Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Penyertaan TUHAN
Penyertaan TUHAN
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | Keb. I Minggu, 6 September 2009
Disadur oleh Yuyu | Tanggal Terbit : Minggu, 07/03/10

Seperti hujan badai yang menyapu tak pandang bulu, anak TUHAN tak luput dari masalah yang menyerbu. Syarat apakah yang harus kita penuhi agar penyertaan TUHAN selalu kita alami?

KEJADIAN 26 : 1
1 Maka timbullah kelaparan di negeri itu. -Ini bukan kelaparan yang pertama, yang telah terjadi dalam zaman Abraham. Sebab itu Ishak pergi ke Gerar, kepada Abimelekh, raja orang Filistin.

Orang beriman tak luput dari persoalan hidup. Dalam ayat di atas, Ishak mengalami bencana kelaparan. Dalam pasal-pasal selanjutnya, kita belajar bahwa Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya sendiri. Apakah memang TUHAN merencanakan hal-hal yang tidak menyenangkan itu bagi anak-anak-NYA? Tentu tidak. Yusuf dijual bukan rencana TUHAN. Itu adalah rencana saudara-saudara Yusuf. Terbukti Yusuf mengatakan dalam Kejadian 50 Yusuf mengatakan bahwa para kakaknya merencanakan kejahatan bagi Yusuf, namun ALLAH merencanakan yang terbaik untuk Yusuf. Kita akan belajar, dari semua masalah yang dihadapi orang beriman, TUHAN hadir di sisi kita, melihat segala yang terjadi, dan TUHAN mempunyai rencana yang baik dalam kejadian buruk yang kita alami.

Kelaparan yang melanda Ishak bukan karena TUHAN mendesain manusia untuk mengalami kelaparan. Kejadian ini memang harus terjadi. Dan hal ini bukan masalah baru; masalah ini telah terjadi sebelumnya dan akan berulang terus. Setiap tahun kemarau selalu terjadi, demikian juga musim hujan yang berpotensi menimbulkan banjir. Krisis ekonomi global juga bukan barang baru, dan akan melanda semua orang, termasuk orang beriman.

Situasi buruk boleh terjadi, namun TUHAN menyusun rencana yang terindah bagi setiap orang beriman. TUHAN tidak pernah merencanakan hal yang buruk bagi kita. Namun saat kita menghadapi hal yang tidak menyenangkan, ALLAH turut bekerja di dalam setiap hal yang dialami orang beriman. ALLAH mampu mengubahkan hal yang tidak menyenangkan itu dan menjadi kebaikan bagi kita. Contohnya, tatkala negeri tempat tinggal Ishak dilanda kelaparan, TUHAN menyodorkan solusi bagi Ishak: pergi ke Gerar.

MAZMUR 33 : 13
13 TUHAN memandang dari sorga, IA melihat semua anak manusia.

TUHAN bukan saja melihat orang Kristen, IA melihat semua manusia. Namun bedanya, TUHAN memberi petunjuk saat orang beriman menghadapi masalah. Semua orang di negeri tempat tinggal Ishak mengalami kelaparan, namun TUHAN memberi petunjuk hanya kepada Ishak, orang beriman.

KEJADIAN 26 : 12
12 Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.

Kelaparan bukan rencana TUHAN bagi siapa pun. Namun saat Ishak menghadapi bencana kelaparan, TUHAN masuk dalam peristiwa yang tidak menyenangkan itu dan membuat rencana yang indah bagi Ishak. Solusi yang diberikan TUHAN kepada Ishak untuk mengungsi ke Gerar mendatangkan berkat besar bagi Ishak. Di Gerar dia mengusahakan tanah dan TUHAN membuatnya panen besar.

Ishak menabur dengan cucuran keringat mengajarkan bahwa orang beriman tidak boleh bermalas-malasan menunggu turunnya berkat dari Sorga. Kita tidak boleh berpangku tangan, sebaliknya dengan cekatan menyambar setiap peluang. Di Gerar, Ishak tidak membuang-buang waktu. Kendati hanya sebagai pengungsi, dia mengerjakan peluang yang ada, yakni menabur benih di Gerar. Usaha yang dilakukan Ishak ini diberkati TUHAN. Tugas kita adalah berusaha dan memanfaatkan setiap peluang, sedangkan bagian TUHAN adalah memberkati usaha yang kita lakukan.

Mau berusaha dengan tekun mendatangkan berkat seratus kali lipat bagi Ishak. Seratus kali lipat ini adalah standar berkat yang sempurna. Dalam perumpamaan penabur yang menabur benih, penabur yang menabur di tanah yang baik akan menuai panen 30 kali lipat, 60 kali lipat dan 100 kali lipat. Ishak mendapatkan berkat maksimal, bukan hanya 30 kali lipat atau 60 kali lipat saja.

MAZMUR 104 : 14
14 ENGKAU yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah.

Ishak dan orang Filistin sama-sama menabur benih. Teknologi pertanian yang dikuasai Ishak mungkin biasa-biasa saja. Ishak mengusahakan tanah yang sama dengan orang Filistin, bahkan mungkin tanahnya tanah sewaan saja mengingat dia pengungsi. Rahasianya hasil maksimal yang dicapai Ishak adalah TUHAN yang menumbuhkan benih itu. Usaha Ishak disertai iman sehingga diberkati TUHAN. Sedangkan orang Filistin hanya berusaha tanpa penyertaan TUHAN sehingga tak memperoleh hasil sebanyak yang diperoleh Ishak.

Apapun yang terjadi di dalam hidup kita, TUHAN mampu campur tangan terhadap hal-hal buruk yang kita alami dan menurunkan berkat-NYA bagi kita. Seperti Ishak yang mulanya tidak punya apa-apa di Gerar, usahanya diberkati TUHAN, demikian pula segala usaha kita akan berhasil karena TUHAN selalu merencanakan yang terbaik dalam hidup orang beriman.

Sebagai hamba TUHAN, saya menabur, yaitu mengerjakan segala sesuatu dengan iman di dalam YESUS KRISTUS. Menghadapi jemaat yang mendapat kesulitan, saya harus berani bertindak mendoakan jemaat. Contohnya, ketika salah satu jemaat bernama Fuska menghadapi masalah anaknya sakit yang tak kunjung sembuh kendati telah dibawa ke dokter dan diberi obat, saya mendoakannya di dalam Nama YESUS KRISTUS. Saya meminta Fuska untuk menumpangkan tangan ke atas anaknya. Sepuluh menit kemudian, Fuska memberi kabar bahwa anaknya sudah tidur dan kembali sehat. Saya harus mau menabur. Seandainya saya tidak berani mendoakan, apakah anak Fuska akan sembuh? Namun jika saya berdoa tanpa penyertaan TUHAN, doa sampai mulut berbusa pun tak membawa kesembuhan.

KEJADIAN 26 : 13
13 Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.

Tinggal di pengungsian tak menghalangi Ishak untuk menjadi kaya, bahkan sangat kaya. Kuncinya adalah beriman kepada TUHAN. Setiap kita, orang beriman, memulai sesuatu usaha, TUHAN juga memulainya bersama kita. Jika kita terus berusaha dan terus di dalam TUHAN, kita akan terus diberkati dengan kelimpahan. Dan pada akhirnya akan sangat kelimpahan seperti Ishak. Pengalaman Ishak ini mengajarkan kepada kita agar kita tidak memusingkan profesi, umur, di mana kita berada. Jika kita di dalam TUHAN dan kita mau berusaha, kita akan berhasil, apa pun profesi kita dan di mana pun kita berada. Pada akhirnya, kekayaan Ishak ini melebihi kekayaan orang-orang Filistin.

KEJADIAN 26 : 14
14 Ia mempunyai kumpulan kambing domba dan lembu sapi serta banyak anak buah, sehingga orang Filistin itu cemburu kepadanya.

Ayat di atas membuktikan kesuksesan Ishak dalam mengisi pundi-pundinya mengungguli kesuksesan orang Filistin. Akibatnya, Filistin iri kepada Ishak. Hal ini wajar. Kita perlu menyikapinya dengan santai bila orang iri karena kita sukses dan diberkati TUHAN. Tidak perlu kita mencak-mencak dan berkata, "TUHAN, ini tidak fair!"

Saya ingat prinsip Papa (Pdt. Dr. Benny Santoso) yang mengatakan bahwa orang yang menggosipkan Papa karena iri, hal itu menunjukkan bahwa Papa adalah orang terkenal atau sukses. "Sebab tidak ada orang yang cemburu kepada tukang becak," tambah Papa.

KEJADIAN 26 : 15 - 16
15 Segala sumur, yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah. 16 Lalu kata Abimelekh kepada Ishak: "Pergilah dari tengah-tengah kami sebab engkau telah menjadi jauh lebih berkuasa dari pada kami."

Apa tindakan orang yang iri hati? Tindakan mereka kontra produktif: sumur yang sudah ada sejak zaman Abraham ditutup oleh orang Filistin yang iri hati kepada Ishak. Apakah untungnya menutup sumur yang sangat berguna bagi irigasi pertanian? Seharusnya orang Filistin dapat menggunakan sumur itu untuk mengairi tanah garapan mereka. Hati dan pikiran yang sudah ditutupi rasa iri membuat mereka mendatangkan kerugian bagi diri sendiri.

Dalam ayat 16, raja Filistin mengakui bahwa Ishak lebih berkuasa dari pada mereka. Status Ishak sebagai pengungsi mampu mengungguli orang Filistin yang menjadi penduduk asli. Inilah pengakuan orang dunia terhadap anak-anak TUHAN: lebih berhasil dari pada mereka. Jika orang Kristen kalah dibandingkan orang dunia, ini adalah hal yang memalukan. Tapi ada risiko bagi orang yang berhasil, yaitu orang akan bersikap iri hati. Ujung-ujungnya, Ishak diminta pindah dari tempat itu oleh Abimelekh, raja Filistin.

Karena Ishak lebih sukses dari pada orang Filistin, sebenarnya Ishak dapat mempergunakan uang dan pengaruhnya untuk membangkang terhadap orang Filistin. Bagi orang lemah, mengalah itu gampang. Sebaliknya bagi orang yang punya pengaruh, tentunya hal yang tidak mudah untuk mengalah. Namun apa yang dilakukan Ishak sebagai seorang yang beriman?

KEJADIAN 26 : 17
17 Jadi pergilah Ishak dari situ dan berkemahlah ia di lembah Gerar, dan ia menetap di situ.

Sebagai orang yang lebih sukses dibandingkan orang Filistin tidak membuat Ishak menjadi pribadi yang minta keinginannya selalu dituruti orang lain. Ciri Ishak sebagai seorang beriman adalah tidak mau mencari keributan. Ketika Abimelekh, raja Filistin, menyuruhnya pindah dari tanah Filistin, tanpa protes Ishak pindah, menuruti kehendak orang Filistin. Sebab Ishak telah memiliki pengalaman bersama TUHAN. Ketika terjadi kelaparan di negerinya, Ishak diberi petunjuk oleh TUHAN untuk mengungsi ke Gerar. Dan di tempat yang baru ini Ishak berhasil karena TUHAN yang memberkati dia.

Memiliki pengalaman berjalan bersama TUHAN, di mana pun kita berada, termasuk dalam menghadapi situasi buruk, TUHAN tidak akan pernah kehabisan rencana yang indah bagi hidup kita. Saat sudah sukses dan kaya karena diberkati TUHAN, jangan sampai kita mengandalkan kekayaan kita dan tidak lagi bersandar kepada TUHAN.

Ishak berkemah di lembah Gerar, di luar negeri Filistin. Ini adalah gambaran orang yang mengandalkan TUHAN tidak akan terikat dengan lokasi. Di mana pun dia menabur atau menggarap tanah, dia akan berhasil dengan penyertaan TUHAN. Ini konsep Ishak. Ketika dia diusir oleh Abimelekh, dengan tanpa beban Ishak mengemasi seluruh hartanya dan pindah dari tanah Filistin. Dia akan menabur di tempat yang baru, dan akan berhasil seperti yang telah dialami sebelumnya di negeri Filistin.

Pengalaman Ishak diusir Abimelekh ini serupa dengan pengalaman Papa saat pelayanan di kota Bogor. Pada awalnya Papa membuka jemaat di Bogor, baru lima orang yang bergabung menjadi jemaat. Namun tak lama kemudian jumlah jemaat bertambah menjadi sepuluh orang, dan kemudian terus bertambah dan bertambah lagi. Dalam kurun waktu sekitar dua tahun, telah berkumpul kira-kira lima ratus orang dalam setiap ibadah. Jumlah itu termasuk orang-orang yang berasal dari Jakarta yang ikut dalam ibadah di gereja kita. Seperti Abimelekh, beberapa gereja di Bogor mulai terancam dengan pelayanan Papa di Bogor. Mereka memberikan surat kepada Papa agar menutup gereja di Bogor. Seperti Ishak, Papa sama sekali tidak memberikan perlawanan. Sesuai dengan keinginan mereka, Papa mulai mengalihkan perhatian untuk melayani di kota lain. Jakarta yang menjadi pilihan Papa.

Sikap gereja-gereja yang kurang simpatik itu bukan rencana TUHAN. Namun, TUHAN campur tangan dalam semua hal yang dialami orang beriman, termasuk yang tidak menyenangkan. Hasilnya, Gereja Kemah Tabernakel Jakarta berdiri. Dan atas penyertaan TUHAN, gereja kita menjadi besar dan diberkati TUHAN, melebihi semua gereja yang ada di Bogor saat ini.

Hal-hal yang tidak menyenangkan yang kita alami, misalnya penyakit, bukan merupakan rencana TUHAN. TUHAN tidak memiliki stok hal-hal yang buruk. Dan dalam melaksanakan rencana-NYA, TUHAN tidak perlu menggunakan penyakit, masalah atau pun bencana. Namun toh bila kita sakit atau mengalami hal yang tidak enak lainnya, TUHAN mampu campur tangan atas apa yang kita alami itu dan merencanakannya untuk kebaikan bagi kita sehingga kita mengalami keberhasilan.

KEJADIAN 26 : 24 - 25
24 Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: "AKU-lah ALLAH ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab AKU menyertai engkau; AKU akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-KU itu." 25 Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ.

Ishak tidak membalas kejahatan orang Filistin dengan kejahatan pula, tetapi menyerahkan ke dalam tangan TUHAN, bahwa TUHAN akan campur tangan terhadap peristiwa yang dialaminya. Ishak tidak menggunakan kekuatannya, kekayaannya, untuk melawan orang yang iri hati terhadap dia. Atas sikapnya ini, TUHAN berfirman kepada Ishak, agar dia jangan takut menghadapi segala sesuatu, sebab TUHAN beserta dengan dia.

Umat beriman tidak usah cemas dalam menghadapi berbagai masalah. Kita perlu belajar dari Ishak yang berpaut kepada TUHAN sehingga TUHAN akan berfirman kepada kita, menyatakan penyertaan dan berkat-NYA bagi kita. TUHAN tidak akan pernah mengurangi berkat orang beriman. Terbukti setelah Ishak yang diusir dari Gerar, TUHAN justru berfirman kepadanya, menyatakan akan menyertai, memberkati dan membuat banyak keturunannya.

KEJADIAN 26 : 26 - 29
26 Datanglah Abimelekh dari Gerar mendapatkannya, bersama-sama dengan Ahuzat, sahabatnya, dan Pikhol, kepala pasukannya. 27 Tetapi kata Ishak kepada mereka: "Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepadaku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?" 28 Jawab mereka: "Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau,29 bahwa engkau tidak akan berbuat jahat kepada kami, seperti kami tidak mengganggu engkau, dan seperti kami semata-mata berbuat baik kepadamu dan membiarkan engkau pergi dengan damai; bukankah engkau sekarang yang diberkati TUHAN."

Sekarang Ishak sudah tinggal di lembah Gerar, tinggal di luar daerah Filistin. Ishak sudah menuruti kehendak Abimelekh agar dia pindah dari daerah Filistin. Namun, suatu hari datanglah Abimelekh bersama Ahuzat dan Pikhol. Orang yang disebutkan pertama memiliki jabatan sebagai penasehat pribadi Abimelekh, sedangkan Pikhol adalah kepala pasukan Abimelekh. Profesi Ishak sebagai seorang pengusaha tentunya tidak memiliki pasukan seperti Abimelekh, raja Filistin. Ditambah masa lalu yang terjadi di antara mereka, bahwa Abimelekh mengusir Ishak atas dasar iri hatinya. Hal-hal tersebut dapat menjadi alasan bagi Ishak untuk mengkerut di hadapan Abimelekh dan Pikhol. Namun orang yang benar didatangi siapa pun, dengan maksud apa pun, tidak akan pernah cemas dan takut. Hatinya akan selalu diliputi dengan damai sejahtera ALLAH.

Abimelekh yang iri telah bertindak menyingkirkan Ishak dari Gerar. Dan Ishak tidak membela dirinya kendati diperlakukan dengan tidak adil oleh Abimelekh. Namun TUHAN membela Ishak. TUHAN memberkati Ishak. Bukan itu saja, TUHAN yang membuka mata Abimelekh sehingga raja Filistin itu mengakui bahwa Ishak adalah orang yang yang diberkati TUHAN. Dari peristiwa ini kita dapat pelajaran berharga bahwa kita tidak perlu sibuk membela diri atau membersihkan nama yang dicoreng oleh fitnah orang yang iri hati terhadap kita. Fitnah dan gosip boleh ditiupkan oleh orang-orang yang memusuhi kita, bahkan mungkin kita sampai mengalami disingkirkan oleh mereka, namun pada waktunya kelak orang-orang yang memusuhi kita akan mengakui bahwa TUHAN menyertai kita.

Gosip juga menjadi menu sehari-hari yang harus disantap oleh para hamba TUHAN. Dulu Papa digosipkan sebagai pendeta yang sombong karena memfokuskan diri untuk mendoakan jemaat yang digembalakannya. Saya yang bersikap terbuka dengan mau mendoakan semua orang, termasuk yang bukan anggota GKT, juga harus rela dicap sebagai "hamba TUHAN yang obral". Hanya mendoakan jemaat sendiri digosipkan, mendoakan semua orang juga disalahkan. Namun saya tidak mau ambil pusing. Kelak, mereka akan melihat sendiri dan mengakui Tangan TUHAN yang berkuasa memberkati saya. Sikap santai seperti ini membuat saya awet muda.

Sikap Abimelekh berubah seratus delapan puluh derajat dari sikapnya semula yang memusuhi dan mengusir Ishak. Kedatangan Abimelekh ini untuk mengikat perjanjian damai dengan Ishak. Orang yang menyerahkan diri kepada TUHAN akan dibela TUHAN tanpa dia perlu bertindak dengan kekerasan. Terbukti Abimelekh mencari Ishak dengan agenda menjalin persahabatan dengan Ishak. Bahkan Abimelekh memohon agar Ishak tidak berbuat jahat kepada Abimelekh. Lucu, raja yang memiliki pasukan yang besar malah memiliki rasa takut kepada Ishak yang tidak memiliki pasukan.

Orang Kristen bukanlah orang yang tidak punya nyali, namun tidak perlu bersikap sok jagoan. Orang yang memusuhi kita pada akhirnya akan bertekuk lutut di hadapan kita seperti Abimelekh yang akhirnya mengakui TUHAN memberkati Ishak. Itu semua terjadi karena Ishak adalah seorang yang beriman. Iman tidak tumbuh dengan sendirinya. Abraham sebagai orangtua Ishak yang mendidik Ishak di dalam iman. Karena itu, kita harus memiliki iman yang teguh. Dan sebagai orangtua, hendaknya kita memperhatikan pertumbuhan iman anak-anak kita.

Abimelekh mengakui Ishak diberkati TUHAN. Apakah Abimelekh diberkati TUHAN? Tidak. Orang yang iri kepada orang lain, berkatnya tidak akan bertambah. Seandainya kita iri terhadap kesuksesan orang lain dan kita menyingkirkan dia dari jabatannya, berkat orang itu tidak akan beralih kepada kita.

Pengakuan Abimelekh bahwa TUHAN memberkati Ishak ini dapat menjadi momen yang baik untuk bersaksi. Ishak dapat memperkenalkan TUHAN, ALLAH yang berkuasa kepada Abimelekh sehingga Abimelekh mendapatkan berkat yang sama dengan Ishak. Jadikanlah kehidupan kita yang diberkati TUHAN ini sebagai sarana untuk bersaksi dan memenangkan jiwa bagi TUHAN.

Di tangan TUHAN, segala hal yang tidak baik yang terjadi di dalam hidup kita dapat dipakai TUHAN untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Kita tidak perlu takut terhadap panas terik atau hujan badai yang terjadi di dalam hidup kita ini. Kita tidak perlu menyikapi orang-orang yang memusuhi kita dengan sikap yang sama. Penyertaan TUHAN bagi orang beriman mendatangkan berkat bagi kita di tengah kondisi apa pun juga. Ishak telah mengalaminya, orang beriman lainnya juga pasti mengalami hal yang sama. Amin.