Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Halaman Utama > Renungan > Rasa Kesepian
Rasa Kesepian
Pdt. Handoyo Santoso, D.Min. | PA Jumat, 18 September 2009
Disadur oleh Yuyu | Tanggal Terbit : Minggu, 17/01/10

Kesepian berbeda dengan sendirian, sebab ada orang yang kesepian tatkala dia sedang bersama dengan orang-orang lain, bahkan di tengah anggota keluarganya.

PENGKHOTBAH 4 : 9 - 11
9 Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. 10 Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! 11 Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas?

Penulis kitab Pengkhotbah ini adalah raja Salomo yang nyaris tidak pernah sendirian, sebab istri dan gundiknya saja ada seribu orang. Namun Salomo merasa seorang diri, merasa kesepian. Kesepian yang dibicarakan Salomo ini juga bukan menyangkut urusan seks. Yang dimaksudkan Salomo dengan berdua lebih baik dari pada seorang diri adalah manusia tidak dapat hidup sendirian, harus ada sahabat yang menemani. Sahabat ini adalah orang yang dapat dipercaya untuk menikmati hasil jerih payahnya, bisa anak, pasangan, teman. Sayangnya, Salomo tidak mempercayai satu orang pun istri dan gundiknya yang totalnya seribu orang, sebab dia tahu, mereka itu dia "beli" untuk menjadi istrinya. Akibatnya, Salomo kesepian.

Menerima upah yang baik dalam jerih payah bermakna dapat menikmati hasil jerih payahnya. Hal itu dapat terjadi bila seseorang memiliki sahabat untuk dapat menikmatinya bersama. Sebanyak apa pun harta yang dimiliki, jika tak ada sahabat yang dapat menikmati hasil jerih payahnya, itu akan menjadi bad reward. Hasil jerih payah Salomo adalah dia mampu menamai binatang-binatang, pohon-pohonan, namun para istrinya tak ada yang mampu untuk diajak sharing dengan hasil jerih payahnya ini.

Salomo merasa semua temannya, termasuk para istrinya mengecewakannya. Bayangkan seorang raja yang memiliki segalanya, merasa tidak ada orang yang mampu menolongnya. Manusia memang memiliki keterbatasan; terkadang menolong dirinya sendiri saja tak mampu, apalagi menolong orang lain. Mau menolong pun suatu saat tidak mampu menolong kita. Sebenarnya manusia memang tak mampu mengangkat orang lain yang jatuh, sebab tiap-tiap orang memiliki masalah sendiri. Misalnya saja dokter, yang pada satu titik tidak dapat menolong pasiennya yang jatuh kesehatannya. Hanya YESUS, Sahabat sejati yang mampu menolong kita saat kita jatuh, baik jatuh dalam iman, kesehatan, ekonomi, atau jatuh dalam hal apa pun juga.

Kesepian yang mendera Salomo ini diakibatkan dia tidak lagi hidup berdasarkan Firman TUHAN; raja yang dikaruniai hikmat TUHAN ini mulai mengandalkan kekuatannya sendiri, jauh dari Sahabat sejatinya.

"Tidur berdua menjadi panas" dalam ayat 11 bukan membahas masalah seks. Merasa sendirian membuat hidup manusia tak lagi merasakan suasana yang penuh kehangatan (dalam terjemahan NIV: warm). Saat mulai berbaring untuk tidur, saat tidak ada kegiatan, mulailah dia diingatkan akan kebutuhan (suasana) kehangatan. Itulah sebabnya banyak night club, sebab orang mau menghindari waktu tidur untuk melupakan dinginnya hati yang sepi.

PENGKHOTBAH 4 : 8
8 ada seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki, dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah, matanya pun tidak puas dengan kekayaan; -untuk siapa aku berlelah-lelah dan menolak kesenangan? -Inipun kesia-siaan dan hal yang menyusahkan.

Salomo tidak sendirian, namun merasa sendirian dan kesepian (all alone). Itu dirasakannya saat dia di tempat tidur. Cukup mencengangkan jika dari seribu istri dan gundiknya, Salomo boleh dikata tidak memiliki anak laki-laki; hanya ada seorang anak laki-laki yang dimilikinya. Salomo juga tidak memiliki "saudara laki-laki". Siapakah Saudara Laki-laki kita? YESUS KRISTUS. DIA adalah Kakak sulung kita, dan kita adalah adik-adik-NYA. Saat kita jatuh dalam dosa, Saudara Laki-laki kita itu yang mengangkat kita. Dengan memiliki YESUS KRISTUS sebagai Saudara Laki-laki, hati kita akan selalu dihangatkan oleh TUHAN, tak ada suasana beku seperti yang dirasakan oleh Salomo.

Salah satu ciri orang yang kesepian adalah tak henti-hentinya berlelah-lelah, yang dalam bahasa modernnya disebut workaholic. Itu hanya solusi semu dalam mengatasi kesepian. Saat bekerja, dia dapat melupakan sejenak kesepiannya itu, namun saat tidur tiba, rasa kesepian itu kembali hadir. Sampai akhirnya Salomo mempertanyakan dirinya sendiri, untuk siapa dia bekerja keras? Bukan untuk siapa-siapa, sebab para istrinya tak mampu menjadi sahabatnya untuk bersukacita menikmati jerih lelahnya itu.

Ciri lainnya adalah mata yang tak pernah puas. Hati-hati bila kita tak puas-puasnya mengelilingi mal, tak puas-puasnya menggosipkan orang lain. Ini adalah ciri orang kesepian; dia tidak puas dengan dirinya dan berusaha menyeret orang lain untuk senasib dengan dia. Seandainya Salomo tetap bersahabat dengan TUHAN, dia tak akan merasa sia-sia hidupnya.

KEJADIAN 24 : 1
1 Adapun Abraham telah tua dan lanjut umurnya, serta diberkati TUHAN dalam segala hal.

Tokoh Alkitab lainnya yang tidak kita sangka akan kesepian adalah Abraham. Ayat di atas menuliskan, bahwa Abraham diberkati TUHAN dalam segala hal, dia bukan orang melarat. Dan meskipun sudah tua, Abraham bukan orang yang sakit-sakitan. Namun, kematian Sara membuat Abraham menjadi pribadi yang kesepian.

KEJADIAN 23 : 1 - 2
1 Sara hidup seratus dua puluh tujuh tahun lamanya; itulah umur Sara. 2 Kemudian matilah Sara di Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di tanah Kanaan, lalu Abraham datang meratapi dan menangisinya.

Berbeda dengan Salomo, Abraham mampu berbagi dengan Sara sampai akhir hidup Sara. Namun sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, di usia 127 tahun Sara meninggal dunia dan tak mampu mendampingi Abraham lagi. Kematian Sara diratapi Abraham, karena dia merasa Sara adalah sahabatnya yang mampu menopangnya saat dia jatuh. Meninggalnya Sara ini meninggalkan ruang kosong bernama "kesepian" di hati Abraham. Abraham sungguh-sungguh mencintai Sara. Rasa cinta Abraham kepada istrinya itu membuat Abraham tidak mau menerima pemberian tanah secara gratis sebagai kuburan Sara, Abraham membayar tanah itu.

KEJADIAN 24 : 67
67 Lalu Ishak membawa Ribka ke dalam kemah Sara, ibunya, dan mengambil dia menjadi isterinya. Ishak mencintainya dan demikian ia dihiburkan setelah ibunya meninggal.

Apa yang dilakukan Abraham untuk menepis kesepiannya itu? Dia menikahkan Ishak. Jadi pernikahan Ishak ini bukan inisiatif Ishak, tapi Abraham menyuruh Eliezer, asisten kepercayaannya, pergi ke tanah kelahiran Abraham untuk mencari istri bagi Ishak. Tujuannya agar kemah Sara kembali terisi. Pada zaman itu, kemah tempat tinggal suami dan istri terpisah; mereka memiliki kemah masing-masing. Mungkin saja saat Sara masih ada, Abraham tidak selalu tidur bersama Sara, namun Abraham tidak merasa kesepian. Begitu Sara meninggal, kesepian baru melanda Abraham.

Sukseskah cara Abraham untuk mengembalikan suasana hangat sepeninggal Sara? Ternyata yang terhibur hatinya adalah Ishak yang saling menghangatkan suasana dengan istrinya. Sedangkan bagi Abraham, kesepian tetap menjadi teman setianya.

KEJADIAN 25 : 1 - 2
1 Abraham mengambil pula seorang isteri, namanya Ketura. 2 Perempuan itu melahirkan baginya Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah.

Menikah merupakan cara lain bagi Abraham untuk mengusir kesepian. Bukti kesehatan Abraham masih oke adalah dia masih mampu menikah dan memiliki enam orang anak dari Ketura, istrinya. Apakah cara ini mampu mengusir kesepian? Tidak. Memiliki pacar atau menikah bukan jaminan seseorang tidak lagi kesepian. Pernikahan Abraham dan Ketura ini bukan atas dasar cinta, bukan untuk saling menolong, tapi hanya sebagai pengusir kesepian. Cara ini sama sekali tidak efektif untuk mengusir kesepian.

KEJADIAN 25 : 5 - 8
5 Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak, 6 tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka-masih pada waktu ia hidup-meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur. 7 Abraham mencapai umur seratus tujuh puluh lima tahun, 8 lalu ia meninggal. Ia mati pada waktu telah putih rambutnya, tua dan suntuk umur, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.

Pernikahan dengan Ketura bukan hanya tak mampu mengusir sepi, bahkan menimbulkan keruwetan dalam usia tua Abraham. Abraham sampai merasa perlu memberikan warisan kepada Ishak saat Abraham masih hidup, tentunya karena anak-anaknya dari Ketura ini berpotensi menimbulkan masalah bagi Ishak. Anak-anak hasil perkawinan dengan Ketura ini disuruhnya pergi menjauhi Ishak, untuk pergi ke sebelah Timur. Dalam Alkitab, "Timur" berarti gambaran orang-orang berdosa, orang-orang majus yang datang dari Timur gambaran orang berdosa yang mau mencari YESUS.

Salah satu anaknya dari Ketura bernama Midian, yang kemudian menjadi bangsa Midian. Orang Midian adalah orang yang membeli Yusuf dari kakak-kakak Yusuf untuk dijual sebagai budak di Mesir. Akibat kesepiannya, keturunan Abraham yang satu dengan yang lain saling jual beli sebagai budak dan saudagar budak.

Tercatat saat terakhir kali Abraham berbicara dengan TUHAN pada saat usianya kira-kira 112 tahun, saat TUHAN mengujinya untuk mempersembahkan Ishak. Lulusnya Abraham dalam ujian iman itu membuatnya menyandang predikat "Sahabat ALLAH" (Yakobus 2:23). Demikian pula pada masa-masa sebelumnya, kendati mengalami pasang surut kehidupan, antara lain lari ke Mesir karena kelaparan, Abraham menjalin komunikasi dengan TUHAN. Namun di usia tuanya sampai Abraham meninggal di usia 175 tahun, tidak tercatat lagi ada komunikasi antara Abraham dengan TUHAN. Itulah yang menyebabkan Abraham mengalami kesepian.

YOHANES 14 : 18
18 AKU tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. AKU datang kembali kepadamu.

Janji YESUS bagi kita sungguh indah: DIA tidak akan meninggalkan kita kesepian bak yatim piatu. Setelah YESUS naik ke Sorga, ROH KUDUS sebagai Sahabat setia akan selalu berada di hati kita jika terus menjalin komunikasi yang intens dengan DIA. Dengan demikian rasa kesepian itu tak kan datang dan tak kan membuat hari-hari kita kelabu. Amin.