya pada saat saya lulus SMA? Dengan demikian saya tidak perlu mengorbankan rambut saya dalam masa perploncoan, dan saya tidak perlu membayar uang kuliah. Namun Papa menjawab, "Supaya kamu dapat merasakan bahwa kamu mampu masuk kuliah. Namun kamu harus menyerahkan diri untuk TUHAN."

Kendati saya menangis saat itu, namun saya menyadari ini adalah penentuan masa depan saya. Saya memutuskan untuk menuruti keputusan Papa untuk terjun secara penuh melayani TUHAN. Mulai saat itulah saya dibentuk dan dipersiapkan oleh TUHAN untuk menjadi pelayan TUHAN tidak saja di bidang musik, namun juga menyampaikan Firman setelah Papa dipanggil TUHAN.

Seandainya saya tidak menurut pembentukan yang dikerjakan oleh Tangan TUHAN, saya pasti dipukul oleh TUHAN seperti yang dialami oleh Papa. Sebaliknya jika kita bersikap taat untuk dibentuk menjadi bejana yang indah, kita pasti akan menerima berkat yang tidak terukur banyaknya.

YOHANES 9 : 6
6 SetelahIA mengatakan semuanya itu, IA meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-NYA itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi.

Cara YESUS menyembuhkan orang buta ini sungguh menarik untuk ditelaah. Mengapa YESUS "repot-repot" meludah ke tanah, mengoleskannya ke mata orang buata itu, lalu menyuruhnya untuk ke kolam Siloam membasuh tanah yang telah dioleskan-NYA itu? Hal ini menggambarkan, bahwa YESUS ingin membentuk kita. DIA mengaduk ludah-NYA dengan tanah -gambaran Firman-NYA yang disatukan dengan kehidupan kita; Firman yang membawa kesembuhan bagi orang buta ini. Dari seorang pengemis, si orang yang sudah celik ini menjadi seorang penginjil. Peristiwa ini merupakan proses pembentukan hidup seseorang oleh Tangan TUHAN.

YESAYA 49 : 16
16 Lihat, AKU telah melukiskan engkau di telapak tangan-KU; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-KU.

Membaca ayat di atas, mungkin di antara kita ada yang membayangkan bahwa telapak Tangan TUHAN dipenuhi dengan nama-nama orang yang percaya kepada-NYA. Apakah makna yang sesungguhnya dari nama kita terukir di telapak tangan TUHAN?

Setelah bangkit, TUHAN YESUS menjumpai murid-murid-NYA yang berkumpul di dalam ruangan yang terkunci karena takut kepada orang-orang Yahudi seperti yang dilukiskan dalam Yohanes 20 : 19 - 20. YESUS menunjukkan Tangan-NYA yang berlubang kepada mereka. Inilah yang dimaksudkan Yesaya yang oleh ilham Roh menuliskan bahwa TUHAN melukiskan kita di telapak telapak Tangan-NYA. Artinya melalui kematian YESUS di atas kayu salib yang meninggalkan lubang bekas paku di Tangan-NYA, menjadikan kita sebagai anak-anak ALLAH. Sebab tanpa kematian KRISTUS, maka nama kita tidak akan pernah terukir di telapak tangan TUHAN.

MAZMUR 104 : 8
28 Apabila ENGKAU memberikannya, mereka memungutnya; apabila ENGKAU membuka tangan-MU, mereka kenyang oleh kebaikan.

Tangan TUHAN pulalah yang mengenyangkan kita dengan berkat-berkat-NYA. Banyak orang yang tidak mengenal ALLAH yang mengecap sukses dalam hidupnya, namun belum tentu mereka merasakan kepuasan. Sebab manusia sulit untuk dipuaskan. Namun kita merasa kenyang atau merasakan kepuasan di dalam batin kita melalui Tangan-NYA yang terbuka bagi kita.

Saya ingin membagikan satu contoh dari rasa puas yang sungguh-sungguh dirasakan pada saat TUHAN membuka Tangan-NYA. Ketika itu saya masih SMP dan jaket Levi’s adalah trend bagi anak-anak muda. Dalam perjalanan mendampingi Papa menuju tempat pelayanan, keinginan saya untuk memiliki jaket Levi’s saya utarakan kepada Papa yang menjawab, "Berdoalah, maka nanti Tangan TUHAN yang akan memberikannya kepadamu." Saya pun menurut dan berdoa. Seusai pelayanan, seorang ibu menghampiri Papa untuk memberikan persembahan. Namun ibu itu berkata, "Saya ingin memberikan ini untuk anak Bapak." Dengan uang dalam amplop itu, kami menuju toko untuk mewujudkan idam-idaman saya. Ternyata uang dalam amplop itu jumlahnya pas sekali dengan harga jaket yang saya cari. Sungguh kepuasan sejati yang saya kecap melalui Tangan TUHAN yang dibuka bagi saya.

Kepuasan serupa pulalah yang dirasakan oleh seorang anak yang menyerahkan bekalnya berupa lima roti dan dua ikan kepada TUHAN YESUS. Dengan roti dan ikan yang hanya sedikit itu, TUHAN mampu memberi makan lima ribu orang, bahkan tersisa dua belas bakul. Lima roti dan dua ekor ikan ini memang mampu mengenyangkan anak itu, tapi belum tentu dia akan merasakan kepuasan. Namun dengan menyerahkannya ke Tangan TUHAN untuk diberkati, seluruh orang yang hadir dikenyangkan. Betapa puasnya si anak ini karena dapat mengenyangkan ribuan orang melalui bekal yang diserahkannya ke dalam Tangan TUHAN YESUS.

Mungkin saat ini kita seperti si anak kecil yang memiliki sesuatu hanya cukup untuk diri kita sendiri. Tetapi jika kita menyerahkan kel dalam Tangan-NYA yang terbuka bagi kita, maka kita akan merasa puas. Apa yang kita miliki bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan dapat kita bagikan menjadi berkat bagi orang lain. Bukti kepuasan yang dirasakan si anak kecil itu adalah masih terdapat sisa dua belas bakul roti. Kalau hidup kita bergantung penuh kepada TUHAN, maka kita akan menjadi saksi TUHAN. Firman yang kita terima dapat kita bagikan kepada semua orang sehingga mereka kenyang. Kepuasan tersendiri yang kita rasakan karena kita telah membawa jiwa yang lapar kepada TUHAN untuk dikenyangkan.

AYUB 5 : 18
18 Karena DIAlah yang melukai, tetapi juga yang membebat; DIA yang memukuli, tetapi yang tangan-NYA menyembuhkan pula.

Tangan TUHAN yang penuh kuasa itu adalah Tangan yang menyembuhkan. Bukan berarti kita tidak memerlukan dokter, tetapi TUHAN mengajarkan kepada kita bahwa Tangan TUHAN mampu menyembuhkan penyakit kita. Hanya melalui doa dan iman kepadaNYA, Tangan-NYA telah menyembuhkan saya dari demam berdarah tanpa perlu dirawat di rumah sakit.

LUKAS 4 : 40
40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-NYA orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. IApun meletakkan tangan-NYA atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.

Pada saat matahari terbenam, TUHAN menyembuhkan dengan meletakkan Tangan-NYA. Matahari terbenam merupakan saat-saat mencekam, saat kegelapan menguasai dunia. Namun kita tidak perlu cemas, sebab di saat-saat seperti itulah TUHAN mengulurkan Tangan-NYA untuk menjamah dan menyembuhkan kita.

Di dalam Yesaya 40 : 11, TUHAN digambarkan seperti seorang gembala yang menghimpunkan domba-domba-NYA dengan Tangan-NYA agar selalu berkumpul dan tidak tercerai berai. Oleh karena itu marilah kita memelihara kesatuan iman dan senantiasa sehati. Sebab kalau kita berdoa dengan sehati, maka DIA akan mengabulkannya. Namun untuk dapat selalu merasakan tuntunan Sang Gembala Agung, domba harus mengenal suara gembalanya seperti yang digambarkan dalam Yohanes 10 : 14. Pengenalan akan TUHAN tidak datang dengan sendirinya, tetapi akan kita peroleh dari ketekunan mempelajari Firman.

Tangan TUHAN yang menciptakan, membentuk, mengenyangkan, menyembuhkan kita adalah Tangan yang memberi kekuatan dan kejayaan seperti nyanyian pujian raja Daud di dalam 1 Tawarikh 29 : 12. Jadi jikalau kita memiliki kehendak ataupun cita-cita, ungkapkanlah semuanya itu kepada TUHAN. Apa pun yang akan kita terima dari Tangan TUHAN, pastilah akan mengenyangkan dan memuaskan kita. Amin.