Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Dua Bagian ROH
Dua Bagian ROH
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | Keb. III Kamis, 21 Mei 2009
Disadur oleh Ev. Hardi Suryadi | Tanggal Terbit : Kamis, 13/05/10

Mempelajari kenaikan Elia ke Sorga merupakan hal penting untuk menerima berkat dua bagian roh (gambaran ROH KUDUS) bagi orang beriman. Langkah-langkah apakah yang dilakukan Elisa untuk dapat memperoleh dua bagian roh Elia?

YOHANES 3 : 13
13 Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada DIA yang telah turun dari sorga, yaitu ANAK MANUSIA.

Ketika YESUS bercakap-cakap dengan Nikodemus, IA menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang telah naik ke Sorga selain YESUS, yaitu ALLAH yang telah turun dari Sorga mengambil rupa sebagai manusia. Kenaikan YESUS ke Sorga membuktikan bahwa IA benar-benar ALLAH. Hal ini sangat penting bagi orang beriman. Sebab banyak orang menganggap YESUS adalah manusia teladan, nabi terbesar, orang yang dipakai ALLAH untuk melakukan mujizat. YESUS memang nabi, namun YESUS bukan manusia; YESUS adalah ALLAH yang telah turun ke dunia dan telah kembali ke Sorga.

Karena YESUS adalah ALLAH sendiri, kenaikan YESUS ke Sorga merupakan kepastian atau jaminan bagi kita untuk mendapatkan bagian di dalam kerajaan-NYA di Sorga.

KISAH PARA RASUL 1 : 12 14
12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. 13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. 14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu YESUS, dan dengan saudara-saudara YESUS.

Pada saat YESUS terangkat dan naik ke Sorga, tidak banyak orang yang menyaksikan kenaikan-NYA secara langsung. Hanya ada kesebelas murid dan beberapa perempuan serta Maria, ibu YESUS. Padahal, dalam pelayanan YESUS di dunia, banyak orang yang mengikut dan mendengarkan pengajaran TUHAN YESUS di mana pun DIA berada. Bandingkan jumlah orang yang menyaksikan peristiwa kenaikan YESUS ke Sorga dengan penyaliban YESUS. Pada saat YESUS disalib, ribuan orang menyaksikan peristiwa itu, sebab YESUS diarak keliling Yerusalem memikul salib.

Sebelum YESUS terangkat ke Sorga, mereka yang menyaksikan YESUS terangkat ke Sorga ini mendapatkan perintah dan janji dari YESUS. Perintah itu adalah supaya mereka kembali ke Yerusalem untuk menerima pencurahan ROH KUDUS yang dijanjikan itu.

Kerinduan kita menerima pencurahan ROH KUDUS harus dibarengi dengan tindakan yang sama dengan kesebelas murid dan para wanita ini, yaitu "menyaksikan kenaikan TUHAN secara langsung". Artinya, kita mengerti makna kenaikan TUHAN, yaitu sungguh-sungguh percaya bahwa YESUS adalah ALLAH yang turun dari Sorga. Sebab, hanya orang-orang yang mau mengakui YESUS adalah ALLAH, yang akan dipenuhi oleh ROH KUDUS.

2 RAJA RAJA 2 : 1 3
1 Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal. 2 Berkatalah Elia kepada Elisa: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel." Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu pergilah mereka ke Betel. 3 Pada waktu itu keluarlah rombongan nabi yang ada di Betel mendapatkan Elisa, lalu berkatalah mereka kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"

YESUS berkata bahwa tidak ada seorang pun yang dapat naik ke Sorga jika bukan DIA yang datang dari Sorga. Namun ada perkecualian bagi dua orang di dalam Kitab Perjanjian Lama, yaitu Elia dan Henokh. Mereka diangkat oleh TUHAN ke Sorga dan tidak mengalami kematian. Dalam peristiwa kenaikan Henokh dan Elia, mereka naik ke Sorga bukan atas dasar kekuatan mereka sendiri, melainkan ALLAH yang membawa mereka naik ke Sorga. Sedangkan YESUS, IA naik dengan kuasa-NYA sendiri, sebab IA adalah ALLAH. Peristiwa kenaikan kedua tokoh dalam Perjanjian Lama ini adalah sebagai lambang bagaimana kita menyaksikan kenaikan YESUS ke Sorga agar kita menerima pencurahan ROH KUDUS.

Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke Sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal. Berarti untuk dapat menyaksikan kenaikan TUHAN ke Sorga, kita harus mau berjalan bersama dengan YESUS seperti Elisa yang berjalan bersama Elia. Dalam perjalanan bersama YESUS, kita memiliki arah yang sama, kecepatan berjalan yang sama dengan YESUS, dan kita bercakap-cakap dengan DIA sepanjang perjalanan. Dengan mengisi hidup dengan berjalan bersama YESUS, kita akan melihat YESUS naik ke Sorga.

Selanjutnya Elia menguji Elisa dengan mengatakan: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel." Tetapi Elisa tidak mau meninggalkan Elia. Pelajaran yang dapat kita ambil adalah, jika kita mau dipenuhi oleh ROH KUDUS, kita harus mengikuti ke mana pun YESUS pergi.

Sesampainya di Betel, Elisa berjumpa dengan serombongan nabi yang menanyakan, apakah dia tahu bahwa Elisa akan terangkat ke Sorga? Nabi-nabi itu hanya bertanya, namun tidak mengikuti Elia. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang Kristen yang tahu bahwa YESUS bangkit, tapi tidak semua dari mereka mengikuti YESUS yang digambarkan dengan sikap Elisa yang mengambil keputusan bulat untuk selalu mengikuti Elia ke mana pun ia pergi.

Arti Betel adalah Rumah TUHAN (gereja). Namun jika gereja hanya menjadi pusat informasi tentang kerajaan Sorga saja dan tidak memiliki prinsip untuk selalu mengikut YESUS, maka gereja tersebut tidak akan pernah mengalami dipenuhi oleh ROH KUDUS.

2 RAJA RAJA 2 : 4 5
4 Berkatalah Elia kepadanya: "Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho." Tetapi jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu sampailah mereka di Yerikho. 5 Pada waktu itu mendekatlah rombongan nabi yang ada di Yerikho kepada Elisa serta berkata kepadanya: "Sudahkah engkau tahu, bahwa pada hari ini tuanmu akan diambil dari padamu oleh TUHAN terangkat ke sorga?" Jawabnya: "Aku juga tahu, diamlah!"

Di Betel, Elia mengatakan agar Elisa tinggal di situ, dan Elia akan pergi ke Yerikho sebab TUHAN menyuruhnya untuk pergi ke sana. Tetapi sekali lagi Elisa pun mengatakan hal yang sama: ia akan mengikut Elia ke mana pun Elia pergi. Setibanya di Yerikho, Elisa bertemu kembali dengan rombongan nabi (rombongan nabi di Yerikho merupakan rombongan yang berbeda dengan rombongan nabi yang ada di Betel). Mereka menanyakan hal yang sama seperti yang ditanyakan oleh rombongan nabi yang ada di Betel. Berarti rombongan nabi di Yerikho juga mengetahui bahwa Elia akan diangkat oleh TUHAN. Sikap para nabi di Yerikho sama saja dengan para nabi di Betel. Mereka mengetahui tentang peristiwa yang akan terjadi, namun mereka tidak bertindak seperti Elisa yang mau setia mengikuti Elia. Itu sebabnya, baik rombongan nabi di Betel atau pun yang ada di Yerikho, sama-sama tidak dapat menyaksikan peristiwa diangkatnya Elia ke Sorga.

Yerikho menggambarkan hidup keduniawian, rombongan nabi yang ada di Yerikho menggambarkan orang Kristen yang tidak mau meninggalkan kesenangan dunia. Itu sebabnya mereka tidak pernah merasakan hidup yang dipenuhi oleh ROH KUDUS. Untuk menerima baptisan ROH KUDUS dan kemudian dipenuhi oleh ROH KUDUS, kita harus mengetahui tentang pengajaran Firman, mau meninggalkan kesenangan dunia dan beribadah dengan cara yang benar.

2 RAJA RAJA 2 : 6 8
6 Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya. 7 Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan. 8 Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.

Selanjutnya Elia kembali menyuruh Elisa untuk tinggal di Yerikho sementara ia hendak pergi ke Sungai Yordan. Tetapi Elisa tetap pada pendiriannya: ia akan tetap mengikuti ke mana pun Elia pergi. Setelah Yerikho ditinggalkan, kini Elia dan Elisa menghadapi Yordan yang menggambarkan sebagai penyaliban diri.

Kelima puluh nabi yang mengikuti Elia dan Elisa hanya berdiri dan melihat yang terjadi dari jauh. Tetapi Elisa justru dekat dan bersama-sama dengan Elia. Ketika Elia menggulung jubahnya dan memukulkannya ke sungai Yordan, sungai itu pun terbelah menjadi dua bagian sehingga mereka dapat menyeberangi sungai itu di tanah yang kering. Ada mujizat yang terjadi; mujizat itu dialami, bukan hanya dilihat. Kelima puluh orang nabi yang itu hanya melihat dari jauh; mereka tidak mengalami mujizat. Banyak orang Kristen yang hanya melihat mujizat dan kuasa ROH KUDUS, karena mereka tidak mau meninggalkan Yerikho dan tidak mau menyeberangi sungai Yordan.

Bagaimana agar kita dapat mengalami hal yang sama dengan Elisa? Dengan cara menyeberangi sungai Yordan (sangkali diri). Salah satunya adalah kita luangkan waktu kita untuk berpuasa. Apalagi di dalam mempersiapkan diri untuk mengikuti Kebaktian Pencurahan ROH KUDUS (Kebaktian Doa Sepuluh Hari), kita harus benar-benar menyangkal diri agar ROH KUDUS tercurah dan memenuhi hidup kita. Sebab jika orang Kristen tidak mampu menyangkal diri, kita tidak akan mungkin dapat melihat YESUS naik ke Sorga. Kita juga tidak akan mendengar janji YESUS untuk menerima ROH KUDUS. Menerima baptisan ROH KUDUS tidak semudah apa yang dipikirkan oleh kebanyakan orang, sebab ada pesiapan-persiapan tertentu yang harus kita lakukan, yakni meninggalkan hidup keduniawian (Yerikho) dan menyangkal diri (menyeberangi sungai Yordan).

2 RAJA RAJA 2 : 9 10
9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu." 10 Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."

Sebelum Elia terangkat ke Sorga, ia menyuruh Elisa untuk mengutarakan apa yang ia kehendaki untuk dilakukan oleh Elia sebelum ia terangkat ke Sorga. Ternyata Elisa meminta dua bagian dari roh yang ada pada Elia, yakni pengurapan dan kuasa ROH KUDUS. Perjuangan Elisa untuk mendapat dua bagian roh ini cukup besar. Ia pergi ke Betel, kemudian ke Yerikho dan menyeberangi sungai Yordan.

Jawaban yang diberikan Elia atas permintaan Elisa adalah: "Yang kauminta itu adalah sukar." Ini membuktikan bahwa untuk memperoleh pengurapan ROH KUDUS bukanlah sesuatu yang gampang atau mudah. Elisa yang sudah melalui tiga tahap saja, masih sulit untuk mendapatkan yang dikehendakinya. Untuk dapat dipenuhi oleh ROH KUDUS diperlukan perjuangan yang cukup besar: mengerti Firman terlebih dahulu, kemudian menanggalkan keduniawian dan menyangkal diri. Setelah itu baru meminta kepada TUHAN agar IA memenuhi kita oleh ROH KUDUS.

Elia melanjutkan penjelasannya dengan mengatakan, "...Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi." Dari perkataan ini Elia ingin mengungkapkan bahwa Elisa baru akan mendapatkan dua bagian Roh (ROH KUDUS yang tinggal di dalam hati Elia dan kuasa yang ditunjukkan secara nyata) yang dimintanya itu setelah Elisa melihat Elia naik ke Sorga.

Inilah alasan bagi kita betapa pentingnya untuk mengerti arti kenaikan TUHAN YESUS. Sebab yang dapat menerima janji TUHAN untuk menerima baptisan ROH KUDUS dan pencurahan ROH KUDUS hanyalah orang percaya yang "melihat kenaikan-NYA secara langsung". Maksudnya adalah orang-orang mengerti dengan sungguh-sungguh bahwa YESUS adalah benar-benar ALLAH.

2 RAJA RAJA 2 : 11 13
11 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai. 12 Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan. 13 Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan.

Di dalam perjalanan mereka, Elia dan Elisa bercakap-cakap. Sepanjang perjalanan hidup kita, seharusnya diisi dengan bercakap-cakap dengan TUHAN YESUS sampai IA terangkat ke Sorga. Datangnya kereta berapi dengan kuda berapi yang mengangkat Elia terjadi secara tiba-tiba. Tidak ada satu orang pun yang mengetahui kapan ROH KUDUS akan turun ke atas kita dan memenuhi kita. Karena itu kita harus selalu siap sedia.

Tindakan yang dilakukan oleh Elisa adalah ia mengoyakkan pakaiannya menjadi dua bagian, lalu memungut jubah Elia yang terjatuh itu. Jubah berbicara tentang atribut. Contohnya, Yohanes Pembaptis dikenal sebagai orang yang mengenakan jubah bulu onta. Jubah Elia yang dipungut oleh Elisa menggambarkan kuasa YESUS. Itulah yang dikenakan oleh Elisa setelah ia mengoyakkan pakaiannya. Berarti kita baru dapat mengenakan jubah yang dikenakan oleh YESUS apabila kita sudah merobek dan menanggalkan pakaian kita yang lama.

Setelah Elisa mengenakan jubah yang sebelumnya dikenakan oleh Elia, ia pun bergegas untuk pulang. Sesampainya di tepi Sungai Yordan, ia berhenti karena tak dapat menyeberangi sungai itu. Sebelumnya, ia di tepi Sungai Yordan bersama Elia yang membelah sungai itu sehingga mereka dapat menyeberang. Sekarang ia hanya seorang diri, tak bersama Elia yang mampu membelah Sungai Yordan itu.

2 RAJA-RAJA 2 : 14
14 Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: "Di manakah TUHAN, ALLAH Elia?" Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa.

Ketika kita menerima jubah YESUS atau hidup kita dipenuhi oleh ROH KUDUS, maka atribut yang ada pada YESUS juga ada pada kita. Itu sebabnya saat mau menyeberangi Sungai Yordan, Elisa membelah Sungai Yordan dengan jubah Elia, seperti yang dilakukan Elia sebelumnya. Jika kita telah menerima "Jubah YESUS" atau ROH KUDUS, maka segala tindakan kita sama dengan segala tindakan yang dilakukan oleh YESUS. YESUS menumpangkan tangan kepada orang sakit maka orang sakit itu pun sembuh. Jika kita penuh oleh ROH KUDUS, apa yang dapat dilakukan oleh YESUS maka kita pun mampu melakukannya. Inilah makna penting dari dipenuhi ROH KUDUS, yakni semua orang akan dapat melihat YESUS di dalam kita. Jadi dapat kita definisikan seseorang yang dipenuhi ROH KUDUS adalah orang yang memiliki tindakan yang sama dengan yang dilakukan oleh YESUS.

2 RAJA-RAJA 2 : 15
15 Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka berkata: "Roh Elia telah hinggap pada Elisa." Mereka datang menemui dia, lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ke tanah.

Rombongan nabi Yerikho yang hanya melihat dari jauh, tetap memperhatikan Elisa yang ada di seberang Sungai Yordan. Ketika melihat bahwa Elisa mampu melakukan seperti Elia, maka mereka pun saling berkata bahwa roh Elia telah hinggap pada Elisa. Banyak orang Kristen jaman sekarang ini yang menjadi penonton seperti rombongan nabi yang melihat Elisa dari jauh. Sebab tidak banyak orang Kristen yang dipenuhi oleh ROH KUDUS, justru lebih banyak orang Kristen yang hanya menjadi penonton saja.

Untuk dapat dipenuhi oleh ROH KUDUS memang tidaklah mudah, terbukti dari peristiwa ini bahwa yang dipenuhi oleh Roh ALLAH hanya Elisa, sedangkan rombongan nabi yang berjumlah sekitar lima puluh orang hanya melihat dan tidak dipenuhi oleh Roh ALLAH. Sekalipun untuk menerima kepenuhan ROH KUDUS itu sangat sulit, kita harus tetap berjuang untuk itu. Jika saat ini kita sudah mulai berjuang, tuntaskanlah perjuangan tersebut seperti yang dilakukan oleh Elisa hingga mendapat dua bagian roh.

Selanjutnya hal penting yang harus kita ingat adalah orang yang telah dipenuhi oleh ROH KUDUS tidak perlu menggembar-gemborkan kepada orang lain bahwa dirinya telah penuh ROH KUDUS. Rombongan nabi yang mengatakan bahwa roh Elia telah hinggap ke atas Elisa, bukan Elisa yang berkata demikian. Mereka dapat melihat "tindakan" Elia di dalam diri Elisa. Itu sebabnya rombongan nabi itu sujud kepada Elisa sampai ke tanah, artinya orang yang dipenuhi oleh ROH KUDUS akan dihormati dan dihargai oleh orang lain.

Ini adalah rahasia berharga bagi kita semua. Jika orangtua ingin dihormati dan dihargai oleh anak-anaknya, hendaklah hidupnya penuh ROH KUDUS. Atau sebaliknya, sebagai anak ingin dihargai oleh orangtua, hendaklah hidup kita penuh oleh ROH KUDUS. Agar hidup kita dapat dihormati dan dihargai oleh orang lain, kita tidak perlu bertindak macam-macam, cukup dengan hidup yang dipenuhi oleh ROH KUDUS, yakni bertindak sebagaimana YESUS bertindak. Dengan demikian hidup kekristenan kita tidak menjadi cemoohan orang yang tidak mengenal YESUS.

KISAH PARA RASUL 1 : 9 - 11
9 Sesudah IA mengatakan demikian, terangkatlah IA disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-NYA dari pandangan mereka. 10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu IA naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? YESUS ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat DIA naik ke sorga."

Ketika YESUS terangkat ke Sorga, murid-murid yang menyaksikan kenaikan TUHAN ke Sorga terus berdiri dan melihat ke langit. Dua malaikat yang menegur mereka yang hanya menatap ke langit itu. Mengapa? Karena yang dikehendaki TUHAN adalah bukan hanya berdiri dan melihat kenaikan TUHAN ke Sorga saja, tetapi juga kita harus bertindak sesuai dengan apa yang telah dipesankan YESUS.

Apa tindakan yang harus kita lakukan? Pergi ke Betel, lalu meninggalkan Yerikho dan menyeberangi Sungai Yordan. Ketiga hal ini dapat kita lakukan dengan cara berdoa dan berpuasa. Jangan ditunda-tunda lagi, lakukanlah apa yang menjadi bagian untuk kita lakukan, sebab ALLAH telah memberikan kuasa itu bagi kita. Dengan kuasa ROH KUDUS di dalam hidup kita, tidak ada satu kuasa pun (kuasa gelap) yang dapat menghalangi kita untuk menjadi pemenang. Amin.