Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Berpegang Teguh Pada...
Berpegang Teguh Pada Injil
Pdt. Dr. Benny Santoso | Keb. II Minggu, 6 April 2003
Disadur oleh Hardi Suryadi | Tanggal Terbit : Minggu, 24/08/03

GALATIA 3:1
1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah YESUS KRISTUS yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?

Jemaat di Galatia ditegur dengan keras oleh Rasul Paulus sebab mereka terpesona oleh pengajaran-pengajaran lain di luar Injil KRISTUS. Pengajaran-pengajaran tersebut menyimpang dari kebenaran Injil yang seharusnya menekankan tentang kematian YESUS di atas kayu salib, kebangkitan-NYA dan kenaikan-NYA ke Surga.

Seperti yang terjadi pada jemaat di Galatia, masa-masa ini juga banyak gereja yang tidak mengajarkan Injil secara murni dengan menambahkan pengajaran lain di luar Firman ALLAH. Mengapa hal ini sering terjadi? Karena banyak pendeta yang tidak mengenal siapa TUHAN YESUS yang sebenarnya, sehingga mereka berusaha memasukkan hal-hal yang sensasional untuk menarik jemaat.

Sebagai Gereja TUHAN, kita harus waspada dan berhati-hati dalam menerima hal-hal semacam itu. Mungkin secara manusia apa yang diberikan pendeta sangat menarik dan enak untuk didengar, tetapi belum tentu semua itu benar dan sesuai dengan Firman ALLAH. Jika seorang pendeta benar-benar mengenal siapa TUHAN YESUS, dia tidak akan sembarangan dalam memberitakan Firman-NYA. Dia tidak akan mengurangi atau menambah kebenaran Firman TUHAN dengan motivasi apapun. Yang dilakukan oleh pendeta yang takut akan TUHAN adalah menjunjung tinggi TUHAN YESUS sebagai Kepala Gereja, sehingga pengajaran yang disampaikan juga bersifat YESUS-sentris (berpusat kepada TUHAN YESUS).

GALATIA 3:13
13 KRISTUS telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Jemaat di Galatia menerima pengajaran Injil yang ditambahkan dengan hukum Taurat. Oleh sebab itu Rasul Paulus, yang sebelumnya penganut hukum Taurat yang sangat fanatik, dapat menjelaskan dengan sangat gamblang bahwa: Di dalam hukum Taurat, manusia justru mengalami tekanan dan hukuman. Karena tidak ada satu manusiapun yang dapat melakukan hukum Taurat dengan sempurna. Padahal, disebutkan dalam hukum Taurat bahwa jika kita tidak dapat melakukan salah satu dari hukum Taurat, maka kita tetap dianggap berdosa dan layak menerima hukuman. Contoh: Hukum Taurat mengatakan, "Jangan membunuh" , "Jangan berzinah." Tetapi manusia manakah yang tidak membunuh atau tidak berzinah? Sebab YESUS mengatakan: "Jika kamu melihat wanita dan kamu menginginkannya di dalam hatimu, maka kamu sudah berzinah", IA juga mengatakan: "Jika kamu membenci saudaramu, maka kamu sudah membunuh dia."

Di bawah hukum Taurat yang sedemikian berat untuk dapat dijalankan manusia yang penuh dengan kelemahan ini, pasti tidak akan ada manusia yang terlepas dari hukuman di neraka. Untuk itulah TUHAN YESUS diutus ALLAH untuk menjadi "pengganti" manusia dengan menerima hukuman yang seharusnya diterima oleh manusia. DIA rela untuk dihina, disesah, disiksa, sampai mati disalibkan. Di sanalah YESUS menanggung semua kutuk atas segala pelanggaran manusia. Dan melalui kematian-NYA itu pula semua manusia terbebas dari kutuk hukum Taurat, sehingga barang siapa yang menerima DIA sebagai Juru Selamat akan menjadi manusia yang tertebus dari hukuman dosa.

Seperti Paulus yang sudah terbuka mata hatinya untuk mengerti bahwa pengorbanan YESUS sungguh sangat-sangat berharga bagi orang percaya, kita seharusnya selalu waspada akan ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran Firman ALLAH. Ajaran-ajaran lain tersebut menggunakan Alkitab dalam pemberitaannya dan diajarkan di dalam gereja, tetapi tidak menekankan kematian, kebangkitan, kenaikan YESUS ke Sorga dan akan kembali untuk yang kedua menjemput Gereja-NYA. Setiap pengajaran Firman, jika sudah mengarah pada penyangkalan kebenaran bahwa TUHAN YESUS adalah satu-satunya Penebus yang dapat menyelamatkan manusia, berarti akan membawa kita dalam kesesatan.

GALATIA 4:5
5 IA diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

Oleh karya penebusan yang dilakukan TUHAN YESUS bagi umat manusia, kita menerima atau diberi kuasa untuk menjadi anak-anak ALLAH. Hal yang besar seperti ini tidak mungkin dapat diperoleh di dunia. Dengan cara apapun, dengan biaya sebesar berapapun, dengan teknologi secanggih apapun, tidak ada satu kuasa di dunia ini yang dapat menjamin kita untuk menjadi anak ALLAH. Tetapi TUHAN YESUS, yang menyediakan diri-NYA menerima kutuk demi menanggung segala dosa manusia akan memberikan hak khusus yang sangat berharga ini dengan cuma-cuma. Jika DIA sudah menjanjikan hal yang sedemikian berhaga, mengapa kita masih tidak puas dan mencari pengajaran lain yang hanya memberikan janji-janji kosong saja?

GALATIA 5:7
7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?

Kalimat "Dahulu kamu pernah berlomba" berarti jemaat di Galatia pada mulanya memiliki pengajaran yang murni tentang kebenaran Firman TUHAN, yaitu tentang kematian, kebangkitan, kembali ke Sorga dan kedatangan-NYA yang kedua. Tetapi kemudian mereka mulai meninggalkan kebenaran Firman ALLAH. Untuk itulah rasul Paulus memberikan teguran. Bukan hanya bagi jemaat Galatia, tetapi juga untuk kita yang sudah diangkat sebagai Gereja TUHAN. Dengan satu tujuan, yaitu supaya kita semua kembali pada kemurnian Firman ALLAH.

Mengapa banyak orang Kristen yang sudah beribadah bertahun-tahun tetapi masih mudah dibengkokkan imannya hanya oleh karena perkara-perkara yang harus dihadapi dalam hidupnya? Terdapat dua kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Pertama, karena mereka tidak memiliki hati untuk menerima Firman TUHAN dalam setiap ibadah yang diikutinya. Mereka tidak memiliki keyakinan dan iman, bahwa Firman TUHAN yang mereka terima itu benar-benar memiliki kuasa untuk memberikan pertolongan dan keselamatan. Yang kedua, mereka tidak mengerti bahwa Firman yang diterima bukanlah ajaran yang datang dari TUHAN. Artinya, karena iman yang tidak bertumbuh, mereka tidak dapat mengerti mana ajaran yang benar dan tidak benar. Sehingga dengan sangat mudah mereka disesatkan oleh ajaran yang bukan datang dari kebenaran Firman TUHAN. Jika kita memiliki kedewasaan iman, maka kita akan benar-benar mengenal pribadi TUHAN YESUS, sehingga kita tidak akan mudah digoyahkan oleh ajaran-ajaran sesat.

LUKAS 24:25-26
25 Lalu IA berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! 26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-NYA?"

Murid-murid TUHAN sedang membicarakan YESUS yang sudah mati pada saat mereka berada dalam perjalanan ke Emaus. Mereka menyayangkan mengapa TUHAN YESUS harus mati di kayu salib. Karena keberadaan YESUS di tengah-tengah mereka sebelum kematian-NYA, mencukupi kebutuhan mereka. Dulu bersama YESUS mereka tidak perlu bekerja terlalu berat tetapi mendapat penghasilan yang besar.

Jelas sekali bahwa yang dipikirkan murid-murid YESUS adalah hal-hal yang bersifat kedagingan. Terbukti tidak ada satupun dari mereka yang mengenali bahwa yang berbicara dengan mereka adalah TUHAN YESUS yang sudah bangkit. Bahkan ketika TUHAN YESUS duduk bersama-sama dengan murid-murid dalam perjamuan makan, mereka masih belum mengenali siapa DIA. Baru setelah TUHAN memecahkan roti dan membagi-bagikan kepada murid-murid, mata hati dan pikiran mereka mulai terbuka dan mengenali bahwa yang sejak tadi mendampingi mereka adalah TUHAN YESUS.

Hal ini mengajarkan bahwa sekalipun kita beribadah dengan tekun, jika pikiran kita masih selalu dikuasai oleh pikiran kedagingan kita tidak akan pernah mengerti bahwa TUHAN YESUS ada di antara kita. Akan berbeda jika kita sudah mempersiapkan diri untuk menerima Firman TUHAN dengan sepenuh hati, pikiran dan roh yang dipimpin ROH KUDUS. Karena hanya dengan pertolongan ROH KUDUSlah kita akan mampu mengerti kebenaran Firman TUHAN dan mengenal siapa DIA sebenarnya. Dengan demikian ibadah kita tidak sia-sia, tidak pulang dengan hampa karena kita menerima pengertian yang lebih dalam tentang kebenaran Firman TUHAN dan hubungan yang lebih akrab dengan-NYA.

1 KORINTUS 2:14
14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Tidak semua orang, sekalipun mengatakan dirinya Kristen, dapat menerima kebenaran Firman TUHAN tentang kuasa Salib TUHAN YESUS. Dipilih/ditetapkan untuk menerima keselamatan itu bergantung dari apakah orang tersebut mau menerima apa yang berasal dari ROH ALLAH. Banyak Gereja yang mengabaikan untuk memberitakan kuasa Salib KRISTUS yang sudah disediakan untuk menjadi penghubung antara ALLAH di Sorga dengan manusia di bumi, tetapi lebih menekankan pengajaran yang sensasional dan bersifat menyenangkan hati jemaat saja. Padahal pengajaran Firman yang benar adalah mengutamakan kebenaran Firman sekalipun jemaat merasakan hatinya panas karena tertempelak oleh Firman TUHAN. Dan sebagai jemaat yang rindu akan kedewasaan iman, seharusnya justru merasa bersyukur dengan Firman ALLAH yang "keras". Karena dengan demikian ALLAH menunjukkan kesalahan dan kekurangan kita, dan menginginkan kita untuk kembali kepada jalan kebenaran-NYA. Sebagai Gereja TUHAN yang benar, hendaknya kita selalu merelakan diri "dibabat" (dibersihkan) oleh kuasa Firman-NYA.

1 KORINTUS 1:23-24
23 tetapi kami memberitakan KRISTUS yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, 24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, KRISTUS adalah kekuatan ALLAH dan hikmat ALLAH.

Hingga saat ini orang-orang Yahudi menganggap bahwa berita salib merupakan suatu kebodohan. Masih banyak diantara mereka yang menganut Yudaisme, yaitu masih terus melakukan hukum Taurat dengan suatu motivasi supaya mereka diselamatkan. Padahal melalui hukum Taurat tidak ada satu manusiapun yang dapat diselamatkan. Misalnya dalam melakukan Hari Sabat, yang mereka lihat hanyalah secara jasmani saja, sehingga tidak pernah tahu bahwa Hari Sabat itu adalah YESUS KRISTUS sendiri. Yaitu pada hari ketujuh (Sabat) TUHAN YESUS memberikan kemenangan bagi semua orang yang mau percaya kepada-NYA, sehingga kita manemukan peristirahatan dari segala tekanan dan ancama yang kita hadapi dalam hidup ini.

Di dalam YESUS KRISTUS, semua hukum Taurat telah digenapi. Sehingga kita, yang tidak mampu melaksanakan hukum Taurat dengan sempurna namun percaya kepada-NYA, beroleh keselamatan. Dengan dasar ini seperti ini, kita tidak akan berlaku seperti orang Yahudi yang menolak dan menganggap bahwa mempercayai kebenaran Firman TUHAN adalah kebodohan. Kita yang telah dipanggil dan dipilih oleh ALLAH untuk menjadi anak-NYA -artinya mau beriman kepada TUHAN yang memberikan keselamatan- akan mendapat hikmat ALLAH untuk mengerti maksud dan rencana-NYA di dalam kehidupan kita. Dengan demikian hidup kita tidak akan kuatir lagi, karena DIA akan menjawab segala masalah kita. Amin.