Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Dosa Atau Tindakan B...
Dosa Atau Tindakan Bodoh?
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | PA Jumat, 26 November 2010
Disadur oleh Hary | Tanggal Terbit : Minggu, 29/05/11
Lihat Video Streaming : Versi Hi | Versi Low

Melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri belum tentu dosa. Apakah perbedaan antara dosa dan tindakan bodoh?

1 RAJA-RAJA 13 : 1 - 2
1 Sedang Yerobeam berdiri di atas mezbah itu sambil membakar korban, maka atas perintah TUHAN datanglah seorang abdi ALLAH dari Yehuda ke Betel. 2Lalu atas perintah TUHAN berserulah orang itu terhadap mezbah itu, katanya: "Hai mezbah, hai mezbah! Beginilah Firman TUHAN: Bahwasanya seorang anak akan lahir pada keluarga Daud, Yosia namanya; ia akan menyembelih di atasmu imam-imam bukit pengorbanan yang membakar korban di atasmu, juga tulang-tulang manusia akan dibakar di atasmu."

Peristiwa yang menyebut nama Yosia dalam ayat di atas ini terjadi jauh hari sebelum Yosia lahir. Saat itu yang memegang tampuk pemerintahan adalah raja Yerobeam, raja yang hidupnya tidak berkenan di mata TUHAN. TUHAN mengutus seorang nabi (tidak disebutkan nama nabi itu) untuk berbicara dengan Yerobeam. Nabi itu menubuatkan bahwa akan lahir seorang dari keturunan Daud yang bernama Yosia. Nubuat ini mengungkapkan dengan detil tentang orang yang dinubuatkan dan apa yang akan dilakukannya.

Jika seorang peramal dapat mengatakan apa yang akan terjadi pada seseorang minggu depan, TUHAN dapat mengetahui apa yang dilakukan seseorang 340 tahun kemudian! Bahkan TUHAN menyebutkan nama orang itu. Karena itu, jangan kita kagum kepada kuasa gelap.

2 RAJA-RAJA 22 : 1-2
1 Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yedida binti Adaya, dari Bozkat. 2Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.

Yosia benar-benar lahir 340 tahun kemudian, tepat seperti yang sudah dinubuatkan. Ini adalah bukti bahwa TUHAN kita adalah ALLAH yang Mahatahu. Saat berumur 8 tahun, Yosia sudah melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan tekun beribadah; hidupnya benar-benar seperti yang sudah TUHAN rencanakan.

Faktor penting Yosia mampu menjadi raja yang beriman adalah ia mendapat pengaruh kuat dari Yedida, ibunya. Arti nama Yedida adalah darling atau orang yang mampu mengasihi. Biasanya dalam silsilah raja, nama ayah yang lebih ditonjolkan atau disebutkan. Namun, dalam silsilah Yosia, nama Yedida justru yang disebutkan. Ini bukti Yedida mempunyai pengaruh yang kuat, sebab iman anak terbentuk tergantung dari bagaimana orangtua mendidiknya. Yedida mampu mendidik Yosia dengan baik dan benar sehingga berhasil menjadi raja yang beriman.

Tindakan Yedida perlu kita jadikan contoh hidup sehari-hari kita sebagai orangtua. Kita perlu menyiapkan anak-anak supaya berhasil dengan cara mengasihi dan mendidiknya dengan baik dan benar sehingga hidupnya sesuai dengan rencana TUHAN seperti Yosia.

Yosia berusia 8 tahun pada waktu diangkat menjadi raja dan memerintah selama 31 tahun, berarti ia meninggal pada usia 39 tahun. Mengapa Yosia meninggal di usia yang sangat muda? Apakah ini bagian dari rencana TUHAN? Dan sering kali muncul pertanyaan dalam pikiran kita apakah Yosia mati karena dosanya, dan apakah Yosia masuk Sorga?

2 RAJA-RAJA 23 : 25
25 Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia.

Ayat di atas membuktikan bahwa Yosia masuk Sorga, sebab ayat ini merupakan suatu pujian bagi Yosia yang menuliskan sebelum Yosia tidak ada raja yang pertobatannya seperti Yosia, dan sesudah Yosia tidak ada lagi raja yang seperti dia. Dapat dikatakan, Yosia mempunyai iman yang terbesar sesudah Daud, karena Yosia selalu menuruti Taurat Musa. Nabi Yeremia juga memberikan bukti di dalam 2 Tawarikh 35:25-27 bagi kita semua bahwa Yosia mati masuk Sorga karena selama hidupnya Yosia melakukan yang saleh di hadapan ALLAH.

Banyak anak TUHAN sering bertanya, bisakah orang yang mentaati Firman memperoleh umur panjang? Mereka bertanya begitu sebab banyak anak TUHAN yang berpikiran salah dalam menyikapi setiap kejadian yang menimpa orang yang meninggal di usia muda, menyimpulkan semua ini adalah rencana TUHAN tanpa melihat penyebab ia meninggal. Mereka menyimpulkan, kalau hidup seseorang menurut Firman, umurnya akan pendek. Tetapi kalau hidup orang itu tidak berkenan kepada TUHAN, TUHAN akan memberikan umur panjang dengan tujuan memberinya kesempatan bertobat. Sebagai anak TUHAN, kita jangan mempercayai hal-hal demikian.

2 TAWARIKH 35 : 20 - 21
20 Kemudian dari pada semua ini, setelah Yosia memperbaiki rumah TUHAN, majulah Nekho, raja Mesir, hendak berperang di Karkemis di tepi sungai Efrat. Yosia keluar menghadapinya. 21 Ia mengirim utusan kepada Yosia, dengan pesan: "Apakah urusanmu dengan aku, raja Yehuda? Saat ini aku tidak datang melawan engkau, tetapi melawan keluarga raja yang sedang kuperangi. ALLAH memerintahkan aku supaya segera bertindak. Hentikanlah niatmu menentang ALLAH yang menyertai aku, supaya engkau jangan dimusnahkan-NYA!"

Kutipan ayat di atas ini dengan jelas memaparkan kecerobohan atau kesalahan Yosia sehingga berakibat sangat fatal: kematian Yosia. Yosia melakukan tindakan bodoh, menantang maut dengan memerangi raja Nekho. Padahal, TUHAN tidak menyuruhnya berperang, dan perang itu tidak ada sangkut pautnya dengan dia. Dalam hal ini, Yosia bukan melakukan tindakan dosa, sebab tidak ada larangan dari TUHAN namun juga tidak ada perintah dari TUHAN untuk melakukan tindakan tersebut. Yosia melakukan ini sesuai dengan keinginannya sendiri yang tidak jelas tujuannya. Inilah yang disebut tindakan bodoh. TUHAN memang menggerakkan Nekho (orang kafir) untuk memerangi musuh-musuhnya. Namun, jangan ikut campur persoalan orang lain kalau itu bukan urusan kita, dan TUHAN tidak memerintahkan kita untuk bertindak.

Ada baiknya kita sebagai anak TUHAN bisa memilah mana yang disebut tindakan bodoh, mana yang disebut dosa. Sebelumnya, kita perlu terlebih dahulu mengerti definisi perbuatan atau tindakan bodoh. Pertama, perbuatan bodoh adalah suka mencampuri urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan kita yang mengakibatkan kita keluar dari rencana TUHAN. Contohnya, ikut campur dalam masalah orang lain atau masalah rumah tangga saudara kita sehingga kita tidak bisa mengontrol sampai batas mana kita harus bertindak. Akibatnya, tindakan kita yang bertujuan baik malah menjadi tindakan bodoh.

Dalam Amsal 26:17, orang yang ikut campur dalam pertengkaran orang lain ibarat mau menangkap anjing dengan cara memegang telinga anjing. Anjing itu tidak tertangkap, malah menggigit. Menengahi atau mendamaikan orang yang bertengkar bukanlah dosa. Namun bila kita ikut campur, belum tentu dapat menyelesaikan masalah orang yang bertengkar itu. Bahkan, mungkin timbul masalah lain yang merugikan kita.

Kedua, tindakan bodoh adalah tindakan yang memiliki resiko besar, namun tindakan itu tidak melanggar Firman. Misalnya, kita makan berlebihan yang mendatangkan resiko penyakit. Sejauh makanan itu didapat dengan halal, itu bukan dosa, tapi tindakan bodoh. Sering orang bertanya, mana ayat yang menyatakan merokok dapat dikategorikan dosa? Merokok dapat dikategorikan perbuatan bodoh, karena dapat menyebabkan penyakit kanker dan penyakit-penyakit lainnya. Contoh tindakan bodoh lainnya adalah olahraga yang menantang maut.

2 RAJA-RAJA 20 : 1 - 2, 6
1Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah Firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." 2Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: 6 AKU akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan AKU akan melepaskan engkau dan kota ini oleh karena AKU dan oleh karena Daud, hamba-KU."

Mari kita bandingkan tindakan Yosia dan Hizkia. Hizkia yang akan meninggal karena sakit diberi perpanjangan umur oleh TUHAN karena dia berdoa memohon belas kasihan TUHAN. Penyakit yang diderita Hizkia ini bukan diakibatkan Hizkia bertindak bodoh, sebab setiap manusia dapat mengalami sakit. Seandainya Hizkia tidak berdoa dan hanya pasrah saja setelah diberitahu nabi Yesaya bahwa dia akan segera meninggal, apakah itu berarti Hizkia berbuat bodoh? Belum tentu. Tetapi TUHAN memberikan kesempatan Hizkia untuk meminta sesuatu kepada DIA. Sayangnya, setelah Hizkia diperpanjang umurnya oleh TUHAN, hidupnya malah menyimpang dari Firman.

2 TAWARIKH 35 : 22 - 24
22Tetapi Yosia tidak berpaling dari padanya, melainkan menyamar untuk berperang melawan dia. Ia tidak mengindahkan kata-kata Nekho, yang merupakan pesan ALLAH, lalu berperang di lembah Megido. 23Maka pemanah-pemanah menembaki raja Yosia, dan raja berseru kepada orang-orangnya: "Bawa aku dari sini, karena aku luka parah!" 24Orang-orangnya mengangkatnya dari keretanya, lalu mengangkutnya dengan kereta cadangannya lalu membawanya ke Yerusalem. Kemudian matilah ia lalu dikuburkan di pekuburan nenek moyangnya. Seluruh Yehuda dan Yerusalem berkabung karena Yosia.

Suatu kejadian yang seharusnya tidak dilakukan oleh Yosia: Yosia tidak menghiraukan peringatan raja Nekho yangmerupakan pesan ALLAH; Yosia tetap maju memerangi raja Nekho. Dalam hal ini kita mendapatkan pelajaran yang sangat penting agar kita menjadi lebih berhati-hati, tidak sembrono.Tindakan bodoh Yosia tidak ada untungnya bagi dirinya dan rakyatnya; tindakan itu hanya mengakibatkan kematiannya.

Disiplin dalam hidup sangat perlu bagi anak TUHAN. Berkaca pada tindakan Yosia: seandainya kita berbuat bodoh dengan menantang maut dan akhirnya meninggal, jika kita hidup sesuai Firman kita tetap masuk Sorga. Namun, banyak kerugian yang terjadi, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Karena itu alangkah baiknya kalau kita bukan saja mentaati Firman, namun juga mengisi hari-hari kita dengan tindakan penuh hikmat. Dengan demikian kita mempunyai kesempatan besar untuk sukses. Selain itu, kita dapat menjalankan tugas kita dengan memenangkan banyak jiwa bagi TUHAN.

KOLOSE 4 : 5 - 6
5 Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. 6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

Ayat di atas ditulis Paulus untuk menjelaskan hubungan kita dengan dengan sesama. Kalau kita tidak bijaksana dalam menjalin hubungan dengan sesama seperti Yosia yang bertindak bodoh dengan mencampuri urusan Nekho, kita akan rugi seperti Yosia yang mati muda. Paulus menasehatkan agar kita mempergunakan waktu atau kesempatan (NIV: opportunity) untuk meraih berkat berupa kesuksesan dalam bidang ekonomi, kebahagiaan keluarga, dan lain sebagainya. Semuanya itu tidak dapat kita capai apabila kita bertindak bodoh. Paulus meneruskan nasehatnya dengan mengatakan agar kata-kata kita penuh kasih. Ini juga penting, sebab "gaya bicara" yang bodoh, antara lain judes, sering mengeluh merupakan hal yang tidak produktif dan termasuk tindakan bodoh. Dengan bertindak penuh hikmat, kita tidak saja memiliki hidup kekal, namun juga dapat meraih semua berkat yang seharusnya kita terima. Amin.