Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Makna Kenaikan TUHAN...
Makna Kenaikan TUHAN YESUS
Pdt. Handoyo Santoso, M.Min. | Keb. I Kamis, 25 Mei 2006
Disadur oleh Yuyu | Tanggal Terbit : Minggu, 13/05/07
Lihat Video Streaming : Versi Hi | Versi Low

Kenaikan TUHAN YESUS ke Sorga bukan sekadar DIA kembali ke tempat asal-NYA, namun memiliki arti penting. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang makna di balik kenaikan-NYA itu.

KISAH PARA RASUL 1 : 9
9 Sesudah IA mengatakan demikian, terangkatlah IA disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-NYA dari pandangan mereka.

Sering kali orang Kristen kurang memperhatikan dan mempelajari arti kenaikan TUHAN YESUS ke Sorga. Kebanyakan hanya berkutat pada penebusan dosa yang dilakukan melalui kematian-NYA. Padahal, baik kelahiran, kematian, kebangkitan, maupun kenaikan-NYA ke Sorga sama-sama memiliki makna yang penting dan perlu kita pelajari. TUHAN YESUS naik ke Sorga bukan sekedar pulang ke rumah-NYA di Sorga.

Ada beberapa hal yang perlu kita pelajari seputar kenaikan TUHAN YESUS ke Sorga ini. Ayat di atas mencatat, bahwa kenaikan YESUS itu disaksikan oleh murid-murid-NYA. Mengapa demikian? Karena TUHAN YESUS tahu, bahwa kenaikan-NYA itu memiliki makna penting. Dan TUHAN tahu, setan memakai orang-orang untuk mengaburkan, memalsukan dan menutup-nutupi fakta kenaikan TUHAN YESUS ini. Karena itu, TUHAN YESUS membawa para saksi, bahwa DIA benar-benar naik ke Sorga. Dipertegas dengan pernyataan dari Lukas yang juga sebagai penulis Kisah Rasul ini, bahwa awan menutup-NYA dari pandangan mereka. Berarti hal ini bukan halusinasi, tetapi sungguh-sungguh nyata.

LUKAS 24 : 51
51 Dan ketika IA sedang memberkati mereka, IA berpisah dari mereka dan terangkat ke Sorga.

Lukas melengkapi Kisah 1:9 dengan menuliskan, bahwa tujuan YESUS adalah kembali ke Sorga. Hal ini menunjukkan bahwa DIA adalah benar-benar ANAK ALLAH yang berasal dari Sorga. Nubuat para nabi tentang YESUS telah digenapi: DIA lahir, mati, bangkit dan naik ke Sorga. Sebagai orang beriman, kita memiliki keyakinan dan menunggu kegenapan DIA akan turun menjemput kita untuk tinggal bersama-NYA di Sorga.

Kita acap kali bertanya-tanya, “TUHAN sudah mati menebus dosaku, sudah bangkit dalam kemenangan, mengapa DIA tidak terus tinggal di dalam dunia ini. Jadi kalau kita sedang sakit atau membutuhkan sesuatu, kita hanya perlu meminta kesembuhan, meminta berkat?” Ternyata TUHAN YESUS sudah meninggalkan berkat bagi kita, para murid-NYA, sebelum kenaikan-NYA ke Sorga.

YOHANES 16 : 33
33 Semuanya itu KUkatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam AKU. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, AKU telah mengalahkan dunia."

Faktanya, hidup kita sebagai orang Kristen masih diliputi berbagai persoalan. Di manakah berkat yang telah dijanjikan TUHAN YESUS bagi kita? Orang Kristen atau bukan Kristen, sama-sama mengalami berbagai problema; itu tidak dapat kita sangkal atau tolak. TUHAN YESUS sendiri secara gamblang menjelaskan dengan pernyataan “dalam dunia kamu menderita penganiayaan” atau dapat kita terjemahkan sebagai problema. Bedanya, kita sebagai anak TUHAN menerima janji berkat damai sejahtera.

Kekuatiran tentang segala hal merupakan bukti damai sejahtera merupakan barang langka. Banyak istri yang kuatir suaminya main mata melakukan berbagai upaya agar dirinya tetap menjadi pusat perhatian. Liposuction, botox dan berbagai treatment kecantikan lainnya dipakai sebagai jurus untuk melindungi dirinya dari ancaman wanita lain. Ada juga yang memproteksi diri dengan cara memasung kebebasan suami, memonitor kegiatan suami. Suami pun tidak kalah gesit menjaga istrinya, antara lain dengan bersikap galak ala Hitler atau memantau istri dari segala arah.

Berkat damai sejahtera yang telah dijanjikan-NYA sebelum DIA naik ke Sorga ini akan dapat kita nikmati dengan kondisi “di dalam AKU”. Damai sejahtera ini bukan membuat kita terlepas dari kesulitan, tetapi memampukan kita menghadapi dan mengalahkan kesulitan itu. Berarti kalau kita tidak mau dijajah problema, kita harus hidup di dalam YESUS, bukan hidup dalam keduniawian. Jadi pilihannya ada di tangan kita: menikmati berkat damai sejahtera, sehingga kita mampu menghadapi kesulitan, ataukah kita mengandalkan keduniawian yakni kekayaan, kekuasaan, dan segala kemampuan yang kita miliki.

Damai sejahtera itu kita peroleh karena YESUS telah mengalahkan dunia. Bila kita tinggal di dalam YESUS dan tidak tinggal di dalam keduniawian, kita pun mengalahkan dunia dengan berbagai masalahnya.

Kemenangan ini juga dialami oleh jemaat kita yang harus menjalani operasi otak. Sebagai anak TUHAN, bapak ini tidak luput dari masalah. Bahkan setelah operasi, dia koma selama 3 minggu. Namun damai sejahtera ALLAH yang diturunkan kepada anak-NYA mampu mengatasi masalah kesehatan yang dialaminya. Minggu lalu saya sudah bertemu dengan bapak tersebut dalam ibadah.

IBRANI 9 : 22 - 24
22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. 23 Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu. 24 Sebab KRISTUS bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat ALLAH guna kepentingan kita.

Di dalam Ibrani 9:22-24 tercantum secara ringkas namun lengkap tentang misi TUHAN YESUS turun ke dalam dunia dan kemudian kembali ke Sorga. Ayat 22 menjelaskan mengenai misi penyelamatan YESUS KRISTUS, Domba Paskah yang tersembelih bagi kita. YESUS datang ke dalam dunia bukan untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi justru untuk menggenapinya. DIA mati menebus dosa kita, dan kemudian bangkit dalam kemenangan.

Lalu misi apa yang dilakukan-NYA saat naik ke Sorga? Ketika manusia jatuh dalam dosa, ALLAH BAPA menjatuhkan hukuman. Sebab ALLAH telah berfirman, “Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Yang menjatuhkan hukuman adalah ALLAH BAPA, dan yang menebus dosa kita adalah YESUS KRISTUS melalui darah-NYA yang tercurah di atas kayu salib. Ayat 24 menjelaskan, bahwa YESUS membawa Darah-NYA bukan ke kemah Tabernakel buatan manusia di padang gurun atau ke Bait ALLAH, sebab ALLAH BAPA berada di Sorga. Karena itu, DIA pergi Sorga untuk menyerahkan Darah-NYA sendiri kepada ALLAH sebagai “pembayaran” yang sah atas dosa umat manusia. Saat kembali ke Sorga 40 hari setelah kebangkitan-NYA, YESUS menghadap BAPA di Sorga untuk menuntaskan misi penting penyelamatan manusia. Dengan demikian, setan sama sekali tidak dapat berkutik lagi, karena BAPA yang menjatuhkan hukuman telah menerima “pembayaran”.

YOHANES 14 : 16
16 AKU akan minta kepada BAPA, dan IA akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya IA menyertai kamu selama-lamanya.

Jika YESUS KRISTUS dan ROH KUDUS adalah satu, adalah ALLAH, mengapa TUHAN YESUS harus naik ke Sorga dan ROH KUDUS turun? Mengapa tidak TUHAN YESUS saja tetap berdiam di dunia? “Penolong yang lain” memiliki arti YESUS dan ROH KUDUS adalah setara, tetapi memiliki tugas yang berbeda.

YESUS turun ke dunia karena yang memerlukan penebusan dosa adalah manusia, maka YESUS turun ke dunia dalam rupa manusia. Setelah YESUS menunaikan tugas menebus dosa kita, maka ROH KUDUS yang menggantikan posisi YESUS dengan berdiam di dalam hati kita, agar kita dapat memelihara keselamatan sampai YESUS datang kedua kalinya untuk menjemput kita.

ROH KUDUS turun ke atas kita dan tinggal di dalam hati setiap orang beriman. Hal ini tidak memungkinkan dilakukan oleh YESUS yang turun dalam rupa manusia. Dengan wujud YESUS yang turun dalam rupa manusia, DIA tidak mungkin berada di beberapa tempat sekaligus. Sedangkan ROH KUDUS dapat berdiam di dalam hati setiap orang beriman pada waktu yang bersamaan, sebab DIA adalah ROH.

Kata “SEORANG” sebagai kata ganti ROH KUDUS ini berarti ROH KUDUS adalah Pribadi. Demikian pula dengan YESUS. Jika YESUS selama berada di dunia ini berkomunikasi, mendoakan, menguatkan murid-murid-NYA, demikian pula halnya dengan ROH KUDUS.

YOHANES 3 : 13
13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada DIA yang telah turun dari sorga, yaitu ANAK MANUSIA.

Ayat di atas menunjuk YESUS yang telah naik ke Sorga, berarti YESUS berasal dari Sorga, adalah ALLAH sendiri. “Da Vinci Code” mencoba mengaburkan, bahwa YESUS adalah manusia, bahkan dihujat dengan hal-hal yang tidak senonoh untuk mengacaukan iman orang Kristen. Memang sejak kebangkitan YESUS, lawan-lawan YESUS telah berusaha mengelabui orang percaya dengan meniupkan kabar bohong, bahwa YESUS tidak bangkit. Tetapi Alkitab dengan teliti mencatat, bahwa kebangkitan-NYA itu disaksikan oleh serdadu-serdadu yang menjaga kubur YESUS. Merekalah yang disuap untuk mengabarkan kebohongan yang tidak masuk akal.

Tidak ada seorangpun yang dapat naik ke Sorga selain YESUS yang berasal dari Sorga. Jika demikian, dapatkah kita sebagai orang beriman berdiam di dalam Sorga? Setelah kenaikan-NYA ke Sorga, ROH KUDUS yang diutus BAPA berdiam di dalam diri kita masing-masing. ROH KUDUS yang berasal dari Sorga ini akan membawa kita ke Sorga, jika ROH KUDUS tetap tinggal di dalam kita.

Memang saat ini kita belum tinggal di Sorga bersama DIA, namun kita telah menerima pembayaran di muka berupa damai sejahtera. Itu adalah “Sorga kecil”. Sebab orang dunia yang memiliki segala-galanya dalam dunia ini, tidak dapat menikmati atau memiliki damai sejahtera yang disediakan YESUS bagi orang beriman.

YOHANES 14 : 6
6 Kata YESUS kepadanya: "AKUlah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada BAPA, kalau tidak melalui AKU.

Dengan cara yang sederhana, YESUS menjelaskan bahwa DIA adalah Jalan menuju kepada BAPA, menuju Sorga. Dan tanpa melalui YESUS, tidak ada yang dapat mencapai Sorga. Jika YESUS tidak kembali ke Sorga, kita tidak akan dapat masuk ke Sorga, sebab kita perlu Penuntun agar kita tidak nyasar dalam perjalanan kita menuju Sorga. YESUS mampu menuntun kita ke Sorga, maka YESUS pasti mampu menuntun hidup kita di dunia ini.

Untuk menuju Sorga, kita meminta tuntunan YESUS. Mengapa kita tidak menerapkan hal yang sama dengan meminta tuntunan-NYA di dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Buat saya, tidak mudah mengatur manajemen gereja. Dengan kehadiran jemaat dewasa dan Sekolah Minggu yang setiap hari Minggu berkisar 8000 orang dan hanya dibantu oleh staff gereja yang berjumlah sekitar 30 orang, dapat dibayangkan bila hal tersebut ditangani tanpa tuntunan TUHAN. Namun semuanya dapat berjalan dengan baik dan seluruh jemaat dapat dilayani.

Tuntunan TUHAN juga kita alami saat mengajukan hak paten atas “Tabernacle Family”, nama yang diciptakan Papa sebagai nama populer dari Gereja Kemah Tabernakel. Ternyata sebulan setelah kita mendaftarkan “Tabernacle Family”, ada gereja lain yang mengajukan pendaftaran nama “Tabernacle Family” sebagai milik gereja tersebut. Tanpa tuntunan TUHAN melalui bapak Tony Saputra yang mengurus pendaftaran tersebut, mungkin kita sebagai pemilik nama “Tabernacle Family” harus berganti nama. Pertolongan TUHAN tidak pernah terlambat dan kita selalu berada selangkah di muka lawan-lawan kita.

YOHANES 14 : 3
3 Dan apabila AKU telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, AKU akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-KU, supaya di tempat di mana AKU berada, kamupun berada.

Menyediakan tempat di Sorga ini jangan diartikan seperti membangun rumah di dalam dunia. YESUS menyediakan tempat ini artinya DIA memberikan garansi, bahwa DIA yang berasal dari Sorga akan menuntun kita ke Sorga jika ROH KUDUS ada di dalam hati kita. Menyediakan tempat itu berarti kita bukan tinggal sebagai pengungsi, tetapi memiliki tempat tinggal yang tetap di Sorga. Garansi ini tidak dapat kita temukan di mana pun juga selain di dalam YESUS.

Berkat dari YESUS ini ibarat paket lengkap. Di dalam dunia yang penuh kesulitan atau aniaya ini, berkat damai sejahtera telah disediakan, yaitu ROH KUDUS yang tinggal di dalam kita, sehingga kita mampu mengalahkan dunia. Sedangkan jaminan keselamatan melalui korban KRISTUS yang telah lahir, mati, bangkit dan naik ke Sorga telah digenapi. Janji TUHAN YESUS yang akan kembali menjemput kita juga pasti akan digenapi.

KISAH 1 : 10 11
10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu IA naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? YESUS ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat DIA naik ke sorga."

Sesudah YESUS hilang dari pandangan mata murid-murid-NYA yang menyaksikan YESUS naik ke Sorga, tiba-tiba dua orang malaikat bertanya, mengapa mereka melihat ke langit. Perkataan malaikat itu mencela murid-murid TUHAN yang terus menatap ke langit. Perbuatan mereka itu tidak ada gunanya. Mereka perlu, bahkan harus menyaksikan YESUS naik ke Sorga, namun setelah YESUS tertutup awan dan bahkan sudah sampai di Sorga, kita tidak perlu menatap ke langit lagi.

YESUS sudah naik ke Sorga dengan membagikan kemenangan bagi kita. DIA menurunkan damai sejahtera bagi kita di dunia ini dan menyediakan tempat bagi kita di Sorga. Itu adalah berkat kemenangan bagi kita. Namun kita jangan cuma melihat ke langit, yang artinya bertanya, kapan DIA datang menjemput kita. Jangan kita disibukkan dengan selalu membahas akhir zaman, mengkaitkan keadaan ekonomi, bencana dan lain-lain sebagai tanda-tanda akhir zaman. Sebab YESUS sendiri berkata, “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu.” Hal yang terpenting bagi kita sekarang adalah memelihara iman kita agar senantiasa siap kapan pun YESUS menjemput kita untuk tinggal bersama-NYA di Sorga.

Di samping itu, YESUS memberi tugas kepada orang-orang beriman untuk memberitakan kabar keselamatan kepada semua orang. Jadilah saksi-NYA, bahwa YESUS sudah turun ke dunia untuk mati dan bangkit menebus kita. Dan siapa saja yang percaya kepada-NYA akan memperoleh hidup di Sorga bersama DIA. Kita akan dapat bersaksi kalau ROH KUDUS telah turun atas kita, kalau kita telah memiliki damai sejahtera, sehingga kita memiliki semangat yang menyala untuk memberitakan kabar keselamatan kepada orang-orang yang berada di lingkungan kita.

YOHANES 8 : 12
12 Maka YESUS berkata pula kepada orang banyak, kata-NYA: "AKUlah terang dunia; barangsiapa mengikut AKU, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Perkataan YESUS ini adalah jaminan bagi kita. YESUS adalah Terang dunia, YESUS menerangi hidup kita, sehingga kita tidak berjalan di dalam kegelapan. Dengan demikian kita tidak perlu meraba-raba di dalam menjalani hidup ini. Kita tidak perlu untung-untungan atau berspekulasi dalam mengambil tindakan. Di dalam terang tuntunan TUHAN YESUS, tujuan kita pasti: ke Sorga.

Dan kita mengisi hidup kita dengan menjadi saksi TUHAN. Sebagai saksi, TUHAN pasti akan melengkapi kita dengan berkat-berkat-NYA. Tidak mungkin kita menjadi saksi dan mengajak orang lain mengikut TUHAN agar mereka menerima berkat TUHAN, tetapi kita sendiri hidup seperti gembel. Sebagai saksi-NYA, kita hidup di dalam terang. Terang itu adalah YESUS, Terang itu adalah ROH KUDUS yang menuntun langkah kita menuju kemenangan demi kemenangan hingga akhirnya kita menerima kemenangan kekal di dalam Sorga. Amin.