Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Elia Terangkat Ke So...
Elia Terangkat Ke Sorga
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | Keb. I Kamis, 17 Mei 2007
Disadur oleh Yuyu | Tanggal Terbit : Kamis, 01/05/08
Lihat Video Streaming : Versi Hi | Versi Low

Peristiwa Elia terangkat ke Sorga di dalam Perjanjian lama ini menggambarkan dengan jelas proses kenaikan TUHAN YESUS ke Sorga. Elia menggambarkan TUHAN YESUS, sedangkan Elisa menggambarkan gereja TUHAN.

2 RAJA-RAJA 2 : 9 - 10
9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu." 10 Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."

Ayat di atas menggambarkan tahapan akhir yang telah dilalui oleh Elisa dalam mengiring Elia sebelum Elia naik ke Sorga. Sebelum sampai di seberang sungai Yordan, Elisa telah mengikuti Elia berangkat dari Gilgal, kemudian bersama menuju ke Betel, dilanjutkan ke Yerikho, dan akhirnya menyeberang Yordan.

Dan sesudah Elia dan Elisa sampai di seberang sungai Yordan, menggambarkan gereja TUHAN yang mengikuti TUHAN YESUS ke mana pun TUHAN pergi, TUHAN akan bertanya, “Mintalah apa yang hendak KUlakukan kepadamu sebelum AKU terangkat ke Sorga.” Apakah yang diminta Elisa? Apakah yang kita minta? Elisa sebagai gereja TUHAN yang benar meminta hal yang benar. Yang dimintanya adalah dua bagian roh yakni dua bagian ROH TUHAN atau ROH KUDUS.

Di dalam tradisi Israel, seorang anak sulung mendapat hak waris dua bagian. Misalkan seorang ayah mewariskan uang sebesar sepuluh juta kepada tiga orang anaknya. Warisan ini tidak dibagi tiga, tetapi dibagi empat. Anak sulung menerima dua bagian, yakni lima juta, sedangkan anak-anak yang lain masing-masing menerima satu bagian sejumlah dua setengah juta.

Siapakah yang memiliki hak kesulungan? DIA adalah TUHAN YESUS, ANAK ALLAH BAPA yang Sulung, ANAK TUNGGAL ALLAH BAPA. Hak yang dimiliki YESUS inilah yang kita minta. Kita memang punya hak untuk memintanya. Saat TUHAN bertanya, apa yang kita minta, jangan sia-siakan kesempatan besar ini. Dan jangan salah meminta. Seandainya kita meminta harta, apalah artinya jika kita punya harta yang susah dihitung karena banyaknya tetapi kita memiliki penyakit yang tidak bisa disembuhkan? Namun jika kita memiliki dua bagian Roh, kita akan mampu meraih jauh dari pada sekedar harta dunia.

Apa jawaban Elia atas permintaan Elisa itu? “Yang kau minta itu adalah sukar.” Banyak orang Kristen yang terlalu menggampangkan ROH KUDUS. Misalnya cara menerima ROH KUDUS dengan diminta menirukan “bahasa roh” atau diminta nangis sekeras-kerasnya saat ditumpangi tangan. Menerima Pencurahan ROH KUDUS itu bukan hal yang mudah. Sebab ROH KUDUS itu adalah Pribadi ALLAH sendiri, memiliki posisi tinggi. Sukar, tapi bukan berarti mustahil. Elia mengatakan syarat bagaimana Elisa dapat menerima dua bagian roh Elia itu, yaitu jika engkau dapat melihat aku terangkat. TUHAN YESUS sudah naik ke Sorga hampir dua ribu tahun lalu, bagaimana kita dapat melihat TUHAN YESUS terangkat ke Sorga?

YOHANES 3 : 13
13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada DIA yang telah turun dari sorga, yaitu ANAK MANUSIA.

Cara melihat TUHAN YESUS terangkat ke Sorga adalah mengakui DIA sebagai ALLAH sendiri. ANAK MANUSIA ini bukan berarti TUHAN YESUS adalah manusia. Arti kata tersebut adalah TUHAN YESUS adalah ALLAH sendiri yang turun ke dunia mengambil rupa manusia. Kita wajib mengenal YESUS sebagai ALLAH, bukan manusia super yang penuh karisma dan memberikan teladan. Kenaikan TUHAN YESUS ke Sorga ini merupakan bukti, bahwa DIA adalah ALLAH yang berasal dari Sorga. Oleh sebab itu DIA kembali ke Sorga setelah menjalankan misi-NYA di dunia ini.

Ada empat tahapan sebelum Elisa menerima bagian roh. Elisa telah mengikuti Elia berangkat dari Gilgal, kemudian bersama menuju ke Betel, lalu ke Yerikho, dan akhirnya menyeberangi Yordan. Semua tahapan itu harus dilalui Elisa sebagai gereja TUHAN. Jika Elisa hanya melambaikan tangannya kepada Elia di Gilgal dan tidak mengikuti Elia sampai ke seberang Yordan, maka gagallah Elisa. Keempat tahapan itu merupakan ujian yang menyaring, apakah gereja TUHAN berhak menerima berkat istimewa dari TUHAN itu.

Ada empat tahapan yang harus kita kenal sebelum kita menerima Pencurahan ROH KUDUS yaitu mengerti arti TUHAN YESUS lahir, mati, bangkit dan kemudian naik ke Sorga. Artinya kita mengenal TUHAN YESUS dalam kuasa kebangkitan-NYA, mengenal DIA sebagai Pribadi ALLAH, maka ROH KUDUS akan dicurahkan bagi kita.

2 RAJA-RAJA 2 : 11
11 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.

Elisa mentaati syarat yang telah disebutkan Elia untuk menerima dua bagian roh. Elisa berjalan terus bersama-sama dengan Elia, artinya kita harus selalu berjalan bersama YESUS bila ingin dipenuhi oleh ROH KUDUS. Banyak orang membuat formulasi sendiri dalam menerima ROH KUDUS. Misalnya berdoa sambil merem melek. Berjalan bersama YESUS itu adalah berjalan bersama Firman, sebab TUHAN YESUS adalah Firman yang menjadi manusia.

Syarat berikutnya adalah Elisa berjalan sambil berkata-kata dengan Elisa. Begitu pula kita harus terus membicarakan tentang Firman di sepanjang perjalanan hidup kita. Jujur saja, banyak orang Kristen yang lebih suka bergosip, membicarakan kejelekan orang lain dibandingkan berbicara tentang berkat dan kasih TUHAN di dalam hidupnya. Percuma kita tiap hari ke gereja jika perbuatan kita seperti itu.

Sebaliknya, jika kita mengenal TUHAN dan berjalan bersama-NYA, wajah kita akan seperti YESUS. Dan akhirnya kita akan menerima bagian ROH KUDUS. Orang Kristen yang belum benar-benar kenal pribadi TUHAN, mungkin akan keliru dan tersesat: menyangka menerima ROH KUDUS, ternyata hanya imitasi.

Contohnya adalah pengalaman saya sendiri. Beberapa waktu yang lalu saya diberitahu seorang jemaat untuk mendoakan temannya yang sakit. Si sakit ini belum mengenal TUHAN, tetapi mau menerima TUHAN YESUS. Sedangkan ayah si sakit adalah jemaat GKT. Jemaat yang menjadi teman si sakit ini menelpon ke rumah sakit, memberitahu bahwa anaknya Pdt. Benny Santoso akan datang mendoakannya. Sesampainya di rumah sakit, saya memperkenalkan diri kepada si sakit, “Saya Pdt....”

Belum selesai saya menyebut nama saya, dia langsung menjawab, “Terima kasih, pak Benny, sudah mau datang mendoakan saya.” Yang ada di pikiran saya saat itu adalah, apa ruginya dipanggil pak Benny Santoso? Saya tidak menjelaskan siapa saya. Setelah berdoa, saya mengatakan agar dia nanti ikut saya beribadah jika sudah sembuh.

Sorenya, ketika orangtuanya menjenguknya, si sakit bercerita, “Papi, Mami, tadi pak Benny datang, mengajak saya pergi bersama dengan dia.” Orangtuanya merasa lemas mendengar perkataan anaknya ini. Karena diajak pergi oleh almarhum pak Benny Santoso, dikiranya anaknya sudah waktunya menghadap TUHAN! Ini terjadi karena si sakit belum mengenal saya dan salah menerima info dari temannya.

Elisa melihat Elia naik ke Sorga dalam angin badai. Bandingkan dengan TUHAN YESUS yang saat naik ke Sorga ditutupi awan atau dapat kita sebut angin badai yang membawa-NYA ke Sorga.

2 RAJA-RAJA 2 : 12
12 Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.

Kepanikan Elisa diungkapkannya melalui teriakannya, ”Bapaku, bapaku!” saat Elia meninggalkannya sendirian, lalu merobek pakaiannya sebagai tanda kesedihan. Kondisi ini terjadi karena Elisa belum sadar bahwa dia telah menerima berkat istimewa berupa dua bagian roh. Padahal Elisa melihat Elia naik ke Sorga, berarti dia memenuhi syarat untuk menerima dua bagian roh. Dan memang Elisa benar-benar menerima ROH KUDUS.

YOHANES 14 : 15, 18
15 "Jikalau kamu mengasihi AKU, kamu akan menuruti segala perintah-KU. 18 AKU tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. AKU datang kembali kepadamu.

Syarat menerima baptisan ROH KUDUS adalah mengasihi TUHAN, yakni berjalan bersama TUHAN dan menuruti perintah-NYA. Sebelum ROH KUDUS dicurahkan atas kita, mungkin kita merasa sedih dan sendiri bagai yatim piatu. Tetapi sebelum YESUS naik ke Sorga, dia telah berjanji akan memberikan PENOLONG, yakni ROH KUDUS ke atas kita. Tentu ada perbedaan signifikan yang kita alami sebelum dan sesudah ROH KUDUS dicurahkan atas kita.

2 RAJA-RAJA 2 : 8, 13
8 Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering. 13 Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan.

Tatkala hendak menyeberangi sungai Yordan yang merupakan tahapan akhir perjalanan Elia sebelum diangkat ke Sorga, Elia mengambil jubahnya dan memukulkan ke air, sehingga terbelahlah sungai itu. Elia dan Elisa menyeberang sungai Yordan sambil terus bercakap-cakap sampai Elia naik ke Sorga. Saat naik ke Sorga itulah jubah Elia jatuh dan dipungut Elisa. Jubah melambangkan kebenaran. Nama lain dari ROH KUDUS adalah ROH KEBENARAN. Memungut jubah Elia bermakna mempersilahkan ROH KUDUS masuk ke dalam hati kita.

Keputusan ada di tangan kita: mau memungut jubah yang terjatuh itu atau tidak. ROH KUDUS perlu dipersilahkan masuk ke dalam hati kita, sebab DIA adalah Pribadi yang sopan. Tercermin dari sikap TUHAN YESUS yang di dalam kitab Wahyu dituliskan, TUHAN YESUS mengetuk pintu dan menunggu penghuninya membukakan pintu bagi-NYA. Jika tidak dibukakan, TUHAN tidak memaksa masuk dan melompat lewat jendela. Kebalikannya dengan setan. Tanpa diundang pun setan berusaha menerobos masuk dan menduduki hati manusia.

2 RAJA-RAJA 2 : 14
14 Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: "Di manakah TUHAN, ALLAH Elia?" Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa.

Sesaat setelah menerima ROH KUDUS, Elisa belum tahu mengaplikasikan kuasa ROH KUDUS di dalam kehidupannya. Dalam perjalanan pulang, di tepi sungai Yordan, dia tidak bisa menyeberang. Tadi Elia yang membelah sungai Yordan dengan memukulkan jubahnya. Jubah Elia sudah ada di tangan Elisa, tapi mungkin saat itu Elisa sempat duduk termangu di pinggir sungai memikirkan cara menyeberang Yordan.

Dalam kebingungannya, Elisa mempraktekkan pengalaman pertama sebagai orang yang telah dilengkapi kuasa ROH KUDUS. Elisa masih mencoba-coba, terungkap dari kata-katanya, “Di manakah TUHAN, ALLAH Elia?” Seharusnya Elisa berkata, “TUHAN, ALLAHku”. Kondisi terjepit yang dialami Elisa membuatnya mempraktekkan apa tadinya yang dilakukan Elia: memukul air sungai Yordan dengan jubah Elia. Hasilnya, sungai Yordan terbelah. Elisa dapat menyeberang di tanah kering.

YOHANES 19 : 24
24 Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya." Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Mereka membagi-bagi pakaian-KU di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-KU." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

Syarat berikutnya yang tidak kalah penting dalam menerima pencurahan ROH KUDUS adalah rasa hormat kita terhadap ROH KUDUS. Prajurit-prajurit yang menjaga YESUS ini telah memenuhi beberapa syarat. Mereka berada di dekat salib YESUS seperti Elisa yang berdekatan dengan Elia. Mereka juga mengambil jubah YESUS seperti yang dilakukan Elisa. Tetapi apakah mereka menerima dua bagian roh seperti Elisa? Sama sekali tidak. Penyebabnya adalah mereka memegang jubah YESUS dengan sikap mengolok-olok.

Kendati tampaknya hal jasmaniah, sikap ibadah memegang peranan penting untuk menerima pencurahan ROH KUDUS. Terlambat datang ke gereja, makan saat ibadah sedang berlangsung, sibuk melontarkan komentar negatif terhadap hamba TUHAN, meremehkan hamba TUHAN, misalnya menyebut saya dengan sebutan “si Handoyo” merupakan contoh-contoh dari sikap “memegang jubah TUHAN” dengan cara yang tidak hormat.

Sikap yang tidak hormat akan membuat sia-sia ibadah kita. Misalnya, tanpa menaruh rasa hormat kepada Pribadi ROH KUDUS, jemaat memakai minyak urapan seberapa banyaknya bahkan sampai mengguyur dengan minyak urapan, tidak akan ada efeknya. Sebaliknya, setetes minyak urapan yang disertai rasa hormat dan yakin akan kuasa ROH KUDUS akan mendatangkan mujizat.

MARKUS 5 : 30
30 Pada ketika itu juga YESUS mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari Diri-NYA, lalu IA berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-KU?"

Pengalaman wanita yang menjamah jubah TUHAN YESUS ini sangat berbeda dengan para prajurit yang memegang jubah TUHAN YESUS. Wanita yang sakit pendarahan ini mendekati TUHAN YESUS dan menjamah jubah-NYA dari belakang, sebab dia merasa najis. Saat wanita ini menjamah jubah TUHAN, ada kuasa yang keluar dari TUHAN. Dalam Alkitab New King James Version dituliskan lebih jelas, “And JESUS, immediately knowing in HIMSELF that power had gone out of HIM.” Pengenalan akan TUHAN membuatnya memiliki iman yang luar biasa, sehingga dia yakin dengan menjamah jubah-NYA saja, maka dia akan sembuh.

KISAH PARA RASUL 1 : 8
8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau ROH KUDUS turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-KU di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Ciri menerima jamahan ROH KUDUS adalah menerima kuasa ROH KUDUS. Kuasa ROH KUDUS itu nyata di dalam diri orang yang penerima pencurahan ROH KUDUS. Perlu kita camkan: ROH KUDUS bukanlah Kuasa; DIA adalah Pribadi. Namun kita akan mengenali seseorang dipenuhi ROH lewat kuasa ROH KUDUS yang diterima orang itu.

Perlu ditekankan, berbahasa roh bukanlah ciri seseorang dijamah ROH KUDUS. Berbahasa roh adalah salah satu bentuk karunia. Seseorang bisa saja menerima karunia-karunia lain, bukan hanya karunia berbahasa roh. Tetapi ciri menerima kuasa adalah ciri yang mutlak dan tak terbantahkan. Kuasa apakah yang kita terima pada saat ROH KUDUS dicurahkan atas kita?

LUKAS 10 : 19
19 Sesungguhnya AKU telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

Ada tiga kuasa yang diberikan kepada orang percaya yang menerima pencurahan ROH KUDUS. Kuasa itu adalah kuasa menginjak ular, kuasa menginjak kalajengking dan kuasa menahan kekuatan musuh. Salah satu yang akan kita bahas adalah kuasa menginjak ular, yaitu kuasa mengalahkan setan.

Hari Senin lalu, saya menyadari telah menerima “kiriman” spesial berupa seekor ular yang cukup panjang, bertengger di pagar besi rumah saya. Berdasarkan cerita orang-orang di sekitar rumah saya, saya yakin sejak semalam sebelumnya dia sudah melingkar di situ. Sejak Sabtu malam saya sulit tidur, (hanya dapat tidur lebih kurang satu jam saja), merasa ada suatu kuasa yang mengganggu saya. Saya berdoa terus.

Senin pagi, ketika sopir saya baru datang dan mau masuk rumah saya, dia kaget melihat ular yang mendesis dengan kepala tegak dan tampaknya ganas sekali. Posisi ular itu melingkar setinggi kepala manusia. Ular itu kita bunuh, lalu kita bakar.

Itu bukan ular biasa. Itu adalah kuasa gelap. Dan memang beberapa hari sebelumnya saya menumpangi tangan jemaat yang dikuasai kuasa gelap dalam kebaktian Pencurahan ROH KUDUS. Menurut jemaat yang telah dilepaskan dari setan ini, dia diberi ”pegangan” oleh papanya. Wujudnya nenek tapi sebenarnya adalah ular. Tandanya ilmu itu masuk ke dalam diri seseorang adalah orang itu akan mendesis.

Ular itu hanya mampu melingkar di pagar, tidak dapat menembus masuk rumah saya, karena TUHAN telah memberi kuasa kepada orang beriman untuk mengalahkan kuasa gelap.

Memiliki kuasa menginjak ular, yaitu menang melawan kuasa gelap merupakan bukti, bahwa seseorang dipenuhi ROH KUDUS. Jika ada orang Kristen yang fasih “berbahasa roh” tetapi takut menghadapi setan, orang itu bukan orang yang dipenuhi ROH KUDUS.

Kita akan mampu mengalahkan setan jika kita dengan kerendahan hati mempersilahkan ROH KUDUS masuk ke dalam hati kita, sehingga kuasa ROH KUDUS itu nyata di dalam hidup kita.

Ini adalah pengalaman pribadi saya saat berusia kira-kira 12 tahun. Ketika itu kami sekeluarga tidak memiliki rumah dan mengembara dalam penginjilan dari satu kota ke kota lain. Kondisi tersebut membuat saya dan adik-adik tidak bersekolah hingga satu tahun. Papa terlibat penginjilan kepada satu keluarga yang broken home di sebuah kota. Keluarga berantakan, salah satu anaknya yang baru berusia belasan tahun bunuh diri di kamarnya sendiri. Akhirnya keluarga ini bertobat melalui pelayanan Papa.

Dalam obrolan dengan keluarga ini, sampai pada pertanyaan tanggal lahir saya yang ternyata persis dengan ulang tahun anaknya yang mati gantung diri. Sang ibu yang kehilangan anaknya ini menawarkan untuk tinggal di rumahnya dan membiayai sekolah saya. Saat itu saya sudah satu tahun tidak bersekolah, jadi saya terima tawarannya.

Saya sendirian menempati kamar tidur yang tadinya kamar tidur anaknya yang gantung diri itu. Pembantu rumah tangga keluarga itu bercerita, bahwa semasa hidupnya, anak majikannya itu hobby memainkan drum. Malam hari, drum di kamar itu sering berbunyi sendiri. Saat drum itu mulai berbunyi sendiri, tanpa rasa takut saya ambil gitar, duet dengan permainan drum itu. Saat mau tidur, saya katakan, “Dalam Nama YESUS, saya mau tidur!” Drum itu pun berhenti berbunyi.

Kuasa ROH KUDUS yang telah kita terima itu perlu kita pertahankan. Di saat iman kita lemah, maka kuasa ROH KUDUS di dalam diri kita juga akan melemah. Oleh karena itu kita perlu menjaga stamina iman kita.

YOHANES 14 : 12
12 AKU berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-KU, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang AKU lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab AKU pergi kepada BAPA.

Elisa yang telah menerima dua bagian roh mampu berbuat seperti Elia. Kita yang telah menerima ROH KUDUS pasti juga mampu berbuat seperti TUHAN YESUS, bahkan lebih. Bukan suatu kesombongan jika kita dapat melakukan lebih dari apa yang TUHAN YESUS lakukan, sebab TUHAN sendiri yang berkata demikian. Kita yang dilengkapi kuasa ROH KUDUS berdoa di dalam Nama TUHAN YESUS akan menerima kesembuhan. YESUS mampu membangkitkan orang mati, kita pun mampu bangkit dari keterpurukan. YESUS mengubah air tawar menjadi air anggur, kita pun mampu mengubah suasana tawar dalam rumah tangga menjadi semanis air anggur.

2 RAJA-RAJA 2 : 15
15 Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka berkata: "Roh Elia telah hinggap pada Elisa." Mereka datang menemui dia, lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ke tanah.

Tanpa perlu berkata, “Aku sudah dipenuhi ROH KUDUS!”, rombongan nabi yang melihat Elisa yang membelah sungai Yordan berkata, bahwa Roh Elia sudah hinggap pada Elisa. Kita tidak perlu gembar-gembor mengatakan sudah dipenuhi ROH KUDUS; pengalaman demi pengalamanan disertai kuasa ROH KUDUS itulah yang akan “bercerita” kepada orang lain. Dari jauh orang dapat menilai bahwa kita dipenuhi ROH KUDUS karena perbuatan-perbuatan TUHAN nyata di dalam hidup kita.

Pengalaman itu nyata, bukan kamuflase atau trik. Itulah yang membuat nabi-nabi sujud kepada Elisa sebagai bentuk penghargaan. Kita tidak perlu minta dihormati orang lain, tetapi jika kita dipenuhi ROH KUDUS, dengan sendirinya orang akan tunduk dan hormat kepada kita. Demikian pula semua masalah akan tunduk dan tidak bisa mempermainkan kita lagi.

LUKAS 8 : 28
28 Ketika ia melihat YESUS, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-NYA dan berkata dengan suara keras: "Apa urusan-MU dengan aku, hai YESUS ANAK ALLAH Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-MU, supaya ENGKAU jangan menyiksa aku."

Bahkan setan pun mengakui kekuasaan YESUS yang Mahatinggi, dan sangat takut kepada TUHAN. Jika ROH KUDUS di dalam kita, setan yang melihat ROH KUDUS terpancar dari dalam kita akan mengakui dan tersungkur di bawah kaki kita. Setan akan tersiksa dan tidak mau dekat kepada orang yang dipenuhi ROH KUDUS. Kita juga akan dijauhi oleh masalah yang “tersiksa” bila berdekatan dengan kita. Itulah berkat dua bagian Roh yang kita terima setelah TUHAN YESUS naik ke Sorga. Amin.