Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Rut Masuk Ke Betlehe...
Rut Masuk Ke Betlehem
Pdt. Dr. Benny Santoso, Ph.D. | PA Selasa, 25 Februari 2003
Disadur oleh Yuyu | Tanggal Terbit : Minggu, 28/08/05
Lihat Video Streaming : Versi Hi | Versi Low

Lembaran baru bagi kehidupan Rut dimulai ketika bertemu dengan Boas. Sebelum bertemu Boas, Rut adalah seorang janda yang tidak memiliki pelindung. Sebelum bertemu TUHAN YESUS, iblis selalu mempermainkan kita, namun sekarang kita aman dalam perlindungan Suami kita, YESUS KRISTUS.

RUT 1 : 18 - 22
18 Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya. 19 Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?" 20 Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. 21 Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku." 22 Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai.

Bersama Naomi, Rut masuk ke kota Betlehem. Sepintas, peristiwa ini tampaknya hal yang biasa terjadi, namun sebenarnya ini adalah hal yang luar biasa. Peristiwa Rut memasuki kota Betlehem dapat disebut zaman peralihan dari Perjanjian Lama menuju Perjanjian Baru. Sebab dalam masa Perjanjian Lama, orang Moab bahkan sampai keturunan yang kesepuluh, tidak boleh masuk Betlehem dan tidak boleh masuk dalam jemaah umat ALLAH seperti yang tertulis dalam Ulangan 23 : 3. Orang Moab terbilang orang kafir, najis, sebab bangsa Moab terlahir dari hubungan incest antara Lot dan anak perempuannya sendiri.

Ciri khas dari Perjanjian Lama adalah tidak ada pengampunan. Setiap kekejian harus dihukum mati. Demikianlah yang digariskan dalam hukum Taurat. Tetapi Rut boleh masuk Betlehem. Ini menggambarkan peralihan ke zaman Perjanjian Baru, peralihan dari kematian pada hidup kekal dengan turunnya YESUS KRISTUS ke dalam dunia ini. Bukan lagi hukuman, tetapi kemerdekaan, pengampunan, dan keselamatan yang kita terima dari ALLAH melalui ANAK-NYA yang Tunggal.

Masa itu disebut peralihan dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru, sebab dalam Rut 1 : 22 dijelaskan, bahwa ketika mereka sampai ke Betlehem, saat itu adalah permulaan musim menuai jelai. Musim menuai jelai adalah pertanda dimulainya Perjanjian Baru seperti yang dikatakan TUHAN YESUS kepada para murid-NYA.

YOHANES 4 : 35 - 36
34 Kata YESUS kepada mereka: "Makanan-KU ialah melakukan kehendak DIA yang mengutus AKU dan menyelesaikan pekerjaan-NYA. 35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi AKU berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 36Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.

TUHAN YESUS datang ke dunia diutus oleh BAPA untuk menyelesaikan pekerjaan ALLAH BAPA, yaitu menggenapi janji BAPA tentang penyelamatan bagi umat manusia. DIA mengatakan, bukankah sekarang sudah datang masanya untuk menuai? Yang dituai adalah jiwa-jiwa. Sebab kedatangan TUHAN YESUS ini membuka lembaran baru bagi umat manusia, baik bagi orang Israel maupun bagi orang Moab. Orang Moab adalah gambaran kita, orang berdosa, yang akan dituai sebagai gereja TUHAN.

Rut boleh berjalan bersama Naomi ke Betlehem dan masuk bilangan orang Betlehem atau Israel. Dulu orang Israel menyamakan bangsa lain dengan anjing. Namun sekarang kita memiliki derajat yang sama. Kita tidak lagi disebut anjing; kita adalah anak-anak TUHAN.

Dibutuhkan tekad yang kuat bagi Rut untuk mengiringi Naomi masuk ke kota Betlehem. Rut bersikeras agar Naomi tidak memaksanya untuk kembali ke Moab. TUHAN YESUS mengajarkan dalam khotbah-NYA di bukit agar kita masuk melalui pintu yang sempit. Pintu menuju Betlehem merupakan "pintu yang sempit". Pintu yang lebar menuju pada kebinasaan, namun pintu yang sempit membawa pada hidup kekal. Kita sebagai Rut, orang Moab, kafir, yang mau memasuki Betlehem, harus memiliki tekad yang kuat untuk bertobat. Tidak mudah membawa orang pada pertobatan. Kala mendengar berita Injil, respon yang sering diberikan adalah "tidak ada waktu" atau "nanti saja". Apalagi bila orang yang mendengar berita Injil sedang dalam keadaan sehat, berkecukupan, tanpa problema yang menghimpit. Baru pada saat sakit atau kesulitan, biasanya orang mau mencari TUHAN.

MATIUS 20 : 30 - 34
30 Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa YESUS lewat, lalu mereka berseru: "TUHAN, Anak Daud, kasihanilah kami!" 31 Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: "TUHAN, Anak Daud,kasihanilah kami!" 32 Lalu YESUS berhenti dan memanggil mereka. IA berkata: "Apa yang kamu kehendaki supaya AKU perbuat bagimu?" 33 Jawab mereka: "TUHAN, supaya mata kami dapat melihat." 34 Maka tergeraklah hati YESUS oleh belas kasihan, lalu IA menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti DIA.

Kemauan yang keras seperti Rut juga dimiliki oleh dua orang buta –gambaran orang kafir- yang berteriak memanggil TUHAN YESUS. Sebelum kedua orang buta itu berseru, TUHAN YESUS telah mengetahui bahwa akan ada dua orang buta yang akan berseru memohon pertolongan TUHAN. Namun TUHAN YESUS sengaja diam dan membiarkan mereka, sehingga murid-murid-NYA terusik. Tetapi mereka tidak mempedulikan orang lain yang menegor mereka; mereka tetap memanggil TUHAN YESUS untuk menolong mereka. Seperti orang buta ini, jangan kita mendengarkan sekeliling kita. Arahkan mata dan telinga kita hanya kepada TUHAN. Kalau kita mendengarkan pendapat orang lain, bisa jadi kita batal ke gereja dan tidak akan menjadi anak TUHAN. Dengan demikian, kita tidak akan sampai pada keselamatan yang diulurkan oleh TUHAN YESUS KRISTUS.

Ibu saya mengalami hal ini ketika akan menerima YESUS KRISTUS sebagai Juruselamatnya. Banyak kerabat yang protes dan bertanya, siapa yang akan memelihara abu nenek moyang yang selama ini berada di rumah kami. Saya sendiri belum mengenal YESUS waktu itu, tetapi saya memberi dorongan kepada ibu saya untuk tidak mendengarkan perkataan yang melemahkan tekad ibu saya. Kalau kita sudah punya tekad, bahwa TUHAN YESUS adalah Juruselamat kita, maka TUHAN akan berbelas kasihan. DIA menoleh kepada dua orang buta yang tetap berseru meminta pertolongan-NYA, dan bertanya, "Apa yang kamu kehendaki AKU perbuat bagimu?" Kalau kita minta kepada TUHAN supaya kita dapat melihat seperti orang buta ini, maka kita akan melihat kemuliaan-NYA.

Bertolak belakang dengan Rut dan orang buta yang bertekad baja untuk mengikut TUHAN, Naomi meninggalkan TUHAN pada saat tanah Israel dilanda kelaparan. Pada saat Naomi pulang ke Betlehem, penduduk kota itu berkata, "Naomikah itu?" Tetapi Naomi menjawab, "sebutkanlah aku Mara" sebab Naomi merasakan kepahitan yang amat sangat. Arti kata Naomi adalah menyenangkan atau kesukaan, berubah menjadi Mara, yang berarti pahit. Naomi menuturkan, bahwa TUHAN sudah melawan dia. Padahal sebenarnya Naomilah yang meninggalkan Betlehem; dialah yang melawan TUHAN, tetapi dia justru mengkambinghitamkan TUHAN.

Ucapan Naomi ini sering dilontarkan oleh orang-orang yang meninggalkan TUHAN. Kalau kita sakit atau menghadapi masalah, jangan kita menyalahkan TUHAN, sebab TUHAN tidak pernah salah. Kepahitan itu bersumber dari diri kita sendiri. Sebab kalau kita hidup benar, pada saat jatuh pun, kita akan dipapah oleh malaikat. Jika kita mengakui kesalahan kita yang telah meninggalkan TUHAN, maka DIA akan kembali melindungi dan menolong kita. ALLAH yang Maha Pengasih selalu merencanakan yang masa depan yang baik bagi kita. DIA yang telah memberikan hak waris Kerajaan Sorga, tentunya DIA tidak menginginkan kita miskin dan menderita. Sama sekali tidak! Karena itu jangan kita marah kepada TUHAN, tetapi hendaknya kita mawas diri atas segala kesalahan kita, supaya TUHAN kembali memberkati kita.

2 TAWARIKH 16 : 9
9 Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-NYA kepada mereka yang bersungguh hati terhadap DIA. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan."

Peperangan akan menjadi bagian bagi orang yang tidak sungguh-sungguh mengikuti perintah ALLAH. Nasehat terakhir sebelum meninggal diberikan oleh Daud kepada Salomo, agar Salomo memiliki iman yang kuat seperti laki-laki. Sebab setelah menjadi orang Kristen, iman kita masih dapat goyah. Kita harus tetap berpegang pada keselamatan yang diberikan oleh TUHAN. Justru Salomo tergelincir setelah diberkati secara luar biasa oleh TUHAN. Berkat dari TUHAN tidak dipergunakan sebaik-baiknya untuk memuliakan TUHAN, tetapi Salomo berfoya-foya dengan seribu istrinya yang membawanya meninggalkan ALLAH.

Bukan berarti orang Kristen tidak boleh kaya. Saya diberkati oleh TUHAN namun saya mempergunakan berkat itu untuk memuliakan Nama TUHAN, sehingga saya semakin diberkati.

RUT 2 : 1 - 2
1 Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas. 2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."

Dalam adat Yahudi, seorang janda yang ditinggal mati oleh suami tanpa meninggalkan anak laki-laki, maka adik suaminya wajib mengawini janda saudaranya itu. Rut tidak memiliki pelindung, karena suaminya dan saudara suaminya telah meninggal; Naomi tidak lagi memiliki anak laki-laki. Namun masih ada penebus yang dapat menjadi suami dan pelindung bagi seorang janda Israel. Syarat seorang penebus adalah sanak keluarga dan kaya. Boas memenuhi kriteria yang diperlukan sebagai penebus bagi Rut. Dia adalah seorang kaya, dan merupakan kerabat suami Rut yang telah meninggal. Inilah lembaran baru bagi kehidupan Rut.

Boas menggambarkan TUHAN YESUS, yang merupakan sanak keluarga orang Israel, sebab YESUS lahir di tanah Israel. Seperti Boas yang merupakan penduduk Betlehem, YESUS KRISTUS lahir di Betlehem Efrata. YESUS menggambarkan Boas yang kaya, sebab DIA adalah Raja Sorga. Nama Boas berarti "Di dalam dia ada kekuatan" selaras dengan TUHAN YESUS yang memiliki kekuatan atau kuasa untuk mengampuni.

MATIUS 9 : 6
6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini ANAK MANUSIA berkuasa mengampuni dosa" --lalu berkatalah IA kepada orang lumpuh itu--:"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

TUHAN YESUS berkuasa mengampuni dosa, sebab di dalam DIA ada kasih karunia dan kebenaran. DIA adalah ANAK MANUSIA, DIA juga ANAK ALLAH. Karena itu di dalam Perjanjian Lama TUHAN YESUS telah digambarkan melalui Boas yang menjadi pelindung dan penebus bagi Rut. Tanpa pelindung, seorang janda di Israel dapat diperlakukan semena-mena. Seandainya dibunuh pun tidak ada hukum yang melindunginya. Oleh sebab itu, di dalam Rut 3 : 1 - 3, Naomi memberikan satu nasehat bagi Rut agar mencari tempat perlindungan dari Boas supaya Rut memiliki kebahagiaan kembali.

Kita bagaikan janda seperti Rut. Tanpa adanya Pelindung, kita akan dipermainkan oleh si iblis. Sebagai janda, kita harus bersuamikan kembali. Suami yang sempurna adalah YESUS KRISTUS, Sang Penebus. Dengan YESUS sebagai Mempelai Laki-laki, kita akan mendapat perlindungan dan kebahagiaan di dalam Kerajaan-NYA. Seperti yang dinyatakan oleh Sulamit dalam Kidung Agung, "Tariklah aku ke dalam mahligaimu."

RUT 1 : 9
9 kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya." Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras

Harapan Naomi atas Rut dan Orpa dalam versi New King James Version "The LORD grant that you may find rest..." Kata "rest" atau "perhentian" bila dijabarkan bermakna tidak ada kekuatiran lagi, sebab Rut kembali memiliki suami dan rumah sebagai tempat berteduh. Pelindung adalah yang mampu melindungi, menyediakan rumah –gambaran Kerajaan Sorga, memberikan kebahagiaan atau perhentian dari segala kesusahan, dan sebagai suami yang sempurna. Semua itu hanya kita dapatkan dari YESUS KRISTUS, Mempelai Laki-laki bagi Gereja TUHAN.

Sekarang kita telah berada di dalam naungan SUAMI kita. Namun harus selalu diingat, bahwa kita wajib berlaku sebagai istri yang setia dan tidak boleh meninggalkan SUAMI kita, YESUS KRISTUS. Kesengsaraan yang telah kita alami tatkala kita menjanda harus selalu terpatri dalam ingatan kita. Dengan demikian kita tidak mudah berlaku serong. Ingatlah selalu bagaimana dahulu kita senantiasa dipermainkan oleh setan. Ingatlah bagaimana dahulu kita tanpa perlindungan dan tanpa hukum yang menjamin kita. Itulah sebabnya kita wajib senantiasa bersyukur kepada YESUS KRISTUS atas rahmat-NYA yang besar, yang mau menyediakan DIRINYA sendiri sebagai Penebus, Pelindung dan Mempelai bagi kita.

MAZMUR 2 : 12
12 supaya IA jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-NYA menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-NYA!

Pemazmur menyerukan, "Berbahagialah orang yang berlindung pada-NYA!" Kebahagiaan kita yang berlindung pada suami kita -YESUS KRISTUS- melebihi kebahagiaan apapun yang ada di muka bumi ini. Jika demikian, mengapakah kita harus menyia-nyiakan kebahagiaan yang telah dikaruniakan TUHAN kepada kita? Bukan merupakan kesombongan bila kita mengatakan bahwa kita adalah orang yang berbahagia sebab memang demikianlah keadaan kita.

Pelindung kita adalah Pribadi yang sangat luar biasa; DIA adalah Raja yang dilantik oleh ALLAH BAPA di Sion seperti yang tertulis di dalam Mazmur 2 : 6 - 7. ALLAH BAPA telah mengangkat YESUS KRISTUS menjadi Kepala dan Pelindung Gereja-NYA.

Kebahagiaan orang yang berlindung kepada TUHAN jauh lebih tinggi nilainya dari kekayaan dan kesenangan duniawi. Pengalaman saya pribadi mengajarkan bahwa hingar bingar kehidupan duniawi sama sekali tidak membawa kebahagiaan. Dulu saya selalu berfoya-foya sebab mendapatkan uang semudah menjentikkan jari. Ibarat preman, saya hanya duduk dan uang mengalir masuk dan memenuhi dompet saya. Bahagiakah saya? Yang saya inginkan saat itu adalah lari dari kehidupan nyata. Ketakutan senantiasa mengiringi langkah saya, yang saya tutupi dengan berkelahi dan berbuat onar. Namun setelah menemukan YESUS, Sang Pelindung, saya merasakan tenteram --berhenti dari semua kekuatiran dan kesusahan.

Jika kita membandingkan hidup lama dengan kehidupan baru yang penuh kebahagiaan dari TUHAN, maka kita tidak akan melakukan tindakan bodoh dengan meninggalkan TUHAN. Kita tidak akan membuang mutiara yang sudah kita beli dengan harga yang mahal, yaitu iman kita.

ROMA 9 : 30 - 32
30 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. 31 Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. 32 Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan

Kita menemukan kebenaran sejati karena iman seperti Rut. Rut yang merupakan orang Moab, tetapi memiliki kemauan yang kuat untuk tinggal di Betlehem setelah mengenal ALLAH melalui Elimelekh dan Naomi. Rut tetap pada pendiriannya, bahwa ALLAH yang disembah Naomi adalah ALLAHnya. Tetapi justru orang Israel, orang Farisi dan ahli Taurat yang mengejar kebenaran, tidak menemukan kebenaran. Sebab mereka mencarinya tanpa iman, namun berpegang pada Taurat. Sebagai orang Israel, keluarga Elimelekh yang meninggalkan Betlehem hanya menemukan penderitaan. Bahkan Naomi pulang dengan tangan hampa.

Perkataan TUHAN YESUS, "demikianlah yang terdahulu akan menjadi yang terakhir" adalah ungkapan yang tepat untuk membandingkan ahli Taurat dan orang Farisi di satu sisi dengan pelacur dan pemungut cukai di sisi yang lain. Dengan pola pikir yang sederhana, seorang pelacur bersujud di kaki YESUS dengan air mata pertobatan, menuangkan minyak wangi ke atas kaki TUHAN. Perbuatannya ini adalah sebagai perwujudan rasa syukur kepada TUHAN YESUS yang telah menebusnya. Dahulu kita adalah warga negara Moab seperti pelacur dan pemungut cukai. Namun sekarang kita masuk dalam bilangan Gereja TUHAN yang terhormat. Sedangkan para ahli Taurat yang mendalami Taurat, malahan tidak mau menerima YESUS KRISTUS.

Oleh karena itu, kita harus tetap mempertahankan tekad kita menjadi Gereja TUHAN yang setia. Sebagai mempelai perempuan yang setia kepada Mempelai Laki-laki kita, TUHAN YESUS KRISTUS. Jangan sampai kita tergolong sebagai seorang Kristen, namun kita tidak dapat masuk Kerajaan Sorga. Amin.