Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Harta Yang Terpendam
Harta Yang Terpendam
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | Keb. I Minggu, 2 Desember 2007
Disadur oleh Ev. Hardi Suryadi | Tanggal Terbit : Minggu, 03/08/08

Banyak orang menganggap topik “Hal Kerajaan Sorga”, hanya berkaitan dengan perkara-perkara di masa mendatang (setelah seseorang meninggal). Padahal hal kerajaan Sorga mencakup baptisan, kelahiran baru dan hal-hal rohani lainnya. Namun kita cenderung lebih mengutamakan hal-hal duniawi, sehingga hak kita sebagai warga kerajaan Sorga terabaikan.

MATIUS 13 : 44
44 "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

YESUS memberikan sebuah perumpamaan untuk menggambarkan kerajaan Sorga, karena kerajaan Sorga tidak sama dengan kerajaan dunia yang dapat kita lihat dengan kasat mata. Perumpaan tersebut diberikan untuk mempermudah pendengar memahami kerajaan Sorga yang rohani itu. Hal kerajaan Sorga seumpama harta yang terpendam di ladang menunjukkan bahwa kerajaan Sorga bukan sesuatu yang bersifat murahan, melainkan nilainya sangat mahal, sehingga untuk mendapatkannya kita harus menggali. Mengapa kerajaan Sorga seumpama harta yang terpendam? Karena tidak semua orang mampu melihat kerajaan Sorga.

YOHANES 17 : 24
24 Ya BAPA, AKU mau supaya, di manapun AKU berada, mereka juga berada bersama-sama dengan AKU, mereka yang telah ENGKAU berikan kepada-KU, agar mereka memandang kemuliaan-KU yang telah ENGKAU berikan kepada-KU, sebab ENGKAU telah mengasihi AKU sebelum dunia dijadikan.

Di dalam doa-NYA, YESUS mengatakan bahwa “di mana AKU berada, mereka juga berada...” Hal ini berarti, di mana YESUS memerintah sebagai Raja, maka murid-murid-NYA pun akan berada bersama DIA. Kondisi ini tidak hanya terjadi di masa depan (setelah kematian), tetapi sejak di dalam dunia ini sebagai warga kerajaan Sorga, doa YESUS sudah berlaku Apa yang YESUS nikmati, itu juga yang akan kita nikmati. Milik YESUS menjadi milik kita. Jadi jika YESUS ada di dalam dunia ini, maka kerajaan Sorga juga ada bersama-sama dengan DIA di muka bumi ini. Dengan demikian, setiap orang yang menerima YESUS, maka ia telah menghadirkan kerajaan ALLAH di dalam hidupnya. Karena itu kita berhak menikmati berkat-berkat Sorgawi. Dengan konsep seperti ini, akan memampukan kita untuk dapat memandang kerajaan Sorga.

Dunia tidak mengenal kerajaan Sorga, karena hal kerajaan Sorga seperti harta terpendam yang tidak terlihat. Untuk memunculkan harta yang terpendam itu diperlukan hamba TUHAN yang mampu menggali dan menemukannya.

Apa sesungguhnya harta terpendam itu? Firman TUHAN, Penggalian Firman TUHAN akan memampukan umat TUHAN untuk memandang kerajaan Sorga. Memandang, tapi belum memiliki. Sebab untuk memilikinya, ada tahap berikut yang harus dilalui. Orang yang dapat melihat kerajaan Sorga adalah orang yang mengenal YESUS secara pribadi. Jadi jika kita tidak dibukakan tentang hal kerajaan Sorga, untuk memandang kerajaan Sorga saja tidak bisa apalagi memilikinya.

Terbukti kedua murid yang berjalan bersama YESUS menuju Emaus tidak mengenal YESUS yang sudah bangkit. Saat YESUS mengambil roti dan memecahkannya, artinya YESUS mengadakan persekutuan, barulah mata mereka terbuka dan mengenal DIA (Lukas 24:30-31). Mata rohani yang terbuka memampukan kita memandang kerajaan Sorga serta seluruh keindahannya. Jadi supaya kita dapat mengenal kerajaan ALLAH, kita harus mau duduk makan dengan YESUS yang memperkenalkan kerajaan ALLAH itu.

Setelah menemukan harta terpendam, orang itu memendamkan kembali harta tersebut. Lalu ia meninggalkan ladang di mana ia menemukan harta itu, menjual seluruh miliknya untuk membeli ladang yang menyimpan harta karun itu. Secara logika, tindakan orang itu sangat tidak praktis. Mengapa dia malah memendamnya lagi? Manakah yang termasuk hal kerajaan Sorga? Harta yang terpendam, ataukah ladang di mana ia menemukan harta terpendam itu?

YOHANES 10 : 10
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; AKU datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

YESUS datang untuk memberikan hidup, yakni hidup kekal. Dalam perumpamaan harta terpendam, hidup kekal atau Kerajaan Sorga ini diwakili dengan tanah tempat harta itu terpendam. Sedangkan harta terpendam itu mewakili YESUS. Banyak pendeta mengajarkan bahwa harta kerajaan Sorga baru akan kita terima nanti setelah kematian. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Sebagai orang Kristen, kita berhak tinggal di dalam kerajaan Sorga. Namun bukan itu saja, selama di dunia ini kita juga berhak menikmati berkat Sorgawi.

Contoh konkretnya adalah pengalaman jemaat TUHAN yang memperoleh pertolongan TUHAN. Ketika istrinya mengandung, dokter mencurigai janin itu mengidap penyakit Thalasemia. Pengidap penyakit ini harus melakukan transfusi darah seumur hidupnya. Sehingga dokter memberikan option untuk digugurkan kandungannya jika bayi yang dikandung ini benar-benar mengidap penyakit Thalasemia. Jemaat ini memohon bantuan doa, dan hasilnya dia bertekad terus melanjutkan proses kehamilan tersebut tanpa harus melakukan aborsi, apapun juga yang terjadi. Harta terpendam yang dinikmati jemaat tersebut berupa bayi yang dilahirkan sehat, tanpa penyakit Thalasemia.

MAZMUR 27 : 4
4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-NYA.

Bagaimana kita dapat menikmati harta terpendam itu? Kita harus menjual seluruh “harta” kita untuk membeli ladang yang terdapat harta terpendam itu. Harta Sorgawi tidak dapat dibawa keluar dan dibawa masuk ke dalam dunia (kedagingan kita). Sebab konsep Firman yang benar adalah seperti apa yang dikatakan Daud, bahwa ia mau diam di dalam bait-NYA. Jadi jika kita mau menikmati harta kerajaan Sorga, kita harus masuk dan tinggal di dalam Bait-NYA seumur hidup kita.

Bagaimana cara membeli tanah tempat harta itu berada? Menjual seluruh harta kita (keduniawian). Artinya, menjadi pengikut KRISTUS bukan karena paksaan, tapi karena sukacita dari dalam hati untuk mengikut DIA dengan sungguh-sungguh. Karenanya saya tidak menganjurkan orang tua untuk memaksakan anaknya agar mau menjadi Kristen. Itu juga bukan berarti orangtua boleh bersikap masa bodoh. Yang harus kita lakukan adalah mau menggali, agar harta terpendam itu kita temukan lebih lagi, sehingga anak-anak kita dapat melihat kerajaan Sorga dan dengan mudah kita juga mampu mengarahkan mereka untuk melihat dan memilih kerajaan Sorga. Orang (yang ada dalam perumpamaan) itu dengan sukacita menjual seluruh hartanya, karena harta yang terpendam di dalam tanah itu lebih berharga dari pada seluruh harta dunia.

MARKUS 10 : 21 - 22
21 Tetapi YESUS memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah AKU." 22 Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Mungkin kita sama seperti anak muda ini yang datang kepada YESUS, yakni telah menjadi Kristen sejak lahir, tetapi belum melihat kerajaan Sorga. Terbukti ia bertanya kepada YESUS bagaimana cara memperoleh kerajaan Sorga. Jawaban YESUS sama dengan perumpaman yang diberikan-NYA, “Juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, dan ikutlah AKU.” Artinya hal kerajaan Sorga tidak dapat dicampuradukkan dengan perkara duniawi. Inilah maksud dari “menjual seluruh harta milik”. Itu sebabnya untuk mengikut YESUS kita harus meninggalkan hal-hal duniawi. Harta Sorgawi tak dapat dibawa keluar dari kawasan kerajaan Sorga, tak dapat dibawa ke dalam kerajaan dunia. Jadi kita harus menentukan pilihan: memilih kerajaan Sorga atau kerajaan dunia.

Apakah menjual segalanya untuk membeli tanah dengan harta terpendam berarti orang Kristen tidak boleh memiliki materi? TIDAK. Yang dimaksudkan adalah kita harus hidup di dalam terang KRISTUS dan meninggalkan kegelapan. Baju kegelapan tidak dapat dipadu dengan baju terang kerajaan Sorga. Mengenakan keduanya hanya menyebabkan terang KRISTUS tidak akan berkerja di dalam kita.

MATIUS 13 : 47 49
47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. 48 Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. 49 demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar

Hal kerajaan Sorga juga seumpama pukat yang ditebar dan berbagai jenis ikan masuk ke dalamnya. Ini berbicara tentang berbagai lapisan manusia yang masuk dan berkumpul di dalam gereja. Semuanya melihat kerajaan Sorga karena Firman yang disampaikan dengan jelas menggambarkan kerajaan Sorga. Jika pribadi kita tidak menetapkan pilihan untuk masuk dan memiliki kerajaan Sorga, tetapi kita salah memilih seperti anak muda yang memilih harta dunia, maka kita akan dibuang sekalipun sudah dijaring. Sebaliknya, orang yang memilih untuk menjual seluruh hartanya dan membeli ladang di mana terdapat harta terpendam itu, maka ia akan masukn ke dalam kerajaan Sorga. Amin.