Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Kematian-NYA Memulih...
Kematian-NYA Memulihkan Hidup Kita
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | Keb. 2 Jumat, 2 April 2010
Disadur oleh Yuyu | Tanggal Terbit : Jumat, 22/04/11
Lihat Video Streaming : Versi Hi | Versi Low

Semua orang Kristen tahu bahwa kematian YESUS di kayu salib adalah untuk menebus kita dari dosa sehingga kita menerima hidup kekal. Namun, tidak banyak yang tahu ada berkat-berkat lainnya, yaitu berupa pemulihan hidup kita.

YOHANES 3 : 14 - 15
14Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15supaya setiap orang yang percaya kepada-NYA beroleh hidup yang kekal.

Kematian YESUS di kayu salib bukan karena imam-imam dan ahli Taurat yang menjatuhkan hukuman mati kepada YESUS. Kematian YESUS sudah direncanakan-NYA sendiri sejak dunia ini belum diciptakan. Sejak di taman Eden, ALLAH telah memberitahukan rencana kematian TUHAN kepada manusia pertama itu dengan mengatakan kepada ular yang membuat manusia jatuh dalam dosa, "...keturunan perempuan iniakan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Rencana kematian TUHAN itu digambarkan pula dalam ayat di atas yang mensitir peristiwa bangsa Israel dalam pengembaraan di padang gurun. Ketika mereka melampiaskan ketidakpuasan mereka dengan mengomel kepada Musa, ALLAH marah kepada mereka dan mendatangkan ular tedung untuk menggigit mereka hingga mati. Keadaan itu telah membuat mereka sadar akan dosa-dosa mereka dan meminta ALLAH menjauhkan ular-ular itu. Musa diperintahkan TUHAN membuat ular dari tembaga dan siapa yang memandang ular tembaga itu akan tetap hidup.

Tujuan kematian YESUS adalah agar semua orang yang percaya kepada-NYA beroleh hidup kekal. Memahami tujuan kematian YESUS tidak semudah yang kita kira. Jika kita benar-benar memahami kematian-NYA memberikan hidup kekal, tentu kita tidak akan merasa kuatir dengan hidup kita selama di dunia ini. Sebab berkat hidup kekal itu mencakup hidup yang fana (sementara) di dunia ini; dapat dikatakan, berkat yang kita nikmatiselama hidup di dunia merupakan "down payment" hidup kekal di dalam Sorga.

YESAYA 53 : 4 - 5
4Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas ALLAH. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Ayat-ayat di atas ini merupakan paket berkat yang disediakan YESUS melalui kematian-NYA. Penyakit kita yang ditanggung-NYA merupakan penyakit batin, yakni luka hati dan kepahitan hati. Semua manusia tak ada yang terluput dari kesengsaraan, baik dia kaya-miskin, tua-muda; dan kesengsaraan kita ditanggung-NYA, diganti dengan kebahagiaan dari TUHAN. Ayat 5 menggambarkan YESUS tertikam dan diremukkan karena pemberontakan dan kejahatan kita, berbicara tentang keselamatan yang diberikan kepada kita dengan YESUS menanggung dosa kita di atas kayu salib. Dan berkat lainnya adalah kita disembuhkan dari berbagai penyakit kita. Kalau kita mengatakan dan mengimani YESUS telah mati bagi kita, buktikan dengan kita sudah menerima atau mengalami semua berkat-berkat yang telah disebutkan di atas.

Dengan wajah berseri-seri, seorang anak TUHAN baru saja mengatakan kepada saya bahwa anaknya yang beberapa saat lalu saya doakan telah sembuh total dari kista yang bersarang di tenggorokannya. Ini contoh bahwa kesembuhan merupakan satu paket dengan hidup kekal yang diterima anak TUHAN.

Memiliki hidup kekal membuat saya mampu menghadapi kuasa gelap. Beberapa hari lalu saya ke Cirebon mendoakan pabrik milik jemaat yang cukup luas, sekitar lima hektar. Menurut pemiliknya, banyak kuasa gelap yang mengganggu di tempat itu. Saya berdoa memohon petunjuk TUHAN sebab tempat itu terlalu luas jika harus menyisir seluruh area. Para karyawan pabrik telah berkumpul untuk melihat tindakan saya. Dan saya sengaja tidak mau mengekor pemilik pabrik, saya berjalan di depannya. Begitu sampai di suatu tempat, saya berhenti untuk mengurapi dan mengusir setan di tempat itu dengan tidak ragu-ragu. Tiga orang karyawan pabrik mengatakan bahwa benar di tempat yang saya tunjuk itu mereka melihatada "seorang" pria tinggi besar, berwajah Eropa, berpakaian dinas militer, dan sosok itu meminta bir.

Dengan memiliki hidup kekal, seharusnya setan, masalah, penyakit, semuanya mampu kita selesaikan dengan tuntas.

YOHANES 19 : 25 - 27
25Dan dekat salib YESUS berdiri ibu-NYA dan saudara ibu-NYA, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. 26Ketika YESUS melihat ibu-NYA dan murid yang dikasihi-NYA di sampingnya, berkatalah IA kepada ibu-NYA: "Ibu, inilah, anakmu!" 27Kemudian kata-NYA kepada murid-murid-NYA: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Untuk dapat menerima berkat dari kematian YESUS, kita harus berdiri di dekat salib YESUS. YESUS berbicara kepada ibu-NYA, "Ibu, inilah anakmu!" dan kepada Yohanes, "Inilah ibumu!" Di kayu salib YESUS memulihkan hubungan keluarga. Ini adalah berkat penting. Sebab banyak orangtua yang "kehilangan" anak-anaknya dan anak yang "kehilangan" orangtuanya, suami atau istri yang "kehilangan" pasangannya kendati mereka masih tinggal serumah.

Sejak peristiwa di dekat kayu salib itu, perubahan ajaib terjadi. Yohanes menerima Maria di rumahnya, mereka berdua saling menerima sebagai ibu dan anak. Yohanes adalah pribadi yang sangat keras, sombong, dan cepat marah. Salah satu buktinya, ketika YESUS ditolak di sebuah kota, Yohanes bertanya kepada YESUS, apakah tidak sebaiknya dia memanggil api dari langit untuk membinasakan penduduk kota itu.

Mengapa YESUS mengatur kehidupan Maria dan Yohanes justru ketika DIA sudah berada di kayu salib? Mengapa bukan jauh-jauh hari DIA melakukannya? Sebab salah satu bagian penting dari tujuan kematian YESUS adalah rumah tangga dipulihkan. Pemulihan rumah tangga merupakan salah satu bentuk tanda jadi menerima paket hidup kekal. Karena itu marilah kita memeriksa kehidupan rumah tangga kita. Mungkin ada anak yang tidak dapat menerima ayahnya lagi karena tindakan ayahnya, namun anak pasti mampu membuang kepahitan hati bila dia telah menerima hidup kekal karena kematian YESUS. Para ibu yang yang sudah di usia senja mungkin merasa diremehkan anaknya, akan mampu saling menerima karena TUHAN telah memulihkan hatinya. Demikian pula hubungan antar anggota keluarga lainnya.

YOHANES 19 : 28 - 29
28Sesudah itu, karena YESUS tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah IA-supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci-:"AKU haus!" 29Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut YESUS.

Yang dimaksud dengan "sesudah itu" pada ayat di atas adalah sesudah YESUS memulihkan rumah tangga maka selesailah misi-NYA. Ini masalah penting, lebih penting dari menyembuhkan penyakit atau memulihkan ekonomi. Jika bukan hal yang penting, tentu YESUS tidak akan repot-repot memulihkan rumah tangga. Sebab semua manusia haus kasih sayang, butuh diterima orangtua, saudara, teman dan sesama.

Kehausan manusia akan kasih sayang ini ditanggung YESUS di kayu salib. YESUS haus karena menanggung kehausan kita sehingga kita tak lagi haus kasih sayang karena kehausan kita telah dipuaskan oleh kematian YESUS. Rumah tangga yang memiliki "anggur asam", yang tidak ada sukacita, anggur asam itu diminum YESUS dan menggantinya dengan "anggur manis" di dalam hidup kita.

YOHANES 2 : 1 - 2, 11
1Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu YESUS ada di situ; 2 YESUS dan murid-murid-NYA diundang juga ke perkawinan itu. 11Hal itu dibuat YESUS di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-NYA dan dengan itu IA telah menyatakan kemuliaan-NYA, dan murid-murid-NYA percaya kepada-NYA.

Mujizat pertama yang dibuat YESUS adalah mengubah air tawar menjadi anggur yang kualitasnya tak ada tandingannya. Sang wedding organizer sampai mengatakan bahwa itu anggur terenak dalam pesta itu. YESUS mengawali misi-NYA dalam rumah tangga. Di akhir pelayanan-NYA di dunia, yakni di kayu salib, YESUS kembali memulihkan rumah tangga dengan meminum anggur asam itu. Dengan demikian, kita yang mau menerima berkat dari kematian-NYA akan terus menikmati "anggur manis" yang telah disiapkan-NYA bagi kita.

MATIUS 12 : 25
25Tetapi YESUS mengetahui pikiran mereka lalu berkata kepada mereka: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan.

YESUS mengajarkan dalam ayat di atas bahwa rumah tangga yang terpecah tidak mungkin mempertahankan kehidupan imannya. Keluarga yang kokoh akan menghasilkan iman yang kokoh pula. Dengan iman yang kokoh, hidup kekal berada dalam tangan kita. Karena itu, penting bagi setiap anggota keluarga untuk mau menerima anggota keluarga lain di dalam keluarga. Yohanes 19:30 menuliskan bahwa sesudah YESUS meminum anggur asam itu, berkatalah IA: "Sudah selesai." Berarti setelah YESUS memulihkan keluarga yang retak, atau bahkan telah hancur, genaplah penebusan YESUS di kayu salib. Sebelum rumah tangga dipulihkan, YESUS belum mengatakan, "Sudah selesai." Ayat ini menggambarkan betapa pentingnya YESUS memulihkan hubungan antar anggota keluarga.

BILANGAN 21 : 8 - 9
8Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup." 9Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Setelah memerintahkan ular membuat ular dari tembaga, TUHAN memerintahkan meletakkan ular itu pada sebuah tiang. Semua orang yang digigit ular dan memandang ular tembaga itu, dia akan tetap hidup. Hal ini menggambarkan YESUS yang dinaikkan di kayu salib. Dan setiap orang yang "memandang" YESUS akan tetap hidup. Namun tidak semua orang mau "memandang" salib YESUS atau percaya bahwa DIA mati untuk dirinya sebab dalam Yesaya 53 dikatakan YESUS memang tidak memiliki daya tarik, bahkan mereka menolak dan menghina-NYA. Keselamatan dan pemulihan telah disediakan YESUS bagi setiap manusia, namun hanya orang yang percaya akan kematian-NYA yang menerima hidup, yakni hidup kekal dan hidup yang dipulihkan. Amin.