Anda memerlukan Adobe Flash Player yang dapat Anda download di sini.

Home | Renungan | Kesaksian | Sentuhan Kasih | Video Streaming | Audio Streaming
Profil | Cabang | Kontak | Konseling | Sekolah Minggu
Doa Membuat Saya Lulus Tepat Waktu
Oleh Nathalia Salim | Tanggal Posting : Senin, 16/03/09

Sekitar bulan September 2008, ketika teman-teman seangkatan saya sudah mulai lulus satu per satu, saya pun dilanda kepanikan. Skripsi saya sepertinya "mandek" di tengah jalan, sementara pembimbing skripsi saya sangat sulit untuk ditemui berhubung jadwal beliau yang sibuk. Padahal pada awalnya saya dijanjikan akan selesai dalam waktu 1 semester saja atau 6 bulan. Tetapi dalam 6 bulan tersebut saya praktis hanya menyelesaikan 1 bab saja dari keseluruhan 5 bab. Akhirnya, pada tanggal 11 September 2008, saya mengirimkan e-mail kepada dosen pembimbing saya mengenai kejelasan jadwal skripsi saya. Sekitar 2 hari kemudian, saya mendapat e-mail balasan dari dosen tersebut yang isinya cukup mengejutkan. Dalam e-mail tersebut dikatakan bahwa sangatlah tidak mungkin jika saya lulus dalam semester tersebut, karena beberapa alasan yang beliau sebutkan menyangkut kuesioner penelitian, training untuk pengadministrasian kuesioner serta waktu yang dibutuhkan untuk penyebaran kuesioner dan sebagainya (mengingat kuesioner yang akan saya gunakan adalah kuesioner dari WHO (World Health Organization), sehingga dalam penggunaan serta penyebarannya tidak boleh sembarangan).

Saat itu, saya merasa sangat kesal karena target saya lulus dalam 6 bulan gagal, dan bahkan lulus dalam 1 tahun pun rasanya juga akan gagal. Apalagi hal ini terjadi bukan karena saya yang malas-malasan, tetapi lebih karena kesalahan dosen tersebut. Setelah berdiskusi dengan teman-teman yang tergabung dalam penelitian yang sama, mereka semua memutuskan untuk pindah pembimbing dan mulai dengan topik baru lagi. Saat itu, saya sempat bimbang karena rasanya sangat sayang jika saya membuang begitu saja 3 bab yang sudah saya tulis dan mulai lagi dari nol. Waktu untuk memutuskan tidak banyak, mengingat saat itu sudah mau libur Lebaran dan jika saya berganti topik berarti dalam waktu 3 bulan saya sudah harus menyelesaikan keseluruhan 5 bab.

Akhirnya, kebimbangan tersebut saya diskusikan dengan orangtua. Papa saya (Ev. Handoyo Salim) waktu itu menyarankan, bahwa saya tidak perlu berpindah topik, berdoa saja dan serahkan semuanya kepada TUHAN. Sungguh, dalam hati saya berpikir bahwa ini adalah suatu hal yang mustahil, karena bagaimanapun waktu yang dibutuhkan lebih dari 3 bulan. Tanggal 16 September 2008, saya mendapat e-mail dari dosen saya yang menyatakan bahwa ia ingin bertemu pada tanggal 19 September 2008 untuk membicarakan kelanjutan skripsi saya tersebut. Mungkin karena desakan dari pembantu dekan yang kaget, karena serentak seluruh mahasiswa bimbingan dosen itu berbondong-bondong akan pindah topik, karena selama ini biasanya dosen saya selalu sibuk dan agak sulit ditemui. Selama 3 hari itu pun saya, papa, mama, koko terus berdoa, baik dalam doa pribadi masing-masing maupun dalam doa keluarga agar TUHAN melembutkan hati dosen tersebut dan saya bisa lulus tepat waktu.

Akhirnya pada tanggal 19 September 2008, saya bertemu dan hasilnya cukup mengejutkan. Pertama, dosen tersebut meminta maaf karena selama ini dia terlalu sibuk dan agak sedikit menelantarkan saya. Kedua, kuesioner WHO yang cukup ”ribet” itu diganti dengan kuesioner lain yang lebih mudah penggunaannya. Ketiga, jika saya mengikuti jadwal yang telah ia susun, maka saya bisa lulus bulan Februari 2009 dan mengikuti wisuda bulan April 2009. Seketika itu juga saya mengucap syukur kepada TUHAN karena ternyata doa saya dijawab dengan begitu cepat oleh TUHAN.

Singkat cerita, berkat pertolongan TUHAN, akhirnya saya lulus tepat waktu dengan nilai yang cukup memuaskan dan membuat orang tua saya bangga. THANK YOU LORD.