Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > YESUS Melepaskan Dar...
YESUS Melepaskan Dari Roh Jahat
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | Keb. II Minggu, 18 November 2007
Disadur oleh Sandra Sumual | Tanggal Terbit : Minggu, 20/07/08

Mencari kelepasan dari kuasa gelap kepada dukun? Salah alamat! Datanglah kepada YESUS, satu-satunya Pribadi yang pasti dapat melepaskan manusia dari setan. Bahkan orang Gerasa yang dirasuk setan ini tahu, bahwa dia harus datang kepada YESUS untuk menerima kelepasan dari kuasa gelap.

MARKUS 5 : 1 - 2
1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. 2 Baru saja YESUS turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui DIA.

Gerasa adalah daerah orang kafir. YESUS “menyeberang” dari surga, datang ke Gerasa yaitu dunia yang penuh dosa. Perahu yang ditumpangi YESUS mendarat di Gerasa pada kira-kira setelah tengah malam. Dari ayat sebelumnya, Markus memberikan keterangan, bahwa saat itu hari sudah petang (Markus 4:35). Di tengah perjalanan ada angin ribut yang menghalangi. Jadi diperkirakan perahu itu mendarat setelah tengah malam, masih dalam keadaan gelap. YESUS datang ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia yang dikuasai oleh kegelapan, manusia yang dirasuk oleh Iblis, raja kegelapan.

Orang yang dirasuk setan ini datang dari pekuburan. Banyak orang yang salah mengerti dan menganggap bahwa setan itu tinggal di pekuburan. Dalam peristiwa ini tidak dikatakan YESUS melihat kuburan keramat yang banyak setannya. Tidak ada kuburan keramat. Setan itu diam dan merasuki manusia, yaitu orang-orang yang belum percaya. Manusia yang dirasuk setan itu tinggal di pekuburan. Artinya, orang yang dikuasai oleh dosa, walaupun secara fisik ia hidup, tapi rohaninya mati. YESUS datang untuk menyelamatkan manusia yang seperti ini.

MARKUS 5 : 3 - 5
3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehinga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. 5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.

Orang yang dirasuk oleh kuasa gelap tidak mampu mengontrol dirinya sendiri dan tidak ada seorang pun juga yang sanggup melepaskan orang yang dirasuk oleh kuasa gelap itu. Kekuatannya sangat besar; rantai yang membelenggunya dengan mudah diputuskannya.

Demikian pula, kita tidak mampu melepaskan diri kita dari kuasa dosa, apalagi melepaskan orang lain. Kadang-kadang kita merasa putus asa karena orang-orang yang yang ada di dekat kita yang hidup di dalam kuasa dosa, tak mampu kita lepaskan. Jangan pernah mencoba melepaskan mereka dengan kekuatan kita, karena kita tidak mungkin sanggup, sebab setan mampu melepas belenggu yang paling kuat sekali pun yang kita pasang. Lebih bodoh lagi jika kita berusaha melepaskan kuasa gelap dengan kekuatan dukun. Kita tidak akan lepas, bahkan semakin kuat diikat oleh setan.

“Siang malam ia berkeliaran”, artinya orang yang dikuasai oleh kuasa gelap tidak mempunyai tujuan hidup. Ia tidak berpikir akan masa depan dan tidak peduli akan hidup kekal.

Sedangkan ”berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu” berarti orang itu tidak bisa mengontrol dirinya dan cenderung menyakiti dirinya sendiri. “Berkeliaran” dan “menyakiti diri sendiri” sering nampak dalam kehidupan manusia: ke diskotik, narkoba, mabuk-mabukan dan pesta pora, dsb. Kuasa gelap itu membuat dirinya dan orang lain pun ikut menderita dan mereka tidak mampu menguasai dirinya, tidak cukup kuat untuk berhenti atau melawan setan. Jika kekuatan manusia tidak mampu membuat seseorang bebas dari kuasa gelap, apakah solusinya?

MARKUS 5 : 6 - 8
6 Ketika ia melihat YESUS dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-NYA lalu menyembah-NYA, 7 dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-MU dengan aku, hai YESUS, Anak ALLAH Yang Mahatinggi? Demi ALLAH, jangan siksa aku!” 8 karena sebelumnya YESUS mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”

Jika kita ingin menolong orang yang dirasuk setan, orang itu harus “melihat” YESUS di dalam diri kita. Artinya, kita harus menjadi saksi TUHAN. Ketika orang yang dirasuk setan itu melihat YESUS, ia berlari menemui YESUS. Ada kerinduan untuk bertemu dengan YESUS; ia ingin dilepaskan. Banyak orang yang “dirasuk setan” tetapi tidak mau datang kepada YESUS untuk dilepaskan. Orang ini datang kepada YESUS, merendahkan diri dan menyembah-NYA. Seberapapun liarnya, ketika bertemu YESUS, ia datang menyembah DIA.

Tetapi setelah itu orang itu berteriak dengan keras. Tindakannya ini sangat bertolak belakang. Yang ingin menyembah YESUS dan ingin dilepaskan adalah orang tersebut, sedangkan yang berteriak adalah setan yang merasuk orang itu. Setan itu berkata: “Apa urusan-MU dengan aku, hai YESUS, Anak ALLAH Yang Mahatinggi?” Ini pengakuan setan, bahwa YESUS sebagai Anak ALLAH Yang Mahatinggi karena setan tidak lebih berkuasa dari pada YESUS; ia tahu persis akan hal itu. Jika kita sudah mengaku sebagai orang Kristen, tapi tidak mengakui bahwa YESUS adalah Anak ALLAH, maka kita tidak akan mengalami kuasa-NYA.

Setan yang merasuk orang itu memohon kepada YESUS, “Demi ALLAH, jangan siksa aku!” Setan sangat takut berhadapan dengan YESUS. Setan tahu bahwa saatnya belum tiba. Saat penyiksaan bagi setan adalah pada akhir zaman. YESUS mengatakan bahwa memang belum saatnya penghukuman bagi setan tetapi YESUS mau melepaskan orang itu dari kuasa setan. Hingga saat ini setan masih bekerja, tetapi bagi orang yang percaya kepada YESUS, ingatlah bahwa setan tidak lebih berkuasa daripada YESUS.

Semua orang percaya memang berkuasa mengusir setan. Tetapi Matius 17:19-21 mencatat, para murid YESUS bertanya kepada-NYA, mengapa mereka gagal mengusir setan. Jawaban-NYA: karena kurang percaya. YESUS memberi kuasa, tapi kuncinya kita harus beriman. Tanpa iman, kita tak mampu mengalahkan kuasa jahat.

Ada pula kasus-kasus tertentu di mana kuasa gelap harus diusir disertai doa dan puasa. YESUS mengatakan kalau kamu mengaku memiliki iman, kamu seharusnya sanggup berdoa dan berpuasa. Jadi setiap orang percaya atau hamba TUHAN akan sanggup mengatasi segala sesuatu bukan dengan “rantai” kepandaian atau kekayaan atau kekuasaan, tetapi dengan kuasa TUHAN disertai dengan doa puasa.

MARKUS 5 : 9 - 13
9 Kemudian IA bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami kami banyak.” 10 Ia memohon dengan sangat supaya YESUS jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. 11 Adalah di sana ... 12 lalu roh-roh itu meminta kepada-NYA, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!” 13 YESUS mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

Setan yang merasuki orang itu mengaku namanya Legion, artinya banyak atau beribu-ribu. Setan itu memohon dengan sangat agar jangan mengusir roh-roh jahat itu keluar dari daerah itu. Setan tidak akan keluar dari daerah atau dunia ini karena baru pada akhir zaman setan dilemparkan ke jurang maut.

Sebetulnya setan tidak suka mendiami benda mati. Dia lebih suka merasuki makhluk hidup atau manusia. Karena itu setan meminta YESUS untuk mengusir mereka kepada babi-babi dan YESUS memenuhi permintaan setan itu. Kenapa YESUS memenuhi permintaan setan itu? Apa artinya?

2 PETRUS 2 : 20, 22
20 Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan TUHAN dan Juruselamat kita, YESUS KRISTUS, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk daripada yang semula. 22 Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: “Anjing kembali kepada muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.”

“Babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya,” menggambarkan orang yang sudah percaya dan bertobat, tetapi kembali hidup dalam dosa. Dalam peristiwa di atas, babi-babi itu menjadi mangsa setan. Demikian pula, orang-orang yang kembali hidup dalam dosa akan bernasib sama. Jadi jika kita masih terlibat dalam dosa maka kita adalah salah satu di antara dua ribu ekor babi yang siap “mati lemas” dan keadaannya akan lebih buruk daripada yang semula, yaitu binasa dalam dosa.

LUKAS 8 : 35
35 Dan keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada YESUS dan mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki YESUS; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka.

Orang yang dirasuk setan yang berkeliaran tanpa tujuan, tidak bisa mengendalikan diri, menyakiti diri sendiri, tetapi setelah dilepaskan TUHAN, ia sekarang duduk di kaki YESUS. Kehidupan dalam dosa, dirasuk oleh kuasa setan hanya mampu diubahkan oleh YESUS. Ia telah duduk dan berpakaian, memiliki “jubah kebenaran,” artinya dibenarkan atau diampuni. Dari orang yang menderita dan tidak punya pengharapan, telah diubahkan, sekarang duduk di kaki YESUS, mendengarkan Firman-NYA.

Orang-orang lain yang mengenal orang itu, yang menyaksikan peristiwa itu menjadi takut. Hidup yang diubahkan oleh YESUS, bukan menjadi bahan tertawaan atau cemoohan tetapi membuat orang lain kagum dan memuliakan ALLAH. Amin.