Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Perjuangan Saya Berhasil Karena Pertolongan TUHAN YESUS
Oleh Bengawan Rahardja (Abeng) | Tanggal Posting : Rabu, 13/08/08

Saya bekerja di salah satu maskapai penerbangan AA, dan saya menjabat sebagai Manager GSE di perusahaan tersebut. Pada bulan Maret 2008 terjadi kemelut di antara dua pemegang saham, sehingga terjadilah penghentian operasional yang mengakibatkan karyawan terlantar tanpa ada kejelasan yang pasti masalah status karyawan.

Saya memberanikan diri untuk menuntut hak saya untuk gaji dan pesangon dengan melakukan orasi. Para karyawan yang jumlahnya hampir 3000 orang juga mempercayakan jabatan wakil ketua Serikat Buruh yang dibentuk pada bulan April 2008. Dalam menuntut hak karyawan, saya sering mendapat intimidasi dari berbagai pihak, baik dari salah satu pemegang saham maupun dari beberapa karyawan yang meragukan perjuangan saya.

Sekitar bulan April 2008, saya mendapat masalah yang cukup berat (waktu itu hari Sabtu,saya lupa tanggalnya) yaitu saya harus minta maaf kepada keluarga owner atas perbuatan dan perkataan yang menyinggung perasaan mereka. Saya bingung kenapa saya harus minta maaf, sedangkan saya hanya menuntut hak saya. Kejadian itu membuat saya tidak bisa tidur, karena keesokan harinya saya harus ke rumah owner di daerah Muara Karang untuk minta maaf atas tindakan saya terlalu keras dalam orasi.

Sekitar jam 2 pagi, saya memberanikan diri untuk menghubungi Pak Pendeta Handoyo untuk minta petunjuknya. Semua permasalahan tersebut saya ceritakan kepada Pak Handoyo. Setelah mendengar cerita saya, Beliau menyarankan untuk bertemu setelah Kebaktian pertama selesai. Saya menyetujui saran Beliau. Setelah itu saya tidak tidur lagi, dan sekitar jam 6 pagi saya berangkat ke Gereja. Biasanya saya mengikuti jam kebaktian ketiga dengan istri dan kedua anak saya, tapi saat itu saya berangkat sendiri. Kepada istri, saya ceritakan segala permasalahan yang membuat saya saya harus berangkat pagi-pagi ke gereja.

Selesai mengikuti kebaktian pertama,saya sudah ditunggu oleh Pak Handoyo yang kemudian mendoakan saya. Saya masih ingat kata-kata yang Beliau ucapkan agar saya mendatangi saja rumah owner danjJangan takut. TUHAN YESUS menyertai saya, sehingga saya tidak akan mendapat masalah. Beliau juga menyarankan agar saya tidak minta maaf kepada owner.

Saya mendapat suatu kekuatan yang begitu besar, sehingga langsung berangkat ke rumah owner di Muara Karang. Sesampainya di sana, MUJIZAT terjadi! Owner menemui saya dengan senyuman dan respon yang baik, malah saya ditawari oleh owner untuk makan dulu, yang saya jawab saya sudah makan di kantin gereja.

Di situ saya mendapat arahan dan nasihat dari owner. Saya hanya mengatakan kepada owner bahwa saya hanya menuntut hak karyawan, tidak ada maksud lain. Tak lama kemudian saya pulang (saya di sana hanya 15 menit).

Sungguh luar biasa dukungan doa dari Pak Handoyo,dan apa yang Beliau katakan kepada saya terbukti. Saya tidak perlu minta maaf kepada owner, malah saya disambut dengan baik. Padahal, saya mengetahui dengan jelas sifat owner yang bertolak belakang dengan sikap yang ditunjukkan kepada saya saat menemuinya tadi.

Hasil pertemuan tersebut saya kabarkan kepada Pdt. Handoyo melalui SMS. Beliau mengatakan mendukung saya dalam doa. Tanggal 7 Agustus 2008 semua apa yang saya perjuangkan sudah menampakkan hasilnya. Gaji sebulan dibayarkan, sedangkan sisanya akan menyusul dalam waktu dekat.

Saya langsung mengirim SMS kepada Pak Handoyo setelah mendapat kabar bahwa tuntutan saya dipenuhi, dan beliau menjawab untuk selalu mendukung doa.

Dalam perjalanan menuntut hak karyawan, saya rasakan penyertaan TUHAN YESUS yang luar biasa. Banyak hal yang tidak dapat diterima oleh akal pikiran saya. Saya percaya dan yakin apapun masalah yang kita hadapi kalau kita selalu berserah kepada-NYA, maka semua pasti ada solusinya.

Saya masih terus berjuang untuk mendapatkan hak-hak karyawan. Kesaksian ini saya tulis di Surabaya, karena saya sedang mengumpulkan aset-aset perusahaan yang ada di Surabaya untuk dapat dibawa ke Jakarta dan dijual guna memenuhi hak-hak karyawan.

Terima kasih TUHAN YESUS. Semoga kesaksian saya dapat menguatkan saudara seiman, terlebih lagi dapat memuliakan TUHAN YESUS. Amin