Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Kehidupan Rohani yan...
Kehidupan Rohani yang Berbuah
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | Keb. 2 Minggu, 13 Mei 2012
Disadur oleh Yuyu | Tanggal Terbit : Minggu, 10/03/13

Kehidupan rohani kita dilambangkan dengan pohon ara. Sudahkah kehidupan rohani kita berbuah, ataukah hanya berdaun saja?

YOHANES 1 : 47- 48
47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" YESUS melihat Natanael datang kepada-NYA, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" 48 Kata Natanael kepada-NYA: "Bagaimana ENGKAU mengenal aku?" Jawab YESUS kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, AKU telah melihat engkau di bawah pohon ara."

Ketika Natanael diperkenalkan kepada YESUS oleh Filipus, saat itu juga YESUS menyebut Natanael sebagai orang Israel sejati -gambaran orang Kristen yang benar, tidak ada kepalsuan di dalam hatinya. Mengapa YESUS menilai Natanael demikian? Zaman itu orang Israel memiliki kebiasaan duduk di bawah pohon ara saat mereka merenungkan Firman. Sebelum diperkenalkan, YESUS telah melihat Natanael di bawah pohon ara, memiliki arti rohani bahwa YESUS melihat kerohanian Natanael sebagai Kristen sejati yang merenungkan Firman.

Bagaimana dengan kita? Apakah di dalam kehidupan rohani kita tidak ada kepalsuan? Sudahkah kita juga memiliki waktu khusus untuk merenungkan Firman?

Kita juga mempelajari pentingnya "pohon ara" bagi Zakheus untuk dapat bertemu YESUS. Dalam Lukas 19:4, Zakheus yang ingin bertemu YESUS berlari mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara. Berlari menggambarkan ketekunan. Naik pohon ara memiliki arti kehidupan rohani atau memiliki iman yang sejati. Jadi, untuk bertemu YESUS tak cukup hanya merenungkan Firman sekali-sekali saja, dibutuhkan ketekunan dalam merenungkan Firman, tekun dalam ibadah dengan motivasi yang benar. Setelah iman Zakheus meningkat, digambarkan dengan berada di atas pohon ara, Zakheus berhasil melihat YESUS.

Berkat yang diterima Zakheus adalah YESUS berkenan mampir ke rumah Zakheus untuk makan bersama. Dari sekian banyak orang yang ada di situ, YESUS hanya berkenan ke rumah Zakheus. Bukan karena Zakheus terkenal sebagai orang baik; tadinya malah Zakheus dijauhi dan dibenci orang-orang karena profesinya. Namun, setelah Zakheus tekun dan memelihara iman, Zakheus menjadi manusia baru yang dikasihi orang lain.

MARKUS 11 : 9, 11
9 Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah DIA yang datang dalam nama TUHAN" 11 Sesampainya di Yerusalem IA masuk ke Bait ALLAH. Di sana IA meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam IA keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-NYA.

TUHAN tidak menilai kerohanian kita dari tampilan luar saja, dari ucapan yang bertaburan kata-kata "Haleluya", "Syalom", "Puji TUHAN" dan kutipan-kutipan ayat yang meluncur fasih dari bibir kita. Yang dinilai adalah dalam hati kita, kerohanian kita apakah sudah benar-benar merenungkan dan menjalankan Firman.

Hal di atas ditunjukkan saat menjelang Paskah, YESUS menuju Yerusalem untuk merayakan Paskah di sana. Sewaktu akan memasuki Yerusalem, orang-orang memuji-muji YESUS. Meresponi pujian tersebut, TUHAN tidak meresponi dengan "Hosana" pula. Yang dilakukan-NYA adalah masuk Yerusalem, masuk ke Bait ALLAH dan meninjau semuanya. Artinya, YESUS tidak melihat luarnya, yang dilihat-NYA adalah dalamnya, kerohanian kita.

Setelah meninjau, YESUS tidak menginap di Yerusalem. Mengapa? Sebab masih ada hal-hal yang tidak benar di Bait ALLAH. YESUS lalu ke luar kota Yerusalem, mengajak murid-murid-NYA menginap di Betania. Kalau di dalam Bait ALLAH masih ada hal-hal yang tidak benar, orang-orang yang menuju Yerusalem dan berteriak "Hosana" juga belum semuanya benar dan tulus hatinya. Terbukti, tak berapa lama kemudian sebagian dari mereka yang meneriakkan "Hosana" juga berteriak, "Salibkan DIA!"

MARKUS 11 : 12 - 14
12 Keesokan harinya sesudah YESUS dan kedua belas murid-NYA meninggalkan Betania, YESUS merasa lapar. 13 Dan dari jauh IA melihat pohon ara yang sudah berdaun. IA mendekatinya untuk melihat kalau-kalau IA mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu IA tiba di situ, IA tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. 14 Maka kata-NYA kepada pohon itu: "Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!" Dan murid-murid-NYA pun mendengarnya.

Keesokan harinya, dari Betania YESUS mau kembali ke Yerusalem untuk membenahi Bait ALLAH. Di dalam perjalanan, dicatat "YESUS merasa lapar". Yang dimaksud di sini bukan YESUS lapar secara jasmani sebab IA adalah ANAK ALLAH yang tak membutuhkan makanan jasmani. Yang dimaksud di sini adalah YESUS memiliki kerinduan, kerinduan akan pohon ara yang berbuah, gambaran kehidupan rohani yang benar, yang berbuah. Buah yang dicari YESUS adalah buah ketaatan. Jika kehidupan rohani kita berbuah ketaatan, berkat TUHAN pasti akan dicurahkan ke atas kita.

Pohon ara yang dilihat YESUS itu sudah berdaun lebat; pohon ara yang berdaun lebat biasanya pasti berbuah. Jadi ada yang salah saat pohon itu tak ada buahnya. Sebenarnya pohon ara juga tidak mengenal musim, menggambarkan iman kita tidak boleh "musiman".

Banyak orang Kristen yang beribadah secara "musiman": Natal, Paskah, Kebaktian Doa 10 Hari (Pencurahan ROH KUDUS). Bahkan ada yang rela cuti dari kantor demi mengikuti Kebaktian Pencurahan ROH KUDUS. Begitu "musim" berlalu, kehadirannya di gereja pun tak terlihat lagi. Orang Kristen yang bersikap seperti ini jangan harap menerima berkat TUHAN.

MARKUS 11 : 15, 17 - 18
15 Lalu tibalah YESUS dan murid-murid-NYA di Yerusalem. Sesudah YESUS masuk ke Bait ALLAH, mulailah IA mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait ALLAH. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-NYA. 17 Lalu IA mengajar mereka, kata-NYA: "Bukankah ada tertulis: Rumah-KU akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!" 18 Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan DIA sebab mereka takut kepada-NYA, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-NYA.

Sesampainya di Bait ALLAH, YESUS mulai membenahi hal-hal yang tidak sesuai Firman. Gereja harus diisi dengan kehidupan rohani yang benar, bukan melakukan transaksi jual-beli di dalamnya. Tugas saya sebagai pendeta menjaga gereja agar terjadi ibadah yang sejati di dalam gereja, sedangkan tugas jemaat membenahi kehidupan rohani masing-masing. Di dalam kehidupan rohani tidak terjadi jual-beli, tetapi memberi dan menerima, yaitu memberi ketaatan dan menerima penebusan YESUS.

Setelah Bait ALLAH dibenahi, YESUS mulai mengajarkan Firman. Di dalam gereja harus ada pengajaran Firman, bukan mengajarkan hal-hal lain. Ketika YESUS memberikan ajaran yang benar, imam-imam dan ahli Taurat malah mau membunuh YESUS. Kalau pemimpin rohaninya tidak benar, jemaat juga tidak memiliki kehidupan rohani yang benar dan tidak akan diberkati. Baik manajemen gereja, hamba TUHAN maupun jemaat harus benar agar YESUS mau tinggal di dalam kehidupan kita.

MARKUS 11 : 19 - 21
19 Menjelang malam mereka keluar lagi dari kota. 20 Pagi-pagi ketika YESUS dan murid-murid-NYA lewat, mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya. 21 Maka teringatlah Petrus akan apa yang telah terjadi, lalu ia berkata kepada YESUS: "Rabi, lihatlah, pohon ara yang KAU kutuk itu sudah kering."

Menjelang malam YESUS dan murid-murid-NYA keluar lagi dari Yerusalem. YESUS mengajak mereka keluar sebab ada hal yang akan diajarkan-NYA kepada murid-murid-NYA. Keesokan harinya, YESUS dan murid-murid-NYA berjalan lagi ke Yerusalem. Dalam perjalanan, mereka melewati pohon ara yang dikutuk YESUS kemarin. Pohon ara itu tidak langsung kering waktu YESUS mengutuknya. Kalau langsung kering, tentu murid-murid akan berkomentar melihatnya.

Ketika melewati pohon ara yang sudah kering itu, Petrus teringat akan apa yang dilakukan YESUS. Dengan kata lain, sewaktu YESUS mengutuk pohon itu, Petrus masih ragu-ragu akan apa yang terjadi dengan pohon itu. Dari sini kita bisa menyimpulkan "pohon ara" Petrus atau kehidupan rohani Petrus belum benar. Setelah melihat kenyataan, baru dia percaya. Seharusnya, saat YESUS mengutuk pohon ara itu, saat itu juga Petrus percaya.

MARKUS 11 : 22 - 23
22 YESUS menjawab mereka: "Percayalah kepada ALLAH! 23 AKU berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.

Perkataan YESUS dalam ayat di atas membuktikan bahwa sebelumnya Petrus memang belum percaya bahwa YESUS mampu membuat pohon ara itu kering dan mati. Rahasia sukses kita: beriman atau percaya kuasa ALLAH. Jangan kita mau melihat kuasa TUHAN terlebih dahulu, baru kemudian percaya. Itu bukan iman. Iman adalah percaya walau hal yang kita imani belum terjadi.

Logika iman dan logika dunia sangat bertolak belakang. "Pohon ara yang berbuah" atau kehidupan rohani yang benar adalah memiliki iman, yang tidak bimbang. Beriman berarti kita percaya bahwa apa yang kita doakan akan kita terima.

Iman mampu memindahkan gunung; iman mampu mengusir penyakit. Semalam saya menerima kesaksian yang tak dapat saya ceritakan secara detail karena orang itu penyandang HIV. Mengingat parahnya kondisinya, dokter heran dia mampu bertahan hidup, bahkan kini semakin hari semakin sehat. Itu terjadi karena ketiga unsur: gereja, imam, maupun jemaat tertata sesuai Firman. Artinya, di dalam gereja tak ada jual-beli, imam menjalankan fungsinya sebagai pemimpin rohani, dan tak ada kepalsuan dalam ibadah jemaat sehingga jemaat beriman dan menghasilkan buah ketaatan.