KEJADIAN 30 : 16 - 18
16 Ketika Yakub pada waktu petang datang dari padang, pergilah Lea mendapatkannya, sambil berkata: "Engkau harus singgah kepadaku malam ini, sebab memang engkau telah kusewa dengan buah dudaim anakku." Sebab itu tidurlah Yakub dengan Lea pada malam itu. 17 Lalu ALLAH mendengarkan permohonan Lea. Lea mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang kelima bagi Yakub. 18 Lalu kata Lea: "ALLAH telah memberi upahku, karena aku telah memberi budakku perempuan kepada suamiku." Maka ia menamai anak itu Isakhar.
Kisah kelahiran Isakhar cukup unik. Kira-kira sembilan bulan sebelum Isakhar lahir, Ruben (anak Lea yang pertama) pergi ke padang dan menemukan buah dudaim dan memberikannya kepada ibunya. Ketika Rahel melihat buah dudaim itu, dia menginginkannya dan memintanya kepada Lea. Kakak beradik Lea dan Rahel adalah adalah istri-istri Yakub. Mengetahui Rahel menginginkan buah itu, Lea mulai melakukan transaksi dengan Rahel: buah dudaim ditukar dengan waktu bersama Yakub. Saat peristiwa itu, Yakub seharusnya menghabiskan malam bersama Rahel. Keinginan menikmati buah dudaim membuat Rahel setuju dengan barter tersebut. Ayat 16 menjelaskan kejadian selanjutnya: Lea memberitahu Yakub tentang transaksi tersebut, dan kemudian melahirkan Isakhar.
KEJADIAN 49 : 14.
14 Isakhar adalah seperti keledai yang kuat tulangnya, yang meniarap diapit bebannya.
Arti nama Isakhar adalah "orang sewaan", nama yang membuat malu dan risih penyandang nama tersebut. Isakhar diibaratkan keledai, gambaran orang kafir. Keledai adalah binatang najis yang bangkainya tidak boleh dikubur di Yerusalem. Dulu, kita semua adalah orang kafir yang tidak memiliki hak untuk tinggal di Yerusalem, yang artinya rumah damai, rumah TUHAN.
Orang kafir seperti Isakhar ini selalu diapit dua tas beban, bahkan saat tidur dan berbaring pun dia harus memikul beban itu. Semua manusia punya beban. Beban itu 24 jam sehari, 365 hari setahun tetap kita pikul. Karena itu jangan kita iri melihat orang lain yang kita anggap lebih enak hidupnya dibandingkan kita.
Bagaimana kita dapat melepaskan diri dari beban itu? Bukan dengan cara mengganti nama. Seandainya anak TUHAN mendapat nama yang artinya kurang menyenangkan, jangan kita sesali. Banyak orangtua yang merasa nama anaknya kurang membawa keberuntungan lalu mengganti nama anaknya. Itu bukan solusi. Yang dapat kita lakukan adalah diri kita sendiri berjuang -bukan orangtua kita- melepaskan beban itu dari punggung dan pundak kita. Bila mau berjuang dengan iman, kita akan berhasil.
AYUB 7 : 1 - 4
1 "Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan? 2 Seperti kepada seorang budak yang merindukan naungan, seperti kepada orang upahan yang menanti-nantikan upahnya, 3 demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia, dan ditentukan kepadaku malam-malam penuh kesusahan. 4 Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari.
Ayub mengatakan, bahwa hidup manusia penuh pergumulan, memiliki hari-hari seperti orang upahan yang berarti memiliki beban, yakni beban dosa. Buah dudaim yang diinginkan Rahel itu adalah gambaran hawa nafsu. Setiap manusia yang lahir dari hawa nafsu tidak lepas dari beban dosa. Karena itu, setiap manusia butuh naungan, naungan TUHAN.
Tekanan hidup yang dirasakan membuat Ayub merasa hidupnya sia-sia dan mulai berada pada titik putus asa. Padahal, hidup manusia yang di dalam TUHAN tidak akan sia-sia. Putus asa membuat orang serba salah: saat siang menginginkan malam cepat datang agar dapat lari sejenak dari segala persoalan, namun beban yang menggelayuti pikiran tidak benar-benar lepas, sehingga membuatnya tidak dapat tidur.
Mengapa banyak wanita yang stres cenderung bertambah gemuk? Sebab orang yang stres sering melakukan tindakan tanpa sadar. Misalnya, dia nonton TV sambil makan tanpa benar-benar menyadari tindakannya itu. Pikirannya tidak terfokus pada apa yang ditontonnya, dan dia juga tidak sadar seberapa banyak makanan yang telah ditelannya. Makan tanpa sadar, bahkan merasa belum makan, akan membuat seseorang makan lagi dan makan lagi.
KEJADIAN 49 : 15
15 Ketika dilihatnya, bahwa perhentian itu baik dan negeri itu permai, maka disendengkannyalah bahunya untuk memikul, lalu menjadi budak rodi.
GENESIS 49 : 15 (NIV)
15 When he sees how good is his resting place and how pleasant is his land, he will bend his shoulder to the burden and submit to forced labour.
Pikiran Isakhar tidak terfokus pada beban yang menindihnya. Pandangannya tertuju pada betapa indahnya tempat perhentiannya, yaitu YESUS KRISTUS. Pandangan yang tertuju kepada YESUS membuatnya memiringkan bahunya yang digelayuti beban yang tadinya selalu dipikulnya selama 24 jam sehari, dan diserahkannya kepada YESUS.
Memikul beban sudah saya alami ketika masih usia SD dulu. Karena keadaan orangtua yang minim, saya bersekolah selama satu tahun tanpa menggunakan sepatu. Sekolah pun atas biaya orang lain. Namun di dalam TUHAN saya dapat bertahan, dan sekarang dimuliakan. Karena itu, marilah kita fokuskan pandangan kita pada betapa indahnya TUHAN YESUS dan meminta-NYA mengambil beban kita, dan mau menjadi hamba TUHAN. Kita tidak mau lagi menjadi hamba setan, dan kini menyerahkan hidup kita kepada TUHAN sebagai Tuan kita.
MATIUS 11 : 28 - 29
28 Marilah kepada-KU, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang KU-pasang dan belajarlah pada-KU, karena AKU lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Jauh hari sebelum YESUS lahir ke dunia, Isakhar telah melihat keselamatan dari TUHAN YESUS. Keselamatan itu berupa undangan YESUS untuk datang kepada-NYA bagi semua orang yang letih lesu dan berbeban berat. TUHAN YESUS akan memberikan kelegaan (terjemahan NIV: rest), sesuai dengan yang dilihat Isakhar dalam Kejadian 49:15 (NIV) "how good is his resting place". Datanglah pada YESUS, miringkan bahu kita agar beban kita itu diambil TUHAN.
Setelah beban kita diambil TUHAN, mengapa TUHAN meminta kita memikul kuk (kayu yang dipasang pada tengkuk sapi untuk menarik bajak)? Kuk dari TUHAN ini bukan beban yang harus kita pikul dengan susah payah; kuk ini ringan, menyenangkan dan membuat hidup kita sejahtera. Kuk itu berupa perintah untuk melaksanakan Firman TUHAN. Dengan mau memikul Firman TUHAN, maka hidup kita diubahkan menjadi hidup yang sukses dan diberkati.
ULANGAN 33 : 18 - 19
18 Tentang Zebulon ia berkata: "Bersukacitalah, hai Zebulon, atas perjalanan-perjalananmu, dan engkau pun, hai Isakhar, atas kemah-kemahmu. 19 Bangsa-bangsa akan dipanggil mereka datang ke gunung; di sanalah mereka akan mempersembahkan korban sembelihan yang benar, sebab mereka akan mengisap kelimpahan laut dan harta yang terpendam di dalam pasir."
Berkat pertama yang diterima Isakhar (suku Isakhar) adalah memiliki tempat perhentian, memiliki kemah-kemah. Tiga ratus tahun sebelumnya, Isakhar hanyalah "keledai" yang selalu diapit dua tas beban. Dengan mau berjuang datang kepada YESUS dan menyerahkan bebannya, Isakhar diberkati dengan kemah-kemah.
Berkat berikutnya adalah mengisap kelimpahan laut dan harta yang terpendam dalam pasir. Berkat besar ini membuat Isakhar mampu memberikan persembahan untuk TUHAN. Berkat yang ada di dalam laut adalah berkat yang tak akan pernah habis karena banyaknya. Sedangkan harta yang terpendam di dalam pasir ini bermakna hikmat, pengertian dan akal, mengacu pada 1 Raja-Raja 4:29, ALLAH memberikan kepada Salomo hikmat dan pengertian yang amat besar, serta akal yang luas seperti dataran pasir. Dengan memiliki hikmat, pengertian dan akal, rumah tangga akan harmonis dan manis. Harta yang sangat berharga ini akan kita peroleh kalau kita memenuhi undangan YESUS untuk datang kepada-NYA.
1 TAWARIKH 12 : 32
32 Dari bani Isakhar orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka mengetahui apa yang harus diperbuat orang Israel: dua ratus orang kepala dengan segala saudara sesukunya yang di bawah perintah mereka.
Suku Isakhar memiliki pengertian tentang apa yang harus dilakukan dan kapan harus melakukannya. Ini adalah kunci sukses. Dalam usaha, kita harus tahu apa yang harus dilakukan dan tahu timing yang tepat untuk melakukannya. Misalnya, tanpa tahu kapan harus menjual atau membeli, dia akan rugi.
Arti nama Isakhar tak lagi membebaninya. Dengan menyerahkan bebannya kepada YESUS dan memikul Firman TUHAN, Isakhar memiliki perhentian di dalam YESUS dan memiliki harta yang sangat berharga, yaitu hikmat dan pengertian. Amin.