Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Sebelum dan Sesudah ...
Sebelum dan Sesudah Pentakosta
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | Keb. Pencurahan ROH KUDUS Minggu, 23 Mei 2010
Disadur oleh Yuyu | Tanggal Terbit : Minggu, 12/06/11

Pentakosta adalah hari kemenangan anak TUHAN. Hal ini terlihat jelas dari perbedaan yang mencolok dari kehidupan para rasul sebelum dan sesudah hari Pentakosta.

YOHANES 20 : 19, 26
19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid YESUS di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah YESUS dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 26 Delapan hari kemudian murid-murid YESUS berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, YESUS datang dan IA berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Peristiwa murid-murid YESUS berkumpul di dalam ruangan terkunci karena takut kepada orang-orang Yahudi terjadi setelah kebangkitan YESUS. Saat itu sebagian dari mereka sudah tahu bahwa YESUS telah bangkit, namun sebagian lagi belum tahu. Mereka yang telah tahu pun belum bertemu dengan YESUS yang telah bangkit. Malam itu YESUS datang ke tengah-tengah mereka, namun mereka tetap takut, terbukti delapan hari kemudian mereka masih berkumpul dengan pintu yang terkunci. Hal ini terjadi karena mereka belum mengalami hari Pentakosta, ROH KUDUS belum dicurahkan, dan musuh yang sama masih ada.

Ketakutan yang dialami para murid YESUS ini menggambarkan kondisi orang Kristen yang baru mengetahui bahwa YESUS sudah mati untuk dirinya. Namun, dia belum mengetahui arti kebangkitan-NYA, kenaikan-NYA ke Sorga dan pencurahan ROH KUDUS.

Mengapa YESUS yang sudah bangkit tidak mengalahkan orang-orang yang berpotensi menangkap murid-murid YESUS? Mengapa saya yang sudah rajin ke gereja masih harus menghadapi musuh? Mengapa TUHAN tidak menyingkirkan semua masalah saya? YESUS tidak menghalau musuh kita, namun justru melatih kita untuk mengalahkan musuh dengan kuasa ROH KUDUS.

Mengapa orang Kristen masih perlu mengalahkan musuh, menghadapi persoalan? Syarat untuk menjadi pemenang adalah harus ada musuh yang dikalahkan. Tidak mungkin menyebut diri kita pemenang jika tidak ada yang kalahkan, tidak mungkin lulus ujian kalau tidak pernah mengalami ujian.

HAKIM-HAKIM 3 : 1 - 2
1 Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan mereka, yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan. 2-Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN.

TUHAN bukan menciptakan musuh untuk kita perangi, namun musuh yang ada sengaja dibiarkan-NYA agar kita mempunyai kesempatan menjadi pemenang seperti YESUS. Dalam peperangan biasa ada kemungkinan menang atau kalah, sedangkan di dalam TUHAN kita pasti akan menang jika kita menggunakan kelengkapan senjata berupa kuasa dan karunia ROH KUDUS.

Pengalaman gereja kita pada saat Kebaktian Pencurahan ROH KUDUS tahun 2003 merupakan peperangan yang kita menangkan. Saat itu Papa (Pdt. Dr. Benny Santoso) sedang terbaring sakit di rumah sakit, dan kita semua menganggap setelah selesai kebaktian Pencurahan ROH KUDUS, kemenangan yang kita raih itu berupa kesembuhan Papa. Nyatanya, kemenangan itu berupa Papamencapai garis finish, dipanggil pulang oleh BAPA di Sorga sehari setelah selesainya Kebaktian Pencurahan ROH KUDUS. Sedangkan bagi gereja kita, saya sendiri merasa punya peperangan besar dan tanda tanya besar tanpa ada setitik petunjuk pun dari Papa sepeninggal beliau. Namun, peperangan itu dapat kita lalui, dan hasilnya gereja kita semakin berkembang. TUHAN mengijinkan hal ini terjadi supaya saya memiliki pengalaman berperang.

KISAH PARA RASUL 2 : 1 - 4
1Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh ROH itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Setelah murid-murid tahu YESUS telah bangkit, mereka masih mengalami ketakutan. Ketakutan itu sirna saat Pentakosta, saat ROH KUDUS turun memenuhi mereka. Peristiwa ROH KUDUS turun dapat dirasakan dan dapat diceritakan dari mana arah datang-NYA, dapat didengar suara-NYA, seperti yang dilukiskan dalam ayat 2 dan 3.

ROH KUDUS turun ke atas kita bukan sesuatu yang abstrak, jamahan-NYA dapat kita rasakan. Beberapa jemaat yang mengalami jamahan ROH KUDUS menceritakan merasakan seperti ada aliran sedingin es dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Jemaat yang lain menceritakan seperti merasakan panas yang mengalir ke dalam tubuhnya. Selain itu, merasakan damai yang luar biasa, merasa tidak sendirian dan mampu menghadapi semua masalah.

KISAH PARA RASUL 2 : 5 - 6, 11
5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 6Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 11baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan ALLAH."

Saat Pentakosta, orang-orang Yahudi yang ditakuti murid-murid masih ada bahkan lebih banyak karena orang-orang Yahudi dari luar daerah maupun dari luar negeri, dan juga bangsa-bangsa lain penganut agama Yahudi berkumpul di Yerusalem. Sebab Pentakosta merupakan hari besar orang Israel, dan juga bersamaan waktunya dengan hari raya buah sulung.

Ada 120 orang yang berdoa bersama-sama, namun yang menerima karunia berbahasa roh hanya para rasul (ayat 6). Jika 120 orang semuanya mendapat karunia berbahasa roh saat itu, justru akan terjadi kekacauan karena banyaknya orang yang berbicara. Karunia berupa karunia berbahasa roh yang diberikan TUHAN itu tepat guna, yaitu untuk menarik perhatian orang-orang yang datang ke Yerusalem. Menarik perhatian, karena rasul-rasul dapat berbicara dalam bahasa-bahasa asing, bahasa yang digunakan orang-orang asing penganut agama Yahudi itu dan bahasa yang digunakan di tempat tinggal orang-orang Yahudi perantauan itu.

KISAH PARA RASUL 2 : 14
14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.

Setelah semua orang tertarik untuk mendengar perkataan rasul-rasul, Petrus mulai memperkenalkan YESUS kepada mereka. Saat berkhotbah, Petrus kembali berbicara dengan bahasa Ibrani, bahasa asalnya. Sebab sebagian besar adalah orang yang menguasai bahasa Ibrani. Karunia bahasa roh bertugas menarik perhatian orang-orang. Setelah tercapai, TUHAN tak lagi memberikan karunia berbahasa roh. DIA mengaruniakan karunia hikmat kepada Petrus untuk menyampaikan Firman TUHAN, tentang YESUS yang mati untuk menebus dosa manusia dan bangkit dalam kemuliaan. Petrus tidak lagi duduk gemetar di ruangan terkunci. Dengan berani dia menyampaikan Firman, menghadapi orang-orang Yahudi yang tadinya ditakutinya.

KISAH PARA RASUL 2 : 41
41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Karunia berbahasa roh dan karunia hikmat yang diterima para rasul saat ROH KUDUS dicurahkan berdampak kira-kira tiga ribu jiwa bertobat. Salah satu indikator karunia ROH yang asli adalah dampaknya membuat orang bertobat. Karunia ROH yang diterima bukan hanya mengubah orang yang menerimanya, namun mampu mengubah dunia. Dalam kasus para rasul yangtakut kepada orang Yahudi, musuh yang tadinya ditakuti mereka itu bukan dilenyapkan namun justru diselamatkan. Contoh lainnya, Elia mampu menghadapi 450 nabi baal.Sedangkan saat Elisa sudah dipenuhi ROH ALLAH,50 nabi sujud karena melihat mujizat yang dilakukan Elisa. Bagi kita yang menerima pencurahan ROH KUDUS, musuh berupa masalah itu bukan untuk kita hindari; musuh itu kita hadapi dan kita menang.

KISAH PARA RASUL 3 : 6 - 8
6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama YESUS KRISTUS, orang Nazaret itu, berjalanlah!" 7Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. 8Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait ALLAH, berjalan dan melompat-lompat serta memuji ALLAH.

TUHAN memberikan karunia tepat waktu dan tepat guna. Saat menghadapi orang lumpuh, TUHAN tidak mengaruniakan Petrus karunia berbahasa roh, namun memberikan karunia kesembuhan. Dampak dari kesembuhan orang lumpuh itu: seluruh jemaat dikuatkan imannya. Dari sini kita belajar, kita tak usah berdoa meminta karunia ini atau itu. Berdoalah agar Pribadi ROH KUDUS masuk hati kita maka nanti karunia ROH akan diberikan kepada kita sesuai dengan apa yang kita butuhkan.

Seperti yang dialami oleh Sdr. Ronni yang mendapat karunia kesembuhan, karunia yang tidak pernah dimintanya. Inilah kesaksian Sdr. Ronni:

Sesuai anjuran Pdt. Handoyo, sejak Paskah saya telah berpuasa. Berpuasa bukan membuat tidak ada masalah, justru ayah saya (usia 82 tahun) mengalami urat syaraf di punggungnya terjepit sehingga tidak dapat berdiri tegak dan terasa sakit dan dirawat seminggu di rumah sakit. Suatu ketika ayah jatuh dan ibu berusaha mengangkatnya. Namun karena tidak kuat menyangga badan ayah, ibu malah ikut sakit tertimpa tubuh ayah. Setelah tertimpa tubuh ayah, di perut ibu saya timbul dua benjolan. Ibu saya seorang dokter, namun dia tidak tahu apa sebenarnya benjolan itu. Demikian juga kedua kakak saya yang juga berprofesi sebagai dokter tidak mengetahuinya. Hal itu membuat mereka panik.

Saya lalu berdoa bagi ibu saya (beliau telah mengenal YESUS) dan menumpangkan tangan ke atasnya, dan keesokan harinya benjolan itu hilang dan ibu saya telah sembuh. Dan saat ayah saya pulang dari rumah sakit, saya bertanya apakah beliau mau menerima YESUS. Kemudian saya menumpangkan tangan. Dua hari kemudian, dia dapat berdiri tegak tanpa tongkat, padahal saat pulang dari rumah sakit tidak dapat berdiri tegak. TUHAN memiliki tujuan dari karunia yang diterima oleh Saudara Ronni ini agar sang ayah mengenal YESUS yang berkuasa.

Inilah kemenangan yang kita alami pada hari Pentakosta, yakni ROH KUDUS dicurahkan dan TUHAN memberikan karunia-karunia ROH kepada kita sesuai dengan kebutuhan kita. Karunia-karunia ROH itu membuat kita mengalami kemenangan dan berdampak banyak jiwa dimenangkan bagi TUHAN. Amin.