Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Solusi Dari YESUS: M...
Solusi Dari YESUS: Mencabut Masalah Sampai Ke Akarnya
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | PA Jumat, 11 Mei 2012
Disadur oleh Ev. Hardi Suryadi | Tanggal Terbit : Minggu, 12/08/12

Setiap orang pasti memiliki masalah. Masalah ibarat tanaman yang akarnya tidak tampak. Namun, mencabut tanaman tidak sampai akarnya akan membuat masalah itu tidak tuntas terselesaikan. Langkah-langkah apa saja yang kita perlu kita lakukan agar masalah kita tercabut sampai ke akarnya?

MARKUS 2 : 1 - 2
1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu YESUS datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa IA ada di rumah. 2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak.

Peristiwa di atas merupakan kunjungan YESUS ke Kapernaum setelah beberapa hari sebelumnya YESUS berkunjung ke kota itu. Pada kedatangan-NYA yang sebelumnya, YESUS mengajar di dalam Bait ALLAH dan mengadakan banyak mujizat. Oleh sebab itu, ketika YESUS datang lagi ke Kapernaum, banyak sekali orang yang ingin bertemu dengan YESUS. Kedatangan-NYA ke Kapernaum yang dicatat di ayat di atas bukan terjadi di Bait ALLAH, namun YESUS berada di sebuah rumah. Berarti YESUS sedang tidak mengajar Firman kepada orang banyak, sebab saat itu bukan hari Sabat atau bukan waktu untuk beribadah.

Banyaknya orang yang ingin bertemu dengan YESUS membuat tidak ada lagi tempat di dalam rumah itu. Dari hal ini dapat kita pelajari bahwa untuk beribadah tidak mengenal tempat. Artinya, di mana pun kita dapat beribadah kepada TUHAN, asalkan di tempat itu ada Pribadi YESUS. Dan di mana ada YESUS, di situ pasti ada kuasa-NYA, dan banyak orang yang datang mencari DIA. Itu sebabnya gereja tidak perlu berusaha menarik banyak jiwa dengan menggunakan "promosi" atau cara yang aneh-aneh. Jika dalam gereja itu ada YESUS dan kuasa-NYA maka dengan sendirinya akan ada banyak orang yang berdatangan untuk mencari DIA.

Setelah banyak orang berkerumun di rumah tempat YESUS berada, IA mulai memberitakan Firman ALLAH. Artinya, salah satu tanda atau ciri apakah di dalam gereja ada YESUS adalah Firman di dalam gereja tersebut disampaikan dengan kuasa YESUS. Gereja itu menjadi gereja yang semarak dan tidak menjemukan, sehingga akan ada banyak orang yang berdatangan untuk mencari YESUS.

Ternyata, tidak semua orang yang datang mencari YESUS merasakan jamahan kuasa YESUS. Tentunya kita datang ke tempat di mana YESUS berada bukan hanya untuk berjumpa dengan DIA, tetapi juga ingin merasakan jamahan-NYA, bukan? Untuk dapat merasakan jamahan-NYA, kita harus menyadari bahwa kita memiliki persoalan dan membutuhkan jamahan YESUS. Kedua, kita juga harus menyadari besarnya kuasa YESUS. Dengan menyadari kedua hal ini, kedatangan kita di gereja dalam beribadah tidak akan sia-sia.

MARKUS 2 : 3 - 4
3 ada orang-orang datang membawa kepada-NYA seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-NYA karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-NYA; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.

Beragam motivasi dari orang-orang yang datang mencari YESUS. Ada yang hanya sekadar ingin tahu siapakah YESUS itu, sebab sebelumnya mereka sudah mendengar berita tentang YESUS dan mujizat-mujizat yang dilakukan-NYA di Kapernaum maupun di tempat lain. Ada juga yang datang dengan tujuan untuk memperoleh jawaban dari persoalan yang sedang dihadapinya (sakit penyakit dan lain sebagainya). Ada juga dari antara mereka (para ahli Taurat) yang datang dengan tujuan untuk menjebak YESUS karena mereka iri terhadap DIA.

Dari antara orang banyak itu, ada orang-orang datang membawa kepada-NYA seorang lumpuh. "Datang membawa" artinya mendorong atau memotivasi orang lumpuh itu mau datang mencari YESUS. Bagaimana dengan kita sendiri? Apakah yang membawa atau mendorong kita untuk datang ke gereja? Banyak orang Kristen yang ke gereja untuk mencari pasangan, ada juga yang mencari relasi bisnis, dan sebagainya. Kalau motivasi kita seperti contoh-contoh ini, kita tak akan bertemu dengan YESUS.

Dari sekian banyak orang yang mengerumuni YESUS, justru orang lumpuh inilah yang mendapatkan jawaban dari YESUS tentang persoalan yang sedang dihadapinya. Mengapa orang lumpuh ini justru mendapatkan jawaban dari YESUS sedangkan yang lain tidak? Itu semua tergantung kepada keempat orang yang membawa orang lumpuh ini kepada YESUS. Apabila orang lumpuh ini mencoba bertemu dengan YESUS tanpa ada keempat orang yang mengusungnya itu, sudah pasti ia tidak akan dapat bertemu dengan YESUS. Sebab sudah dijelaskan bahwa rumah di mana YESUS berada sudah penuh oleh banyak orang yang berkerumun, orang tidak dapat lagi masuk melalui pintu.

Pintu yang tak dapat dilalui tak membuat empat orang yang menggotong orang lumpuh itu menyerah untuk dapat bertemu dengan YESUS. Masih ada jalan lain, yakni lewat atap rumah. Jika yang membawa orang lumpuh itu memiliki motivasi yang benar dan kuat, halangan apa pun yang ada dapat mereka singkirkan. Siapakah keempat orang yang menggotong orang lumpuh tersebut?

MARKUS 2 : 5
5 Ketika YESUS melihat iman mereka, berkatalah IA kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-KU, dosamu sudah diampuni!"

TUHAN YESUS melihat iman keempat orang yang menggotong orang lumpuh. Arti rohaninya, yang membawa orang lumpuh kepada YESUS adalah iman. Jadi, jika kita datang dengan iman kepada YESUS, pasti kita akan berjumpa dengan DIA. Tetapi bagaimana agar iman itu muncul di dalam diri kita? Kita harus mendengarkan Firman TUHAN. Apabila kedatangan kita ke rumah TUHAN atas dasar iman kepada YESUS, maka rintangan sebesar apa pun akan mampu kita kalahkan. Iman kita, itulah yang dilihat YESUS. Persoalan apa pun, dalam pandangan YESUS merupakan hal kecil. Jika motivasi kita mencari YESUS atas dasar yang lain (bukan atas dasar iman), sampai kapan pun kita tidak akan pernah merasakan kuasa dan mujizat YESUS.

Setelah YESUS melihat iman keempat orang itu, barulah IA melihat problem yang dibawa ke hadapan-NYA (orang lumpuh), kemudian memberikan solusi. Apa solusi yang diberikan oleh YESUS terhadap orang lumpuh itu? Pengampunan dosa. Hal ini jelas dari perkataan YESUS kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-KU, dosamu sudah diampuni!" Jika dilihat secara logika, pasti orang lumpuh itu akan terkejut. Sebab orang lumpuh itu mengharapkan YESUS berkata: "Bangkitlah dan berjalanlah!" Hal ini menunjukkan bahwa orang lumpuh itu tidak menyadari kebutuhan atau problem sesungguhnya yang sedang dihadapinya: dosa yang menyebabkan kelumpuhan. Perjumpaannya dengan YESUS membuatnya mengetahui akar permasalahan yang sedang ia hadapi.

Banyak orang Kristen yang menghadapi masalah yang tidak kunjung selesai. Seperti orang lumpuh itu, banyak orang yang memiliki sudut pandang sendiri yang salah tentang persoalan yang dihadapinya, sehingga ia tidak menyadari akar dari persoalannya itu. Dia mau TUHAN segera menyelesaikan masalahnya dan menurunkan berkat-NYA. Padahal, ada langkah awal dan langkah yang terpenting yang harus dilalui, yaitu akar masalah berupa dosa harus dicabut terlebih dahulu.

Perkataan YESUS: "Hai anak-KU, dosamu sudah diampuni" pasti didengar oleh orang banyak yang mengerumuni YESUS. Sudah pasti orang-orang yang mendengar perkataan itu juga memiliki dosa. Tetapi mengapa hanya orang lumpuh ini yang diampuni dosanya? Karena orang banyak yang mengerumuni YESUS itu tidak datang dengan iman kepada-NYA, sehingga mereka belum memperoleh pengampunan dari YESUS. Iman dapat membawa kita bertemu dengan YESUS, iman mampu membawa kita pada pengampunan dosa, iman juga mampu membawa kita pada solusi dari problem yang sebelumnya tidak kita sadari. Jadi iman memampukan kita untuk memperoleh jawaban dari segala persoalan yang kita hadapi.

Ada kesalahan persepsi dari jemaat tentang pelayanan konseling maupun permohonan dukungan doa. Gereja kita memprioritaskan pemberian pelayanan bagi mereka yang telah terdaftar sebagai anggota gereja kita. Ternyata, banyak jemaat yang memberikan "ojek" bagi tetangga, saudara, temannya untuk konseling dan meminta dukungan doa. Mereka menyebutkan nomor anggotanya, lalu mengatakan, "Pak, tetangga/saudara/teman saya butuh dukungan doa." Saya menjawab mereka, "Apakah tetangga/saudara/temannya itu sudah beriman kepada YESUS atau belum?" Jika mau mendapatkan solusi dari TUHAN, orang itu sendiri harus datang mendengarkan Firman terlebih dahulu agar imannya dapat dibangun. Jika belum beriman, percuma saja didoakan sampai mulut saya "berbusa". Perlu ditelusuri pula, apakah yang menjadi akar permasalahannya. Bila akar masalahnya dosa, dia harus datang kepada TUHAN meminta ampun terlebih dahulu. Jadi merupakan hal penting bagi orang yang bersangkutan untuk datang beribadah, membangun iman dan memohon pengampunan dosa terlebih dahulu.

KISAH PARA RASUL 26 : 18
18 untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada ALLAH, supaya mereka oleh iman mereka kepada-KU memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.

Salah satu alasan mengapa YESUS menyampaikan Firman TUHAN adalah supaya mata orang yang mendengarnya terbuka untuk melihat TUHAN. Ini juga yang menjadi pengalaman Paulus, seorang penganiaya jemaat TUHAN yang kemudian bertobat. Ia dipanggil dan ditugaskan TUHAN untuk membukakan mata orang-orang yang "buta" karena dosa. Sebelum mata mereka dibukakan, kuasa yang mereka kenal hanyalah kuasa kegelapan atau kuasa setan. Setelah mata mereka dibukakan, maka kuasa TUHAN YESUS mulai mereka kenal melalui iman yang diperoleh dari pendengaran akan Firman. Setelah mata kita terbuka (terbuka oleh karena iman kita kepada YESUS), berkat yang kita peroleh bukan hanya merasakan mujizat, tetapi juga kita mendapatkan pengampunan dan menjadi ahli waris kerajaan ALLAH.

Itulah sebabnya ketika YESUS melihat iman keempat orang yang menggotong orang lumpuh itu, IA berkata kepada si lumpuh bahwa dosanya sudah diampuni, dan kesembuhan pun terjadi. Sebenarnya tanpa harus mengatakan dosamu sudah diampuni pun YESUS dapat menyembuhkan orang lumpuh tersebut. Tetapi kesembuhan bukanlah keperluan utama dari si lumpuh itu. Sebab apalah gunanya jika orang lumpuh itu disembuhkan, tetapi ia tidak memperoleh pengampunan? Jadi dosa sebagai akar masalah dibereskan terlebih dahulu, baru kemudian solusi dan berkat jasmani kita terima sebagai bagian dari berkat pengampunan.

MARKUS 2 : 6 - 7
6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: 7 "Mengapa orang ini berkata begitu? IA menghujat ALLAH. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada ALLAH sendiri?"

Dari sekian banyak orang yang datang menemui YESUS, terdapat beberapa ahli Taurat. Ketika mereka mendengar YESUS mengatakan kepada orang lumpuh itu bahwa dosanya sudah diampuni, yang mereka lakukan di dalam hati adalah mengkritik dan mengkritik YESUS. Akibatnya, mereka sendiri tidak mampu mengenal kuasa YESUS dan tidak memperoleh berkat dari YESUS. Berlawanan dengan keempat orang yang menggotong orang lumpuh, beberapa ahli Taurat itu datang kepada YESUS berdasarkan pikirannya sendiri, bukan atas dasar iman ataupun pikiran YESUS. Marilah kita semua datang kepada TUHAN berdasarkan pikiran KRISTUS yaitu pikiran yang berlandaskan iman, bukan atas dasar pikiran kita sendiri.

Pernyataan yang ada dalam hati ahli Taurat, "Siapakah yang dapat mengampuni dosa selain ALLAH sendiri?" memang benar. Sebab memang hanya ALLAH yang dapat mengampuni dosa. Sayangnya, para ahli Taurat itu tidak mengenal bahwa YESUS yang ada di hadapan mereka itu adalah ALLAH sendiri. Karena itu mereka mengatakan bahwa YESUS menghujat ALLAH.

Kondisi seperti ini juga seringkali ditemukan di dalam kehidupan anak-anak TUHAN. Ketika mengalami suatu problem, kita seringkali tidak menyadari bahwa YESUS bersama dengan kita, ada pula yang tidak menyadari kuasa YESUS, kuasa ALLAH. Jadi jika kita tidak mengenal YESUS yang adalah ALLAH, bagaimana mungkin kita dapat mengharapkan solusi dan berkat dari pada-NYA? Kita akan dapat mengenal YESUS melalui Firman TUHAN. Jika kita mau mengenal YESUS dan mau mendengarkan Firman-NYA, IA tahu dengan pasti tentang persoalan apa yang sedang kita hadapi. Orang lumpuh itu tidak memakai atribut tertentu yang menandakan ia sebagai orang berdosa, ia juga tidak berkata: "Aku orang berdosa." Sekalipun demikian, YESUS tahu bahwa kebutuhan utama orang lumpuh ini adalah pengampunan dosa. Dan YESUS memberikan pengampunan itu kepada orang lumpuh tersebut. Sebagai dampak dari menerima pengampunan dosa, orang yang tadinya lumpuh sembuh, dapat berjalan. Orang yang tadinya lumpuh itu memperoleh pengampunan dosa dan kesembuhan dari YESUS. Sedangkan beberapa ahli Taurat yang hadir di situ sama sekali tidak merasakan jamahan kuasa-NYA, apalagi perubahan dalam hidup mereka.

MARKUS 2 : 8 - 9
8 Tetapi YESUS segera mengetahui dalam hati-NYA, bahwa mereka berpikir demikian, lalu IA berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?

YESUS mengetahui apa yang ada di dalam hati para ahli Taurat itu. Jika hidup kita bersatu dengan Roh YESUS, maka kita pun memiliki kemampuan yang sama seperti YESUS. Karena Roh YESUS yang melakukannya di dalam kita. Oleh karena itu jangan heran apabila seorang anak TUHAN yang dipenuhi ROH KUDUS dapat mengetahui isi hati orang lain, bahkan mampu memberikan suatu solusi atau jawaban bagi pesoalan orang lain di sekitarnya.

Jawaban yang diberikan YESUS kepada ahli Taurat itu berbeda dengan jawaban yang diberikan-NYA kepada orang yang lumpuh (mewakili orang-orang yang mencari YESUS atas dasar iman). Tujuan YESUS memberikan jawaban seperti yang tercatat dalam ayat 8 dan 9 adalah ingin menunjukkan kepada mereka bahwa hal yang paling sulit saja (mengampuni dosa) mampu YESUS lakukan, apalagi hanya untuk melakukan sesuatu yang lebih mudah (menyembuhkan orang lumpuh). Mengampuni dosa merupakan pekerjaan sulit sebab hal itu berarti memindahkan orang yang tadinya masuk neraka menjadi ahli waris Kerajaan Surga. Tetapi logika manusia sering terbalik. Manusia menganggap, pengampunan dosa yang tidak terlihat dengan mata dosa lebih mudah daripada menyembuhkan orang lumpuh yang dapat dilihat secara kasat mata. Dari pernyataan YESUS itu juga mengajarkan bahwa jika ada orang mengatakan, "Dosamu sudah diampuni" tetapi tidak bisa menyembuhkan penyakit orang itu, berarti pengampunan dosanya tidak masuk akal. Jadi kesembuhan itu merupakan bukti bahwa YESUS benar-benar mengampuni dosa orang lumpuh itu.

MARKUS 2 : 10 - 12
10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini ANAK MANUSIA berkuasa mengampuni dosa" -berkatalah IA kepada orang lumpuh itu-: 11 "Kepadamu KU-katakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 12 Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan ALLAH, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

Perkataan YESUS: "tetapi supaya kamu tahu" berarti sebelumnya para ahli Taurat belum tahu tentang kuasa yang dimiliki oleh YESUS, bahwa sesungguhnya IA bukan hanya mampu mengampuni dosa, tetapi juga mampu menyembuhkan segala sakit penyakit dan lain sebagainya. Karena belum mengetahui kuasa yang ada pada YESUS, banyak orang yang mempertanyakan "Apakah IA dapat mengampuni dosa?" Atau "Apakah IA dapat menyembuhkan orang sakit?" Dengan kata lain hatinya dipenuhi banyak keraguan sehingga tidak mau meminta sesuatu kepada YESUS.

YESUS mengatakan kepada orang lumpuh itu secara pribadi untuk bangun dan berjalan. Perkataan YESUS terfokus hanya kepada orang lumpuh itu, orang yang datang kepada YESUS dengan dibawa oleh iman, bukan dibawa oleh bujukan atau motivasi-motivasi lainnya. Demikian pula kita akan menerima solusi dari YESUS jika kita datang dengan iman kepada-NYA.

Mendengar perkataan YESUS, orang lumpuh itu bangun sesuai dengan perkataan YESUS. Mengapa orang lumpuh ini mau bangun, padahal orang lumpuh itu tahu bahwa ia sudah mengalami kelumpuhan sekian lama? Semuanya itu terjadi karena orang lumpuh itu memiliki iman, sehingga ia menuruti apa yang dikatakan YESUS. Sebab jika orang ini tidak memiliki iman, ketika YESUS menyuruhnya untuk bangun maka orang lumpuh ini akan berkata: "Mengapa ENGKAU menyuruh aku untuk bangun, padahal aku adalah orang lumpuh?" Tetapi karena imannya itu, ia melakukan seperti apa yang dikatakan oleh YESUS.

Tidak adanya iman, itulah yang sering kali membuat banyak orang Kristen tidak mengalami mujizat atau pertolongan TUHAN padahal dia sudah ada di depan YESUS. Bukti bahwa orang banyak yang datang menemui YESUS di rumah itu tidak memiliki iman adalah mereka hanya merasa takjub atau heran ketika mereka melihat mujizat terjadi atas orang lumpuh itu. Tetapi mereka sendiri tidak mengalami mujizat. Karena itu sangat penting bagi kita untuk datang kepada YESUS dengan membawa iman kita kepada-NYA.

Apa pun yang dikatakan YESUS, kita amini dan taati, jangan kita membantah DIA. Ketika YESUS mengatakan, "Dosamu diampuni" seharusnya kita koreksi apa dosa-dosa kita dan meminta pengampunan dari DIA. Itu adalah langkah terpenting karena seringkali dosa menjadi akar dari masalah yang kita hadapi. Ketika YESUS mengatakan bahwa masalah kita terselesaikan, amini dan imani. Jangan seperti para ahli Taurat, sekalipun mengerti Firman TUHAN namun mereka tidak memiliki iman kepada YESUS. Sehingga mereka tidak dapat menerima perkataan YESUS. Marilah kita mengambil sikap seperti orang yang tadinya lumpuh itu. Orang itu lebih bijak daripada para ahli Taurat sehingga dia menerima solusi dari YESUS yang mencabut masalahnya sampai ke akarnya sehingga dia menerima berkat kesembuhan maupun berkat Surgawi berupa pengampunan dosa. Amin.