Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Menepati Janji
Menepati Janji
Pdt. Dr. Benny Santoso | PA Jumat, 18 Januari 2002
Disadur oleh Agung Nugraha | Tanggal Terbit : Minggu, 27/07/03

2 SAMUEL 9:1
1Berkatalah Daud: "Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan."

Daud berusaha untuk menemukan semua keturunan Saul karena dia telah berjanji untuk memelihara Yonatan dan keturunannya. Daud dan Yonatan adalah dua sahabat yang sudah berjanji saling membantu, bahkan mereka membuat perjanjian darah demi persahabatan mereka yang sangat erat. Yonatan, anak raja Saul, dengan sukacita memberikan jubah kerajaan kepada Daud. Yonatan juga selalu memberikan peringatan kepada Daud setiap kali Saul merencanakan untuk membunuhnya.

Persahabatan yang demikian erat membuat mereka berjanji untuk saling melindungi. Oleh karena itu Yonatan meminta kepada Daud, jika ia mati ia ingin Daud memelihara keturunannya. Yonatan melakukan hal ini karena dia tahu dengan pasti bahwa pada suatu saat Daud akan menggantikan ayahnya sebagai raja.

1 SAMUEL 20:14-17
14 Jika aku masih hidup, bukankah engkau akan menunjukkan kepadaku kasih setia TUHAN? Tetapi jika aku sudah mati, 15 janganlah engkau memutuskan kasih setiamu terhadap keturunanku sampai selamanya. Dan apabila TUHAN melenyapkan setiap orang dari musuh Daud dari muka bumi, 16 janganlah nama Yonatan terhapus dari keturunan Daud, melainkan kiranya TUHAN menuntut balas dari pada musuh-musuh Daud." 17 Dan Yonatan menyuruh Daud sekali lagi bersumpah demi kasihnya kepadanya, sebab ia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri.

Pada saat itu Daud selalu diburu oleh ancaman kematian dari raja Saul karena Saul iri dengan keberhasilan Daud. Namun demikian Yonatan sudah mendapatkan visi bahwa satu saat Daud pasti akan menjadi raja setelah Saul tidak lagi berkuasa. Dia yakin bahwa dalam penyertaan TUHAN, Daud akan dapat mengalahkan musuh-musuhnya. Oleh karena itu ia ingin supaya Daud juga melindungi dan tidak membiarkan keturunan Yonatan hilang oleh tangan musuh-musuh Israel.

Daud menepati janji setianya kepada sahabatnya, Yonatan. Jika persahabatan dilandasi dengan kasih yang tulus pastilah janji itu akan selalu ditepati. Orang seperti Daud adalah orang yang setia, terutama dalam melakukan kebenaran TUHAN, sehingga ia juga setia dalam menepati janjinya kepada orang lain. Demikianlah seharusnya yang dilakukan oleh anak-anak TUHAN bahwa kita harus setia dalam memenuhi janji-janji kita, terlebih setiap janji kepada ALLAH.

MAZMUR 15:1-4
1 Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-MU? Siapa yang boleh diam di gunung-MU yang kudus? 2 Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, 3 yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; 4 yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi;

Manusia cenderung untuk mengingkari janji jika perjanjian yang mereka buat akan merugikannya. Tetapi sebagai orang yang beriman kepada ALLAH, kita tidak boleh berlaku demikian, terlebih lagi seorang hamba TUHAN. Janji yang sudah kita lakukan harus dengan tulus kita tepati. Sekalipun merugikan, kita harus berani bertanggung jawab untuk memenuhinya jika sudah membuat janji.

Suatu saat saya berjanji untuk memberikan bantuan kepada seseorang. Ternyata orang itu menipu saya beberapa kali. Tetapi karena saya sudah berjanji untuk memberikan bantuan, maka saya berusaha untuk dapat memberikan bantuan seperti yang sudah saya janjikan. Saya lakukan hal ini karena saya sudah berserah kepada TUHAN supaya DIA membuka matanya tentang apa yang sudah dia lakukan. Saya tidak pernah menarik janji saya karena tahu di dalam DIA akan selalu ada kebenaran.

Kita juga belajar berusaha menepati janji kita kepada ALLAH. TUHAN tentu saja akan menepati janji-NYA jika kita dengan teguh berani menepati janji-janji kita kepada-NYA. ALLAH memenuhi janji-NYA kepada semua orang, terutama kepada kita yang sudah diangkat menjadi anak-NYA. DIA melihat dan mendengar setiap janji yang kita ucapkan. Maka DIA akan melihat apakah kita berani bertindak untuk memenuhi janji itu sekalipun kita akan mendapatkan kerugian. Sekalipun demikian, banyak orang Kristen yang masih melupakan janji yang pernah mereka ucapkan di hadapan ALLAH.

KEJADIAN 40:23
23 Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.

Pada saat kepala juru minuman itu mendekam dalam penjara bersama Yusuf, ia merasakan kegelisahan karena tidak dapat mengerti arti mimpi yang dia alami. Dia minta tolong kepada Yusuf supaya terlepas dari bayangan mimpinya, dan dengan hikmat dari TUHAN Yusuf menafsirkannya. Tetapi setelah ia mendapatkan pertolongan dan keluar dari penjara, sama sekali ia tidak mengingat perbuatan baik Yusuf.

Hal ini mengajarkan bahwa seringkali TUHAN memberikan pertolongan kepada kita, tetapi kita lupa bahwa hanya DIA yang sanggup menolong kita. Sebenarnya TUHAN tidak menginginkan balasan apa-apa dari kita, tetapi sebagai orang yang beriman kita harus mengerti bahwa DIA adalah ALLAH yang Maha Kuasa dan apa yang dilakukan untuk kita adalah hal yang sangat besar dan luar biasa dan mendatangkan kebaikan. Dengan demikian kita harus berterima kasih atas semua kebaikan TUHAN.

Pada saat kita menerima keselamatan dari TUHAN, bukankah kita berjanji untuk menjadi anak-anak TUHAN yang baik dan taat? Dan jika kita lupa kepada perbuatan TUHAN yang begitu besar untuk menyelamatkan kita, sama halnya kita tidak berterima kasih atas segala kasih dan kebaikan-NYA. Pada saat sepuluh orang kusta datang kepada YESUS memohon kesembuhan, mereka semua mendapatkan apa yang mereka minta. Tetapi hanya satu yang kembali untuk mengucap syukur. Orang kusta yang berterima kasih itu adalah orang Samaria yang tidak mengenal TUHAN. Hal ini menggambarkan bahwa kita yang sudah mengenal TUHAN justru sering melupakan kebaikan dan pertolongan-NYA dibandingkan dengan orang yang tidak percaya.

Pada saat kita merasa bahwa TUHAN tidak mendengar doa dan memberikan jawaban atas kesesakan kita, maka kita harus segera menilik diri kita sendiri. Kita harus bertanya apakah kita sudah dengan taat melaksanakan janji-janji kita kepada TUHAN? Seringkali pada saat berdoa, terlebih saat dalam kesusahan kita memohon pertolongan TUHAN dan mengucapkan banyak janji di hadapan TUHAN. Tetapi setelah mendapatkan pertolongan-NYA, kita lupa bahwa masih banyak janji yang belum kita lakukan. Banyak orang yang berjanji untuk melakukan hal yang besar untuk TUHAN jika mereka keluar dari masalah. Tetapi seringkali janji itu hanyalah kebohongan, karena mereka ternyata ingkar setelah mendapatkan pertolongan.

Berhati-hatilah pada saat mengucapkan janji kepada orang lain, terlebih kepada TUHAN, karena pada saat kita ingkar maka kita bukanlah orang yang taat dan setia. TUHAN hanya akan berkenan kepada mereka yang bersedia memenuhi setiap janji dengan tulus dan setia.

MAZMUR 103:2-3
2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-NYA! 3 DIA yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Manusia seringkali lupa untuk mengucapkan syukur kepada ALLAH karena mereka tidak sadar akan kebaikan-NYA yang menjamin keselamatannya. Hal ini terjadi karena mereka tidak mengerti bagaimana kesengsaraan hidup di dalam neraka. Sebagai akibatnya kita cenderung meremehkan karya penebusan yang sudah dilakukan TUHAN YESUS di kayu salib. Tidak demikian jika kita mengerti bagaimana ngerinya penghukuman yang harus diterima orang berdosa di dalam neraka. Kita pasti akan mengucap syukur senantiasa karena YESUS yang tidak berdosa sudah rela menanggung semua kutuk yang seharusnya dialami oleh kita yang berdosa. Karena hanya melalui darah dan tubuh KRISTUS inilah kita yang sebelumnya dijerat iblis untuk dimasukkan dalam neraka, menjadi manusia baru yang merdeka. Yaitu orang yang terbebas dari cengkeraman hukuman setan karena sudah diangkat sebagai anak-anak ALLAH yang akan tinggal di dalam Kerajaan Sorga.

Pada saat menderita, seringkali kita memohon ALLAH memberi kesembuhan dan berjanji untuk hidup setia kepada-NYA. Tetapi kita cepat sekali melupakan bahwa kesehatan dan damai sejahtera yang sejati hanya datang dari ALLAH, sehingga kita lupa untuk menepati janji kita. Bagaimana kita dapat berlaku setia kepada ALLAH jika dalam beribadah kita masih datang terlambat, atau batal ke gereja karena alasan hujan? Jika dari hal yang kecil kita sudah lalai dan tidak taat, kita pasti tidak akan dapat menyelesaikan tanggung jawab yang lebih besar. Segala hal akan berjalan dengan baik jika kita berusaha dengan sekuat tenaga untuk menepati semua janji yang kita buat, baik kepada orang lain terlebih kepada TUHAN.

MAZMUR 9:18
18 Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan ALLAH.

Orang yang tidak percaya kepada TUHAN akan menerima akibat kematian. Akibat yang sama akan dialami mereka yang melupakan janjinya kepada TUHAN. "Jangan melupakan ALLAH," perintah ini nampaknya sederhana tetapi seringkali dilanggar dan hal ini tidak berkenan di hadapan TUHAN. Oleh karena itu kita harus belajar mengerti dan melakukan perintah ALLAH sekalipun hal itu sederhana. Dengan demikian kita akan berhati-hati supaya tidak menjadi orang yang melupakan TUHAN.

Suatu saat istri saya mengalami gatal di sekujur tubuhnya. Saya memberikan obat untuk dioleskan pada kulitnya tetapi tidak kunjung sembuh. Kemudian kami berdoa bersama dan pada saat itu mendapatkan teguran bahwa saya belum mengirimkan perpuluhan kepada pendeta-pendeta di daerah. Memang pada saat itu semua perpuluhan yang disiapkan dalam amplop belum sempat di kirim ke kantor pos. Tetapi sesaat setelah perpuluhan itu dikirim ke alamat masing-masing, kesembuhan dialami istri saya. Hal ini memang terlihat sangat sederhana, tetapi pertolongan TUHAN memang akan kita alami pada saat kita selalu setia menepati janji-janji kita.

2 SAMUEL 9:2-4
2 Adapun keluarga Saul mempunyai seorang hamba, yang bernama Ziba. Ia dipanggil menghadap Daud, lalu raja bertanya kepadanya: "Engkaukah Ziba?" Jawabnya: "Hamba tuanku." 3 Kemudian berkatalah raja: "Tidak adakah lagi orang yang tinggal dari keluarga Saul? Aku hendak menunjukkan kepadanya kasih yang dari ALLAH." Lalu berkatalah Ziba kepada raja: "Masih ada seorang anak laki-laki Yonatan, yang cacat kakinya." 4 Tanya raja kepadanya: "Di manakah ia?" Jawab Ziba kepada raja: "Dia ada di rumah Makhir bin Amiel, di Lodebar."

Ziba adalah pelayan Daud yang dipercaya untuk mengasuh Mefiboset, anak laki-laki Yonatan yang cacat kakinya. Maka ia mengetahui keadaan Mefiboset. Mefiboset mengalami cacat kaki karena terjatuh pada masa kecilnya. (2 Samuel 4:4)

Dalam 2 Samuel 5:8 di sebutkan bahwa Daud membenci orang yang timpang dan buta untuk masuk dalam Bait ALLAH. Tetapi di saat yang lain, Daud ingin bertemu dengan Mefiboset yang timpang. Hal ini menunjukkan bahwa kebencian Daud bukan kepada orang yang cacat secara jasmani, tetapi yang cacat rohani. Jika Daud benar-benar membenci orang yang timpang dan buta secara lahiriah, maka dia tidak akan mencari dan menerima anak sahabatnya itu. Daud adalah orang yang setia dengan janjinya sehingga ia berusaha untuk melindungi semua keturunan Yonatan sekalipun ia timpang. Mefiboset sangat ketakutan pada saat menerima berita bahwa Daud ingin bertemu dengannya. Padahal Daud bermaksud untuk membawa dia masuk dalam kerajaan dan makan bersama dengan dia, bukan untuk menyingkirkannya.

Hal ini mengajarkan bahwa sebagai anak ALLAH kita harus memiliki kasih. Maka pada saat bertemu dengan orang yang timpang hati atau berdosa, kita harus dengan kasih menerima mereka supaya dia menerima kesembuhan dan pemulihan dari TUHAN. Jangan sampai kita menghakimi mereka dengan mengatakan bahwa mereka mengalami demikian karena mereka berbuat dosa. Kita harus memberikan dorongan supaya mereka bersedia kembali datang kepada TUHAN untuk mendapatkan pengampunan dan pemulihan.

MATIUS 21:14
14 Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-NYA dalam Bait ALLAH itu dan mereka disembuhkan-NYA.

Jelas sekali bahwa yang datang kepada TUHAN adalah semua manusia yang cacat, karena tidak ada satu manusiapun yang suci. Artinya TUHAN tetap mengasihi kita semua yang berdosa. Tetapi karena ALLAH adalah kasih, DIA akan memberikan pemulihan dan kesembuhan yang sempurna bagi semua orang berdosa yang bersedia datang memohon pengampunan. Jika kita datang ke gereja tetapi mengatakan bahwa diri kita sudah suci, maka kita tidak berbeda dengan orang Farisi yang penuh dengan kesombongan dan tidak mengerti bahwa hanya ALLAH yang suci.

TUHAN YESUS datang ke dunia untuk memberikan pertolongan kepada kita yang bersedia mengakui dosa dan kekurangannya. YESUS memberikan kesembuhan kepada seorang timpang dan mengatakan supaya ia berjalan dan mengangkat tilamnya. YESUS menginginkan kita yang berdosa ini tidak hanya berpangku tangan tetapi berusaha dengan sungguh-sungguh dan penuh iman untuk mendapatkan pemulihan dan kesembuhan yang sempurna dari TUHAN. Oleh karena itu kita yang berdosa harus memiliki keyakinan dalam berusaha untuk lepas dari belenggu dosa. Jangan mengasihani diri sendiri dan tidak berusaha untuk terlepas dari perbuatan dosa. Kita harus dengan penuh ketekunan dan kesungguhan mengandalkan iman kepada TUHAN untuk keluar dari dosa. Berdiri dan angkat tilam, supaya YESUS memberi pemulihan yang sempurna.

MAZMUR 18:26
26 Terhadap orang yang setia ENGKAU berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela ENGKAU berlaku tidak bercela,

Kepada orang yang setia untuk melakukan janjinya, TUHAN akan menepati semua janji-NYA. DIA adalah adil dan setia, barangsiapa bersedia memohon pengampunan karena kita melanggar janji kita, maka TUHAN pasti akan memberikan pengampunan dan menepati janji-NYA untuk kita. Dan barangsiapa berani hidup dalam kebenaran TUHAN, maka kebenaran-NYA akan selalu dianugerahkan kepada kita.

2 SAMUEL 9:11
11 Berkatalah Ziba kepada raja: "Hambamu ini akan melakukan tepat seperti yang diperintahkan tuanku raja kepadanya." Dan Mefiboset makan sehidangan dengan Daud sebagai salah seorang anak raja.

Daud menepati janjinya untuk makan sehidangan dengan Mefiboset, sekalipun dia timpang. Hal ini menunjukkan bahwa Daud adalah gambaran YESUS yang bersedia mengampuni setiap manusia yang berdosa. Sama dengan YESUS, Daud adalah seorang gembala dan raja, dan dia juga bersedia menerima orang timpang untuk duduk makan sehidangan dengannya. Jika kita yang timpang hati bersedia bertobat, maka kita juga akan diundang untuk makan sehidangan dengan-NYA. Dengan kata lain, kita dilayakkan untuk masuk dalam Perjamuan Kudus, karena kita sudah diubahkan sebagai anak Raja yang menerima hak sebagai ahli waris Kerajaan Sorga.

DANIEL 6:5
5 Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.

Daniel adalah gambaran orang Kristen yang menjunjung tinggi perintah dan taat kepada ALLAH. Dibuktikan dengan usaha orang lain yang mencari kesalahan, tetapi tidak dapat menemukan satupun kelalaian pada dirinya. Tetapi orang lain tetap tidak senang dan selalu ingin manjatuhkan dia karena dia tetap setia kepada TUHAN. Sampai akhirnya mereka merencanakan siasat licik supaya Daniel dihukum di dalam kandang singa. Hal demikian juga dapat dialami oleh anak-anak TUHAN. Semakin kita setia kepada DIA, semakin besar pencobaan yang harus kita hadapi. Tetapi seperti Daniel yang selalu setia, kita juga harus melakukan hal yang sama.

Jangan berpikir bahwa segala sesuatu akan berjalan dengan mulus tanpa halangan karena kita berlaku benar dan setia kepada TUHAN, karena masih ada orang yang iri akan keberhasilan kita sekalipun dia juga orang Kristen. Maka jangan heran jika kita menghadapi orang yang akan berusaha untuk menjatuhkan kita. Kita yang sudah hidup dengan teguh dan setia kepada ALLAH masih saja menerima fitnahan dan cercaan dari orang lain. Tapi kita harus tetap teguh dalam iman kepada TUHAN.

Akibat dari ketaatan Daniel adalah: TUHAN ALLAH selalu menyertai dia di manapun dia berada. Dalam kandang singa sekalipun, DIA memberikan perlindungan dan keselamatan. Demikianlah kita yang hidup dalam kesetiaan untuk menepati janji-janji kita yang kita berikan kepada orang lain dan kepada ALLAH. DIA pasti tidak akan membiarkan kita terjepit dalam kesesakan, tetapi DIA akan menyertai dan menolong kita dalam keadaan apapun. Taatlah seperti Daniel yang tetap menyembah TUHAN sekalipun dia diancam dengan hukuman mati yang mengerikan. Jangan sampai kita terjatuh oleh jebakan manusia dan iblis yang akan menjauhkan kita dari kuasa ALLAH.

DANIEL 6:23-25
23 ALLAHku telah mengutus malaikat-NYA untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-NYA; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." 24 Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada ALLAHnya. 25 Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka

Berlakulah seperti Daniel yang tidak membalas fitnah orang lain dengan kejahatan. Daniel memberikan teladan untuk selalu berserah dalam tangan TUHAN, supaya DIA sendiri yang membalas semua kejahatan yang dilakukan kepada kita. Berdiam dirilah dalam TUHAN maka kita akan mendapatkan perlindungan, pertolongan dan pemulihan dari-NYA.

2 SAMUEL 9:5-7
5 Sesudah itu raja Daud menyuruh mengambil dia dari rumah Makhir bin Amiel, dari Lodebar. 6 Dan Mefiboset bin Yonatan bin Saul masuk menghadap Daud, ia sujud dan menyembah. Kata Daud: "Mefiboset!" Jawabnya: "Inilah hamba tuanku." 7 Kemudian berkatalah Daud kepadanya: "Janganlah takut, sebab aku pasti akan menunjukkan kasihku kepadamu oleh karena Yonatan, ayahmu; aku akan mengembalikan kepadamu segala ladang Saul, nenekmu, dan engkau akan tetap makan sehidangan dengan aku."

Saat Mefiboset bertemu dengan Daud, dengan penuh hormat dia bersujud kepadanya. Kita yang menyadari diri kita berdosa harus bersujud di hadapan TUHAN yang sudah mengundang kita untuk bertemu dengan-NYA. Seperti Daud yang memberikan janjinya kepada anak Yonatan ini, TUHAN YESUS memberikan janji-NYA untuk membawa kita masuk ke tanah perjanjian yang penuh dengan berkat ALLAH yang melimpah. Kita juga akan dilayakkan untuk duduk dan makan sehidangan dengan TUHAN. Inilah yang dilakukan YESUS di Yerusalem yang mengundang murid-murid-NYA untuk makan sehidangan bersama-NYA dalam Perjamuan Kudus. Demikian pula kita yang setia kepada DIA akan menerima undangan untuk duduk sehidangan dengan TUHAN karena kita sudah menerima pengampunan dosa sehingga kita memiliki kekudusan ALLAH yang diberikan melalui TUHAN YESUS. Dalam tuntunan YESUS kita akan dibawa ke dalam Kerajaan Sorga dan membawa kita masuk dalam persekutuan dengan ALLAH dan makan sehidangan dengan-NYA. Itulah saat di mana anak-anak ALLAH akan menikmati berkat terbesar yang sudah dijanjikan ALLAH kepada kita. Amin.