Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
DIA Sanggup Menolong
Oleh N/A | Tanggal Posting : Senin, 12/04/04

Jakarta, April 12, 2004

Kepada Yth.
Ibu Gembala dan Ketua Sinode GKT
Di Jakarta

Dengan hormat,

Saya jemaat GKT. Pada kebaktian Minggu Paskah jam ke II, Papa Benny berkotbah bahwa kita sebagai orang beriman harus menjadi Saksi Kristus. Sebenarnya saya mempunyai kesaksian yang seharusnya saya ceritakan kepada Papa Benny sebelurn beliau rneninggal. Kejadiannya bertolak belakang dengan kejadian yang dialami oleh jemaat GKT yang bayinya sudah meninggal tapi hidup kembali oleh karena Perjamuan Kudus. Sedangkan yang dialami oleh saya malah sebaliknya. Pada waktu itu saya belum bertobat dan menerima Tuhan Yesus karena saya berasal dan keluarga beragama Budha yang taat.

Saya menikah tahun 2001. Beberapa bulan setelah menikah saya hamil. Seperti biasanya saya cek ke dokter kandungan dan dokter mengatakan bahwa benar saya hamil. Tapi yang mengganggu saya adalah selama hamil muda saya mengalami flek. Flek tersebut boleh dikatakan lumayan banyak. Setelah kehamilan 4 minggu saya kembali ke dokter untuk menanyakan hal tersebut. Apa yang dikatakan oleh dokter sangat mengejutkan saya. Dokter mengatakan bahwa calon bayi yang ada di rahim saya tidak berkembang sebagaimana mestinya dan harus dikuret. Dokter memberikan waktu selama 3 hari untuk berpikir.

Sebagai seorang calon ibu saya sangat terpukul. Saya shock banget tapi saya tidak tahu harus bagaimana. Lalu kakak saya menyarankan untuk ke paranormal. Tanpa berpikir panjang lagi saya mengikuti apa yang dikatakan oleh kakak saya. Paranormal itu menyatakan bahwa calon bayi dalam kandungan saya tidak apa-apa. Lalu saya diberi “HU” (kertas yang ditulis dalam huruf Cina lalu dijampi-jampi). Dia menjanjikan bahwa calon bayi saya tidak akan apa-apa. Lalu dia berkata, setelah makan hu ini saya disuruh untuk mengecek ke dokter lagi; pasti saya tidak akan dikuret. Tapi apa kenyataannya... Selang 1 minggu saya keguguran.

Saya mengalami banyak cobaan dalam rumah tangga saya, tapi saya tidak tahu harus bercerita pada siapa. Dalam hati saya hanya berteriak “Tuhan tolong saya!” Akhirnya suatu hari teman dari suami saya berkata, kenapa kami tidak ke gereja saja. Siapa tahu setelah ke gereja dan mendengar firman, ada jalan untuk mengatasi masalah kami. Teman suami saya merekomendasikan GKT. Katanya Pendetanya Oke punya. Kami pun mencoba karena kami tidak pernah ke sana. Pertama kali kami ke GKT kami mengambil tempat duduk paling belakang. Ternyata lumayan, setelah mendengar firman yang dibawakan oleh Papa Benny di hati kami ada sedikit kelegaan. Setelah 1 minggu kemudian kami pergi lagi ke GKT. Dalam warta jemaat dimuat kesaksian jemaat GKT yang bayinya dihidupkan kembali oleh Tuhan Yesus melalui Perjamuan Kudus. Setelah membaca itu hati saya berkecamuk. penyesalan yang amat dalam... Kenapa saya tidak ke sini? Kenapa saya harus ke paranormal?

Akhirnya saya menyadari kesalahan saya yang sangat fatal. Pagi dan malam hari saya berdoa mohon ampun pada Tuhan. Dalam doa saya minta kesempatan yang kedua kepada Tuhan, biarlah saya menjadi seorang ibu untuk anak-anak saya. Meskipun pada saat itu saya tidak tahu cara berdoa yang benar, tapi saya percaya jika saya benar-benar minta dari lubuk hati saya, Tuhan Yesus pasti mendengarkan doa saya. Karena dalam khotbahnya Papa mengatakan jika kita punya iman, apa yang kita doakan pasti dikabulkan. Walau saat itu saya belum mengerti apa itu iman (karena baru beberapa kali saya ke GKT, jadi saya belum mengerti betul) tapi saya tidak putus asa. Saya berjanji pada Tuhan untuk bertobat. Setelah 1 tahun, doa saya baru dijawab. Dua bulan sebelum saya dibaptis, dalam mimpi saya didatangi oleh se-Orang berjubah putih dan berambut emas. Dia mengatakan bahwa 2 bulan lagi saya akan hamil.

Saya terkejut, lalu saya bercerita kepada suami saya. Waktu itu suami saya kurang percaya. Akhirnya saya mengajak suami saya ke gereja (karena pada saat itu hari minggu). Di sana saya berdoa, “Tuhan jika memang Engkau yang hadir dalam mimpiku, apa yang Engkau katakan pasti akan terjadi. Jika bukan lindungilah aku dari kuasa gelap yang akan menggangguku.” Benar, 2 bulan kemudian saya hamil! Sayapun mengucap syukur padaNya. Dalam doa saya selama hamil saya selalu mengatakan “Tuhan Engkau yang memberi Engkau juga yang akan memberkati janinku ini”.

Dalam kehamilan saya yang kedua ini, juga mengalami flek. Tapi saya tidak takut karena saya percaya dan punya pegangan yaitu “Tuhan Yesus”. Memasuki kehamilan 2½ bulan, saya diganggu oleh kuasa gelap. Pada waktu tengah malam saya didatangi oleh 2 orang yang berbadan besar yang hitam sekali. Mereka menekan perut saya dan berusaha mengangkat rahim saya. Pada saat itu perut saya rasanya sakit sekali, seakan-akan seperti daging saya yang akan dicopot begitu saja. Dengan tenaga yang ada saya berusaha melawan tapi saya tidak kuat. Saya tidak bisa menghadapi mereka yang begitu kuat dari saya. Akhirnya saya menjerit “Tuhan Yesus tolong saya!” Seketika itu juga mereka hilang, tapi badan saya capai sekali seperti orang yang bekerja seharian tanpa ada henti-hentinya. Beberapa saat setelah saya beristirahat, saya berdoa “Ya Tuhan lindungilah aku dari kuasa gelap yang akan mengganggu saya. Jauhkan saya dari mereka Tuhan. Bungkuslah aku dalam kuasa darahMu Tuhan.” Setelah berdoa saya langsung tertidur lelap.

Inilah kesaksian saya yang seharusnya saya ceritakan ke Papa, tapi saya tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Tapi setelah saya mendengar khotbah Papa pada hari minggu Paskah ini saya berniat untuk membagikan kesaksian saya kepada jemaat GKT melalui surat ini. Memang benar hidup dalam Tuhan Yesus indah sekali. Tiada yang mustahil bagi Dia. Apapun yang Dia kerjakan pasti berhasil. Asal kita menempel pada Pokok Anggur, apa yang kita kerjakan pasti berhasil juga. Dengan ini saya mohon maaf juga karena saya tidak mencantumkan nama dan nomor anggota saya. Saya harap Mama dan Ko Handoyo maklum adanya..

Terima kasih.

Note: Surat tersebut dikirimkan oleh seorang jemaat GKT. Surat ini telah mengalami proses pengeditan, tanpa mengurangi ataupun menambah isi dari surat tersebut. Semoga kesaksian ini dapat memberkati Anda.