Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Amsal Dan Hikmat
Amsal Dan Hikmat
Pdt. Dr. Benny Santoso, Ph.D. | PA Selasa, 26 Januari 1999
Disadur oleh Hardi Suryadi | Tanggal Terbit : Minggu, 29/05/05

Amsal dan hikmat merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan hal yang esensial bagi orang beriman. Dengan hikmat yang kita peroleh dari menekuni Amsal, kita akan dapat menguasai diri dan tidak mudah panik dalam menghadapi segala situasi yang seringkali tidak terduga.

AMSAL 1: 1 - 2
1 Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, 2 untuk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata-kata yang bermakna

Amsal adalah untaian kata yang memiliki makna yang sangat luas. Hanya dari satu kata yang terkandung dalam amsal memiliki pengertian yang dapat dijabarkan secara panjang lebar. Dalam bahasa Inggris 'Amsal' memiliki makna yang mengacu pada untaian kata yang mengajarkan hikmat. Hikmat itu yang memampukan kita untuk dapat menguasai diri sendiri, dan memampukan kita untuk mengerti perkataan-perkataan yang memiliki makna sangat dalam.

Penulis kitab Amsal adalah Salomo, putra Daud, raja atas bangsa Israel. Tercatat di dalam 1 Raja-Raja 4 : 32, "Ia menggubah tiga ribu amsal ..." Raja Salomo dapat menulis begitu banyak Amsal oleh karena hikmat dari TUHAN yang turun ke atasnya. Jadi jika kita mempelajari kitab Amsal, maka kita menggali hikmat ALLAH yang ditulis oleh Salomo.

1 RAJA-RAJA 3 : 12
12 maka sesungguhnya AKU melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya AKU memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.

Sekalipun yang menulis Amsal ini adalah Salomo, namun kita harus tetap ingat bahwa lahirnya Amsal ini semata-mata oleh karena hikmat dari TUHAN. Dengan demikian, jika kita mempelajari Amsal, berarti kita sedang menggali hikmat TUHAN. Jika Salomo dapat menulis Amsal karena hikmat TUHAN turun ke atasnya, TUHAN dapat juga memakai orang lain untuk dipakai menjadi alat bagi kemuliaan TUHAN. Contohnya adalah Bezaleel dan Aholiab. Kedua orang ini dipenuhi oleh Roh TUHAN dan dilengkapi dengan berbagai ragam keahlian, sehingga mereka dapat membangun bait ALLAH.

KELUARAN 31 : 2 - 3
2 "Lihat, telah KUtunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, 3 dan telah KUpenuhi dia dengan ROH ALLAH, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan

Bezaleel adalah salah satu orang yang ditunjuk oleh ALLAH untuk membangun Bait Suci. Ia dipakai TUHAN dengan luar biasa dalam pembangunan Bait Suci-NYA ini. Bukan merupakan hal yang mudah bagi Bezaleel untuk mengemban tugas ini. Contohnya dalam pembuatan kaki dian yang menjadi salah satu perkakas ibadah. Pembuatan kaki dian yang memiliki cabang sebanyak enam buah ini dibuat dari emas yang ditempa. Untuk membentuk kaki dian, Bezaleel sama sekali tidak boleh mematri atau menyambung. Dari sebongkah emas utuh haruslah dibentuk pokok dan keenam cabangnya. Bagaimana Bezaleel dapat melakukan hal tersebut kalau bukan karena Hikmat atau Roh ALLAH turun ke atasnya sehingga ia mampu melakukan itu.

Hikmat dari TUHAN yang memampukan Bezaleel mengerjakan tugasnya. Hikmat dari TUHAN pulalah yang diterima oleh Salomo hingga dia dapat menulis Kitab Amsal yang memiliki kuasa karena maknanya yang sangat dalam.

Jika kita mempelajari Amsal dan mengerti artinya, maka kita akan mengetahui Hikmat yang sejati (the real Wisdom). Dengan demikian semua masalah yang kita hadapi dapat diselesaikan dengan mudah. Sebagai manusia, kita sangat memerlukan hikmat TUHAN sebab manusia seringkali dihadapkan pada persimpangan jalan. Begitu banyak jalan yang tidak kita ketahui dengan pasti apakah jalan itu adalah jalan yang harus kita tempuh ataukah itu jalan buntu. Tetapi orang yang memiliki hikmat pasti mampu menentukan pilihan yang tepat dan benar.

Dalam Akitab bahasa Inggris versi CEV, dituliskan "Proverbs will teach you wisdom and self-control..." Amsal mengajarkan kita hikmat dari TUHAN sehingga kita dapat menguasai diri. Berlawanan dengan orang yang tidak berhikmat; pastilah orang itu tidak dapat menguasai dirinya sendiri. Contoh: orang yang tidak memiliki hikmat pasti akan panik ketika ada persoalan. Tetapi sebaliknya, orang yang berhikmat akan selalu memiliki ketenangan dalam segala keadaan.

Pada umumnya manusia tidak dapat mengendalikan dirinya, apalagi di jaman sekarang ini. Hanya karena tersinggung sedikit saja manusia sudah saling membunuh. Hal ini menunjukkan bahwa manusia sudah kehilangan pengendalian diri. Mengapa ini semua terjadi? Karena manusia tidak memiliki hikmat TUHAN dan sedang dikuasai oleh kuasa kegelapan. Penguasa-penguasa di udara sedang bekerja sedemikian rupa dan selalu mengintai setiap manusia untuk dikuasainya, termasuk orang-orang yang telah percaya kepada TUHAN. Karena itu hidup kita harus selalu dikawal oleh hikmat TUHAN.

Dilukiskan dalam Amsal 25 : 28, bahwa orang yang tidak dapat menguasai dirinya sama seperti kota yang roboh temboknya. Jika tembok suatu kota hancur, maka kota itu sudah tidak dapat disebut lagi sebagai kota. Lebih sesuai bila dinamakan reruntuhan. Begitu pula dengan orang yang tidak dapat mengendalikan diri, hidupnya akan hancur. Tapi dengan tekun mempelajari amsal, kita dapat mengendalikan diri sebab ia adalah hikmat yang mengontrol akal pikiran kita.

2 KORINTUS 4 : 4
4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan KRISTUS, yang adalah gambaran ALLAH.

Sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, pikiran manusia dibutakan atau dicengkeram oleh setan. Pikiran Hawa yang tadinya sama dengan pikiran TUHAN. Kemudian pikiran itu diubah oleh setan sehingga Hawa tidak dapat mengendalikan dirinya lagi. Akibatnya ia mengambil buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, buah yang yang dilarang oleh ALLAH untuk dimakan. Hawa memakan buah itu, dan memberikannya kepada suaminya. Kondisi Adam dan Hawa setelah melanggar perintah TUHAN seperti kota yang temboknya sudah roboh (hancur). Itu sebabnya manusia membutuhkan Amsal yang di dalamnya terkandung Hikmat ALLAH. Sebab setiap hari manusia menghadapi persoalan, tapi orang yang memiliki hikmat ALLAH, dia mampu menghadapinya dengan pengendalian diri yang sangat baik.

Ironisnya sang penulis Amsal pada akhirnya tidak mampu mengendalikan dirinya sendiri, sebab Hikmat TUHAN tidak lagi tinggal di dalam hatinya. Mungkin terlintas dalam benak kita, jika demikian apa gunanya kita mempelajari Amsal? Mungkin kita beranggapan percuma. Padahal yang sesungguhnya tidaklah demikian, sebab semuanya itu kembali kepada diri kita sendiri. Apakah setelah mempelajari Amsal kita tetap memeliharanya di dalam setiap langkah kehidupan kita? Oleh karena Salomo tidak memelihara Amsal, maka Amsal tersebut tidak dapat melindunginya. Jikalau Salomo memelihara hikmat TUHAN yang diterimanya melalui amsal yang ditulisnya sendiri, sudah pasti ia dapat mengendalikan dirinya. Dia tidak akan memiliki istri sebanyak seribu orang yang membawanya pada penyembahan berhala.

ROH KUDUS menerangi hati setiap orang Kristen, tetapi bukan berarti ROH KUDUS akan tetap memimpin orang tersebut jika ia tidak memelihara hidupnya sesuai dengan kehendak ALLAH. Kalau kita tidak menjaga Api ROH KUDUS untuk selalu menerangi kita, maka ROH KUDUS di dalam diri kita akan padam. Karena itu selain mempelajari Amsal, kita juga harus tetap memegang Amsal setiap saat agar Amsal yang telah kita mengerti tidak hilang dari ingatan kita. Lebih-lebih bagi yang mengajarkan Amsal pada orang lain, sebab jangan sampai yang mengajarkan Amsal justru mengalami kejatuhan karena tidak berhati-hati. Hal ini juga yang saya takutkan, sehingga rasa takut ini membuat saya tetap berjaga-jaga. Sebab jika tidak demikian, saya akan jatuh.

Paulus membagi pengalamannya kepada pemberita Injil bagaimana agar dia dapat tetap berpegang pada Firman, yaitu dengan melatih dan menguasai tubuhnya (1 Korintus 9 : 27). Sangatlah berbahaya bila seorang pengajar Firman, tetapi dia sendiri tidak melakukan seperti yang diajarkannya. Karena itu kita harus mengerti bahwa seorang pendeta berada dalam posisi yang cukup rawan, sebab ia harus dapat hidup seperti apa yang dia ajarkan. Karena itu saya selalu berdoa supaya saya bisa selalu taat dan menjadi teladan dalam berbagai hal bagi jemaat.

Selain itu Amsal adalah jalan untuk mengerti perkataan-perkataan yang dalam artinya, sebab perkataan TUHAN itu sangat dalam. Seringkali kita tidak mengerti perkataan TUHAN, tetapi jika kita mau mempelajari perkataan-perkataan-NYA maka IA yang memberikan hikmat itu akan membuat kita mengerti.

1 KORINTUS 2 : 14
14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh ALLAH, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

Amsal itu mendatangkan hikmat bagi yang dengan tekun mempelajarinya. Sumber Amsal itu adalah ALLAH sendiri. Salomo hanyalah penulis Amsal. Melalui hikmat yang diperoleh dari mempelajari Amsal, kita akan mengerti hal-hal yang dalam, yang berasal dari ROH ALLAH. Hal-hal tersebut tidak dapat dipahami oleh manusia duniawi.

Misalnya saja banyak orang yang tidak dapat memahami tentang ke- Tritunggal-an ALLAH. Banyak orang yang mengatakan bahwa orang Kristen itu memiliki tiga ALLAH, padahal ALLAH itu Esa. Mereka juga tidak mengerti mengapa TUHAN YESUS KRISTUS disebut ALLAH PUTRA. Dibahasakan, bahwa YESUS KRISTUS adalah ANAK ALLAH, artinya DIA adalah Firman yang diutus ke dalam dunia dan menjadi daging (dalam rupa manusia). Kita bisa mengerti semua ini karena ROH KUDUS yang ada dalam kita. Banyak orang Kristen yang sudah terbilang tahunan menjadi 'orang Kristen', tetapi pengertian rohaninya masih dangkal. Hal ini terjadi karena orang tersebut tidak memiliki Hikmat TUHAN. Kesukaannya adalah melihat mujizat yang dilakukan TUHAN. Orang Kristen yang demikian adalah orang yang belum mengerti Hikmat, yaitu YESUS KRISTUS.

IBRANI 5 : 14
14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Kalau kita mempunyai hikmat karena kita mempelajari Amsal, maka kita akan menjadi dewasa rohani. Yang dimaksudkan dengan Amsal bukan hanya kitab Amsal yang dituliskan oleh raja Salomo. TUHAN YESUS adalah penggubah amsal yang terbesar. Orang Farisi dan ahli Taurat melontarkan pertanyaan kepada TUHAN YESUS mengenai tindakan apa yang sebaiknya dilakukan terhadap seorang perempuan yang kedapatan berzinah: dirajam ataukah dibebaskan? Menurut Taurat, hukuman bagi seorang pezina adalah dirajam sampai mati. Pertanyaan yang bertujuan menyudutkan TUHAN YESUS, dijawab-NYA dengan amsal "Barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu terhadap perempuan itu". Untaian kata yang singkat dalam amsal tersebut memiliki efek yang mengagumkan! Para ahli Taurat dan orang Farisi yang sebelumnya penuh percaya diri membawa perempuan tersebut, satu demi satu dengan diam-diam meninggalkan TUHAN YESUS bersama perempuan itu. Dari amsal TUHAN YESUS ini, mereka sadar bahwa mereka adalah orang berdosa yang tidak berhak menghukum orang lain yang bersalah.

Orang Kristen yang dewasa rohani akan mengerti perkataan TUHAN YESUS atau dengan kata lain memiliki hikmat. Dengan hikmat, kita tidak akan pernah kekurangan apapun, sebab dengan hikmat itulah kita mengetahui bagaimana kita harus bertindak, sehingga segala hal dapat diatasi. Contohnya: ketika TUHAN YESUS ditagih pembayaran bea untuk Bait ALLAH, dengan hikmat-NYA, TUHAN memerintahkan Petrus untuk memancing ke danau. Di dalam mulut ikan pertama yang ditangkap Petrus terdapat sejumlah uang untuk pembayar bea Bait ALLAH.

YOHANES 15 : 4 - 5
4 Tinggallah di dalam AKU dan AKU di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam AKU. 5 AKUlah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam AKU dan AKU di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar AKU kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Perkataan TUHAN ini cukup sulit, sehingga jika kita tidak memahaminya dengan hikmat, maka kita tidak akan mengerti apa yang dimaksudkan oleh TUHAN. Perkataan "AKUlah pokok anggur" sesungguhnya memiliki pengertian bahwa YESUS adalah Hikmat, sehingga barang siapa yang ingin memiliki hikmat harus menjadi carang yang menempel pada pokoknya. Dengan demikian ia akan memiliki hikmat, sebab carang akan mendapatkan sari-sari makanan karena dialiri oleh pokoknya. Demikian juga kita. Karena itu TUHAN memerintahkan kepada kita untuk tinggal di dalam DIA, sehingga hikmat-NYA akan mengalir kepada kita pada kehidupan yang kekal dan akan menghasilkan buah yang banyak.

YOHANES 14 : 15 - 17
15 "Jikalau kamu mengasihi AKU, kamu akan menuruti segala perintah-KU. 16 AKU akan minta kepada BAPA, dan IA akan memberikan kepadamu seorang PENOLONG yang lain, supaya IA menyertai kamu selama-lamanya, 17 yaitu ROH KEBENARAN. Dunia tidak dapat menerima DIA, sebab dunia tidak melihat DIA dan tidak mengenal DIA. Tetapi kamu mengenal DIA, sebab IA menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Tanpa hikmat ALLAH, sulit untuk mengerti Amsal "jikalau kamu mengasihi AKU." Sebab bagaimana kita dapat mengasihi TUHAN, sedangkan DIA tidak nampak bila kita lihat dengan mata jasmani. Tetapi oleh Hikmat, kita akan mengerti cara mengasihi YESUS, yaitu dengan cara mentaati perintah-perintah-NYA atau mentaati Firman, sebab YESUS adalah Firman itu sendiri. Jika kita melakukan Firman maka kita dapat disebut sebagai orang yang mengasihi YESUS. DIA akan mengaruniakan ROH PENOLONG, yakni Hikmat, kepada orang-orang yang mencintai DIA. Hikmat itu akan selalu menyertai kita dan tinggal di dalam kita.

Saya sangat sedih apabila ada orang Kristen yang belum sungguh-sungguh mengerti Firman, tetapi dinyatakan, bahwa sudah dipenuhi dengan ROH KUDUS hanya karena bisa 'berbahasa Roh'. Ada langkah-langkah yang harus dilalui sebelum seseorang dipenuhi ROH KUDUS. Langkah pertama yang harus ditapaki adalah kita membuka hati kita untuk Firman, sehingga kita menyadari kesalahan dan segala dosa kita (bertobat). Saat itulah kita menerima ROH KUDUS, tetapi ROH KUDUS yang di dalam hati orang itu belum sepenuhnya menguasai diri orang itu. Bila orang itu dengan tekun terus mempelajari Firman dan berjalan sesuai dengan Firman, maka ROH KUDUS akan semakin berkuasa di dalam dirinya dan kedagingan yang tadinya menguasai dirinya akan semakin berkurang. Setelah kita melangkahkan kaki dengan selalu hidup di dalam Firman, maka barulah karunia-karunia ROH KUDUS akan diberikan kepada kita. Salah satu karunia ROH KUDUS adalah Karunia Hikmat yang akan diberikan kepada orang-orang yang mau taat kepada Firman-NYA.

AMSAL 1 : 3
3 untuk menerima didikan yang menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran

Versi Alkitab CEV tertulis, "You will learn what is right and honest and fair." Amsal mengajarkan kita kebenaran, kejujuran dan keadilan. Dengan hikmat yang kita peroleh dari mempelajari amsal, kita dapat mengetahui kebaikan dan kebenaran sehingga dalam memilih dan memutuskan sesuatu, kita dapat melakukannya dengan tepat.

Melalui Hikmat atau Firman, kita akan menerima empat hal seperti yang tercatat dalam 2 Timotius 3 : 16 "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." Orang yang mau menerima didikan dari Firman ALLAH akan menjadi orang yang bijak.

AMSAL 8 : 33 - 36
33 Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya. 34 Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku. 35 Karena siapa mendapatkan aku,mendapatkan hidup, dan TUHAN berkenan akan dia. 36 Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya; semua orang yang membenci aku, mencintai maut."

Orang yang mau mendengarkan Amsal dan mau mengertinya, maka orang itu akan berbahagia di dalam hidupnya. Namun dibutuhkan ketekunan bagi Salomo dalam menerima Amsal yang dinyatakannya dengan "setiap hari menunggu" (ayat 34). Salomo dengan tekun menantikan pewahyuan dari ALLAH yang menurunkan amsal yang kemudian dituangkannya di dalam kitab Amsal. Dan hal itu memakan waktu yang tidak sedikit. Jaman sekarang ini, kita tidak perlu menanti terlalu lama untuk mendapatkan pewahyuan dari ALLAH. Kini, perkataan ALLAH dapat kita nikmati dan renungkan setiap saat melalui Alkitab yang telah dibukukan. Dengan jalan demikianlah kita akan menerima hikmat dari ALLAH. Amin.