Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Perayaan Paskah
Perayaan Paskah
Pdt. Dr. Benny Santoso, Ph.D. | Keb. II & III Minggu, 8 April 2001
Disadur oleh Yuyu | Tanggal Terbit : Jumat, 14/04/06

Perayaan Paskah pada era Perjanjian Lama merupakan bayangan dari penebusan dosa, bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Sebab korban Paskah berupa domba atau kambing tidak mungkin dapat menebus dosa kita. Domba Paskah yang sejati adalah domba Paskah yang ditunjuk Yohanes Pembaptis, yaitu YESUS KRISTUS yang disembelih di bukit Golgota.

KELUARAN 12 : 1 - 2; 13 : 3 - 4
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: 2 "Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. 3 Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Peringatilah hari ini, sebab pada hari ini kamu keluar dari Mesir, dari rumah perbudakan; karena dengan kekuatan tangan-NYA TUHAN telah membawa kamu keluar dari sana. Sebab itu tidak boleh dimakan sesuatupun yang beragi. 4 Hari ini kamu keluar, dalam bulan Abib.

Berbeda dengan penanggalan yang kita gunakan, permulaan bulan yang berlaku bagi bangsa Israel adalah bulan Abib yang biasanya jatuh dalam bulan April. Sebegitu pentingnya bulan Abib sehingga TUHAN menetapkannya sebagai bulan yang pertama, sebab pada bulan itu umat Israel mengalami kehidupan yang sama sekali baru, bagaikan dilahirkan lagi sebagai manusia baru. Dengan tersembelihnya domba Paskah pada bulan itu, bangsa Israel memasuki babak kehidupan baru sebagai bangsa yang merdeka setelah sebelumnya diperbudak di Mesir.

Paskah adalah permulaan kehidupan anak-anak TUHAN. Percaya bahwa domba Paskah telah tersembelih bagi kita; percaya pada kematian KRISTUS adalah permulaan kehidupan kita sebagai anak-anak ALLAH. Kita dilahirkan kembali oleh Firman dan Roh dan menjadi ciptaan baru di dalam KRISTUS.

Seseorang yang memiliki dua "akte kelahiran": akte kelahiran dari catatan sipil dan "akte kelahiran Sorga" sebagai anak ALLAH, maka orang itu hanya akan mengalami kematian jasmani. Kendati raganya bersatu kembali dengan tanah, namun rohnya hidup terus bersama TUHAN di dalam Sorga. Namun bagi seseorang yang hanya dilahirkan satu kali dan tidak mengalami lahir baru di dalam KRISTUS, orang itu akan mengalami kematian dua kali, mati jasmani dan mengalami kematian kekal di dalam api neraka yang menyala-nyala.

Permulaan kehidupan kita sebagai orang yang telah dibebaskan oleh Tangan TUHAN yang kuat dari cengkeraman setan itulah yang harus kita peringati. Oleh kuasa salib TUHAN, kita tidak lagi diperbudak oleh setan. Salah satu bentuk perbudakan setan adalah kita dipacu untuk giat mengumpulkan uang sampai tua tanpa ingat untuk beribadah kepada TUHAN. Perbudakan itu pada akhirnya akan mengakibatkan kita dicekam ketakutan, akan ke manakah kita nanti setelah menjalani kehidupan di dunia? Namun sekarang, kita sudah dibebaskan dari belenggu setan.

Dengan sungguh-sungguh meresapi makna Paskah yang telah membebaskan kita dari perbudakan setan, kita tidak akan menganggap ibadah hanyalah rutinitas belaka, atau lebih buruk: kewajiban yang membelenggu. Sebaliknya Paskah kita sambut dengan sukacita yang penuh sebagai peringatan pembebasan dari perbudakan dosa.

EFESUS 2 : 8 - 9
8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian ALLAH, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Dalam perayaan Paskah ini kita diingatkan kembali, bahwa kita telah menerima karunia hidup kekal. Ditekankan bahwa itu adalah karunia, bukankarena usaha kita, bukan karena amal kita. Sebagai manusia, kita ingin berbuat baik, namun itu hanya sebatas keinginan yang tidak terwujud. Dengan segala kelemahan kita sebagai manusia, kita kerap kali jatuh dan tergoda untuk melakukan perbuatan yang tidak baik. Namun tanpa perlu berbuat apa-apa, kecuali menerima domba Paskah, yakni beriman kepada karya KRISTUS di atas kayu salib, kita menjadi pewaris Kerajaan Sorga.

Menyadari bahwa dosa kita telah diampuni sehingga kita tidak perlu merasakan panasnya api neraka, rasa syukur yang tiada henti sudah sepatutnya kita panjatkan sebagai luapan kebahagiaan, bahkan sampai menitikkan air mata. Bersyukur berarti kita juga memiliki semangat untuk melakukan apa saja bagi kemuliaan Nama TUHAN; kita tidak akan segan-segan bekerja sekuat tenaga untuk TUHAN.

Tokoh yang patut kita teladani dalam menghargai karya KRISTUS sehingga dia mau bekerja mati-matian bagi TUHAN adalah rasul Paulus. Tatkala nabi Agabus menubuatkan, bahwa Paulus akan ditangkap dan mengalami aniaya di Yerusalem oleh karena tugasnya sebagai pemberita Injil, Paulus sama sekali tidak gentar ataupun undur. Mantan penganiaya jemaat TUHAN ini bahkan berkata, bahwa dia bukan saja rela ditangkap, namun juga rela mati oleh karena nama YESUS KRISTUS. Paulus menyadari, bahwa sebenarnya dari dulu dia seharusnya sudah mati oleh karena dosa-dosanya. Seandainya dia dihadapkan pada kematian jasmani di Yerusalem, maka dia hanya akan mengalami kematian satu kali. Justru kematian jasmani itu adalah pintu gerbang kehidupan kekal yang akan segera dimasukinya.

ULANGAN 16 : 1 - 2
1 "Ingatlah akan bulan Abib dan rayakanlah Paskah bagi TUHAN, ALLAHmu, sebab dalam bulan Abib itulah TUHAN, ALLAHmu, membawa engkau keluar dari Mesir pada waktu malam. 2 Maka engkau harus menyembelih kambing domba dan lembu sapi sebagai korban Paskah bagi TUHAN, ALLAHmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN untuk membuat nama-NYA diam di sana.

Sejak zaman Perjanjian Lama, ALLAH menyatakan, bahwa DIA sendiri yang akan memilih tempat untuk menyembelih domba Paskah. Penggenapannya terjadi saat YESUS disalibkan di tempat yang dipilih oleh ALLAH yaitu di bukit Golgota. Tidak seperti Musa dan bangsa Israel yang hidup dalam Perjanjian Lama dan hanya menerima lambang atau gambaran tentang penebusan, kita yang hidup di zaman Perjanjian Baru benar-benar mengalami bahwa YESUS telah mati di bukit Golgota. Dari situlah TUHAN mendirikan gereja-NYA, yaitu orang-orang beriman. ROH KUDUS akan diam di dalam Bait ALLAH, di dalam kita dan akan menuntun kita. Di dalam tuntunan ROH KUDUS yang berasal dari Sorga dan akan kembali ke Sorga, maka kelak kita akan dibawa ke Sorga di tempat ROH KUDUS berada.

YOHANES 1 : 29
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat YESUS datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak Domba ALLAH, yang menghapus dosa dunia.

Musa memperingati Paskah dengan menyembelih domba Paskah; Yohanes Pembaptis menunjuk YESUS sebagai Domba Paskah yang sejati, Domba Paskah dari Sorga yang sanggup menghapus dosa dunia. Domba Paskah dalam Perjanjian Lama hanya merupakan gambaran tentang penebusan. Darah domba yang dicurahkan itu sesungguhnya tidak dapat menebus hutang darah, tidak dapat menebus dosa yang mengakibatkan kematian kekal. Bagaimana mungkin dosa manusia dapat dibayar oleh darah domba ataupun kambing? Sebagai gambaran sederhana, dapatkah orang yang kekurangan darah ditransfusi dengan darah binatang?

Ibrani 10 : 1 menyatakan, bahwa domba yang disembelih di dalam Perjanjian Lama hanyalah bayangan dari keselamatan yang akan datang. Tetapi domba yang setiap tahun dikorbankan itu bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Hanya YESUS yang turun ke dunia dalam wujud manusia yang dapat membayar hutang darah kita. Darah-NYA dicucurkan di atas bukit Golgota bagi kita, sehingga darah YESUS mengalir di dalam diri kita. Orang yang memiliki darah yang sama itu berarti sanak keluarga. Kita yang sudah dialiri oleh darah YESUS berarti sanak keluarga YESUS; KRISTUS adalah Kakak Sulung dengan kita sebagai adik-adik-NYA (Roma 8 : 29).

GALATIA 2 : 20
20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan KRISTUS yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam ANAK ALLAH yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-NYA untuk aku.

Kehidupan kita sudah dialiri oleh Darah KRISTUS, sehingga KRISTUS yang hidup di dalam diri kita. Pikiran kita juga bukan lagi seperti orang-orang yang dimurkai, tetapi kita telah memiliki pikiran KRISTUS. Kehidupan kita sudah total diperbaharui menjadi kejadian yang baru sebagai anak-anak TUHAN. Sebagai implementasinya, kita tidak lagi mau melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan pikiran KRISTUS.

Ketika menghadiri sebuah pesta, sahabat saya yang mengetahui bahwa saya adalah mantan guru dansa, mengajak saya ikut berdansa. Namun ajakan itu saya tolak. Sebagai orang yang sudah memiliki pikiran KRISTUS, keinginan-keinginan untuk berdansa-dansi sudah tidak lagi menjadi milik saya.

Yang ingin saya lakukan dan juga dilakukan oleh orang-orang yang telah dialiri oleh darah domba Paskah hanyalah hidup sesuai dengan Firman ALLAH. Kita sudah tidak memiliki keinginan untuk memeluk wanita lain yang bukan istri; kita sudah tidak menginginkan uang yang bukan menjadi hak kita; kita tidak mau melakukan hal-hal yang tidak dikehendaki oleh ALLAH. Perkataan, tingkah laku, sikap dan cara berpikir kita mencerminkan KRISTUS yang hidup di dalam kita.

YESAYA 53 : 2 - 5
2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. 3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. 4 Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas ALLAH. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

YESUS sebagai Domba Paskah yang dikorbankan di atas kayu salib telah dinubuatkan dan digambarkan di dalam kitab Yesaya. Banyak orang yang tidak memperhitungkan dan menghormati YESUS, sebab mereka menganggapnya YESUS hanyalah anak tukang kayu yang sederhana. Secara lahiriah, memang orang tua jasmani YESUS adalah seorang tukang kayu. Namun Maria -gambaran gereja TUHAN- tahu bahwa YESUS lahir bukan dari benih laki-laki namun lahir oleh karena ROH KUDUS.

Tidak tanggung-tanggung yang dialami YESUS sebelum naik ke kayu salib. Dihina dan dicemoohkan oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, diejek dan dianiaya oleh serdadu Romawi. Seandainya kita diberi kesempatan melihat dengan mata kepala sendiri apa yang dialami YESUS, kengerian luar biasalah yang kita saksikan. YESUS dicambuk dengan cambuk yang dilengkapi kait besi pada ujung cambuk itu, sehingga saat dicambukkan dan kemudian ditarik, maka daging-NYA ikut terbawa pada kait besi itu. Oleh karena itu, saat memecah-mecahkan roti pada perjamuan terakhir sebelum disalibkan, YESUS mengatakan, "Inilah tubuh-KU yang diserahkan bagi kamu. "Roti yang terpecah menggambarkan tubuh TUHAN yang terpecah di atas kayu salib bagi kita.

Semua yang dialami oleh TUHAN YESUS ini bukanlah karena kesalahan-NYA, sebab sesungguhnya dosa kitalah yang ditanggung-NYA. Tuduhan yang dikemukakan oleh imam-imam dan orang Farisi hingga DIA disalib hanyalah tuduhan-tuduhan palsu yang dilontarkan oleh saksi-saksi dusta. Terbukti Pilatus yang mengadili YESUS tidak menemukan kesalahan apapun pada YESUS. Namun oleh karena DIA merelakan Diri-NYA menjadi Domba Paskah yang tersembelih di kayu salib, kita tidak perlu menanggung penderitaan di dalam neraka.

Pengampunan yang diberikan oleh TUHAN masih terus dapat kita nikmati sampai hari ini. Namun pada saatnya kelak, pintu anugerah akan ditutup. Selagi masih ada kesempatan, janganlah kita mengeraskan hati. Marilah kita menyadari dan merasakan kasih-NYA yang sungguh tak terukur bagi kita, orang-orang yang layak menerima murka ALLAH.

ROMA 5 : 8
8 Akan tetapi ALLAH menunjukkan kasih-NYA kepada kita, oleh karena KRISTUS telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Pada umumnya manusia mempunyai kriteria-kriteria tertentu yang dianggapnya baik dalam menetapkan pilihannya. Contohnya: dalam memilih pendamping hidup, seorang pria atau wanita mencari seseorang yang sesuai, atau paling tidak mendekati dengan kriteria yang sudah ditetapkannya. Tidak ada yang sengaja memilih seseorang yang jauh dari kriteria yang sudah ditetapkannya. Berbeda dengan manusia yang menetapkan pilihan berdasarkan egonya, ALLAH memilih kita berdasarkan kasih-NYA. DIA memilih kita bukan karena kita baik atau memenuhi kriteria yang ditentukan ALLAH; justru kita telah dipilih ALLAH saat kita masih berlumuran dosa. Sama sekali tidak ada yang patut dibanggakan pada diri kita.

Tidak ada yang dapat membayar hutang dosa kita jika bukan ALLAH sendiri. Binatang kambing atau domba sesungguhnya hanyalah perlambang, bukan alat pembayar hutang kita yang sesungguhnya. Rasul Petrus menuliskan di dalam 1 Petrus 1 : 18 - 19, bahwa dosa kita dibayar lunas dengan darah yang mahal, darah KRISTUS sendiri. Itulah bukti kasih ALLAH yang sungguh luar biasa bagi kita.

Bahkan seorang "teroris" yang membunuh dan menganiaya jemaat TUHAN, merasakan belaian kasih ALLAH. Memang dosa tidak dapat diukur besar kecilnya, namun tindakan Saulus sudah di luar batas, dinyatakan dengan teguran TUHAN YESUS, "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya AKU?" Orang seperti Saulus inilah yang dipilih oleh ALLAH, bukan untuk dimurkai, namun untuk menjadi hamba-NYA. Hidup Saulus diperbaharui; namanya tidak lagi Saulus, tetapi diubah menjadi Paulus, seorang rasul yang menerima karunia yang luar biasa dari ALLAH.

KELUARAN 12 : 3, 6
3 Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. 6 Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

Anak domba Paskah telah disediakan tanggal sepuluh, namun domba Paskah itu tidak disembelih pada hari itu juga. Ada tenggang waktu selama empat hari: tanggal sepuluh domba itu disimpan, pada tanggal empat belas barulah domba itu dikorbankan. Perintah ALLAH untuk tidak segera menyembelih domba Paskah, tetapi menyimpannya selama empat hari, tentulah memiliki makna khusus.

Makna empat hari adalah empat ribu tahun, sebab menurut 2 Petrus 3 : 8, "di hadapan TUHAN, satu hari sama seperti seribu tahun." Di dalam Kejadian 3 : 15, ALLAH telah menjanjikan keselamatan kepada Adam dan Hawa sejak mereka jatuh dalam dosa. Namun janji ALLAH itu tidak saat itu juga digenapi. Setelah genap waktunya, yakni empat ribu tahun kemudian, YESUS KRISTUS turun ke dunia sebagai Domba Paskah yang disembelih untuk menebus dosa seluruh umat manusia.

KELUARAN 12 : 5
5 Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.

Yang menjadi domba Paskah tidak boleh domba betina, tetapi harus domba jantan. Sebab domba jantan itu menggambarkan TUHAN YESUS yang merupakan Mempelai Laki-Laki, sedangkan gereja TUHAN yang akan menjadi mempelai wanita. Yohanes Pembaptis di dalam Yohanes 3 : 29 menggambarkan dirinya sebagai sahabat Mempelai Laki-laki. Seorang pendeta atau hamba TUHAN adalah sahabat Mempelai Laki-laki yang memiliki tugas penting: mempersiapkan jemaat untuk menjadi mempelai wanita yang cantik bagi Sang Mempelai Laki-Laki, YESUS KRISTUS.

Pernyataan Yohanes ini dikuatkan oleh rasul Paulus yang mengatakan, bahwa dia telah mempertunangkan jemaat dengan KRISTUS sebagai Mempelai Laki-Laki (2 Korintus 11 : 2). Saat ini perkawinan Anak Domba belum terjadi, namun sebagai calon mempelai, gereja TUHAN harus selalu mempercantik rohaninya untuk siap bertemu dengan Sang Mempelai Laki-Laki ketika saat yang dinanti-nantikan itu tiba.

YESAYA 4 : 1
1 Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"

Ketujuh orang perempuan yang memegang laki-laki itu memiliki makna tujuh gereja TUHAN seperti yang dinyatakan dalam kitab wahyu bahwa ada tujuh gereja yang menggambarkan tujuh tipe gereja TUHAN. Sedangkan Laki-laki yang dipegang oleh tujuh perempuan itu menggambarkan YESUS sendiri. Ketujuh perempuan itu memohon agar Nama-NYA lekat pada mereka, karena oleh Nama YESUS maka gereja TUHAN beroleh pengampunan. "Ambillah aib kami" mengandung arti, bahwa YESUS yang menghapuskan segala dosa kita, sehingga kita tidak lagi memiliki aib. Kita tidak lagi malu atau takut menghadap ALLAH BAPA yang suci.

Inilah perayaan Paskah yang kita pelajari dalam Perjanjian Lama sebagai bayangan dari pengorbanan Sang Pribadi Agung, YESUS KRISTUS yang dengan rela merendahkan Diri sebagai Domba Paskah. Layaklah kita memuliakan Nama-NYA atas segala pengorbanan-NYA bagi kita, manusia yang hina. Amin.