Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > YESUS, Anak Daud
YESUS, Anak Daud
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | Keb. II Minggu, 14 Desember 2008
Disadur oleh Ev. Hardi Suryadi | Tanggal Terbit : Minggu, 21/06/09

Mengenal YESUS sebagai orang Nazaret dan sebagai Anak Daud memiliki perbedaan yang sangat besar. Apakah artinya YESUS, Anak Daud?

MARKUS 10 : 46
46 Lalu tibalah YESUS dan murid-murid-NYA di Yerikho. Dan ketika YESUS keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-NYA dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.

YESUS tiba di Yerikho, yang merupakan gambaran dunia ini. Kedatangan TUHAN YESUS ke dunia ini adalah untuk membawa murid-murid dan semua orang yang mengikuti-NYA untuk keluar Yerikho. Berarti kedatangan YESUS ke dunia ini bukanlah untuk tinggal di dalamnya, tetapi justru membawa setiap orang yang percaya kepada-NYA keluar dari dunia ini untuk masuk ke dalam kerajaan Surga.

Kalau kita baca ayat di atas dengan teliti, dari sekian banyak orang yang berbondong-bondong mengikut DIA, hanya Bartimeus yang disebutkan namanya. Bartimeus bukanlah pembesar yang terhormat; dia hanyalah seorang pengemis buta. Apa keistimewaan Bartimeus?

MARKUS 10 : 47
47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah YESUS orang Nazaret, mulailah ia berseru: "YESUS, Anak Daud, kasihanilah aku!"

Banyak orang mengenal YESUS sebatas sebagai orang Nazaret. Dengan kata lain, banyak orang Kristen yang merayakan Natal dengan pemahaman YESUS datang ke dalam dunia dalam keadaan sebagai bayi. Untuk itu kita perlu kembali kepada makna Natal yang sesungguhnya, sebab IA bukan sekedar orang Nazaret.

Bartimenus mendapatkan informasi, bahwa YESUS dari Nazaret. Tetapi ia justru memanggil YESUS dengan sebutan Anak Daud. Apakah Bartimeus salah dengar atau orang banyak yang salah memberikan informasi? Yang benar adalah Bartimeus. Padahal orang-orang itu mengikuti YESUS masuk dan keluar dari Yerikho, tetapi mereka tidak mengenal YESUS dengan benar.

Mungkin kita sudah cukup lama menjadi orang Kristen, tetapi baru mengenal YESUS sebatas bayi yang dilahirkan dari pasangan Yusuf tukang kayu dengan Maria, kemudian YESUS mati di atas kayu salib. Padahal yang harus kita ketahui tidak boleh hanya sebatas itu saja. Yang perlu kita ketahui adalah YESUS adalah Anak Daud. Bartimeus bukanlan orang sembarangan, sebab sekalipun ia seorang pengemis yang buta, namun ia mengetahui silsilah YESUS dengan benar yang tercatat di dalam Injil Matius, bahwa Yusuf dan Maria memang keturunan raja Daud. Jadi sebagai keturunan raja, YESUS layak disebut sebagai Raja; bukan sembarang raja, sebab IA adalah Raja di atas segala raja yang memiliki kerajaan Surga. Inilah perbedaan pemahaman yang dimiliki Bartimeus dengan orang-orang lain yang mengikuti YESUS. Orang-orang itu belum tahu siapa YESUS yang sesungguhnya. Jika kita mengetahui siapa YESUS yang sebenarnya, yakni Raja di atas segala raja yang turun ke dalam dunia untuk memberikan kerajaan-NYA bagi kita, maka kita akan sungguh-sungguh menghormati YESUS dalam ibadah kita.

YOHANES 19 : 19
19 Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "YESUS, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."

Pilatus mengakui YESUS sebagai orang Nazaret, raja orang Yahudi dan menuliskannya di atas kayu salib. Tetapi pengakuannya itu bukanlah suatu pengakuan yang tulus, melainkan sebagai cemoohan terhadap TUHAN. Padahal YESUS benar-benar Raja di atas segala raja. Jangan pernah kita seperti mereka yang mengolok-olok YESUS. Dengan cara apa kita memperolok TUHAN? Sekalipun kita mengakui YESUS adalah Raja di atas segala raja, namun kita memperolok TUHAN melalui perbuatan kita yang mempermalukan Nama TUHAN.

MARKUS 10 : 48 - 50
48 Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" 49 Lalu YESUS berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau." 50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan YESUS

Sekalipun orang di sekitarnya memerintahkannya berhenti berteriak, namun Bartimeus yang punya prinsip teguh tetap berseru memanggil YESUS, Anak Daud. Mengapa demikian? Karena Bartimeus mengenal YESUS dengan sangat baik, sehingga ia termotivasi untuk terus memanggil YESUS hingga mendapatkan apa yang diinginkannya. Memiliki pengenalan akan YESUS dengan benar akan memampukan kita untuk terus maju di dalam iman sekalipun banyak rintangan menghadang. Dengan demikian, kehidupan kekristenan kita tidak akan ada yang mampu menghalangi.

Tidak ada yang dapat menghentikan ataupun menghalangi langkah YESUS. Tetapi ketika Bartimeus berteriak memanggil Nama YESUS dengan sebutan Anak Daud, ia mampu menghentikan langkah YESUS. Kalau bukan karena orang yang istimewa, bagaimana mungkin Bartimeus mampu menarik perhatian YESUS? Itu semua karena pengenalannya akan YESUS.

Dengan memiliki pemahaman yang benar tentang kedatangan, kematian dan kebangkitan YESUS, DIA akan memperhatikan kita sedemikian rupa dan mengajak kita mendekat kepada-NYA. Inilah berkat yang kita dapatkan. Dari sekian banyak orang, hanya Bartimeus yang diajak mendekat YESUS. Tidak hanya itu, Bartimeus juga dapat menarik perhatian orang banyak yang ada pada saat itu. Dengan kata lain, orang yang mengenal YESUS dengan benar akan diperhatikan YESUS dan mendapat pertolongan dari TUHAN, dan juga dapat menarik perhatian orang di sekitarnya. Tanpa harus melakukan tindakan berlebihan, orang lain akan melihat KRISTUS di dalam hidup kita; inilah yang membuat mereka tertarik.

Meresponi panggilan-NYA merupakan tantangan tersendiri, sebab Bartimeus harus melewati kerumunan orang-orang, plus kondisinya yang buta. Karena Bartimeus kenal siapa YESUS, tantangan apa pun tetap ia hadapi. Selain usaha yang cukup keras dari Bartimeus untuk datang kepada YESUS, Bartimeus juga menanggalkan jubahnya pada saat akan bertemu YESUS.

Jubah yang dikenakan Bartimeus adalah jubah yang biasa dipakai oleh kalangan pengemis dengan tujuan mendapatkan belas kasihan manusia. Tetapi ketika ia mendengar YESUS ada di situ, ia menanggalkan jubah tersebut untuk mendapatkan belas kasihan dari TUHAN. Tanggalkan "jubah" kita yang lama (yang mengharapkan belas kasihan manusia) pada saat kita datang kepada TUHAN agar kita dapat benar-benar memperoleh belas kasihan dari TUHAN.

MARKUS 10 : 51
51 Tanya YESUS kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya AKU perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"

Perlakuan istimewa lainnya yang diberikan YESUS kepada Bartimeus adalah bertanya tentang apa yang diinginkannya. Padahal, pada umumnya kita yang harus mengikuti perintah TUHAN. Melalui hal ini TUHAN mengajarkan, bahwa jika kita mencapai kedewasaan rohani maka TUHAN akan memberikan kesempatan kepada kita untuk meminta sesuatu yang kita inginkan. Bukankah tindakan YESUS ini memiliki resiko tinggi? Seandainya saja Bartimeus meminta sesuatu di luar kehendak ALLAH, maka mau tidak mau YESUS harus melakukannya. Tetapi sesungguhnya tindakan YESUS justru tidak memiliki resiko apapun, sebab Bartimeus mengenal DIA. Orang yang mengenal YESUS dengan baik tidak akan meminta sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak ALLAH. Kehendak orang yang mengenal ALLAH pasti sinkron dengan kehendak ALLAH. Berarti jika kita mengenal YESUS, maka apa saja yang kita minta maka IA akan memberikan. Itu sebabnya Bartimeus tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Dan TUHAN melakukan apa yang dipinta Bartimeus, yakni mencelikkan matanya yang buta.

Di dalam Filipi 4:6, Paulus mengajarkan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Bartimeus, yakni meminta sesuatu kepada TUHAN tanpa keraguan sedikitpun. Jika pengenalan kita akan TUHAN sudah benar, jangan ragu-ragu meminta sesuatu kepada TUHAN, sebab IA sendiri yang mengatakan: "Apa yang kaukehendaki supaya AKU perbuat bagimu?" Orang yang dapat menyampaikan permohonan kepada TUHAN sesuai dengan keinginannya hanyalah orang-orang yang mengenal DIA. Banyak orang Kristen ketika menghadapi persoalan hanya menantikan kehendak ALLAH tanpa melakukan apa-apa, padahal TUHAN memerintahkan kepada kita untuk mengenali kehendak-NYA sehingga keinginan kita selaras dengan kehendak ALLAH.

MARKUS 10 : 52
52 Lalu kata YESUS kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti YESUS dalam perjalanan-NYA.

Tanpa mengulur waktu, YESUS langsung mengabulkan permintaan Bartimeus. Terbukti dengan jawaban YESUS: "Pergilah, imanmu menyelamatkan engkau!" Ini aneh. Ketika Bartimeus berteriak memanggil YESUS, IA menyuruh untuk memanggil Bartimeus. Tetapi setelah itu YESUS memerintahkan Bartimeus untuk pergi. Mengapa? Karena Bartimeus telah mendapatkan solusi dari YESUS, yakni matanya disembuhkan.

Banyak anak TUHAN yang datang ke gereja, tetapi tidak pernah disuruh pergi oleh YESUS. Mengapa? Karena mereka tidak pernah berjumpa dengan YESUS sehingga persoalannya belum juga selesai. Tetapi jika kita bertemu dengan YESUS dan mengenal-NYA, maka kita memperoleh solusi, sehingga IA memerintahkan kita untuk pergi. Istilah "pergi" di sini bukan berarti "diusir". Arti "pergi" adalah kita datang untuk memperoleh sesuatu dari TUHAN dan setelah menerimanya, kita pergi membawa berkat TUHAN.

Ada pula kelompok orang yang telah bertemu dengan YESUS namun telah pergi sebelum YESUS menyuruh pergi. Berarti mereka pergi sebelum berkat (solusi) dicurahkan TUHAN. Misalnya saja, pergi saat kebaktian belum selesai, sehingga tidak menerima berkat TUHAN.

Bartimeus tetap menantikan YESUS hingga IA menyuruhnya pergi. Namun ia tidak meninggalkan YESUS, melainkan justru mengikut YESUS. Ini membuktikan bahwa perkataan "pergi" bukanlah tindakan pengusiran; ini justru ujian bagi Bartimeus. Iman dan pengenalan Bartimeus benar-benar teruji, terbukti dengan tindakannya mengikut YESUS.

Setelah menerima pertolongan TUHAN, jangan meninggalkan DIA. Tetaplah mengikuti jalan-NYA yang membawa kita masuk ke dalam Kerajaan Surga. Pemahaman seperti inilah yang harus kita miliki dalam mengikut YESUS. Pada saat datang beribadah, kita boleh meminta berkat secara jasmani (misalnya: kesehatan, kekayaan, dll), tetapi jangan sampai hal ini menjadi yang utama pada saat mencari TUHAN, dan meninggalkan DIA saat telah menerima berkat jasmani. Tujuan utama ke gereja adalah untuk mengerti jalan TUHAN sehingga kita dapat mengikuti DIA sampai ke Surga. Amin.