Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Kumpulkan Makanan
Kumpulkan Makanan
Pdt. Dr. Benny Santoso | Keb. III Minggu, 3 Januari 1999
Disadur oleh Hardi Suryadi | Tanggal Terbit : Minggu, 29/02/04

KEJADIAN 41:33-37
33 Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir. 34 Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir. 35 Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya. 36 Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu." 37 Usul itu dipandang baik oleh Firaun dan oleh semua pegawainya.

Yusuf memberikan nasihat kepada Firaun untuk menyimpan makanan selama tujuh tahun masa kelimpahan, sehingga pada saat memasuki masa kekeringan mereka sudah memiliki persediaan makanan yang cukup. Keadaan ini menggambarkan dunia yang mengalami dua masa yang sangat penting, yakni masa anugerah (kelimpahan) dan masa kesusahan. Pada masa anugerah, TUHAN mencurahkan berkat berupa pengampunan dari TUHAN. Yang ditunjukkan dengan turunnya Anak ALLAH ke dunia sebagai Anak Manusia yang dilahirkan di Betlehem. Sesudah masa anugerah, dunia akan dibawa kepada masa kesusahan/kekeringan. Pada masa ini tidak ada satu manusiapun yang dapat menolong orang lain karena masing-masing berusaha untuk dapat keluar dari kesusahannya.

Hal ini menjelaskan bagaimana kita harus berusaha untuk selalu bersiap diri di masa kelimpahan ini. Jangan sampai kita bermalas-malasan untuk menyimpan Firman TUHAN selagi TUHAN masih memberi kesempatan bagi kita untuk menerima kebenaran Firman-NYA. Tetapi pada saatnya nanti TUHAN tidak akan lagi dapat kita jumpai sehingga kita tidak akan lagi dapat mendengar DIA berfirman kepada kita. Itulah saat dimana Firman TUHAN akan diangkat ke Surga sehingga Firman tidak akan lagi dapat ditemukan di dunia ini. Inilah awal dari masa kesengsaraan bagi dunia yang akan dikuasai kejahatan, kegersangan, ratapan sampai kehancuran melanda dan dunia tidak dapat ditolong lagi.

Angka tujuh tahun ini sebenarnya menggambarkan angka kegenapan. ALLAH menetapkan waktu (masa) dua ribu tahun masa ALLAH BAPA, dua ribu tahun berikutnya masa ALLAH PUTRA dan masa dua ribu selanjutnya adalah masa ROH KUDUS yang kita jalani sekarang ini. Setelah masa-masa itu digenapi, dunia akan berubah secara total. Dosa menguasai dunia dan tidak ada lagi pengampunan bagi manusia yang masih tinggal di sana, karena Firman TUHAN sudah diangkat kembali ke Surga.

Saat ini kita memasuki masa-masa akhir dan semakin mendekati masa kesusahan besar. Tetapi TUHAN masih menganugerahkan kesempatan bagi kita untuk mengumpulkan Firmn-NYA sebanyak mungkin. Hal ini berarti TUHAN masih rindu untuk berfirman kepada kita. Dengan demikian kita masih diberi kesempatan untuk menerima pengampunan dan kasih-NYA. Mengapa TUHAN masih berfirman di masa-masa akhir ini? Karena DIA ingin supaya setiap manusia mengerti bahwa dunia akan segera masuk ke dalam masa kesusahan yang sangat besar, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan demikian TUHAN masih menantikan siapapun yang bersedia merubah hatinya untuk datang kepada DIA dan menerima keselamatan serta pengampunyan dari-NYA. Dan bagi yang sudah menerima Firman-NYA, masa-masa sekarang ini ada waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menjelang waktu pengangkatan. Karena TUHAN sudah berjanji bahwa setiap orang yang beriman dan selalu menjaga hidup yang berkenan pada-NYA akan diangkat bersama-sama sebelum masa kesusahan melanda dunia.

Setelah Yusuf memberikan arti dari mimpi Firaun, ia mengusulkan agar Firaun menunjuk orang yang bijaksana untuk mengumpulkan makanan. Orang itu haruslah seorang yang memiliki kebijaksanaan dalam mendistribusikan makanan yang ditimbun pada masa kelaparan yang akan melanda negeri itu. Dari ayat ini dapat ditarik suatu pengertian bahwa Yusuf menggambarkan YESUS yang mengutus banyak hamba TUHAN yang menerima wahyu-NYA untuk memberitahukan kepada seluruh rakyat di dunia untuk selalu waspada dan berjaga-jaga.

Ketika Firaun mendengar berita yang disampaikan Yusuf tentang arti mimpinya, ia percaya akan semua perkataan dan nasihat Yusuf. Hal ini menunjukkan bahwa Firaun yang tidak mengenal ALLAH dapat menerima apa yang dikatakan Yusuf bahkan mempercayainya. Karena Yusuf berkata-kata dalam hikmat yang dataang dari ALLAH, maka dengan kata lain Firaun juga menerima dan beriman kepada apa yang difirmankan ALLAH melalui Yusuf. Jika Firaun yang tidak mengenal ALLAH dapat beriman kepada Firman-NYA, apa yang kita lakukan sebagai anak ALLAH? Apakah kita percaya secara penuh dan bersedia melakukan apa yang difirmankan-NYA pada kita atau kita hanya setengah hati saja menerima Firman TUHAN?

AMSAL 12:15
15 Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.

Jika kita mengerti bahwa ALLAH sudah merubah kita yang dulu berdosa menjadi anak ALLAH yang layak menerima keselamatan, seharusnya kita bersyukur pada saat mendapat teguran dan nasihat dari Firman-NYA. Karena pada saat kita bersedia mendengarkan nasihat ALLAH, kita akan dibentuk menjadi anak-anak-NYA yang bijak. Tetapi kalau kita mengeraskan hati dan tidak peduli dengan teguran dan nasihat yang dari TUHAN, kita akan menjadi orang yang paling bodoh. Karena orang yang demikian pasti merasa diri sudah paling benar, sehingga dalam menjalani hidupnya dia akan mengandalkan pikirannya sendiri yang dia anggap benar menurut dirinya sendiri. Padahal tidak ada yang paling benar kecuali ALLAH.

AMSAL 14:12
12 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Dan orang yang berlaku bodoh seperti di atas, tentu saja tidak akan menguntungkan hidupnya. Karena mereka berpikir apa yang dijalaninya adalah benar padahal belum tentu hal itu benar di mata ALLAH. Banyak sekali orang yang menyangka bahwa dengan memiliki banyak uang, kekayaan atau kekuasaan mereka akan bisa mendapatkan apapun yang dia mau. Bahkan tidak sedikit yang beranggapan bahwa mereka akan mendapat keselamatan dan masuk ke Surga dengan memiliki semua hal tadi. Mereka tidak mengerti bahwa tanpa kuasa TUHAN tidak ada manusia yang mendapat keselamatan dan masuk ke dalam Surga.

Maka kita sebagai anak TUHAN diingatkan untuk selalu berhati-hati dalam menjalani hidup ini. Jangan sampai kita mengutamakan hal-hal yang di luar TUHAN dan jangan sampai kita menggunakan pikiran kita sendiri dalam mengerjakan sesuatu. Apa yang kita anggap benar, belum tentu dapat membawa kita kepada keselamatan yang dijanjikan TUHAN. Karena hanya TUHAN saja yang memiliki jalan keselamatan itu. Jangan sampai kita menganggap pikiran kita paling benar, karena pikiran manusia yang tidak dipimpin oleh kuasa TUHAN justru akan membawa kepada kebinasaan.

YESAYA 56:12
12 "Datanglah," kata mereka, "aku akan mengambil anggur, baiklah kita minum arak banyak-banyak; besok akan sama seperti hari ini, dan lebih hebat lagi!"

Inilah pikiran orang-orang yang tidak mengenal TUHAN dan hanya memikirkan hal-hal yang menurut mereka dapat membawa kepada kebahagiaan. Padahal apa yang mereka pikirkan justru akan membawa mereka masuk ke dalam kehancuran. Tetapi justru hal semacam ini yang dimanfaatkan oleh setan untuk menjerat manusia jatuh dalam kebinasaan.

Jadi jangan kita heran akan munculnya siasat-siasat antikris dalam beragam bentuk. Dari yang sangat mencolok sampai pada bentuk yang sangat halus dan sulit dibedakan dengan pengajaran Firman yang benar. Oleh karena itu kita sebagai anak TUHAN jangan sampai kita jauh atau meninggalkan Firman TUHAN. Siapapun diri kita, tanpa kuasa Firman yang mengatur dan mengarahkan hidup, kita akan sangat mudah untuk dijerumuskan dan disesatkan oleh siasat antikris, dan juga oleh pikiran kita sendiri. Karena tidak semua orang dapat mengetahui "potensi jahat" yang ada di dalam dirinya padahal hal ini adalah salah satu faktor utama yang dapat menyeretnya masuk dalam neraka. Hanya Firman yang mampu membuka semuanya dan membebaskan kita dari segala kejahatan yang ada di dalam diri kita tersebut.

LUKAS 16:19-23
19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. 20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, 21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. 22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. 23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Menurut dunia, orang kaya lebih terhormat daripada orang yang miskin. Tetapi menurut Firman ALLAH, orang miskin justru yang memiliki kehormatan di hadapan ALLAH daripada orang yang kaya. Sebab Firman TUHAN juga mengatakan: "berbahagialah orang yang miskin, karena ia akan dikayakan oleh TUHAN."

Yang dimaksud orang kaya dalam konteks ini adalah bukanlah orang yang memiliki harta yang berlimpah, tetapi lebih karena mereka sudah hidup dengan cara yang berfoya-foya. Orang yang demikian cenderung untuk tidak dapat menghargai TUHAN dalam dalam hidupnya, karena mereka beranggapan keberhasilan yang dicapai adalah hasil jerih payahnya sendiri. Maka mereka tidak merasakan ada sesuatu yang salah pada saat berfoya-foya, tidak peduli dengan keadaan orang lain dan mengabaikan TUHAN. Seperti digambarkan bagaiman orang kaya tersebut tidak peduli saat Lazarus harus mengambil sisa-sisa roti di bawah mejanya.

Secara rohani, roti yang jatuh ke lantai adalah Firman TUHAN yang disia-siakan oleh orang kaya. Mereka menganggap Firman TUHAN bukanlah hal yang penting dalam hidupnya sehingga mereka tidak peduli Firman itu tercecer di lantai. Sedangkan Lazarus yang mengais ceceran Firman ini menunjukkan dia benar-benar lapar atau haus akan Firman TUHAN. Kita sebagai orang Kristen juga seringkali lupa bahwa di Indonesia ini ada banyak kesempatan untuk beribadah dan menerima pengajaran Firman TUHAN, tetapi kita justru menyia-nyiakannya dengan tidak menggunakan waktu yang ada untuk lebih mempelajari Firman.

Sikap demikian perlu kita ubah, karena kita semua tahu masih banyak daerah (negeri) yang tidak memberikan ijin bagi pemberitaan Firman TUHAN. Dari hal ini kita diingatkan untuk senantiasa menggunakan waktu sebaik dan sebanyak mungkin untuk dapat bersekutu dengan ALLAH dan belajar Firman-NYA selagi masih diberikan kesempatan untuk belajar Firman dengan cukup bebas. Celakalah orang yang memiliki kesempatan yang sangat banyak untuk mendengarkan Firman ALLAH, tetapi ia tidak mau memanfaatkan waktu itu untuk mencari TUHAN.

Peristiwa ini juga harus menjadi peringatan bagi setiap orang KRISTEN untuk senantiasa mengerti bahwa masuknya kita ke dalam Surga atau neraka sangat ditentukan oleh apa yang kita lakukan selama masih di dunia ini. Itulah yang dialami oleh orang kaya dan Lazarus. Si kaya yang berfoya-foya atau menyia-nyiakan Firman ALLAH pada masa hidupnya justru mengalami penderitaan kekal yang luar biasa. Tetapi Lazarus yang hidup dalam kemiskinan, kesengsaraan dan kekurangannya tetapi memiliki hati yang rindu akan Firman TUHAN, dialah yang menerima anugerah keselamatan, yaitu duduk di pangkuan Abraham.

Sementara itu si kaya menjerit kesakitan karena sedang menjalani hukuman di neraka. Si kaya memohon supaya dapat dipindahkan dari neraka ke dalam Surga, tapi hal itu tidak dapat dilakukan. Inilah penjelasan mengapa hidup kita yang sebenarnya sangat ditentukan oleh apa yang kita lakukan pada saat hidup di dunia sekarang ini. Orang yang sudah mati tidak lagi memiliki kesempatan untuk bertobat.

Jika saat ini kita mengerti bahwa kita sudah memasuki masa akhir, maka nasihat dan teguran TUHAN supaya kita mengumpulkan sebanyak mungkin Firman saat ini akan benar-benar kita lakukan. Hanya dengan mengumpulkan banyak Firman ALLAH, maka kita akan diubah untuk menjadi semakin kuat di dalam iman dan pengharapan kepada TUHAN. Karena itu hendaklah dalam melakukan sesuatu di dalam kehidupan kita, utamakanlah TUHAN supaya kita tidak terjerumus kedalam tipu muslihat iblis. Hanya dari Firman TUHAN sajalah kita akan menemukan jawaban bagi kehidupan kekal yang penuh dengan kasih ALLAH di dalam Kerajaan Surga. Amin.