Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Perjamuan Di Betania
Perjamuan Di Betania
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | Keb. III Minggu, 24 Agustus 2008
Disadur oleh Ev. Hardi Suryadi | Tanggal Terbit : Minggu, 01/02/09

Dalam perjamuan di Betania, ada tiga orang bersaudara yang hadir dalam perjamuan itu, yaitu Lazarus, Martha dan Maria. Ketiganya mewakili golongan orang Kristen dengan tingkatan rohani yang berbeda yang akan kita pelajari kali ini.

YOHANES 12 : 1
1 Enam hari sebelum Paskah YESUS datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan YESUS dari antara orang mati.

Enam hari sebelum Paskah, YESUS pergi ke Betania. Betania memiliki arti rumah buah kurma atau rumah di mana di dalamnya terdapat sesuatu yang manis. Ini adalah gambaran gereja. Di dalam gereja tidak boleh ada kepahitan; justru orang yang datang ke gereja dengan membawa kepahitan akan pulang membawa sesuatu yang manis.

Betania adalah tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan YESUS dari antara orang mati. Lazarus merupakan kata lain dari Eliezer, yang artinya TUHAN telah menolong. Selain kemanisan Sorgawi, di dalam gereja juga terdapat pertolongan TUHAN.

Bagaimana agar kita dapat tinggal di Betania? Telah mengalami kematian dan kebangkitan bersama YESUS. Tanpa hal tersebut, seseorang tidak akan mungkin mengalami berkat yang ada di Betania.

KOLOSE 2 : 12
12 Karena dengan DIA kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam DIA kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa ALLAH, yang telah membangkitkan DIA dari orang mati.

Seseorang tidak mungkin dibangkitkan jika dia belum mati. Jadi untuk dibangkitkan bersama YESUS, ia harus mati dan dikuburkan terlebih dahulu di dalam baptisan. Dalam baptisan, kita mengalami tiga pengalaman penting sekaligus, yakni mati, dikuburkan (saat masuk ke dalam air untuk dibaptis) dan dibangkitkan bersama-sama dengan YESUS (pada saat keluar dari air). Ada orang Kristen yang berkata: “Sekalipun belum dibaptis, yang penting hatinya.” Saya ingin tegaskan, bahwa jika hati kita benar-benar tertuju kepada YESUS, sudah pasti kita juga akan mentaati seluruh perintah-NYA. Salah satunya adalah mengalami kematian dan kebangkitan bersama YESUS di dalam baptisan.

Dengan cara bagaimana kita dibaptis? Sesuai dengan kebenaran Firman TUHAN yaitu harus diselam di dalam air, bukan dengan cara yang lain. Baptisan tanpa diselam di dalam air bukanlah baptisan yang sesuai dengan Firman TUHAN. TUHAN YESUS sendiri telah memberi contoh pada waktu dibaptis Yohanes Pembaptis dengan diselam di sungai Yordan. Melalui baptisan itulah maka kita baru dapat tinggal di Betania. Seperti Lazarus yang mengalami kematian dan dibangkitkan oleh TUHAN YESUS dan setelah itu ia tinggal di Betania. Sebelum Lazarus mengalami kematian dan kebangkitan, ia lebih banyak tinggal di luar Betania. Hal ini terbukti ketika Lazarus belum mengalami kematian, pada saat YESUS datang ke Betania yang menjumpai-NYA hanya Martha dan Maria. Itu sebabnya Lazarus tidak menikmati manisnya berkat Sorga yang dibawa oleh YESUS. Tetapi setelah ia mengalami kematian dan dibangkitkan oleh YESUS, Lazarus tinggal di Betania dan menikmati berkat kerajaan Sorga.

Suatu ketika ada seorang jemaat yang ditanya oleh orang lain, “ini gerejanya Pak Handoyo ya?” Saya dengar Pak Handoyo bisa menyembuhkan orang?” Yang lebih gawat lagi dia melanjutkan pertanyaannya, “Kalau dapat menyembuhkan orang, kira-kira biayanya berapa ya?”

Hal seperti ini adalah suatu hal yang sangat keliru. Sebab gereja sudah pasti milik TUHAN YESUS, dan yang dapat menyembuhkan hanyalah TUHAN YESUS saja. Dari hal ini kita dapat melihat bahwa banyak orang yang mau datang ke gereja hanya ingin menikmati berkat Sorgawinya saja. Padahal syarat untuk mendapatkan itu semua adalah kita harus mengalami kematian dan kebangkitan bersama YESUS terlebih dahulu.

YOHANES 12 : 2
2 Di situ diadakan perjamuan untuk DIA dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan YESUS adalah Lazarus.

Dalam ayat ini disebutkan bahwa YESUS datang ke perjamuan malam di Betania. Berarti orang yang telah mati dan dibangkitkan oleh YESUS, ia memiliki hak istimewa untuk menikmati berkat, bukan kesusahan. Boleh saja di sekeliling kita banyak orang berkata, “Jaman sekarang adalah jaman kesusahan.” Tetapi kita yang telah mati dan dibangkitkan YESUS tidak akan hidup di dalam kesusahan tersebut. Ketika orang lain mengalami kesusahan, kita justru menikmati perjamuan malam bersama YESUS. Sekalipun dunia sedang di dalam kegelapan (malam), tetapi kita tidak akan hidup di dalam kegelapan, sebab YESUS tidak membiarkan kita berjalan sendirian.

Selanjutnya jika kita lihat suasana di dalam perjamuan tersebut. Ada Martha yang melayani, dan ada orang-orang yang turut makan dalam perjamuan itu, salah satunya adalah Lazarus. Orang-orang yang turut makan menggambarkan orang yang duduk mendengarkan Firman TUHAN, sedangkan Martha menggambarkan orang yang melayani TUHAN. Perbandingan orang yang duduk makan jauh lebih banyak dari pada orang yang melayani dalam perjamuan itu.

Terdapat kriteria tertentu untuk menjadi seorang pelayan TUHAN. Yang paling utama adalah telah mati dan bangkit bersama KRISTUS, kemudian duduk mendengarkan Firman TUHAN dengan tekun. Setelah itu baru kita dapat menanjak kepada jenjang yang lebih lagi yakni menjadi pelayan TUHAN. Itu sebabnya gereja kita tidak akan dengan mudah menerima orang yang baru beribadah beberapa bulan di gereja kita untuk menjadi seorang pelayan TUHAN. Dengan kata lain orang yang mau menjadi pelayan TUHAN adalah orang yang sudah lebih dewasa rohani dari pada jemaat yang dilayani.

Kedua belas murid YESUS juga ikut dalam perjamuan tersebut. Hal ini terjadi karena Betania adalah final station bagi orang-orang yang pergi dari Yerikho ke Yerusalem. Jadi ini adalah sebuah gambaran, bahwa kita sebagai orang percaya telah meninggalkan keduniawian, dan akan segera masuk ke Yerusalem (gambaran Sorga). Di dalam dunia ini sebenarnya kita hanya singgah untuk menuju ke Sorga. Namun dalam persinggahan itu kita menikmati berkat Betania dengan duduk makan perjamuan bersama YESUS. Meskipun demikian, jangan berpuas diri. Tingkatkan kerohanian kita supaya kita juga ikut di dalam melayani TUHAN.

MARKUS 16 : 15 - 16
15 Lalu IA berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tugas pelayan TUHAN adalah menjadi pemberita Injil. Oleh sebab itu sebagai bahan renungan secara pribadi, sudahkah kita menunaikan tugas kita sebagai pemberita Injil bagi lingkungan kita? Contoh sederhana: sudahkah para orang tua mengabarkan Injil kepada anak-anaknya? Jadi jika hingga saat ini kita belum melayani, hal yang perlu dipertanyakan adalah seberapa besar pertumbuhan dan kedewasaan kita secara rohani? Tetapi sekali lagi untuk menjadi pelayan harus mengerti terlebih dahulu batasan-batasan seperti yang telah diuraikan.

Dalam ayat 16 dikatakan: “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan.” Inilah faktor penting dari baptisan. Itu sebabnya jangan menganggap baptisan hanya sekedar upacara kekristenan. Baptisan adalah langkah awal orang Kristen untuk masuk ke Betania. Sebab orang yang tidak percaya YESUS (tidak di Betania) akan dihukum. Di luar Betania akan tinggal di Mara atau mengalami kepahitan dunia ini. Sedangkan orang yang percaya dan dibaptis, posisinya seperti Lazarus yang duduk makan kemudian meningkat menjadi Martha yang melayani (memberitakan Injil).

Praktek untuk memberitakan Injil dimulai kepada orang yang terdekat, namun jangan memaksa. Tetapi paling tidak orang terdekat yakni anggota keluarga dapat mendengar kabar Injil melalui kita. Mungkin ada di antara kita yang berkata:”Jangankan mengajak ke gereja, baru menyebut nama YESUS saja sudah dimarahi.” Kalau kita sudah mati dan bangkit bersama YESUS, maka kata-kata yang keluar dari mulut kita pasti akan disertai dengan kuasa TUHAN.

Ada seorang anak yang masih duduk di bangku kuliah tingkat satu. Ia dilarang beribadah ke gereja oleh orang tuanya, tetapi ia ingin sekali beribadah dan ia datang beribadah ke gereja kita karena merasa memperoleh berkat Surga di dalam gereja ini sehingga ia bertumbuh di dalam iman. Kemudian ia datang kepada saya dan berkata: “Pak, saya dilarang beribadah ke gereja oleh orang tua saya.” Kemudian saya mendoakannya supaya disertai TUHAN, sehingga bukan dia yang berbicara dengan orangtuanya, melainkan TUHAN YESUS yang berbicara kepada mereka. Selesai berdoa saya berkata lagi kepada anak ini: ”Minggu depan kamu akan diijinkan oleh orang tuamu untuk pergi ke gereja, bahkan engkau akan diantarkan oleh mereka.” Mendengar perkataan saya, anak itu menjadi heran. Sebab pada saat ini saja ia dilarang oleh orang tuanya. Seminggu kemudian anak ini menghadap saya kembali dan berkata: “Puji TUHAN Pak, orang tua saya tidak melarang saya pergi ke gereja. Bahkan tadi pagi Mama saya membangunkan dan mengantar saya pergi ke gereja.”

Inilah yang akan terjadi jika kita sudah benar-benar mati dan bangkit bersama YESUS serta menerima Firman-NYA. Iman kita dibangkitkan, sehingga kita tidak akan mengalami kesusahan dunia ini, melainkan akan duduk makan dalam perjamuan di dalam YESUS. Kemenangan yang kita alami merupakan salah satu fasilitas khusus yang TUHAN berikan bagi orang yang telah mati dan bangkit bersama-sama dengan YESUS.

YOHANES 12 : 3
3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki YESUS dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Setelah melalui tahapan duduk makan bersama YESUS, dan kemudian melayani, maka kita harus meningkat pada langkah berikutnya, yaitu memberi persembahan seperti Maria. Memberi persembahan menunjukkan kita telah mampu membuang keegoisan atau kedagingan. Pada awalnya, Maria juga hanya duduk mendengarkan perkataan YESUS. Namun kemudian meningkat dengan mempersembahan yang terbaik bagi-NYA. Perlu diketahui, bahwa bentuk dari persembahan tidak harus selalu berbentuk materi.

Sifat anak TUHAN yang dewasa rohani adalah lebih suka memberi dari pada menerima. Sebaliknya setan lebih suka menerima dari pada memberi.

Ada dua orang lulusan sekolah seminari yang mengambil jurusan berbeda. Yang seorang jurusan penggembalaan, yang lainnya mengambil jurusan demonologi (tentang setan-setan). Pemuda yang mengambil jurusan penggembalaan membuka gereja. Di dalam gerejanya itu ada setan sehingga setiap beribadah, jemaatnya diganggu setan. Si pendeta jadi bingung, sebab sekalipun setan yang mengganggu itu diusir, tetep saja tidak mau pergi. Akhirnya ia meminta bantuan temannya yang mendalami demonologi.

Sang demonolog memutuskan tidur di dalam gereja yang ada setannya tersebut. Malamnya setan benar-benar menampakkan diri kepadanya. Ia mencoba mengusir setan itu sambil melempar benda-benda yang ada di sekitarnya, tetapi tidak berhasil. Di tengah kepanikan, ia mengambil kantong persembahan dan menyodorkan kepada setan tersebut. Tak disangka, setan itu mulai mundur ketakutan. Karena bingung, ia bertanya kepada si setan: “Mengapa kamu mundur?” Setan itu menjawab: ”Sebab saya paling takut kalau disuruh memberi persembahan.”

Ilustrasi ini memberikan pelajaran, bahwa jika kita tidak mau memberikan persembahan, sesungguhnya hati kita masih dikuasai oleh setan.

Persembahan Maria berupa minyak narwastu murni yang mahal harganya. Minyak yang murni adalah gambaran ROH KUDUS yang sangat berharga. Maria meminyaki kaki YESUS dengan minyak tersebut dan menyekanya dengan rambutnya sehingga seluruh ruangan menjadi harum semerbak.

1 SAMUEL 16 : 13
13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

Minyak yang ditaruh didalam tanduk dan yang dipegang Samuel adalah gambaran ROH KUDUS. Sebab sejak Daud diurapi oleh minyak tersebut, maka ia menerima urapan ROH KUDUS. Sudah biasa bagi kebanyakan wanita untuk memiliki minyak wangi. Tetapi minyak wangi semahal apapun tak akan tercium keharumannya jika tutupnya tidak dibuka dan minyak tersebut tidak dituangkan atau disemprotkan. Saat orang percaya menerima Firman TUHAN yang merupakan ROH yang menghidupkan, ia telah memiliki ROH KUDUS. Tetapi ROH KUDUS tidak akan berkarya jika kita tidak membuka hati kita bagi-NYA. Tidak benar pengajaran yang mengatakan, bahwa jika belum berbahasa Roh berarti kita belum memiliki ROH KUDUS. Sebab ketika kita duduk mendengar dan menerima Firman dan menerima Firman di dalam hati kita, maka Firman yang adalah ROH menjadi milik kita. Dengan kata lain kita telah memiliki ROH KUDUS. Kunci utamanya adalah sudahkah kita memecahkan mulut buli-buli tempat minyak tersebut sehingga bau harum semerbak memenuhi ruangan? Jika sudah, maka dengan sendirinya orang lain akan menikmati keharuman ROH KUDUS yang ada di dalam hidup kita.

MARKUS 14 : 3
3 Ketika YESUS berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala YESUS.

Setelah leher buli-buli tersebut dipecahkan, yang harus dilakukan adalah menuang minyak tersebut ke atas kepala YESUS. Minyak semahal apapun jika tidak kita persembahkan kepada YESUS, maka minyak yang mahal tersebut tidak akan ada artinya. Itu sebabnya ROH KUDUS yang ada dalam hidup kita bukan sarana untuk menyombongkan diri sendiri. Justru ROH KUDUS yang ada dalam hati kita itu adalah untuk memuliakan Nama TUHAN di dalam hidup kita. Itu sebabnya Maria menuangkan minyak tersebut ke atas kepala YESUS.

Keharuman mninyak yang dituangkan ke atas kepala YESUS ini memenuhi seluruh ruangan. Ini berarti tanpa perlu meyakinkan orang lain bahwa dirinya dipenuhi ROH KUDUS, dengan sendirinya orang lain akan menikmati keharuman ROH KUDUS yang tercium di dalam hidup kita, dan kita mampu menjadi saksi yang efektif di tangan TUHAN.

Pusat keharuman itu berada pada YESUS, dan Maria yang berada dekat YESUS sangat merasakan bau harum itu. Ini berarti jika kita mempersembahkan minyak yang harum kepada TUHAN, maka bau harum itu juga akan memenuhi hidup kita. Jangan pernah beranggapan, bahwa akan rugi jika mempersembahkan yang terbaik kepada TUHAN. Sebab orang yang memberikan persembahan kepada YESUS pasti akan menikmati berkat.

KISAH PARA RASUL 1 : 8
8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau ROH KUDUS turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-KU di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Wujud harum semerbak ROH KUDUS itu adalah kita menerima kuasa ROH KUDUS. Menerima ROH KUDUS berarti kita menerima kuasa ROH KUDUS. Kuasa itu berupa kemenangan atas penyakit, kuasa gelap dan kuasa atas segala hal yang kita hadapi di dalam hidup ini. Berarti jika ada orang yang mengaku bahwa dirinya penuh ROH KUDUS, tetapi tidak menerima kuasa ROH KUDUS, maka orang tersebut belum dipenuhi oleh ROH KUDUS.

ROMA 12 : 1 - 2
1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan ALLAH aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada ALLAH: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak ALLAH: apa yang baik, yang berkenan kepada ALLAH dan yang sempurna.

Leher buli-buli harus dipecahkan agar bau harum semerbak dari minyak itu keluar dan dapat dinikmati oleh banyak orang. Ini berarti agar kita dapat menebarkan bau harum ROH KUDUS, tubuh manusiawi ini harus dipersembahkan kepada TUHAN. Sebab hawa nafsu sering menghalangi ROH KUDUS untuk berkarya di dalam hidup kita. Itu sebabnya mengapa saya seringkali menganjurkan berdoa dan berpuasa kepada jemaat yang sedang mengalami persoalan. Tujuannya adalah untuk menyalibkan hawa nafsu agar dapat mempersembahkan tubuh ini kepada TUHAN.

Ketika kita menerima dan percaya kepada YESUS hidup lama kita mamang sudah disalibkan; kita mati dan bangkit bersama-sama dengan DIA. Tetapi kita masih hidup di dalam tubuh yang lemah, dan dosa seringkali berusaha untuk menguasainya kembali. Itu sebabnya sangat perlu bagi kita untuk belajar menyalibkan kedagingan ini sehingga tubuh kita dapat dipersembahkan kepada TUHAN. Dengan demikian bau harum ROH KUDUS tercium oleh banyak orang yang ada di sekitar kita.

YOHANES 12 : 4 - 6
4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid YESUS, yang akan segera menyerahkan DIA, berkata: 5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" 6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Ada orang yang sama-sama duduk makan bersama YESUS di Betania, tetapi ia tidak bertumbuh dewasa di dalam iman. Siapakah dia? Yudas Iskariot yang pikirannya hanya dipenuhi oleh perkara-perkara duniawi. Saat ini banyak orang yang berusaha menjual ROH KUDUS dengan memberitakan ajaran untuk mengeruk keuntungan pribadi semata. Akibatnya Yudas tidak menikmati berkat Betania, melainkan mati gantung diri karena ia telah menjadi pengkhianat yang menjual YESUS.

Itu sebabnya marilah kita berada di tempat yang benar, yakni duduk makan Firman, menikmati Firman itu dan jadilah Maria yang memberikan persembahan yang harum kepada ALLAH. Amin.