Ini terjadi saat kita sedang Kebaktian Doa 10 hari, pada hari Kamis, 8 Mei 2008 (hari yang ke-7). Mama dan adik saya pegi ke gereja untuk ikut Kebaktian Doa 10 hari. Seperti biasa mereka naik kendaraan umum bis Patas. Saat turun bis, adik saya sudah turun lebih dulu dengan selamat, tapi ketika mama saya baru menginjakkan kedua kakinya di tanah, ternyata bis itu langsung tancap gas.
Sepertinya tas mama masih agak tersangkut di bis. Alhasil mama pun ikut terseret bis itu beberapa meter. Ketika itu mama cerita, dia cuma bisa teriak "YESUS TOLONG!" dan mama mengatakan seperti ada sosok yang membuat dia membungkuk waktu terguling di tanah (sehingga melindungi mama). Mama sendiri tidak terlalu sadar bagaimaan rincian kejadiannya.
Sewaktu sadar, mama melihat bahwa celananya sobek, dan bajunya kotor karena tanah, dan bahkan banyak daun-daun dari semak-semak yang menyangkut di rambutnya. Adik saya berhasil mengejar bis itu dan mengambil tas mama yang masih tersangkut di bis tersebut. Sungguh ajaib pertolongan TUHAN. Dengan kecelakaan yang sedemikian rupa, tidak ada luka yang serius mama alami, bahkan kacamata yang mama gunakan saja tidak pecah, tidak bengkok, tetap utuh. Ini mujizat yang pertama yang kita alami. Setelah kecelakaan, mama beli celana ganti, dan tetap kebaktian mengikuti kebaktian. Di gereja, mama sempat diperiksa oleh Dr. Nia secara sepintas. Katanya semua hanya luka ringan, dan tidak ada yang serius. Sungguh Kuasa TUHAN luar biasa sekali.
Keesokan harinya, mama dibawa oleh saudara ke tukang urut. Mama kesakitan sekali, dan kata tukang urut mungkin tempurung kaki mama retak sedikit atau ada yang tergeser. Wah, tapi kita sudah imani TUHAN yang sudah selamatkan mama, tidak mungkin menolong setengah-setengah. Dan untuk membuktikan, mama menjalani rontgen tulang kakinya. Hasilnya: semua baik, tidak ada yang patah atau retak. PUJI TUHAN !
Akan tetapi, dari hari Kamis sampai Sabtu, kaki mama masih terasa sakit, sehingga berubah dari duduk ke berdiri agak susah. Jadi kita bergumul untuk kesembuhan kaki mama secara total. Hari Minggu mama datang doa 10 hari, hari yang ke-10. Sebelum terima perjamuan suci, Pdt. Handoyo Santoso sempat mengajak jemaat yang bergumul untuk kesembuhan boleh bangkit berdiri dan akan didoakan. Saat itu mama ikut berdiri di tempat duduknya, dan berdoa sungguh-sungguh. Saat itu mama merasakan seperti ada yang menarik kakinya, dan rasanya panas sekali. Tapi mama terus berdoa. Hasilnya LUAR BIASA, setelah itu mama bisa duduk dan berdiri dengan normal lagi. PUJI TUHAN !
Kecelakaan itu menyisakan satu luka seperti bisul besar dengan ujungnya yang terlihat seperti bernanah di kaki mama. Luka ini masih terasa sakit di sekitar lukanya. Kita pun berpikir, ada apa ini ?? Setelah diperiksa oleh Dr.Nia dan Dr. Rahmat, ternyata diperkirakan di dalam bisul ini ada air, jadi harus dikeluarkan. Mama sempat menjalani beberapa kali perawatan untuk luka ini di RSPP (karena ternyata dari luka ini seperti terbentuk rongga air di kaki mama), dan perawatan dilakukan sampai cairannya benar-benar habis, dan lukanya menutup dengan sendirinya. Akhirnya semua luka itu sudah sembuh, bekas memar pada kaki mama juga semua sudah hilang. Mama sudah sembuh 100%. PUJI TUHAN !
PUJI TUHAN untuk pertolongan-NYA yang tidak pernah terlambat, untuk kuasa TUHAN yang telah disalurkan lewat hamba-NYA (Bpk. Pdt. Handoyo SAntoso) untuk mendatangkan kesembuhan untuk mama. dan Puji TUHAN untuk semua berkat-NYA, sehingga mama bisa menjalani semua proses perawatan untuk kesembuhan kakinya dengan baik. TUHAN sungguh baik.
Pertolongan TUHAN berikutnya kami alami bulan Juni 2008. Ketika pulang dari gereja, adik saya merasa perutnya tidak enak, kita pikir ini biasa, jadi kita beri minum obat diare, pasti langsung oke. Dan saat itu mama berinisiatif untuk mendoakan dengan minyak urapan. Hasilnya, Puji TUHAN, adik saya sembuh.
Tapi ini justru awal masalah baru buat mama. Hari Senin, perut mama seperti melilit, sampai sakit sekali katanya. Siang menjelang sore, mama minta dukungan doa dari Pdt. Handoyo via telpon. Dan sungguh ajaib, PUJI TUHAN, mama bisa merasa lega, sakit melilit itu hilang seketika. Waktu itu Pak Handoyo mengatakan itu ada kuasa gelap yang ingin mengganggu. (Tapi waktu itu kita belum mengerti, ada apakah itu). Intinya sehabis didoakan, mama langsung mengatakan, sudah oke.
Besoknya, hari Selasa. ternyata mama sakit lagi perutnya, dan tapi mama tetap ingin datang Kebaktian Pendalaman Alkitab.
Secara manusia, saya menyarankan mama ke dokter dulu untuk periksa, ada apa di perutnya. Katanya terasa kencang, tidak bisa buang angin, dan tidak terasa lapar.
Jadi sore itu, mama pergi ke dokter dulu, diperiksa, dan sempat disuntik, dan diberikan obat maag. DIagnosa dokter adalah karena mama terlalu banyak minum antibiotik (mama memang minum antibiotik untuk perawatan luka di kakinya itu). Setelah disuntik, mama merasa lebih baik, lalu pergi ke gereja. Saat pulang gereja pun, semua baik-baik saja. Saya juga berpikir seperti itu.
Tapi ternyata dugaan saya salah. Hari Rabu, saya kaget sekali. Pulang kantor, waktu itu lembur, jadi saya pulang sudah agak malam, mama mengatakan perutnya sakit sekali, lebih parah dari yang sebelumnya, padahal hari itu sudah tidak minum antibiotik. Obat maag dari dokter sudah diminum juga, tetapi rasa sakit di perut itu sampai di kepala katanya. Saya jadi panik, akhirnya menelpon Pak Handoyo (sudah jam 23.30), dan sekali lagi Pak Handoyo mendoakan, untuk melepaskan dan mengusir kuasa gelap yang mengganggu. Kami masih bingung, kuasa gelap?? Tapi doa itu kita aminkan. Dan PUJI TUHAN, mama bisa tidur tenang malam itu.
Keesokan harinya, adik saya baru cerita, waktu kita sedang berdoa itu, dia sedang di depan rumah, dia melihat sekilas (dengan cepat) ada bayangan putih pergi dari rumah kita katanya (wahhh... inikah yang dimaksud Pak Handoyo?)
Ditambah lagi sebagai bukti bahwa analisa dokter salah, keesokan harinya mama kembali minum antibitotik untuk perawatan kakinya (karena minum antibiotik harus sampai selesai). Hasilnya.. perut mama tidak sakit lagi...
Sungguh luar biasaaa kuasa TUHAN yang dinyatakan lewat hamba-NYA, Pak Handoyo Santoso yang telah membebaskan keluarga kami dari kuasa gelap yang ingin mengganggu.
Demikian kesaksian dari saya, semoga menjadi berkat buat semua nya. TUHAN memberkati.