Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > YESUS KRISTUS Sumber...
YESUS KRISTUS Sumber Damai Sejahtera
Pdt. Dr. Benny Santoso, Ph.D. | Keb. III Minggu, 20 April 2003
Disadur oleh Agung Nugraha | Tanggal Terbit : Minggu, 11/04/04

TUHAN YESUS mengatakan kepada murid-murid-NYA bahwa setelah tiga hari turun dalam lembah maut, DIA akan bangkit dari kematian. Dan memang janji-NYA selalu digenapi dengan sempurna. DIA bangkit dari kematian-NYA setelah tiga hari dikuburkan. Kemudian selama 40 hari TUHAN YESUS menemui dan mengajar murid-murid-NYA dalam kuasa kembangkitan-NYA. Pertemuan TUHAN dengan murid-murid-NYA selama 40 hari ini sangat penting karena masih banyak hal yang tidak dimengerti oleh mereka. Maria, Maria Magdalena, Petrus, Yohanes, Tomas dan murid yang lain pada awalnya tidak mengerti bahwa YESUS sudah bangkit. Hal yang ingin diajarkan oleh TUHAN YESUS antara lain bahwa DIA adalah ANAK ALLAH yang Maha Kuasa, sehingga kematian dan maut tidak berkuasa atas DIA. Tidak ada satu manusiapun yang memiliki kuasa untuk mengatasi maut. Hanya YESUS yang berkuasa untuk bangkit dari kematian-NYA. ALLAH sudah menetapkan rencana supaya TUHAN YESUS mati, tetapi DIA juga merancangkan bahwa DIA akan bangkit pada hari ketiga.

LUKAS 24:36
36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, YESUS tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Pada waktu datang kepada murid-NYA dalam kuasa kebangkitan, mereka tidak dapat segera mengenali TUHAN YESUS. Waktu itu, mereka semua ketakutan dan selalu mengunci diri dalam satu rumah. Tetapi tiba-tiba TUHAN YESUS muncul di dalam rumah itu tanpa melewati pintu atau jendela, karena semuanya masih terkunci. Dalam tubuh Kemuliaan dan kuasa kebangkitan-NYA, TUHAN YESUS yang sudah bangkit dari kematian-NYA tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. DIA dapat berada dimanapun dan kapanpun.

YOHANES 20:19-21
19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid YESUS di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah YESUS dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" 20 Dan sesudah berkata demikian, IA menunjukkan tangan-NYA dan lambung-NYA kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat TUHAN. 21 Maka kata YESUS sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti BAPA mengutus AKU, demikian juga sekarang AKU mengutus kamu."

Murid-murid TUHAN YESUS ketakutan oleh ancaman orang-orang Yahudi, karena mereka berpikir karena TUHAN YESUS yang menjadi pemimpin dan guru mereka sudah ditangkap dan disalibkan, pasti semua orang yang menjadi pengikut-NYA juga akan mengalami hal yang sama. Ketakutan mereka ini mungkin wajar bagi kita, tetapi sesungguhnya merupakan sesuatu yang aneh. Bertahun-tahun mereka selalu bersama dan menerima pengajaran dari TUHAN YESUS, tetapi tetap tidak mengerti kuasa kebangkitan yang dimiliki TUHAN.

Jika murid TUHAN mengerti arti perkataan TUHAN yang mengatakan bahwa DIA akan membangun Bait Suci dalam tiga hari, pasti mereka tidak akan gentar dan takut oleh ancaman orang Yahudi. Karena perkataan TUHAN itu berarti DIA pasti akan bangkit dalam tiga hari setelah kematian-NYA. Demikian pula kita saat menghadapi masalah dalam hidup ini. Kalau kita sudah mengerti bagaimana kuasa kebangkitan TUHAN sudah mengatasi maut, DIA pasti juga berkuasa mengatasi setiap masalah yang dihadapi anak-anak-NYA. Mengapa demikian? Karena DIA sudah menjanjikan setiap anak-NYA yang setia akan diangkat lebih dari seorang pemenang. Kita akan diarak oleh TUHAN dalam kuasa kebangkitan yang diberikan kepada kita. Jika kematian dapat diatasi oleh TUHAN, masalah apa yang lebih besar dari pada itu? Tidak ada. Karena itu arti kuasa kebangkitan TUHAN memiliki makna yang sangat besar. Untuk itu setiap anak TUHAN harus mengalami kuasa kebangkitan supaya kita benar-benar mengerti bahwa kebangkitan TUHAN YESUS memiliki kuasa yang sangat besar dalam hidup kita.

Kita perhatikan bagaimana TUHAN YESUS selalu berkata: "Damai sejahtera..." dalam setiap perjumpaan dengan murid-murid-NYA setelah kebangkitan-NYA. Arti kata "Damai Sejahtera" ini merupakan hal yang sangat penting. Setelah TUHAN bangkit dari kematian-NYA, DIA menunjukkan bahwa barang siapa yang percaya kepada-NYA sudah diperdamaikan kembali dengan ALLAH. Dengan mengerti hal ini TUHAN YESUS mau supaya kita selalu memiliki damai sejahtera dalam hidup ini dalam keadaan apapun. TUHAN YESUS mau supaya kita tidak lagi mengalami ketakutan seperti yang dialami murid-murid-NYA dahulu.

Hal yang paling menakutkan adalah pada saat merasa bahwa kita belum diperdamaikan dengan ALLAH. Tetapi orang yang benar-benar beriman kepada kuasa kebangkitan TUHAN YESUS, pasti tidak akan takut oleh apapun juga, sekalipun harus menghadapi kematian. Yang belum diperdamaikan dengan ALLAH BAPA pasti akan takut karena tanpa sadar manusia memiliki pikiran akan menghadap ALLAH setelah kematiannya nanti. Manusia yang belum diperdamaikan dengan ALLAH sama dengan masih dilumuri oleh noda dan dosa. Dan orang yang demikian pasti akan mengalami ketakutan karena hukuman-hukuman apa yang akan diterima sebagai akibat dari dosanya akan segera dialaminya. Akan berbeda jika kita sudah menerima pengampunan dosa sehingga kita diperdamaikan kembali dengan ALLAH, sehingga penghukuman tidak lagi berlaku atas kita. Sebaliknya yang berkuasa atas diri kita adalah TUHAN YESUS yang sudah menyediakan pengampunan dan mengubah setiap orang yang beriman kepada-NYA menjadi anak-anak ALLAH.

Anak-anak ALLAH adalah mereka yang sudah diampuni dari dosa dan hidupnya dibenarkan oleh penebusan dosa yang dilakukan TUHAN YESUS di kayu salib. Kita menjadi manusia yang layak untuk menghadap ALLAH, baik selama masih hidup di bumi dalam doa maupun setelah kematian kita di dalam Kerajaan Sorga.

Manusia memang lebih takut kepada orang lain dari pada kepada ALLAH. Murid TUHAN YESUS sangat ketakutan oleh ancaman orang Yahudi. Padahal jika kita mengerti bahwa TUHANlah perisai kita, pasti tidak akan ada kuasa lain yang dapat mengalahkan DIA. Rasul Paulus dengan yakin mengatakan bahwa mati adalah satu keuntungan, karena dia yakin bahwa kuasa kebangkitan TUHAN YESUS sudah ada di dalam dirinya. Maka dia juga yakin bahwa pada saat waktunya di dunia sudah selesai, dia pasti akan bertemu dengan TUHAN. Tetapi pada saat masih diberi kesempatan hidup, dia tetap menggunakan waktunya untuk melayani TUHAN dengan sukacita. Setelah kita menerima damai sejahtera dari pada-NYA, kita tidak boleh berdiam diri tetapi harus menjadi saksi kebesaran dan kuasa TUHAN YESUS.

YOHANES 14:27
27 Damai sejahtera KU-tinggalkan bagimu. Damai sejahtera-KU KU-berikan kepadamu, dan apa yang KU-berikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Saat kita sudah menerima damai sejahtera dari TUHAN, tidak perlu lagi kita merasa gentar dan takut. Damai sejahtera yang diberikan TUHAN kita bukan seperti yang dunia berikan. Karena itu murni dari TUHAN dan tidak hanya bersifat sementara. Jika kita sudah benar-benar merasakan damai sejahtera TUHAN, tidak ada satu hal di dunia ini yang dapat menghilangkan damai sejahtera itu. Sekalipun kita mengalami kerugian, kesesakan, mungkin aniaya, damai sejahtera ALLAH akan selalu ada, karena ini melebihi segala yang ada di dunia.

Paulus dan Silas adalah salah satu contoh anak-anak TUHAN yang benar-benar merasakan dan mengalami damai sejahtera ALLAH. Mereka disesah dan dipenjarakan di bawah tanah yang gelap. Tetapi mereka tidak putus-putusnya mengucap syukur dan melantunkan pujian bagi kebesaran Nama TUHAN. Artinya, kondisi seburuk apapun tidak mempengaruhi damai sejahtera ALLAH yang melampaui akal manusia. Mampukah kita melakukan hal demikian pada saat kita mengalami kesesakan?

Satu saat saya diminta untuk menginjil ke Lahat. Tetapi pada waktu tiba di Lampung saya benar-benar kehabisan dana untuk melanjutkan perjalanan. Di perempatan jalan, saya duduk dan berdoa memohon petunjuk TUHAN apa yang harus saya lakukan. Saya akhirnya didorong oleh TUHAN untuk mencari gereja di daerah itu untuk beristirahat. Ketika menemukan sebuah gereja, saya minta ijin untuk beristirahat dan mandi. Ternyata pendeta di gereja itu mendengar kabar bahwa saya akan menginjil ke Lahat. Dengan suka cita dia mempersilahkan saya mandi, makan dan beristirahat. Karena kereta yang menuju Lahat berangkat malam hari, dia meminta saya untuk berkotbah di daerah itu yang diadakan di perkebunan kelapa sebelum bertolak ke Lahat. Karena saya tidak mengeluh tetapi selalu merasakan damai sejahtera dalam segala kondisi, justru TUHAN memberikan uang yang cukup untuk melanjutkan perjalanan ke Lahat dari persembahan jemaat di daerah Lampung ini. Kemudian saya melanjutkan perjalanan dan pendeta di Lampung ini meminta saya untuk berkotbah di tempat itu lagi dalam perjalanan pulang menuju Jakarta. Saya tidak pernah gentar, pada saat TUHAN mengutus saya melakukan tugas, saya selalu yakin DIA pasti akan menyediakan segalanya.

EFESUS 2:13-18
13 Tetapi sekarang di dalam KRISTUS YESUS kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah KRISTUS. 14 Karena DIA-lah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-NYA sebagai manusia IA telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-NYA, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan ALLAH oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 IA datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat", 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada BAPA.

Sebelum mengenal TUHAN YESUS, kita terpisah dengan ALLAH. Yaitu terpisah oleh tembok dosa yang sangat tebal sehingga kita tidak mungkin dapat bertemu dengan ALLAH. Tetapi oleh kematian TUHAN YESUS, tembok pemisah itu diruntuhkan sehingga kita boleh kembali bersekutu dengan ALLAH. Waktu mengalami penyaliban, seakan-akan tangan TUHAN YESUS yang satu menggenggam tangan kita dan tangan-NYA yang lain menggandeng tangan ALLAH BAPA. Sehingga kita yang sebelumnya sangat jauh dari ALLAH menjadi satu dengan DIA oleh pengorbanan ANAK-NYA di kayu salib dan yang sudah bangkit dari maut.

Maka jelas sekali bahwa YESUS KRISTUS-lah sumber damai sejahtera karena DIA berkuasa untuk mendamaikan manusia dengan ALLAH BAPA. Oleh pendamaian ini kita yang sudah diubah sebagai anak ALLAH boleh datang kepada DIA setiap saat. Kita dapat berkeluh kesah kepada-NYA dan memohon segala yang kita perlukan. Jaminan seperti ini adalah yang terbesar dari pada segala yang dimiliki dunia. Untuk itu kita tidak perlu merasa kuatir, gentar atau putus asa, karena ALLAH yang menjadi sumber dari segala yang kita perlukan sudah menjamin hidup kita. Katakan dalam doa apa yang kita perlukan, maka TUHAN YESUS yang sudah menjadi Perantara akan menyempurnakan doa kita sehingga ALLAH BAPA berkenan menjawab doa kita.

Permohonan saya dijawab oleh TUHAN pada saat gula darah saya sangat tinggi. Ketika hal itu terjadi, saya tidak dapat berdiri ataupun berjalan, tetapi saya tidak merasa takut, karena landasan hidup saya adalah TUHAN YESUS yang sudah berkuasa atas maut. Saya berdoa memohon supaya TUHAN menunjukkan Sorga sebelum DIA memanggil saya kembali. Memang DIA menjawab permohonan saya, sehingga saya merasakan dan mengalami keindahan Kerajaan Sorga. Tetapi kemudian DIA berkata bahwa waktu saya belum tiba, sehingga saya masih diberi kesempatan untuk melayani pekerjaan-NYA.

Waktu saya memeriksakan sakit saya di Mount Elizabeth di Singapura beberapa waktu lalu, saya juga mengalami jamahan dari TUHAN sehingga sampai saat ini saya masih dapat mengajarkan Firman kepada jemaat. Jika TUHAN YESUS bersedia menjawab doa saya, tentu kalian juga akan menerima jawaban dari DIA atas doa yang kalian naikkan dengan tulus dan penuh iman. Janganlah takut karena damai sejahtera ALLAH telah diberikan kepada kita, sehingga tidak akan ada persoalan yang lebih besar dari kuasa TUHAN yang ada di dalam kita.

LUKAS 24:37
37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.

Murid-murid TUHAN YESUS bertemu TUHAN YESUS yang sudah dalam kuasa kebangkitan, tetapi tidak mengenali DIA. Justru mereka ketakutan dan mengira DIA adalah hantu. Mereka menyangka bahwa hantu yang tidak mereka kenal lebih lebih hebat dari pada TUHAN yang mereka kenal. Mereka tidak mengerti bahwa TUHAN YESUS memiliki kuasa untuk bangkit dari kematian. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya kuasa TUHAN jauh lebih besar dan lebih berkuasa dari pada hantu. Jika mereka tahu bagaimana kuasa kebangkitan TUHAN YESUS merupakan satu hal yang sangat luar biasa, mereka akan bersyukur dan mengatakan bahwa memang kuasa kebangkitan TUHAN merupakan kuasa yang sangat besar, melebihi apapun juga.

Hal ini terjadi hingga saat ini dimana orang yang mengaku diri sebagai anak-anak TUHAN tetapi lebih takut kepada hantu dari pada kepada TUHAN. Kalau mereka takut akan TUHAN tentu saja berani meninggalkan dosa dan menjalani hidup yang berkenan bagi DIA. Tetapi buktinya masih banyak orang Kristen yang berjudi, merokok, memakai obat, dll.

MATIUS 14:26
26 Ketika murid-murid-NYA melihat DIA berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. 27 Tetapi segera YESUS berkata kepada mereka: "Tenanglah! AKU ini, jangan takut!"

Inilah bukti yang jelas bagaimana murid-murid TUHAN beranggapan bahwa hantu lebih berkuasa dari pada TUHAN. Mereka sangat ketakutan dan panik pada waktu melihat TUHAN YESUS berjalan di atas air dan mendekati perahu mereka yang sedang diterjang badai. Padahal sebenarnya hanya TUHAN yang memiliki kuasa untuk menundukkan hukum alam. Apa atau siapa di dunia ini yang berkuasa untuk menundukkan hukum alam? Tidak ada. Adakah kuasa yang dapat memindahkan badai topan, memindahkan gunung, atau memberikan hidup jika bukan TUHAN ALLAH?

Satu hari saja menginjil ke Magelang. Bertemu dengan seorang yang memiliki ilmu cukup kuat. Kita bicara di tepi kolam renang bersama dengan dua orang pendeta lainnya. Orang itu berkata bahwa dia dapat berjalan di atas air. Orang itu ingin menunjukkan "kehebatannya" di depan kami. Sebelum terjadi saya mengajak kedua pendeta itu berdoa bersama saya dan menumpangkan tangan untuk melepaskannya dari kuasa gelap. Setelah peristiwa itu, orang ini merasakan badannya lemas dan ada sesuatu yang hilang dari dalam dirinya. Dan dia tidak berani berjalan di atas air. Akhirnya orang ini bertobat dan membawa seluruh anggota keluarganya untuk mengikut TUHAN.

LUKAS 24:38-39
38 Akan tetapi IA berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? 39 Lihatlah tangan-KU dan kaki-KU: Aku sendirilah ini; rabalah AKU dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-KU."

TUHAN YESUS memperingatkan murid-murid-NYA yang pikirannya dikuasai oleh rasa ragu-ragu dan gelisah pada saat melihat DIA. Pikiran kita seringkali juga dikuasai dengan hal-hal negatif sehingga kita merasa tidak dapat mengatasi persoalan yang kita hadapi. Kita harus berani mengambil tindakan untuk melawan semua pikiran yang tidak sesuai dengan kehendak ALLAH. Sebaliknya pikiran kita harus diisi dengan iman bahwa TUHAN sudah menang dan berkuasa atas maut. Sehingga pada saat kita beriman kepada-NYA, maka kuasa yang dimiliki TUHAN juga akan terjadi pada diri kita. Amin.